Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
" aku akan menghancurkan siapapun yang berani merenggut hal-hal yang berharga bagiku, bahkan dewa sekalipun tidak akan luput dari kemarahanku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35. bernegosiasi
Segera setelah Yang Chen menunjuk Yan Yi, sebuah awan hitam dengan petir diatasnya muncul diatas kepala Yan Yi. Dengan begitu Yan Yi terkena juga kutukan sama seperti Yang Chen.
Melihat Yang Chen yang berani punya niatan untuk membunuhnya membuat Yan Yi marah.
" Bocah ini berani mengejekku dengan meniruku bahkan menjatuhkan kutukan padaku, apakah ia pikir bisa selamat dari sini. Bahkan jika kamu berhasil selamat dari sini dan berhasil keluar dari sini tapi kamu tetap akan mati karena aku akan memastikan itu." Ucap Yan Yi dalam hatinya.
Giliran orang berikutnya yang kemudian melempar dadu.
Seiring berjalannya waktu semakin membuat Yang Chen menjadi khawatir, kutukan yang dijatuhkan oleh Yan Yi sebelumnya masih ada padanya dan ia hanya memiliki waktu satu menit lagi sebelum ia terbunuh oleh kutukan itu.
Kemudian tiba giliran Jian Mei, ia mengambil dadu dan melemparkannya.
Dadu menggelinding beberapa kali sebelum akhirnya berhenti di angka 6, disitu ia mendapatkan sebuah senjata tahap bumi tingkat tinggi dan bisa kembali melempar dadu lagi.
Lemparan kedua, ia mendapatkan angka 6 lagi dan mendapat suatu tumbuhan spiritual seharga lima ribu batu roh tingkat rendah.
Keberuntungan yang dimiliki oleh Jian Mei membuat beberapa orang iri melihatnya namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Ia kembali melempar dan akhirnya berhenti di angka 1, suara pria penjaga makam terdengar lagi. " Kamu berhak menjatuhkan keberuntungan pada orang lain."
Mendengar itu, segera membuat Yan Yi dan Yang Chen menoleh karena hadiah yang didapatkan oleh Jian Mei bisa menghilangkan kutukan yang ada pada mereka berdua.
" Kamu,berikan keberuntungan itu padaku." Ucap Yan Yi yang terlihat memerintah Jian Mei seolah dia adalah bawahannya.
" Cepat berikan, apakah kamu tidak tahu siapa aku? Dengar, aku adalah Yan Yi tuan muda dari keluarga Yan yang merupakan salah satu 10 keluarga agung. Mendapatkan kesempatan untuk membantuku adalah kehormatan bagi kamu yang hanya dari keluarga kecil di sudut benua timur." Ucap Yan Yi dengan wajah angkuh.
" Apakah orang ini sedang meminta tolong atau sedang memerintah." Begitulah yang dipikirkan oleh semua orang yang melihat tingkah laku Yan Yi.
" Nona Jian Mei, berikan padaku hadiah keberuntungan yang kamu dapatkan, aku berjanji akan memberikan semua hadiah yang aku terima di permainan ini padamu." Ucap Yang Chen.
Walaupun sangat disayangkan untuk memberikan semua hadiah yang akan ia dapatkan di ujian kedua ini tapi itu tidak sepenting nyawanya.
Hanya beberapa detik lagi sebelum ia mati oleh kutukan itu, dan hanya Jian Mei saat ini yang bisa menyelamatkan nyawanya.
Jian Mei terlihat berpikir sambil terus melihat Yang Chen dan Yan Yi disana.
" Aku akan memberikannya pada Yang Chen." Ucap Jian Mei.
Mendengar itu langsung membuat wajah Yang Chen senang dan lega, dengan begini Yang Chen berhasil selamat.
Awan hitam petir diatas kepala Yang Chen dalam sekejap menghilang yang menjadi pertanda kalau kutukan padanya telah menghilang.
Yan Yi yang tidak dipilih langsung membuat sangat marah, jika bukan karena adanya larangan menyerang peserta lain, maka ia pasti sudah menyerang Jian Mei saat ini.
" Dasar orang rendahan, berani sekali kami mengabaikanku. Tunggu saja, selesai dari sini aku akan memberikan kamu pelajaran yang akan kamu ingat selamnya." Ucap Yan Yi dengan wajah penuh amarah.
Jian Mei sangat tidak senang dengan perkataan Yan Yi tapi ia sadar tidak bisa melakukan apapun padanya.
Ia tidak memilih Yan Yi karena sikap Yan Yi padanya yang seolah memerintah bawahannya. Sikapnya yang sombong dan angkuh sangat tidak disukai oleh Jian Mei.
Tapi alasan utamanya adalah Yang Chen itu sendiri, Yang Chen berasal dari akademi mereka sehingga ia punya alasan membantunya.
Ditambah Yang Chen sangat berbakat sehingga bakat seperti Yang Chen akan sangat membantu akademi.
Belum lagi Yang Chen menjanjikan semua hadiah yang diterima Yang Chen di ujian kedua akan menjadi miliknya. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak memilih Yang Chen.
Kemudian giliran orang berikutnya yang akan melempar dadu.
Waktu terus berjalan dan wajah Yan Yi semakin bertambah buruk. Hanya kurang dari dua menit lagi sebelum kutukan itu aktif dan membunuhnya.
Wajah yang tadinya dipenuhi dengan kesombongan dan keangkuhan sekarang berubah menjadi kegelisahan dan kecemasan.
Giliran Guo Liang dan ia berhasil mendapatkan hadiah keberuntungan.
" Kamu cepat berikan itu padaku." Ucap Yan Yi yang melihat ada kesempatan untuk lepas dari kutukan.
" Tuan muda Yan Yi, aku bisa memberikanmu tapi kamu juga harus memberikan sesuatu padaku." Ucap Guo liang sambil tersenyum licik.
" Dasar orang rendahan, sekarang kamu mencoba memerasku, apakah kamu tidak takut aku membunuhmu bersama dengan keluargamu." Ancam Yan Yi dengan kesal.
" Jika anda terus bersikap seperti ini maka anda bisa kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan nyawamu." Ucap Guo liang yang sama sekali tidak takut dengan ancaman Yan Yi.
Guo liang tahu kalau hanya dia yang bisa menyelamatkan nyawa Yan Yi sehingga ia tidak takut dengan ancamannya.
" Baiklah, apa yang kamu inginkan?" Akhirnya Yan Yi mau berkompromi.
Yan Yi tahu, kalau ia masih terus bersikap kasar dan keras kepala, ia bisa kehilangan kesempatan menyelamatkan nyawanya. Untuk itu ia mau menurunkan egonya, walaupun didalam hatinya ia dipenuhi dengan amarah.
Selama dibenua tengah tidak ada yang bersikap kasar kepadanya yang merupakan seorang tuan muda dari keluarga Yan, tapi di benua timur yang bisa dikatakan lebih rendah dari benua tengah, ada beberapa orang yang tidak menghormatinya dan bahkan mengancamnya.
Hal ini yang membuat Yan Yi sangat marah, ia yang biasanya sangat dihormati oleh banyak orang tapi sekarang ia malah dipermalukan dan diancam oleh orang-orang yang ia anggap sampah, jelas ini sangat melukai harga dirinya.
Tapi ia tetap menahan amarahnya, karena nyawanya sekarang terancam.
" Aku ingin bergabung dengan keluarga Yan. Seharusnya permintaan sekecil ini, bukan masalah besar bagi anda tuan muda Yan Yi." Ucap Guo liang.
Guo liang tahu, jika ia bergabung menjadi bagian dari keluarga Yan yang merupakan keluarga yang berkuasa di benua tengah, tentu ini akan sangat membantunya.
Ia akan mendapat dukungan dari keluarga Yan, dengan meminjam nama keluarga besar Yan, maka semua orang di kekaisaran rusa langit akan menghormatinya dan yang paling utama ia akan mendapatkan dukungan dari keluarga Yan dalam perkembangan kultivasinya.
Jadi bergabung dengan keluarga Yan akan sangat bermanfaat baginya.
" Baiklah, aku berjanji sebagai tuan muda keluarga Yan, aku akan membawamu ke benua tengah dan bergabung dengan keluarga Yan." Ucap Yan Yi.
" Kalau begitu aku akan memegang janjimu tuan muda Yan." Ucap Guo liang sambil memberikan hadiah keberuntungan padanya.
Dengan begitu kutukan yang menempel pada Yan Yi, akhirnya lenyap.
Melihat itu, Yan Yi akhirnya merasa lega karena sudah terlepas dari kutukan.
Ia kemudian menatap Yang Chen dengan tatapan membunuh, Yang Chen yang telah memberikan kutukan padanya sehingga ia sangat menyimpan dendam padanya.