Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA
Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH
Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.
Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.
"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."
Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Bhima masih menatap ponsel menunggu WA dari Xeline. Bhima sangat hafal dengan sikap gadis yang disukainya itu. Kadang sangat fast respon, kadang slow respon. Apalagi kalau sikap malas gerak alias magernya kumat. Pesan WA hari ini bisa dibalas besok. Itu pun sudah malam hari Xeline membalas WA.
Bhima: Xel, gimana?
Xeline: Apa Bhim?
Bhima: Masih tanya apa? Yang tadi.Dijawab dong. Kamu suka sama aku nggak?
Bhima: Xel
Bhima: Kok diem?
Xeline: Kamu sudah lama suka sama aku? Kenapa kok nggak nembak dari dulu?
"Tengilnya ini bocah. Jawabannya itu lho. Kalau kamu suka, kok gak nembak dari dulu? Ya kali aku harus bertarung dulu sama crush dia, si Reza, kakak kelas yang level high class itu. Orangnya cakep, pinter, badan atletis, juara tingkat kota dan provinsi ekstrakurikuler pramuka, mana sekarang dia sedang menempuh pendidikan di negara tetangga, Australia, dan juara lain yang piala begitu bejibun. Ya jelas nggak imbang lah. Aku hanya seorang gamer ML. Itu pun cuma level tingkat kecamatan yang rank nya naik turun kaya naik roll coaster. Bagaikan lagunya Ninja Hatori mendaki gunung, lewati lembah. Aku sama Reza mana imbang. Kami itu bagaikan langit dan dasarnya sumur bor. Dia di atas langit dan aku ada di dalamnya bumi banget. Bedanya jauh sekali pakai banget. Mana berani gue deketi cewek yang punya crush kayak gitu. Tapi berhubung si Reza sudah jadi alumni, gue juga semakin cemburu liat kamu sama Dhani, mau nggak mau, malu nggak malu, aku harus nembak. Aku takut kehilangan kamu Xel," gumam Bhima.
Bhima: Xel, gosip yang beredar di sekolah, kamu itu suka sama Reza. Siapa coba yang berani deketin gebetan kakak kelas yang level high class woii?
Bhima: Gimana Xel?
Bhima: P
Bhima: Ditanya kok gak jawab.
Bhima: Bales woii. Jangan seleb.
Xeline: Siapa yang gebetannya Reza? Gak ada tuh.
Bhima: Dua tahun lamanya gosip antara kalian itu gencar di sekolah nusantara Xel. Kamu nggak denger kabar itu?
Xeline: Nggak denger. Lagian gosip kok dipercaya
Bhima: Lagian kamu juga. Kalo Reza lewat, ya sok lirik-lirik juga
Xeline: Aku punya mata Bhim. Lagian cuma liat doang. Gak lirik lirik juga kali. Mending liat daripada cuma lirik. Bikin sakit ke mata
Bhima: Udah. balik lagi.Gimana? Kamu suka nggak sama aku?
Bhima masih menunggu dengan tidak sabar. Di hp status Xeline sedang mengetik. Tak lama kemudian ada WA dari gadis itu.
Xeline: Aku juga suka sama kamu, Bhim. Tapi..
Bhima: Kalo suka jangan ada tapi. Tapi apa? Coba jelaskan
Xeline: Aku takut kamu masih suka sama Queen
Bhima: Kamu juga percaya sama gosip itu. Aku nggak punya perasaan sama Queen. Itu cuma temen-temen aja jodoh jodohin gue.
Xeline: Kamu beneran nggak suka sama Queen?
Bhima: Nggak. Dia bukan tipeku
Xeline: Queen cantik Bhim. Idaman semua cowok. Cantik, langsing, soft spoken, penuh keibuan. Ahh, idaman pokoknya. Kamu gak salah obat atau salah makan misalnya hingga membuatmu nembak aku yang spek kaya gini? Kamu salah kali Bhim? Sadar dulu gih.
Bhima tersenyum melihat chat dari Xeline.
Bhima: Aku nggak suka ya nggak suka. Setiap cowok memiliki tipe masing-masing Xel. Heh, bocah,aku sedang nggak salah minum obat, atau salah makan ya. Ini aku malah belum makan karena nembak kamu.
Bhima: Gimana? Cepet jawab. Nggak usah muter-muterin topik pembicaraan
Xeline: Aku takut pacaran
Bhima: Kenapa?
Xeline: Takut ketahuan sama ibu
Bhima: Ibumu nglarang pacaran?
Xeline: Ibu nggak nglarang. Aku cuma takut aja ketahuan sama ibu
Bhima: Alasannya?
Xeline: Ya takut aja
Bhima: Apa aku harus izin ibumu agar aku boleh pacaran sama kamu?
Xeline: Apa maksudmu Bhim?
Bhima:Ya aku izin sama ibumu biar bisa pacaran sama kamu
Xeline: Kamu jangan bercanda Bhim. Ini hanya pacaran kan? Mengapa harus izin ke orang tua? Kenal orang tua berarti ngajak serius hingga jenjang menikah
Bhima: Aku nggak pernah bercanda soal hati dan perasaan Xel. kamu kira aku cuma ngajak kamu pacaran doang?
Bhima: Iya
Bhima: Ya ogah lah. siapa juga yang mau hanya sampai pacaran? Aku ingin lebih dari itu.
Xeline: Jangan Bhim. Please. Aku belum siap untuk lebih dari ini
Bhima: Heyy, kamu kira aku sudah siap? Aku juga belum siap. Aku masih usia sekolah Aku juga masih butuh untuk kuliah, mencari kerja, punya usaha sendiri, nyari pengalaman dan aku masih punya cita-cita yang lain. Tapi setidaknya, aku telah memberi kepastian tentang hubungan ini mau dibawa kemana agar kamu tidak bertanya tanya.
Xeline: Kita jalani dulu Bhim.
Bhima: Nggak seperti itu juga Xel. Aku pengen pacaran yang kita jalani ini jelas. Orang tua tahu kalau kita pacaran. Syukur syukur kita direstui dalam menjalani hubungan ini. Jadi kalo kita jalan, ya santai-santai aja. Nggak takut ketahuan siapapun. Aku juga nggak mau pacaran backstreet, pacaran diam diam, kucing kucingan. Anak orang kok dibuat nggak jelas dan hanya dibuat mainan. Ya nggak bolehlah kayak gitu. Mereka juga anak perempuan kesayangan orang tua mereka yang disayang dan dilindungi oleh orang tua dan keluarganya bukan? Masak kita buat sebagai bahan mainan. Aku butuh keseriusan. Aku nggak mau perempuanku hanya tak buat mainan. Gimana ini Xel? Aku akan ngobrol sama ibumu tentang pacaran kita. Kalo perlu, aku juga akan ngobrol sama ayahmu tentang hal ini
Xeline: Bhim, ternyata pikiranmu dewasa sekali
Bhima: Pikiranku bukan dewasa Xel. Tapi aku belajar tentang semuanya. Dalam hubungan, cewek butuh kepastian. Sementara cowok juga butuh kenyamanan. Aku nggak ingin cewek aku bertanya tanya tentang hubungan ini seperti apa, aku seperti apa? Aku ingin kamu tahu, aku sangat menjaga hubungan kita. Gimana? Mau pacaran sama aku?
Xeline: Iya bhim. Aku mau
Bhima: Makasih sudah mau menjadi pacarku, cantik. Aku banyak kurangnya. Kadang aku juga insecure. Perempuan yang banyak kelebihan seperti kamu, apa mau ya sama aku yang banyak kurangnya ini? Ternyata, kamu mau menerima lelaki sepertiku ini. Terima kasih cantik. I Love you.
Xeline: Iyaa
Bhima: Betewe, kita sekarang pacaran. Bukan temenan. Kalo ada apa apa atau kamu butuh apa, selama aku bisa bantu, akan kubantu
Xeline: Aku gak mau ngrepotin kamu
Bhima: Huss. Nggak boleh gitu. Selama aku bilang gak pa pa, berarti aku bisa bantu. Mulai saat ini jangan biasakan melakukan apapun sendiri. Ada aku. Bila ada masalah, atau mau ngobrol receh, sama aku ya, cantik.
Xeline: Tapi ...
Bhima: Nggak ada tapi. Met sore, pacarku. Aku mau mandi dulu. Bye. Lanjut nanti ya