NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jujur

Ibu Hemas dan Astrid pergi meninggalkan rumah Adrian, Adrian pun mengunci pagar dan masuk ke dalam rumah.

"Aku harus minta maaf sama Hanin, aku harus menemuinya, aku nggak mau di saat aku mati aku masih berdosa padanya" gumam Adrian.

Adrian merasa lapar, karena hanya ada mie instant ia pun segera membuatnya sendiri lalu menyantapnya hingga habis.

Adrian tampak bersiap hendak menemui Hanin, dia berniat minta maaf. Dengan memakai t-shirt Polo putih dan celana jeans biru Adrian menggunakan motornya meluncur ke kosan Hanin siang itu.

Tiba di kosan Hanin, Adrian melihat kesibukan beberapa pegawai Hanin yang sedang packing, Adrian belum melihat Hanin..

"Punten, mbak mau tanya.. mbak Haninnya dimana ya?" tanya Adrian.

"Oh, tadi ada mas di sini tapi sekarang mungkin ke depan ke rukonya di seberang mungkin di lantai 2 karena ada renovasi" ujar Selly.

"Oh, gitu ya.. kalau kamarnya di sini?" tanya Adrian, "itu mas yang ada PCX warna silver" ujar Selly sambil menunjuk arah kamar Hanin.

"Oke, terima kasih ya" ujar Adrian, "sama-sama mas" ujar Selly. Adrian pun berjalan menuju kamar Hanin tapi seolah Hanin tidak berada di sana, kemudian Adrian menyebrang jalan menuju ruko Hanin yang besar.

"Maaf kang, Haninnya ada?" tanya Adrian pada kang Bagas yang berjaga.

"Oh, ada mas di dalam.. dari siapa ya?" ujar kang Bagas. "Saya Adrian,.. "ujar Adrian, ada perasaan ragu di hatinya kalau Hanin tidak akan menemuinya.

"Sebentar ya mas, saya panggilkan dulu ibu Haninnya" ujar kang Bagas. Tak lama kang Bagas dan Hanin tampak turun ke lobby lantai bawah menghampiri Adrian..

"Ada apa mas?" tanya Hanin dengan nada datar. "Hanin, apa kabar?" tanya Adrian sambil mengulurkan tangannya, Hanin tidak merespon karena ia tidak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya. Adrian tampak kecewa melihat sikap Hanin.

"Kenapa Han, nggak mau salaman dengan aku?" tanya Adrian dengan suara serak.

"Ya, karena mas bukan muhrimku lagi, maaf ya mas Adrian.." ujar Hanin tegas. Adrian salut mendengar jawaban Hanin, Hanin sangat menjaga martabatnya sebagai perempuan.

"Mm, luar biasa Hanin ini baru namanya perempuan terhormat" gumam Adrian dalam hati.

"Mm, duduk mas.. aduh maaf nih tempatnya masih berantakan soalnya lagi renovasi" ujar Hanin sambil mempersilahkan Adrian duduk di kursi plastik yang ada di lobby lantai 1.

"Ada apa ya mas, kalau boleh tahu.. "tanya Hanin mengulang pertanyaannya tadi.

"Begini Han, aku kesini mau minta maaf, saat itu aku mentalak kamu padahal sebenarnya aku tahu kamu nggak salah apa-apa, aku terlalu menuruti keinginan ibu dan mbak Astrid.. jujur, aku sangat menyesal, 'nasi sudah menjadi bubur'.. sekali lagi aku minta maaf ya Hanin, saat aku mati nanti aku nggak mau merasa berdosa pada kamu karena kamu memang tidak bersalah" ujar Adrian sambil menunduk.

Hanin hanya tersenyum bijak, prediksinya benar Adrian memang telah dipengaruhi.

"Mas, dari dulu .. aku sudah memaafkan kamu, sudahlah kejadian yang lalu jangan di sesali, ini jadi pelajaran untuk aku juga mas sendiri, bukankah mas segera menikah? Selamat ya mas.." ujar Hanin dengan tenang.

Adrian sedikit terkejut, "dari mana kamu tahu aku akan menikah? siapa yang bilang?" ujar Adrian.

Hanin tersenyum, "nggak ada yang bilang mas, aku hanya pernah bertemu mas bersama ibu, dan mbak Astrid, juga perempuan muda saat itu di restoran, ya begitulah ceritanya.. tapi it's okay, nggak apa apa, aku mendoakan mas semoga kelak bahagia dengan pilihan mas" ujar Hanin dengan sangat tenang.

Adrian pun tertunduk,

"Mm, ya .. aku nggak akan menyangkal itu, tapi hanya Allah yang Maha Tahu isi hati mas sebenarnya," ujar Adrian dengan mata yang mulai mengembun.

"Mm, ya sudahlah mas.. kita berteman aja ya mas, teman baik.. "ujar Hanin tersenyum, Hanin selalu menjalin silahturahmi dengan orang lain, dan itu mendatangkan berkah, keberuntungan bagi dirinya sendiri.

Adrian pun menatap Hanin, ia begitu kagum pada mantan istrinya.. penyesalan terbesar yang ia rasakan adalah memberi talak 3 atau cerai untuk istrinya.

Betapa Hanin saat itu menerima talak darinya dengan hati yang ikhlas, tanpa pembelaan apa pun.. belum lagi penghinaan yang Hanin terima dari ibunya, dan kakaknya Astrid yang selalu berkata kasar, Hanin tidak melawan.

Dan sekarang, keadaan menjadi berbalik.. Hanin berdiri tegar di ambang kesuksesannya sebagai seorang pengusaha, dan Adrian masih setia dan menuruti kemauan ibu dan Astrid kakaknya.

Adrian terlihat sedikit gugup, lalu bertanya..

"Hanin, apa kamu sudah punya calon suami lagi?" tanya Adrian yang penasaran.

Hanin hanya menggelengkan kepalanya,

"Aku belum kepikiran punya suami lagi mas, aku mau memperbaiki hidup aku dulu" ujar Hanin dengan bijak sambil tersenyum.

Terdengar suara kang Bagas di belakang..

"Mbak Hanin, untuk rak besi yang baru semuanya 24 juta" ujar kang Bagas, "iya kang, saya nyebrang dulu ambil uangnya.. "ujar Hanin.

"Kamu mau nyebrang Han.. yuuk bareng aku" ujar Adrian sopan. Hanin mengangguk. Hanin, Adrian dan kang Bagas pun lalu menyebrang jalan menuju kamar kos Hanin.

Hanin terlihat menuju kamarnya,

"Maaf ya mas Adrian, di sini aja duduk.. "ujar Hanin, Adrian pun tersenyum. Tak lama Hanin keluar dan menyerahkan uang 24 juta pada kang Bagas, "kang.. ini juga saya tambah, sekalian buat beli makan tukang nanti, jangan lupa buatkan kwitansi pembelian rak besinya" ujar Hanin. "Siap mbak Hanin" ujar kang Bagas.

"Aah, itu ada tukang bakso.. enak lho mas, mau ya mas, "ujar Hanin lembut, lalu ia juga menawarkan pada pegawai-pegawainya.

"Mm, aku baru aja makan mie instant Han, dan sekarang kamu tawari bakso" ujar Adrian. "Udahlah, nggak apa apa mas sekali-kali makan bakso di sini ya" ujar Hanin tersenyum, sambil memesan baksonya sendiri.

Adrian pun mengangguk, lalu juga memesan mengikuti Hanin sambil memilih 2 bakso besar isi telur dan cincang.

Wajah Adrian terlihat bahagia, tidak menyangka saat ini ia makan bakso dengan mantan istrinya dalam suasana yang hangat..

"Alhamdulillah, aku habis.. ayo yang lain yang mau nambah, sok aja makan sepuasnya" ujar Hanin pada karyawannya yang masih makan.

"iya mbak, aku nambah ya.. "ujar salah satu karyawan laki-laki. "iya, sok aja atuh tambah lagi bilang sama mang nya" ujar Hanin santai.

Adrian memperhatikan Hanin, yang begitu baik memperlakukan pegawainya.. ia tidak pelit dan sangat royal.

Tampak Selly ada di dekat Hanin,

"Sell, pesanan dari toktok berapa?" tanya Hanin, "Pesanan naik mbak, 26.000 pieces terus juga su orange, total 45.000-an lebih mbak" ujar Selly. Hanin mengangguk.

"Ya usaha aku begini aja mas,.. "ujar Hanin. "Aku salut sama Han" ujar Adrian, Hanin hanya tersenyum.

"Maaf mas, aku ijin siap-siap mau live shooting Tok-tok dulu" ujar Hanin, dan tampak seorang pegawai rias memoles wajahnya yang cantik.

"Oh, oke Han.. silahkan, boleh aku ikut lihat proses shootingnya?" ujar Adrian. "Boleh mas, yuk sebelah sini.." ajak Hanin. Adrian pun lalu mengikuti Hanin dari belakang.

Adrian kemudian melihat proses 'live shooting' Hanin di tok-tok, Hanin tampak bersinar wajahnya, ia begitu cantik, elegan..

Selvi juga tampak menyiapkan produk-produk pilihan seperti cream, serum, vitamin E dan minuman collagen juga beberapa gift berupa sampel produk pada Hanin, sementara Bayu mengatur sudut kamera.. dan siaran live di tok-tok pun di mulai..

"Oke mbak, siap 4 3 2 1 .... "ujar Bayu sambil mengangkat jempolnya memberi kode pada Hanin. Hanin pun memulai livenya.

Adrian tampak kagum dengan mantan istrinya itu, Hanin sangat professional, cantik, elegan caranya mempromokan setiap produknya..

Adrian juga merasakan keberhasilan Hanin tetap membuatnya rendah hati, meski pun dirinya pernah menyakiti hati Hanin.

Live shooting Hanin sudah berjalan 1 jam, dan pesanan produk sudah mencapai 14 ribu lebih belum lagi sejumlah gift yang diberikan viewers sebagai bentuk apresiasi pada Hanin dalam bentuk emoticon bunga, diamond dan lainnya di akun tok-tok.

Akhirnya Hanin pun menyelesaikan siaran livenya dan pesanan yang di dapatnya berjumlah 24 ribu pieces hanya dalam waktu 2 jam, terlihat kemudian pegawai Hanin dengan cepat memproses resi setiap pesanan.

"Han, tadi itu luar biasa.. hebat, aku salut sama kamu!" ujar Adrian memuji sambil bertepuk tangan. "Terima kasih mas, kalau nggak gini aku nggak makan mas.." ujar Hanin, sambil berpikir seharian ini Adrian selalu bersamanya, dan Adrian seperti tidak bekerja.

"Lho, mas nggak kerja?" tanya Hanin, "Nggak Han, aku cuti sehari, karena hari ini memang aku ingin bertemu kamu dan minta maaf" ujar Adrian. Hanin pun mengangguk.

Tampak di luar kosan ada seorang penjual Dimsum, Hanin lalu menawarkan semua pegawainya untuk memesan dimsum termasuk Adrian, "Han.. perasaan kamu traktir jajan terus, apa nggak tekor nanti?" tanya Adrian.

Hanin hanya tersenyum.

"Aku percaya, kasih makan ke orang lain nggak akan membuat hidup kita bangkrut justru sebaliknya.. "ujar Hanin yang sudah memilih 4 dimsum untuk dirinya.

"Amel belum pulang dari kampus ya Vi?" tanya Hanin. "Belum mbak, biasanya nanti magrib baru pulang" ujar Selvi sambil makan dimsum.

Adrian tampak betah berada di kosan Hanin, atau di ruko yang berada persis di depannya, suasana kekeluargaan begitu hangat.. sudah lebih dari 7 jam ia di sana, Adrian pun lalu berpamitan.

Tiba di rumah Adrian sempat memikirkan Davina, yang belakangan tidak membalas pesannya, ia merasa bersalah.. dan Sita, perempuan yang sekarang ini Adrian berusaha keras untuk menghindarinya karena sikapnya yang selalu mendapat dukungan dari ibu dan Astrid kakaknya itu.

Karena lelah, Adrian pun tertidur.

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!