Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Emam tahun kemudian
Zian kini sudah jadi direktur utama dari perusahaan sang ayah. Dandi sang ayah pun kini sudah pensiun dari jabatannya sebagai panglima TNI. Dandi hanya fokus pada keluarganya saja. Kedua anak perempuannya kini sudah jadi dokter dan tentara juga sebagai penerus ayahnya.
Di perusahaan Zian terkenal tegas dan dingin. Semenjak perusahaan di pimpin Zian kini perusahaan itu sudah berkembang pesat.
"Rita kapan kamu mulai resign?" tanya Zian pada sekertaris nya yang memang sedang hamil besar.
"Sudah Pak. Saya sudah memilih calon sekretaris yang tepat buat bapak walaupun sebenarnya dia fresh graduate tapi saya bisa menilai kemampuannya jauh sangat di atas rata-rata. Saya juga sudah mengajarkan apa saja yang harus dia lakukan."
Zian hanya mengangguk saja. "Hari ini saya akan mulai melepas dia tapi masih dalam pengawasan saya Pak."
"Kalau begitu cepat kamu bawa berkas untuk meeting sekarang."
"Siap Pak. Nanti saya akan suruh Gita buat bawa berkasnya ke sini. Kalau begitu saya permisi dulu Pak."
Lusi pergi keluar dan menyuruh Gita yang disebutnya tadi, ia sekertaris barunya Zian.
"Git sekarang giliran lo buat belajar. Kasih dokumen untuk meeting hari ini sama Pak Zian. Kamu sudah membuatnya kan?"
Gita mengangguk pelan lalu pergi menemui pimpinan untuk memberikan dokumen untuk meeting hari ini.
Tok
Tok
"Masuk," terdengar suara berat di dalam ruangan memberikan respon.
Gita pun membuka pintunya sambil pandangan kebawah.
"Ini Pak dokumen untuk meeting hari ini."
Zian mengambilnya tanpa melihat ke arah Gita. Setelah memberikan dokumen itu Gita pun pamit keluar.
"Tunggu," seketika Gita pun berbalik pandangan mereka pun bertemu. Matanya seperti wanita yang sudah lama ia rindukan. Selama enam tahun ini.
"Anggita," gumamnya.
"Kak Zian," lirih Gita.
Ya, sekertaris baru Zian adalah Anggie yang selama ini Zian rindukan.
Zian berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Anggie. Zian lalu memeluknya begitu erat seperti takut kehilangannya lagi
"Kemana aja kamu?" lirih Zian.
"Aku kangen sama kamu. Aku mencari kamu kemana-mana tapi aku gak pernah mendapatkan hasil," sambung Zian.
Tok
Tok
Anggie langsung mendorong dada Zian saat mereka mendengar ketukan pintu. Raut wajah Zian seketika berubah.
"Masuk."
"Maaf Pak, meeting sebentar lagi akan di mulai." seru Beni asisten Zian yang melihat wajah Zian yang tidak menyenangkan.
"Kamu ikut kita ke ruang meeting," tunjuk Zian kepada Anggie.
"Saya juga ikut Pak?" Anggie yang nampak terkejut.
"Iya dan tidak ada bantahan."
Anggie pun tidak mau berdebat akhirnya ia pun ikut bersama Zian dan asistennya ke ruang meeting.
Di ruang meeting Anggie tak lepas dari perhatian Zian membuat Anggie merasa tak nyaman terus diperhatikan Zian. Perhatian Zian teralihkan saat Zian harus membicarakan tentang proyek yang mereka bahas. meeting pun selesai dan Anggie akhirnya bisa bernafas lega tapi belum cukup sampai di sana saja ternyata.
Saat Anggie sudah bersiap akan pergi makan siang tapi interkom nya berbunyi menandakan kalau atasannya yang menghubunginya.
"Kamu pesankan makan siang buat saya nasi goreng seafood dua."
"Baik Pak."
Anggie pun langsung memesankan makanan yang dipesan Zian.
Namun saat Anggie akan memberikan makanan yang dipesan Zian tadi tiba-tiba ada wanita seksi dan cantik seperti model.
"Selamat siang Bu," seru Lusi yang memang sudah cukup kenal dengan wanita itu.
"Kak Zian ada?"
"Sebentar Bu saya tanya bapak dulu."
"Gak perlu saya langsung masuk aja sekalian mau ngasih kejutan."
Wanita itu pun pergi dan langsung masuk kedalam ruangan kerja Zian.
"Kak yang tadi siapa?" tanya Anggie penasaran.
"Dia sih ngakunya calon istrinya Pak Zian tapi selama ini perlakuan Pak Zian sama dia..." tiba-tiba pembicaraan mereka terhenti saat Zian keluar ruang.
"Siapa yang mengijinkan dia masuk?"
"Maaf Pak tadi.."
"Kak Zian kok kayak gitu sih sama aku. Aku ini calon istri kakak lho masa marah-marah kayak gitu," ujar wanita itu sambil bergelayut manja di lengan Zian tapi Zian terus saja mengibaskan tangannya.
"Mau lo apa sih? Gue kan udah bilang sama lo kalau gue gak suka sama lo. Mau lo seperti apa juga gue tetep gak suka sama lo," bentak Zian.
Wanita itu merasa malu karena dibentak di depan sekertaris Zian. Wanita itu pun sampai berakting menangis supaya Zian melihatnya iba.
"Kak Zian tega sama aku. Aku bela-belain ke sini bawa makan siang ini bikinan aku sendiri khusus buat kak Zian tapi kenapa kak Zian gak mau," ujar wanita itu sambil menangis.
"Drama lagi," gumam Lusi.
"Terserah lo aja gue. Sekarang lo pergi."
"Kakak ngusir aku?"
"Lusi panggil security buat usir," Zian langsung masuk dan menguncinya.
"Kak Zian," wanita itu mencoba menggedor-gedor pintu.
"Mau cari yang gimana sih dia masa di kasih kayak gini aja masih gak mau. Atau mungkin dia belok ya?" ujar wanita itu kesal sambil menghentakkan kakinya pergi.
"Bukan dia Nia? kok dia jadi seperti itu ya," gumam Anggie.
Wanita yang selalu menemui Zian itu Nia sahabat Anggie waktu SD. Kini Nia terlihat sangat seksi dan cantik karena dia seorang model. Nia yang kini sudah berubah membuat Anggie sedikit kasian karena ambisinya yang ingin menjadi pendamping Zian.
"Dasar rubah betina," Anggie hanya tertawa saat mendengar umpatan dari Lusi.