Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasip malang seorang Celva
David baru saja bangun dari ranjang nya. langsung mengambil handphone miliknya untuk melihat chattan di aplikasi hijau.
"Ck, Dania kemana sih, dia juga gak aktif, Celva juga. ada apa sama kedua cewek ini" gemerutu nya kesal.
Ia pun segera bangkit darisana menuju ke toilet untuk mencuci muka.
"Kamu mau kemana lagi sih, David" ujar wanita nan ramping dan seksi itu berusia 37 tahun. dengan begitu, kulit ataupun wajah nya terawat bagus dan cantik. sejak awal, David tidak menyukai kehadiran wanita itu di rumahnya.
"Ck, mau keluar" jutek, David. lalu bergegas pergi, akan tetapi panggilan dari wanita itu membuat David kesal dan terpaksa menghampiri ke meja dapur.
"Kamu ini yah, sejak kematian ibu kamu gak pernah makan bareng sama mamah, ayo dong sarapan bareng dulu" ucap nya, bibir nya sedikit miring menatap putra tiri nya.
"Bisa gak, gak usah ngatain mamah aku di mulut anda, saya gak pernah nganggap anda itu ibu saya!" merosot tajam ke arah wanita itu.
"It's okey, sekarang sarapan dulu" sembari mengambil sendok mengambil bubur.
Mau tak mau David menuruti kemauan ibu tirinya, dengan suasana tidak bersahabat di antara anak dan wanita dewasa itu.
"Oh iya, Bapak tua kamu kan lagi di luar kota yah, jadi aku perlu lah ya bawa cowok ku ke sini" dengan gaya ala slay membuat David merasa jijik dengan itu.
CTIIGSSSS....
Bunyi gertakan sendok membuat David merasa jengkel dengan sikap nya. ia merasa geram dengan ucapan nya itu. Karna itu lah, David sangat membenci tingkahlaku ibu tiri nya yang selalu bermain belakang dari papa nya.
Mengingat ancaman dari wanita itu, David mengurungkan niat untuk mengadu Hendra alias papanya atas sikap ibu tirinya itu.
"Heh, anda sudah bertumpang hidup disini, mau sampai kapan tingkah busuk anda selalu ditutupi sama papa saya" lagi-lagi David tidak dapat mengontrol dirinya di tiap obrolan bersama ibu tirinya, emosi nya memuncak dengan nada tinggi.
"Ya sampai kapan yah, sampai bapak kamu mati" reflek wanita yang masih muda Karna oplas itu bernama Jane, dengan menutup mulut nya penuh kedramaaan.
David pun tak berselera makan di depan wanita yang amat ia benci, apalagi memancing kesabaran di hadapannya.
Tanpa basa-basi lagi, ia pun segera beranjak dari dapur dan pergi dari rumah itu.
"Bagus deh dia pergi lagi, jadi aku bisa leluasa main sama mas Zavier" mengulum-ngulum senyuman nya dengan tatapan kemenangan.
***
"Bro.." Randa mengode ke teman-teman nya untuk berlanjut aksi.
Tanpa lama lagi, kedua pria tersebut mencegat wanita itu dan memaksa erat untuk membawa nya ke sebuah markas mereka.
Mereka bergelak tawa yang telah berhasil menangkapi wanita cantik dan seksi yang mereka mau.
"Le-lepasin! highhh..." memberontak keras agar terlepas dari genggaman nya tetapi mereka lebih kuat daripada tenaga nya.
Tibalah di markas itu, Celva dilemparkan ke sebuah ruang yang ditempati ruang pengganti. Ia sudah gemetaran tak berdaya dibawakan di tempat yang membuat nya bergidik ngeri.
Sekeliling Celva sudah di lingkari anak-anak muda markas yang terlihat haus dengan body Celva, kecuali ada beberapa orang yang berjaga-jaga di luar markas nya.
"Hai cantik, main yuk" berjongkok dengan tawaan ledek, wanita itu mengesot jalan bertolak arah.
Celva sontak menggelengkan kepalanya hanya bisa menangis dan memeluk dirinya tepat lutut nya sejajar dengan dada nya, agar mengiranya mereka tidak mudah menyentuh nya.
Tetapi sosok itu memberanikan diri mendekati nya lalu membuka lututnya agar bisa terlentang lebar.
"Ja-jangan...hiksss..."
"Wey, siapin kamera! ini bisa cadangan cemilan kita" lagi-lagi mereka tertawa, sudah dirasuki setan yang membuat mereka menjadi gila dengan lekuk tubuh si wanita itu.
Celva memberontak kuat, semakin ia melawan dengan pria itu semakin kuat pula tenaga si pria itu untuk memaksa nya terbuka lebar. tenaga Celva kalah kuat dibanding mereka.
Kedua tangan nya otomatis mengikat kunci ke bekalang dengan tangan pria salah satu nya. sementara pria di hadapan nya tertawa iblis menatap Celva.
Baju yang di pakai Celva mengenakan t-shirt sehingga harus menarik baju itu sampai ke atas. Terpampang lah bra dan setengah benda kenyal itu terekspos keluar. membuat gairah mereka hampir ke puncak.
Setengah badan nya sudah bertelanjang, Randa yang berada di hadapan nya sangat tergoda melihat benda kenyal milik nya, ia pun langsung meremas kedua benda itu dengan kencang. Celva merasakan kesakitan. dada nya di pencet kasar.
Di saat Randa memperlakukan lembut, Celva pun mendesah tak karuan.
"Enak ya?" ledeknya. lalu diketawakan lagi oleh pria-pria itu.
Di sisi itu, salah satu pria berdiri yang menjadi tontonan jadi ikut tergiur. dengan sigap celana milik wanita itu yang masih tertutup di bagian bawah nya langsung membuka secara paksa.
Sreggggg...
Terlihat dengan pemandangan indah tak bersusah payah. mereka semua tertawa ledek. ternyata Celva sengaja tidak mengunakan CD Karna kebiasaan nya sejak menjadi wanita psk.
"Eh, dia gak pake CD ya? aduhh... mana udah basah nih" ledek Gani.
Celva merasa malu dengan hal itu, wajah nya sudah mulai memerah dan mengalihkan pandangan ke arah lain. nafas nya pun tersengal-sengal.
Berkali-kali Celva berusaha mengelak tetapi seluruh anggota tubuh terkunci di kerumuni ketiga pria tersebut.
Sandy yang sebagai mengikat tangan Celva dari belakang ia pun menjahili dengan jari-jari nya memasuki ke mulut Celva.
Tubuhnya kini benar-benar terpental hebat dimainkan ketiga pria itu.
Celva yang mulai kehabisan tenaga, ia mengkode minta berhenti, akan tetapi Randa pun semakin kasar dan gerakannya cepat menggenjot tubuh nya.
Sementara satu nya lagi, sebagai cameramen untuk merekam aktivitas mereka bersama wanita itu, walaupun ia juga ingin ikut bermain dengan mereka.
Di sisi lain...
Bobi dan Rizki diamanahkan untuk menjaga markas nya, sontak Rizki mengalihkan pandangan ke depan. Tampak mobil yang tak asing bagi nya segera berdiri menatap nya.
"Eh, Bob, itu si bos bukan?" menepuk pundak Bobi, sembari mendekatkan kepalanya di telinga Rizki.
"Gawat suu... kira-kira dia marah gak ya anak-anak lain pada main gila di dalem" dengan ekspresi panik.
"Ah, paling cuman kena tegur doang, kan si bos pernah mergoki kita main sama cewek" mencoba tenang dengan overthinking mereka.
Akhirnya mereka pun mencoba rileks, lalu menyambuti kedatangan bos nya yang sudah turun dari mobil nya.
"Eh bos, akhirnya lu datang juga" basi-basi Rizki.
"Mana yang lain?" sembari melirik keadaan markas nya.
"Itu bos, ee .. anu..." Rizki melirik ke arah Bobi, dengan anggukan nya Rizki masih ragu mengatakannya.
"Pada kemana?" dengan raut tidak bersahabat di hadoaan kedua kawan nya itu.
"Lagi di dalem, bos!" ucap Bobbi, cukup lama Rizki menjawabnya.
Si bos nya pun langsung masuk. entah kenapa firasat nya begitu tak nyaman, ia rasa ada kejanggalan dengan markasnya.
Terdengar suara ******* wanita melemas dan sekaligus hebohan suara pria-pria itu di dalam ruangan tersebut.
Ia pun sangat penasaran dan menghampiri ke ruangan itu. akan tetapi pintu nya terkunci.
BRUGGGHH...
Permainan mereka bertiga tersentak berhenti melihat kemunculan bos nya yang sudah tiba di markas. dengan raut wajah si bos nya sangat merah, ketiga nya pun paham. sigap mereka menjauhi wanita itu dan memasang kembali celana mereka masing-masing.
"APA NIH?" merosot tajam menatap kelakuan teman-teman nya di luar ekspektasi nya.
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗