Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 24
Setelah kenath selesai makan, revan mulai membuka pembicaraan kepada kenath.
"Ken...bukankah kamu hari ini lelah bekerja seharian?" Revan melihat kenath.
"Ya" Jawab kenath.
"Kamu pulang lah biar aku yang menjaga anin" Ntah kenapa ucapan revan membuat kenath kesal.
"Apa?" Tanya kenath menatap revan.
"Kamu lelahkan? istirahatlah..biar aku menjaga anin, karna besok aku libur" Ucap revan.
Tanpa menjawab pertanyaan revan, kenath langsung bergegas melangkah keluar dari ruang rawat anin.
Sebelum kenath keluar, kenath memandang anin dan begitu juga sebalik nya dengan anin, lalu kenath menutup pintu.
❤❤❤
Kenath sudah sampai rumah, tetapi saat memasuki rumah ada perasaan aneh di hati kenath, tak ada lagi yang menyapa dan menunggu kenath saat pulang.
Kenath pergi ke dapur, bayang bayang anin tiba tiba muncul di pikiran kenath. karna saat kenath duduk di meja makan anin slalu tersenyum dan menyiapkan makan nya.
"Aaahhhhh...." Kenath frustasi dan menarik rambut nya dengan kasar.
Kenath langsung melangkah ke kamar, lagi dan lagi bayangan anin ada di pikiran nya apalagi saat kenath mencumbui anin.
Karna tak mau ambil pusing kenath memejam kan mata nya, setelah beberapa jam akhir nya kenath berhasil tidur meski sedikit gelisah.
❤❤❤
Pagi hari kenath bergegas berangkat kerja, karna hari ini tidak ada meeting jadi kenath bisa pulang lebih awal.
Setelah perkerjaan semua selesai, kenath melajukan mobil nya menuju ke rumah sakit kakinya segera berjalan ke arah ruang rawat.
Saat kenath membuka ruang rawat, kenath tidak mendapatkan sosok anin maupun revan.
"Kemana mereka?" Kenath memegang pintu dan melihat ke ruang rawat tapi tak mendapati sosok anin dan revan.
"Dok..." Panggil kenath yang kebetulan dokter lewat.
"Iya..." Ucap dokter.
"Pasien atas nama ANINDYA VANISHA kemana ya dok? kenapa tidak ada di ruangan nya??" Tanya kenath.
"Kebetulan pasien sudah pulang tadi pagi" Ucap dokter.
Kenath terdiam mendengar jawaban dokter "Kemana dia? kenapa tidak mengabari ku terlebih dahulu" Gumam kenath di hati.
"Terimakasih dok" Ucap kenath dan dokter langsung pergi.
Kenath langsung menuju parkiran dan mengendari mobil nya menuju ke rumah revan, karna saat kenath meninggalkan anin, revan lah yang menjaga nya.
Setelah sampai di tujuan, kenath langsung masuk ke rumah revan.
"Om ken...." Keisya mendekati kenath yang masuk kerumah nya.
"Kemana tante mu cantik" Kenath menggendong keisya.
"Tante sedang tidur di kamar nya om" Ucap keisya.
"Keisya sayang...siapa yang datang nak?" Silvi berjalan dari arah dapur.
"Kenath" Silvi melihat kenath yang menggendong keisya.
"Dimana anin?" Tanya kenath tanpa basa basi.
"Keisya...kamu jagain tante anin dulu ya di kamar, mama mau bicara dulu sama om ken" Ucap silvi.
"Baik mama" Keisya turun dari gendongan kenath dan memasuki kamar anin.
"Kenapa kamu bertanya tentang anin?" Tanya silvi balik.
"Apa perlu pertanyaan mu ku jawab" Ucap kenath dingin.
"Tentu...bukankah anin merepotkan mu, jadi kau tak perlu untuk menayakan nya, apalagi sampai datang ke sini" Silvi memilih untuk duduk dan melipatkan dua tangan nya di dada
"Aku suami nya!" Kenath sudah kesal dengan ucapan silvi.
"Tidak ada suami yang kasar sama istrinya sendiri" Cetus silvi.
Kenath terdiam dan lagi lagi ucapan silvi membuatnya bertambah kesal.
"Kau..." Rahang kenath mengeras.
"Kenapa? ini rumah ku, aku bisa saja mengusir mu saat ini, jagalah sifat mu di rumah ku, jika tak ingin ku usir dari sini" Silvi yang sudah geram dengan perlakuan kenath terhadap anin, sampai ucapan silvi yang dulu nya baik berubah menjadi lebih judes saat menghadapi kenat.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal