assalamualaikum reader ini sequel dari my dokter is my wife, bagi pecinta keluarga ibrahim mampir yuk
Bagaimana ya kalau kita pertemukan salah satu dari kembar 3 yaitu Mikhayla cahaya ibrahim dengan Exel putra tunggal dari dari Daniel alexander dan Jenifer ( baca gadis badung dan ceo killer )
Ayo simak keseruan mereka di cerita ini
Happy reading💗💗💗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilham Dzaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
lagi Mika dan Exel berada di kantor Narendra, Jeni datang ke perusahaan dia meminta data dan CV dari Mikayla kepada kepala HRD Jennifer yakin kalau sekretaris baru dari anaknya itu adalah putri dari Narendra Ibrahim, dan dia akan berusaha mendekatkan keduanya.
" Ini Nyonya CV dari sekretaris TuanAxel." kepala RT menyerahkan Dokumen itu kepada Jennifer dengan tidak sabar Jennifer membaca semua profilnya tapidia tidak menemukan data Narendra Ibrahim disana.
" Mikhayla cahyani I, tapi disinintidak ada data orang tua Mikha cuma data dia dia sendiri, sekolah S2 Oxford, kalau dia hanya dari keluarga biasa sedikit kemungkinan bisa kuliah di universitas terkenal itu, walaupun memakai jalur beasiswa. " Gumam Jeny.
Wanita paruh baya ini segera pamit dan melarang Kepala HRD untuk melaporkan kedatangannya pada Axel. Dia segera pergi dari sana.
Di PT Ibrahim grub, Mikha dan Axel keluar dari gedung mewah tinggi menjulang. Exel sangat kagum dengan desain dari perusahaan Itu serta kecanggihan semuanya. " Wow ini keren banget gila pasti kerja di sini nyaman banget peralatannya semua canggih bahkan hampir mirip dengan perusahaan luar negeri." gumam Axel.Miikha hanya tersenyum geli mendengar pernyataan Axel. kalau dia langsung nyeletuk saja.
" Ya jelas rasa nyaman semuanya tercukupi di sini Apalagi bosnya humoris loyal Ih keren banget daripada di tempat yang meski kantornya bagus mewah fasilitas ditutupi kalau bosnya galak mereka juga nggak akan kerasan Bos ya Bener nggak? tapi kalau setiap hari dimarahin ini nggak bener itu nggak bener mana betah yang ada cuma takut, dingin seperti kuburan, tidak ada yang berani macam macam. " menutup segera mulutnya.
Axel yang merasa di sindir paham kalau yang Mikha maksud adalah perusahaan nya.
" Apa kau bilang jadi di tempat kerja kita tidak nyaman begitu terus mereka adanya takut, begitu ha?" tanya Axel dengan kesal.
" Nggak begitu juga sih, Habisnya kalau si Bosnya itu galak marah-marah Siapa coba yang nggak takut mereka mau punya ide mau menyalurkan pendapatnya Mereka takut jadinya itu akan menyusahkan pekerjaan bos jugas. contohnya di meeting dengan departemen Perencanaan seperti kemarin anda marah-marah semua yang nggak betul mau cepet gak bisa kan Terus kalau atasannya asyik, tidak menekan, bahkan mau menyediakan camilan, masalah yang belum terasi akhirnya beres dengan cepat." Jawab Mikha.
Axel marah karena merasa kalau diri-Nya itu bukan atasan yang baik.
" Jadi maksud kamu aku bukan atasan yang baik dan tidak pecus begitu." ucap Axel. Dia berjalan duluan meninggalkan Mikha yang harus berlari kecil untuk mengikuti Axel.
" Bos bukan seperti itu maksud saya, cuma kurangi kadar killer yang melekat dalam diri bos, biarkan bawahan bos nyaman berasa di bawah naungan anda itu saja." Jawab Mikha.
" Aku harus seperti Tuan Narendra begitu?" ucap Axel yang msih belum faham juga.
Dengan Kesal, Mikha memasang kuda kuda lalu memojokkan tubuh Axel di tembok dan memegang tangan Axel di belakang.
" Maaf kalau saya kasar bos, dengarkan dulu penjelasan saya, jangan terbawa emosi." Ucap Mikha denga tegas.
" Sit bocah ini jago bela diri ternyata." Batin Axel. Mikha melepaskan tangannya dan mereka berjalan perlahan tidak seperti tadi.
" Dengar Mikha, anda tidak perlu menjadi tuan Narendra untuk menciptakan rasa nyaman dalam bekerja, Tuan Narendra itu juga bisa kejam bahkan sangat kejam dan bengis, anda juga bisa, ada kalanya kita santai dan serius, jangan serius terus, otot otot rahang kita akan kaku dan bisa menimbulkan penuaan dini, jadi anda bisa kan menciptakan suasana kerja yang enjoy misalnya di tempat kita di buatkan jam dan fasilitas khusus untuk mereka berekspresi atau menyalurkan bakat, di buatkan event event tertentu, misal lomba membuat desain dll. Melonggarkan kebijakan-kebijakan itu juga bisa. Tanpa mengurangi tanggung jawab Mereka." Ucap Mikha, lalu dia diam saja dan berjalan mengikuti Axel, membiarkan bosnya mempertimbangkan semua kata kata dia, suasana menjadi canggung, hingga sampai di tempat parkir masih ada yang belum membuka suara.
Sampai mobil Axel pun keduanya tidak bersuara sama sekali. " Masuk atau mau tinggal di sini?" tanya Axel dengan ketus. Sebenarnya dia malu pada Mikha yang ternyata pengetahuan dia sangat banyak, bahkan tentang kepemimpinan, tapi Axel gengsi mengakuinya. Mikha masuk ke dalam mobil tersebut dan mereka masih diam diam saja. Mikha sudah berjanji dalam hatinya kalau dia hari ini akan puasa bicara, kalau tidak ada yang bertanya padanya, dia merasa sebagai seorang sekretaris Mikha cukup lancang mengkritik bahkan tadi sempat memojokkan atasannya itu.
"Ternyata kalau dia bisa diam begitu manis dan cantik, tapi mulutnya memang suka nyeplos seenaknya tanpa memikirkan orang lain akan marah atau tersinggung.
Sebenarnya Mikha juga tidak betah kalau harus diam seperti ini, rasanya semenit bagaikan sejam, tapi dia tidak boleh kalah dan tidak boleh bicara duluan pada Axel.
Tapi meski sampai di kantor mereka masih betah dengan egomya masing-masing.
Axel melirik Mikha yang selalu menyapa setiap pegawai yang lewat baik perempuan maupun laki dengan senyuman terindah dia, hati Axel tiba tiba merasa panas melihat itu, bahkan senyuman manis yang sejak tadi tersembunyi di berikan kepada pegawai Kantornya.
" ih gak jelas, tebar pesona." Batin Axel, dia langsung meninggalkan Mikha menuju ke lift tanpa menoleh lagi ke belakang.
nga perlu banyak drama
tapi asik di bawa
FIGHTING 💪💪💪🥰🥰🥰