NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Keandra mode cemburu

"TIDAK BOLEH."

Keandra menatap tajam ke arah Anjani dan laki-laki tersebut. Ada kilatan marah dari sorot matanya, saat melihat istrinya sedang berbicara dengan laki-laki lain.

Sementara itu, Anjani terlihat khawatir. Takut Keandra berpikir buruk tentang dirinya. Apalagi sampai saat ini, Keandra selalu berpikir buruk tentang dirinya.

"Kean. Aku bisa jelaskan." ucap Anjani, menghampiri Keandra. Menatap sekilas pada laki-laki, yang berada di sampingnya hanya terdiam memperhatikannya.

Keandra menatap Anjani. Seakan meminta penjelasan, tentang apa yang sedang di lihatnya saat ini.

"Kean. Dengarkan penjelasan, ku. Tadi aku sedang duduk di sana. Setelah itu, dia ikut duduk dan minta kenalan. Itu saja." ungkap Anjani, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Berharap Keandra percaya padanya. Dan tidak marah.

Keandra tidak menyahut. Beralih menatap laki-laki yang usianya tidak jauh dengannya itu.

"Sebaiknya kamu cari wanita lain. Sebab dia istri, ku." ucap Keandra tegas. Penuh peringatan.

Laki-laki itu tersenyum tipis. Melihat sikap posesif Keandra pada Anjani.

Keandra mengerutkan kening. "Kenapa kamu tersenyum?" tanyanya dingin. Hatinya benar-benar kesal, pada laki-laki yang menurutnya sangat tengil.

"Sebelumnya aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau nona cantik itu sudah mempunyai suami. Sebab sejak tadi aku perhatikan, dia hanya sendiri. Jadi aku pikir dia belum menikah. Dan untuk hal tadi, aku hanya ingin berkenalan saja. Tidak lebih." Laki-laki itu menjawab dengan tenang. Tidak ingin terjadi salah paham. Dan tidak ingin memperpanjang masalah.

Keandra tidak membalas ucapan laki-laki itu. Meraih tangan Anjani dan membawanya pergi dari sana, tanpa berpamitan pada laki-laki tersebut.

Anjani yang mendapatkan perlakuan dari Keandra hanya bisa pasrah. Melirik sekilas pada laki-laki tersebut. Mengangguk pelan. Sebagai tanda permintaan maafnya atas sikap Keandra.

Laki-laki itu tersenyum tipis. Paham dengan keadaan Anjani saat ini. Membiarkan mereka pergi, meskipun hatinya di penuhi rasa penasaran. Sebab dirinya belum mengetahui nama Anjani.

"Semoga kita bisa bertemu di lain waktu." gumam laki-laki itu, menatap kepergian Anjani dan Keandra yang semakin menjauh.

...----------------...

"Kean. Kamu marah?"

Anjani mengikuti langkah lebar Keandra. Mereka kini sedang berjalan menuju rumah. Karena kejadian tadi, membuat Keandra malas dan tidak mau melanjutkan acara joggingnya.

"Kean." panggil Anjani sekali lagi. "Kamu marah? Atau kamu cemburu?"

Pertanyaan Anjani sontak membuat Keandra menghentikan langkahnya. Membalikkan badan. Menatap tajam Anjani, yang ikut menghentikan langkahnya.

"Apa maksud, mu? Aku? Cemburu?" tanya Keandra menunjuk dirinya sendiri. "TIDAK!" lanjutnya penuh penekanan. Padahal jelas-jelas Keandra sangat cemburu, saat melihat Anjani dekat dengan laki-laki lain. Hanya saja ia gengsi untuk mengakui perasaannya saat ini.

Anjani terdiam mendengar penyataan Keandra. Namun seketika ia tersenyum tipis, saat melihat sikap Keandra yang salah tingkah setelah mengaku bahwa dirinya tidak cemburu.

Keandra menyipitkan mata. "Kenapa kamu tersenyum? Aku tidak sedang bercanda."

"Tidak apa-apa." jawab Anjani singkat. Melanjutkan langkahnya. Tanpa ingin bersuara lagi. Ia berjalan melewati Keandra begitu saja. Percuma bicara pada Keandra saat ini. Sebab sampai kapan pun, Keandra tidak akan mengakui jika dirinya cemburu.

Tidak lama kemudian, mereka sampai di rumah Keandra. Anjani langsung masuk ke dalam rumah. Begitu juga Keandra, yang setia mengikutinya dari belakang.

Anjani memutuskan untuk membersihkan diri. Merasa seluruh badannya lengket setelah melakukan jogging. Namun saat hendak masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba saja Keandra menghadang langkahnya.

"Ada apa?" tanya Anjani. Menatap Keandra yang tiba-tiba saja berdiri di depannya. "Apa kamu mau membersihkan diri juga? Kalau begitu, kamu duluan saja."

Keandra tidak menjawab. Malah menatap Anjani. Berjalan perlahan mendekati Anjani. Mencoba mengikis jarak di antara mereka.

Anjani reflek mundur. Hatinya sedikit was-was melihat gelagat Keandra yang terlihat aneh.

"Menurut mu. Gantengan mana? Aku atau laki-laki tadi yang bersama mu?" tanya Keandra. Melangkahkan kaki, semakin mengikis jarak di antara mereka. Tatapan Keandra terlihat menyimpan sesuatu yang tidak bisa di tebak. Apa dia masih cemburu? Mungkin.

"Apa maksud mu, Kean? Kenapa kamu bertanya hal itu?" tanya balik Anjani.

"Jawab saja. Gantengan aku atau dia?"

Anjani terdiam. Kini tubuhnya tidak bisa lagi melangkah mundur. Sebab saat ini dirinya terpojok pada dinding kamar. Di tambah lagi sikap aneh dari Keandra. Membuat jantung Anjani berdebar.

Anjani masih terdiam. Jujur jika di tanya tentang ketampanan. Memang Keandra lah pemenangnya. Tapi kalau ia jujur, takutnya Keandra malah kepedean. Sehingga terlintas rencana untuk mengerjai Keandra.

"Menurut ku. Kamu dan laki-laki itu, gantengan... dia. Apalagi saat tersenyum. Aku suka dengan lesung pipi kirinya yang terlihat menggemaskan." jawab Anjani antusias. Ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya pada Keandra, saat mendengar jawabannya yang memuji laki-laki lain.

Tepat seperti dugaan Anjani. Saat ini Keandra terlihat kesal dan marah. Mendengar jawaban Anjani, membuat Keandra seketika semakin cemburu. Namun lagi-lagi perasaannya menolak, bahwa dirinya tidak sedang cemburu.

Keandra mengeraskan rahangnya. Semakin mengikis jarak di antara mereka. "Oh... begitu. Jadi menurut mu, aku ini jelek." ucapnya dingin.

Anjani bergidik ngeri, melihat sikap Keandra yang terlihat seperti singa yang hendak menerkam mangsanya. Apalagi posisi Anjani saat ini tersudut. Sehingga tidak bisa menghindar.

"Aku tidak bilang kalau kamu jelek, Kean." Anjani menahan nafas. Saat Keandra memposisikan wajahnya begitu dengan wajah Anjani. "Kean. Aku mau ke kamar mandi. Bisakah kamu membiarkan aku pergi."

Keandra tidak mendengarkan permintaan Anjani. Matanya malah fokus pada bibir ranum Anjani. Pikirnya Anjani adalah istrinya. Maka tidak boleh ada yang mendekatinya tanpa seizin dirinya. Seakan lupa dengan tujuannya dari awal. Kini Keandra memperlihatkan sikap posesifnya pada Anjani.

Anjani reflek memejamkan mata. Jantungnya berdetak kencang saat Keandra hendak menciumnya.

CUP

Anjani seketika memejamkan mata. Saat bibir Keandra menyentuh bibirnya dengan sangat lembut. Bahkan Anjani terbawa suasana, saat Keandra semakin memperdalam ciumannya. Tidak kasar. Namun penuh kelembutan.

Keandra memegang tengkuk leher Anjani. Ciumannya semakin dalam. Bersamaan dengan itu, membuat keduanya ikut terlena dalam buaian cinta.

Beberapa menit kemudian Keandra melepaskan ciumannya. Membiarkan Anjani menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Sebab karena ulahnya, Anjani terlihat kehabisan nafas.

"Masih mau bilang gantengan dia?" tanya Keandra, mengusap sudut bibir Anjani yang terlihat basah.

Anjani menggeleng cepat. Tidak lagi dia mengerjai Keandra. Sebab imbasnya sangat buruk baginya.

Keandra tersenyum puas. Menjauhkan dirinya. Memberi ruang pada Anjani untuk menenangkan diri.

"Itu hanya hukuman kecil dari ku, karena kamu sudah berani memuji laki-laki lain di hadapan, ku. Dan kamu pasti tahu hukuman besar, jika kamu berani menyukai laki-laki lain saat menjadi istri, ku."

Anjani menatap Keandra. Suaminya benar-benar tidak main-main. Sebab Anjani tahu betul bagaimana sikap Keandra, jika sedang benar-benar marah.

"Matilah kamu, Anjani. Siapa suruh kamu mengerjainya. Lihat tatapannya. Sangat menakutkan." ucap Anjani dalam hati. Ia benar-benar takut. Jika melihat Keandra dalam mode seperti ini.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!