NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pagi hari di kediaman keluarga Orlando terasa mencekik.

Jacob duduk kaku di sofa, punggungnya bersandar, sementara jemarinya tanpa henti memijat pangkal hidung dengan gerakan kecil yang menandakan kekesalan yang ia tahan. Di seberangnya, Evelyn berulang kali menarik napas panjang, lalu membuangnya pelan, seolah setiap hembusan adalah beban yang tidak sanggup ia ucapkan.

Rein yang duduk di antara mereka menelan ludah. Tatapannya beralih pada Dean yang berdiri di belakang Jacob, seolah bertanya 'Ada apa sebenarnya?'

Namun, Dean hanya menggeleng singkat.

Rein menatap Jacob dan Evelyn bergantian, lalu berdehem pelan. "Ehem... Jake, kenapa kau memanggilku sepagi ini? Apa ada masalah di perusahaan?" tanyanya hati-hati.

"Bukan," jawaban Jacob dingin.

"Kalau begitu —"

"Freya." Satu kata dari Evelyn membuat jantung Rein seperti di hantam.

"Apa? Freya?" Rein spontan berdiri dari duduknya. "Ada apa dengan Freya? Apa terjadi sesuatu padanya?"

"Ck, Kau berlebihan, Rein. Kami, orang tuanya saja tidak seheboh dirimu," gerutu Jacob.

"Heh, bilang saja kau cemburu karena Freya lebih sering mendengarkan Kak Rein daripada dirimu," sahut Evelyn, setengah mengejek.

Jacob berdecak kesal, jelas tidak suka mendengarnya.

"O-oke, kita tidak usah membahas itu," ujar Rein tergagap, berusaha mengalihkan topik. "Jadi, sebenarnya ada apa dengan Freya?"

Jacob menghela napas kasar. "Steven membatalkan perjodohan."

Hening.

Beberapa detik berlalu sebelum Rein berkedip. "Itu saja?"

"Itu saja kau bilang?" Evelyn menatapnya tidak percaya. "Dia membatalkannya karena menyukai wanita lain, kak."

Evelyn menghela nafas, wajahnya berubah suram. "Hah... saat ini anak malang itu pasti sedang sangat sedih. Dia dikhianati bajingan itu, lalu sekarang justru ditolak oleh Steven."

Jacob mengernyit, bingung. "Apa maksudmu?" tanya Jacob. "Freya sedih? Bukankah, dia akan senang jika tahu perjodohan ini batal? Kenapa dia harus bersedih?" tanyanya penuh selidik.

"I-itu... Sebenarnya... " Evelyn menggigit bibirnya ragu untuk menjawab.

"Jawab, Evelyn!" seru Jacob dingin.

Evelyn menarik napas panjang sebelum akhirnya angkat bicara. "Sebenarnya... Freya menyamar sebagai bodyguard Steven. Dan, aku baru mengetahuinya saat kita bertemu mereka di pesta Tuan Regan."

"Apa?" pekik Jacob. Ingatannya langsung melayang pada sosok pria bertubuh kurus yang selalu menunduk di belakang Steven. "J-jadi... Boy itu... "

"Iya, Itu Freya," sahut Evelyn. "Aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa menyamar sebagai pria dan menjadi bodyguard Steven. Tapi yang jelas, putrimu itu mulai menyukai Steven. Dan sekarang... tiba-tiba Steven membatalkan perjodohan ini." Evelyn menghela napas pelan. "Anak yang malang."

"Kalau begitu, sekarang juga aku akan membawa Freya pulang." Rein bangkit dari duduknya, wajahnya mengeras, jelas menahan amarah.

"Tunggu!" seru Jacob.

"Ada apa lagi, Jake? Kita tidak bisa membiarkan Freya bersedih."

"Bukan itu maksudku, Rein. Tapi, semalam Steven menghubungiku. Katanya, dia ingin mengatur waktu untuk membahas hal ini. Aku ingin melihat sendiri bagaimana sikapnya saat bertemu dengan kita." Jacob lalu menoleh pada Evelyn. "Sekarang, coba hubungi Freya. Pastikan dia baik-baik saja."

Evelyn mengangguk. Tangannya meraih ponsel di atas meja, lalu segera menghubungi Freya.

Di sisi lain, Steven yang telah rapi dalam setelan kerja kini menikmati kopi paginya, sementara Freya berdiri sigap di belakangnya.

Melihat pemandangan itu, Miko merasa lega, mengira kesalahpahaman antara tuannya dan Boy telah sepenuhnya berakhir.

Padahal, ia tidak tahu bahwa keduanya sempat bermesraan di kamar dengan dalih membantu Steven bersiap. Meski hanya berupa pelukan singkat dan kecupan manis, hal itu sudah cukup membuat mereka bahagia, sampai-sampai Freya melupakan niatnya untuk mengatakan kebenaran pada Steven.

"Apa jadwalku pagi ini, Miko?" tanya Steven dengan ekspresi dingin seperti biasa.

"Untuk lagi ini... Tidak ada, Tuan. Tapi, nanti siang ada rapat dengan klien di restoran," jawab Miko.

Steven mengangguk singkat, lalu kembali menyesap kopi panasnya dengan tenang.

Namun, ketenangan itu terusik dengan suara dering ponsel milik Freya.

Sudut mata Steven bergerak tajam, mengamati setiap gestur bodyguard-nya itu.

"M-maaf, saya angkat telepon dulu," ucap Freya gugup, melangkah sedikit menjauh sebelum menerima panggilan.

Sementara itu, Steven meletakkan cangkirnya perlahan, lalu menyilangkan kedua tangan di depan dada. Tatapannya lurus, dingin, dan penuh selidik, terkunci pada sosok Bodyguardnya.

"Kenapa tiba-tiba Mama menelepon sepagi ini?" batin Freya. Ia sempat menoleh ke arah Steven sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu.

"Halo, Ma. Ada apa?" tanyanya berbisik.

"Freya, sayang... kau baik-baik saja, kan?" suara Evelyn terdengar khawatir.

"Iya, tentu saja aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?" Freya semakin bingung dan penasaran.

"Mama hanya takut kau sedih karena perjodohan kalian dibatalkan. Mama tidak menyangka kalau—"

Apa? Batal? Freya refleks meninggikan suara. Ia buru-buru menutup mulutnya, lalu melirik Steven yang kini menatapnya dengan tajam. Freya menelan ludah, kemudian kembali berbisik, "Mama tidak bercanda, kan?"

"Apa Mama terdengar sedang bercanda, hah? Justru Mama khawatir padamu. Mama takut kau—"

"Hah... syukurlah," potong Freya spontan, napasnya terasa lebih ringan.

"Hah?" Evelyn jelas bingung.

"Aku senang mendengarnya, Ma. Mama tahu? Steven juga menyukaiku." Freya berbisik, senyum kecil terbit di bibirnya.

"A-apa? Dia menyukaimu?"

"Iya. Semalam, dia menyatakan perasaannya padaku."

"T-tunggu dulu! Kalau dia menyukaimu, lalu kenapa dia—"

Belum sempat Evelyn menyelesaikan kalimatnya, Steven sudah berdiri. Ia melirik jam di pergelangan tangannya, lalu merapikan jasnya dengan gerakan tegas.

"Ayo, kita berangkat!"

Freya tersentak. "Baik, Tuan." Ia kembali berbisik ke ponselnya, "Sudah dulu ya, Ma. Aku harus bekerja."

Tanpa menunggu jawaban, Freya segera memutus sambungan dan menyimpan ponselnya, lalu menyusul Steven.

Sementara itu, Evelyn mengernyit bingung menatap ponselnya. "Kenapa bisa begini?" gumamnya pelan.

Jacob dan Rein refleks mencondongkan tubuh, penasaran. "Bagaimana?" tanya mereka bersamaan.

"Itu... Freya justru senang karena perjodohan ini dibatalkan," ujar Evelyn ragu.

"Sudah kuduga," potong Jacob cepat.

"Tapi, dia juga bilang kalau semalam Steven menyatakan perasaannya pada Freya," lanjut Evelyn.

"Apa?" pekik Jacob tidak percaya.

"Sepertinya mereka belum saling tahu," timpal Rein dengan nada serius. "Steven tidak tahu kalau wanita yang dijodohkan dengannya adalah Freya. Dan Freya pun tidak tahu, calon suaminya adalah Steven."

"Masuk akal," gumam Jacob, mengangguk pelan. "Dean, hubungi asisten Steven. Katakan padanya, aku ingin segera bertemu. Aku ingin semuanya jelas."

"Baik, Tuan!" jawab Dean sigap.

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!