Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
"jangan terlalu lama, ingat kerjaan sore! " ketus bu Nani lagi berlalu ke dalam.
"iya bu"
Tiara berjalan kaki menuju counter yang tak begitu jauh dari rumahnya.
senyumnya tak pernah pudar menghiasi wajah manisnya.
10 menit berjalan kaki akhirnya sampai di sebuah counter & tak sengaja bertemu dengan Wahyu, Nino,Bayu. kebetulan Wahyu sedang membeli sebuah headset.
"kak Wahyu ngapain jauh-jauh ke counter sini, memangnya di tempatnya gak ada apa" batin Tiara.
"ah mungkin dia tak sengaja lewat atau mungkin dari danau. entahlah ngapain aku mikirin" batin Tiara lagi.
setelah memilih kartu Tiara meminta di pasang di tempat juga registrasi kartu dan lainnya karena ia sendiri belum mengerti.
Tiara menunggu... dengan jantung yang berdebar-debar entah perasaan apa yang menghinggapinya.
Wahyu cuek saja, setelah selesai memilih headset ia pun pergi dengan mengendari sepeda motor mereka.
selepas kepergian mereka ada rasa kecewa di hati Tiara,
Wahyu berubah menjadi dingin bahkan menyapa saja tidak.
"apa yang aku pikirkan... ada apa dengan hatiku" batin Tiara menggelengkan kepala seraya memejamkan mata.
setelah selesai, Tiara bergegas pulang ke rumah mengingat setumpuk cucian piring sudah menunggunya.
Tiara melangkah ke dapur mendapati sebuah kompor lengkap dengan tabung LPG nya sudah terpasang dengan sempurna.
"alhamdulillah... sekarang aku gak perlu ngambil kayu bakar lagi" batin Tiara
"walaupun sudah ada kompor tapi kamu tetap perlu mengumpulkan kayu bakar buat persiapan" ujar bu Nani seakan tahu isi pikiran Tiara.
Tiara melakukan aktivitas sorenya seperti biasa.
Tiara tidak fokus mengerjakan pekerjaannya karena terus memikirkan Wahyu, ia benar-benar merasa kehilangan Wahyu.
hatinya sakit, ia menyesal tapi ia terus menyangkal dan menyakinkan diri ia tidak apa-apa.
berkali-kali Tiara menggelengkan kepalanya setiap bayangan Wahyu muncul namun ia merasa semakin sakit.
"kak Wahyu... " batin Tiara.
"kak Wahyu... sebenarnya aku juga suka kamu" batin Tiara seraya memejamkan matanya, memendam rasa yang ada.
"tapi aku takut cuma di permainkan, aku gak siap buat patah hati"
"kak... kenapa harus begini? "
"ya allah mengapa aku harus jatuh hati padanya?
mengapa aku mengenalnya?
mengapa ku memujanya?
hati gak bisa bohong, kenapa semakin aku berusaha melupakanmu malah semakin dalam rasa ini" batin Tiara.
"mengapa aku begitu sakit kakak cuekin?"
" mengapa aku merasa kesepian saat gak ada kakak" batin Tiara.
"ya allah ku mohon hapuskan rasaku terhadap kak Wahyu" batin Tiara.
tiba-tiba tercium bau gosong, Tiara tersadar dari lamunannya.
ikan gorengnya sudah menghitam, tiara begitu panik.
"astagfirullah... "
"Bagaimana ini? "
"kamu itu Ra, udah di kasih enak masak pake kompor malah gak becus!, kalo begini mending kamu masak pake kayu bakar lagi aja!" bu Nani berdiri di ambang pintu dapur.
"maaf bu" Tiara tertunduk
"apa yang kamu pikirkan ha?!, merugi aja kamu ini bisanya. ikan yang gosong itu makan untuk kamu! " ketus bu Nani berlalu meninggalkan Tiara.
"baru aja punya Hp udah kaya gini kerjaannya, gak becus! asal-asalan! pasti dia malas sebenarnya makanya bisa seperti itu" gerutu bu Nani menuduh.
bu Nani menghampiri pak Yasir suaminya.
"yah, ibu kan sudah bilang Tiara gak usah di kasih Hp nanti dia malas-malasan dan omongan ibu terbukti" bu Nani emosi.
"apalagi sih bu, suka sekali mengoceh" terus menatap layar televisi.
"itu yah baru saja beberapa jam Tiara pegang Hp kerjaannya udah gak becus! goreng ikan aja gosong! "
"mungkin Tiara belum terbiasa masak menggunakan kompor"
"alasan macam apa itu, bodoh sekali" ketus bu Nani.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨