NovelToon NovelToon
Bernafas Tanpamu

Bernafas Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.

Tak ada balasan.

Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.

Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?

Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Golden Thread of Fate

Pagi itu, kantor pusat Caelum Empire yang biasanya sedingin es mendadak terasa sedikit lebih hangat. Satu-satunya manusia di bumi yang sanggup mencairkan kekakuan Leo Alexander Caelum adalah wanita yang melahirkannya, Eleanor Caelum.

​Leo berdiri di depan jendela besar ruangannya saat pintu terbuka. Wajahnya yang datar seketika melunak saat melihat sosok anggun dengan balutan silk dress berwarna champagne masuk ke ruangannya.

​"Leo, kau bekerja terlalu keras lagi," ucap Eleanor sambil mengelus pipi putranya.

​Leo hanya terdiam, membiarkan ibunya melakukan itu. Baginya, Eleanor adalah satu-satunya alasan ia masih merasa seperti manusia. "Aku hanya memastikan tidak ada yang berani menyentuh takhta ini, Ibu."

​"Tapi takhtamu terasa sangat dingin, Nak," bisik Eleanor dengan tatapan sedih yang sudah lama ia simpan.

​Beberapa jam kemudian, di sebuah taman kota yang jauh dari kemewahan gedung Caelum, Liora duduk di bangku kayu dengan wajah pucat. Ia baru saja ditolak oleh restoran kelima yang ia datangi. Penampilannya yang kuyu dan matanya yang bengkak membuat orang-orang curiga dan enggan mempekerjakannya.

​Saat ia sedang merapikan beberapa lembar brosur lowongan kerja, seorang wanita paruh baya berjalan terburu-buru melewatinya. Wanita itu tampak sangat gelisah, terus menatap jam tangannya hingga tak sengaja menyenggol dahan pohon rendah.

​Cling.

​Sebuah kalung dengan liontin berlian berbentuk tetesan air jatuh ke atas rumput tanpa disadari oleh pemiliknya.

​Liora tertegun. Ia tahu itu bukan perhiasan biasa. Kilauannya begitu murni, mungkin harganya setara dengan biaya hidupnya selama sepuluh tahun. Untuk sejenak, iblis di kepalanya berbisik: Ambil itu, jual, dan kau tidak perlu menderita lagi.

​Namun, hati Liora yang polos menolak. Baginya, mencuri adalah satu-satunya cara tercepat untuk kehilangan sisa-sisa kemanusiaannya.

​"Nyonya! Tunggu!" teriak Liora dengan suara serak.

​Liora berlari mengejar wanita itu. Napasnya terengah-engah saat ia berhasil meraih lengan baju Eleanor.

​"Maaf, Nyonya... Kalung Anda jatuh," ucap Liora sambil menyerahkan perhiasan itu dengan tangan yang gemetar karena kelelahan.

​Eleanor berhenti, menyentuh lehernya yang kosong, lalu menatap kalung di tangan Liora. Ia tertegun. Bukan karena perhiasannya kembali, tapi karena melihat siapa yang mengembalikannya. Seorang gadis dengan pakaian yang sudah sangat kusam, wajah yang menanggung beban dunia, namun memiliki mata paling jujur yang pernah Eleanor temui.

​Dan saat Liora tersenyum tipis sebuah senyum lelah yang memunculkan lesung pipinya—Eleanor merasakan sesuatu yang aneh di dadanya. Rasa hangat yang sudah lama tidak ia rasakan dari orang-orang di sekelilingnya yang selalu bermuka dua.

​"Kau... Kau mengembalikannya?" tanya Eleanor tidak percaya. "Kau tahu berapa harga kalung ini, Nak?"

​Liora menggeleng pelan. "Harganya tidak penting, Nyonya. Yang penting itu bukan milik saya. Saya permisi."

​"Tunggu! Siapa namamu?"

​"Liora, Nyonya. Hanya Liora."

​Malam itu, di meja makan kediaman Caelum yang megah, Eleanor tidak berhenti bicara. Ia menceritakan kejadian di taman itu kepada Leo yang sedang memotong steak dengan gerakan yang sangat presisi.

​"Leo, kau harus melihatnya. Gadis itu... dia tampak sangat menderita, bajunya bahkan tidak layak disebut baju, tapi matanya sangat bersih. Kejujurannya murni. Masih ada orang seperti itu di kota yang egois ini," Eleanor bercerita dengan mata berbinar.

​Leo tetap diam. Baginya, cerita ibunya hanyalah dongeng tentang kenaifan manusia. Ia menyesap wine merahnya, matanya menatap kosong ke arah lilin yang menari.

​"Dia punya lesung pipi yang manis, Leo. Seandainya kau ada di sana..."

​Gerakan tangan Leo terhenti. Lesung pipi.

​Satu bayangan melintas di benaknya,

Seorang gadis yang ia injak tangannya di lobi, gadis yang ia permalukan di ruang rapat hingga menangis tersedu-sedu.

​"Itu hanya akting, Ibu," ucap Leo dingin, suaranya datar seolah tidak peduli. "Orang miskin akan melakukan apa saja untuk menarik simpati. Dia mungkin tahu siapa Ibu, dan dia sengaja menjatuhkan kalung itu sendiri agar bisa masuk ke lingkaran kita. Jangan naif."

​Eleanor mendesah kecewa. "Kau terlalu sinis, Leo. Kebencianmu pada orang lemah mulai membutakanmu."

​Leo tidak menjawab. Ia hanya terus makan dalam kesunyian yang mencekik. Namun, jauh di lubuk hatinya, ada rasa tidak nyaman yang mulai mengusik. Jika benar gadis itu adalah 'sampah' yang ia usir kemarin, mengapa ia justru menyelamatkan milik ibunya tanpa meminta imbalan?

​Dunia Leo yang hitam putih mulai terusik oleh satu warna yang ia benci: ketulusan.

​"Eleanor melihat cahaya di mata Liora, sementara Leo hanya melihat kegelapan di dalam dompetnya. Mereka tidak tahu bahwa benang takdir telah mengikat mereka begitu kuat, di mana kejujuran Liora akan menjadi satu-satunya belati yang mampu menembus baju zirah es milik Leo."

1
brawijaya Viloid
Thorr update setiap harii bintang 6 untuk author 🥰🥰
Ra H Fadillah: "Wow, terima kasih atas rating bintang 5 nya 💞! 🙏 Rasanya senang banget ceritanya bisa menyentuh hati kamu. Kalau penasaran dengan kisah lain yang penuh emosi dan drama, aku baru saja merilis ‘Breathing Without You’. Siap-siap terbawa perasaan, ya!"
total 1 replies
Anonymous
mo nangiss bgt wajib baca sihh 😢
Anonymous
jgn ngagantung dong authro plis 😭
Anonymous
awas menyesal leo 🥺
Anonymous
seru bgt mo nangisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!