Pernyataan cintanya di tolak mentah mentah oleh pangeran kedua, hingga akhirnya sang putra mahkota yang mengambil kesempatan. Tapi apa yang akan terjadi saat dia dan Pangeran kedua melakukan affair di belakang putra mahkota, sebatas rasa penasaran atau hanya pelampiasan?
Spin Off Guardian Flower (Simba dan Liara)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bermain Cantik
Anyelir memoles wajahnya senatural mungkin. Pagi ini dia sudah bersiap untuk menghadapi semua sandiwara keluarga sialan ini, bersikap seperti biasanya, tidak menunjukan ketidaksukaannya pada mereka. Bermain cantik dan halus, itu yang akan Anyelir lakukan.
"Baiklah, ayo kita mulai permainannya!" gumamnya.
Sang Princess bangkit, dia menatap penampilannya dari atas hingga bawah, sudut bibirnya terangkat saat melihat penampilan sempurnanya. Kedua matanya bergulir, menyusuri gaun panjang berwarna maroon yang di pakainya.
Sreeekk!
Dengan sekali tarik dia merobek gaun indah dan mahal yang melekat di tubuhnya, robekan cukup panjang hingga batas paha membuat penampilannya berubah.
Sexy dan menggoda
Senyuman lebarnya kembali terpatri, kaki jenjang mulus putihnya melangkah lebar dengan penuh percaya diri. Heels hitam yang di pakainya menghentak saat Anyelir melewati ubin mahal istana Al Faruq.
Bahkan beberapa pelayan mendadak mematung kala melihat penampilan calon putri Mahkota keluarga majikan mereka. Tidak terlihat seperti biasanya, tapi benar benar begitu mempesona.
Tuk
Tuk
Tuk
Satu persatu Sang Princess menuruni anak tangga yang akan membawanya ke lantai dasar, dimana orang orang yang sudah berani mempermainkan dirinya serta keluarga tersayangnya berasal saat ini. Sungguh Anyelir sudah tidak sabar untuk melihat reaksi orang orang yang akan ditemuinya sebentar lagi.
Kedua kaki jenjangnya tetap berjalan tenang, kendati demikian kedua tangannya yang terlampir di sisi tubuhnya terkepal erat saat melihat canda tawa yang terdengar dari orang orang sialan itu. Bola mata biru milik Anyelir menajam, terarah pada seseorang yang pernah dia lihat tadi malam.
'Dia?' pikirnya.
"Selamat pagi semuanya!" sapa Anyelir dengan ramah dan ceria.
Tawa mereka seketika mereda, pandangan semua mata terarah pada seorang gadis bergaun maroon yang berdiri tidak jauh dari meja makan. Benar saja tebakan Anyelir, orang orang itu menatapnya lekat dan dalam. Bahkan dia dapat melihat ada beberapa yang menampilkan raut ketidaksukaan secara sembunyi sembunyi, termasuk seorang gadis remaja yang memang sudah tidak menyukainya entah sejak kapan.
"Hai, aku kira kau belum bangun. Sorry, tadi aku tidak-,"
"Tidak apa apa Yang Mulia. Aku mengerti kalau kau sedang sibuk, duduklah lagi dan nikmati sarapan serta obrolan anda." Anyelir menyela cepat, dia menampilkan senyuman manis pada pria yang menjadi calon suaminya tersebut.
'Ingin sekali aku menghantam wajahnya dengan heels ku ini!' geramnya dalam hati.
Dengan anggun Anyelir mendekat, dia menggeser kursi yang akan didudukkinya tepat di sisi Sang Permaisuri.
"Selamat pagi Ibu," sapanya.
"Selamat pagi Tuan Putri," balasnya lembut, bahkan Sang permaisuri mengusap lengan Anyelir dan membalas senyuman calon menantunya.
"Baiklah sekarang nikmati sarapan mu, Putri Anyelir!" istruksi Tuan Besar Al Faruq membuat Anyelir menoleh.
Netra keduanya bertemu, tidak terasa rahang serta gigi Anyelir beradu di dalam sana. Kedua tangannya terkepal erat penuh dengan rasa amarah, tapi sebisa mungkin dia menahannya.
'Keparat tua sialan! Tunggu saja akibatnya karena sudah berani mengancam Pangeran Esku!' umpat nya dalam hati.
"Tentu, Ayah." sahutnya lembut. Bahkan senyuman Anyelir terus saja mengembang, bahkan saat sudut matanya bertemu dengan mata seorang wanita senyumannya tidak luntur sedikit pun.
Cih, wanita itu!
"Dia Margaret, Sepupu angkat Putra Mahkota." bisik Permaisuri.
Alis Anyelir terangkat, dia tidak mengatakan apa pun, tapi kedua matanya terus saja terarah pada wanita yang bernama Margaret dan Erlan tunangannya.
Pria itu tidak pernah mengatakan apa pun, bahkan sekarang pun tidak!
Sraaak!
Lamunan Anyelir pecah saat mendengar tarikan kursi yang cukup kuat tepat berada di depannya. Sang Princess mengangkat kepalanya, menatap orang yang sudah duduk dengan nyaman tanpa peduli dengan tatapan orang orang yang mengarah kepadanya, termasuk Sang tuan besar Al Faruq.
Tidak ada suara apa pun lagi, ruangan besar itu hanya di penuhi dentingan sendok dan garpu, semua anggota keluarga begitu khusuk menikmati sarapan mereka yang cukup berat hari ini.
Traaaangg!
PAS ANYE MASIH SEKOLAH😘😘😘
kasihan selalu tersisihkan...
terimakasih untuk tulisan indah mu thor