follow akun ig author : @maulidamaulida84
season 1
berceritakan tentang sepuluh murid yang baru menduduki kelas 9 SMP disemester kedua. Mereka yang tidak tau apa apa tiba tiba disuruh kepala sekolah mereka untuk menyamar jadi murid SMA?
kebayang gak tuh gimana ceritanya? kenapa mereka disuruh menyamar menjadi murid SMA?
***
season 2
tiga tahun setelah kejadian itu. maulida memutuskan untuk kembali ke jogja melanjutkan kuliahnya. hal hal yang tak terduga muncul seiring berjalannya waktu. dan perlahan... masalalu akan terungkit kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
arza
" maulida!! " aku tersenyum pucat saat melihat bagas berlari ke arahku dengan penuh khawatir.
" maulida?! lo gak apa apa? " tanya bagas memegang pundakku. terlihat dia memegang puncak kepalaku yang terus bercucuran darah.
" kau!! brengsek!! " aku menatap lemah bagas yang terus menghajar para preman itu dengan membabi buta. berada nonton film berjudul brandal vs preman.
" berani sentuh dia lagi, gue pastiin kalian bakalan kehilangan nyawa kalian semua!! " teriak bagas penuh aura menyeramkan. kelima preman itu segera berlari terhuyung huyung setelah puas mendapatkan tamparan dan tonjokan dari bagas.
" bagas... " panggilku pelan lalu perlahan bangkit dari tumpukan kayu itu. " pelan pelan!! " seru bagas memegang tanganku agar tidak terjatuh.
" lo baik baik aja? " cemas bagas
" aku keliatan baik baik aja gak? " ketusku lalu berjalan perlahan keluar dari gang dengan di papah oleh bagas.
" ya enggak sih "
" bagas maaf. gara gara aku shyalmu jadi robek " cicitku saat melihat shyal milik bagas robek. " gak apa apa. kalo robek tinggal buang aja " jawabnya enteng.
" jangan, sayang tau. nanti aku jahitin deh " tuturku. masa robek dikit langsung di buang? orang kaya memang belagunya kelewatan.
" kalo sayang ya buat lo aja. itung itung sebagai permintaan maaf gue buat lo " aku menghentikan langkahku lalu menoleh polos ke arahnya.
" maaf untuk apa? " tanyaku. " ya maaf untuk segalanya. segalanya yang pernah gue lakuin ama lo, termasuk yang di kelas " jawabnya.
" ya aku maafin. tapi gak usahlah ngasih shyalnya segala, kalo mau minta maaf ya insya allah aku maafin " ucapku lalu kembali melanjutkan langkah.
" gak apa apa buat lo aja. itu gue bikin pake tangan gue sendiri lo?! " ujarnya dengan bangga. " benarkah? " tanyaku tak percaya, nih cowok bisa juga ngerajut?
" iya. gue udah dari kecil di ajarin mama ngerajut benang. jadi buat satu shyal ini mah kecil. gue masih punya satu di apartemen " jawabnya dengan songong.
" serah deh " jawabku malas. tapi tak dapat kupungkiri, entah sejak kapan rasa nyaman itu muncul.
***
aku menatap ke arah kasur. teman temanku sudah tidur. aku perlahan bangun dari kasur lalu pergi mengambil sesuatu di dalam tas ranselku. setelah mengambil itu aku segera pergi ke meja belajar untuk sedikit mencari tau tentang pisau ini. terlihat pisau itu masih memiliki noda darah yang sudah mengering. entah sudah berapa banyak luka yang ada di tubuhku akibat ulah pria joker itu, dan entah sudah berapa banyak tetes darah jatuh karnanya.
aku menyalakan lampu belajar lalu mengambil kaca pembesar untuk meneliti sedikit pisau itu.
" hm?! " aku semakin mendekatkan kaca pembesar itu pada gagang pisau. ada sedikit tulisan di sana. dan....
arza?! siapa arza? jangan bilang ini nama orang itu? tapi.... sepertinya aku tidak pernah mencari masalah dengan orang yang bernama arza. lalu... kenapa orang ini ingin membunuhku?
***
prang
" aku sudah bilang jangan pernah membuat dia terluka sedikitpun!! " teriak pria bertopeng joker dengan murka, bahkan saking geramnya dia langsung melempar gelas kaca itu kesalah satu pria berbadan besar itu.
" ma-maafkan ka-kami tuan muda. di-dia terus memberontak. saya hanya ingin menghalanginya untuk pergi, tapi saya malah tak sengaja mendorongnya hingga menghantam balok balok kayu " pria besar yang bernama yuda itu benar benar ketakutan saat melihat tuan mudanya tengah dalam fase emosi tingkat atas, bahkan tubuh kekarnya itu tidak dapat menutupi ketakutannya hingga membuat tubuhnya bergetar hebat.
" kalian segera keluar dari sini!! CEPAT!! sebelum aku membunuh kalian dengan tanganku sendiri " teriak joker itu. dengan cepat kelima orang itu berlari pergi meninggalkan tuan mudanya yang tengah emosi.
pria itu perlahan membuka topengnya dengan wajah yang memerah. dia mengacak rambutnya prustasi, hingga tanpa sadar lelehan bening itu perlahan turun meredamkan amarahnya. ya, dia menangis. meskipun dia adalah seorang laki laki, tak di pungkiri dia juga tidak sanggup menahan air matanya sendiri.
prang
tes tes
pria itu memegang erat sebuah gelas kaca hingga pecah tepat di tangannya. darah segar mulai bercucuran, dan tidak dia perdulikan. dia merasa geram dengan pekerjaan anak buahnya yang tidak becus itu. dia hanya menginginkan agar mereka membuat gadis itu pingsan tanpa terluka sedikitpun. tapi nyatanya? mereka tidak hanya membuat gadis itu terluka, tapi justru membuat begitu banyak tetes darah keluar dari tubuh gadis itu.
" maulida hanya boleh aku yang bunuh "
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
visual cowok ndk cocok 🤣
maksa banget sih 🤣🤣🤣
ga jadi baca 🙈
bye 👎
karyamu hebat kak 👍
favorit 👌
gak sabar nunggu Up-nya
favorit
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
aku mampir nih thorr
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
semangat up & smg ceritanya sukses yah, aku sllu tunggu feedback-nya. 😉✨
aku membawa boomlike dan boom comment. jangan lupa mampir yaah thorr