NovelToon NovelToon
Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 3.8
Nama Author: Rismaa

Avica gadis muda yang baru lulus pendidikan SMA itu baru saja turun dari sebuah bus. Ia memilih untuk pergi ke ibu kota karena ingin mencari pekerjaan supaya bisa membantu orang tuanya.

"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga" Ucapnya

Kemudian ia berjalan mencari tempat untuk istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan untuk mencari kost-kostan.

Setelah dirasa cukup untuk istirahat Avica berjalan untuk mencari angkutan. Ketika berjalan ia tidak sengaja melihat anak kecil yang sedang menangis sendirian di seberang jalan tanpa ada orang tua disampingnya.

Kemudian Avica memilih untuk menyeberangi jalan tersebut untuk menolongnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rismaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab35

Flashback On.

Adinda Aulia gadis malang yang harus banting tulang mencari rejeki demi menghidupi ibu dan kedua adiknya yang berada dikampung. Dinda terpaksa harus merantau mengadu nasib dikota orang. Tapi sayangnya nasib baik tak berpihak kepada ketika ada lowongan kerja dirinya selalu gagal ketika melamarnya. Sebab dirinya hanya tamatan SD saja. Dia sempat merasa putus asa ketika tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sedangkan keluarga nya hanya bergantung padanya.

Saat dirinya telah termenung duduk sendiri dibangku taman, ada seorang wanita yang menghampirinya. Wanita itu berpakaian sangat minim dan terlihat sangat sexy dibagian-bagian tertentu.

"Apa kau sedang ada masalah? Maaf jika aku menanyakan hal itu kepadamu." Ujar wanita itu.

"Tak masalah. Aku sedang bingung mau mencari pekerjaan dimana lagi. Semua tempat yang telah ku datangi tak ada yang menerima ku." Ucap Dinda dengan lesu.

"Aku punya pekerjaan jika kau mau." Ujarnya.

"Benarkah?" Tanya Dinda.

"Iya. Tapi sebelum itu perkenalkan namaku Adel. Kau?" Ucap Adel sambil mengulurkan tangannya pada Dinda.

"Aku Adinda, bisa dipanggil Dinda." Jawab Dinda menerima uluran tangan Adel.

"Jika kau mau aku akan memberimu pekerjaan." Kata Adel.

"Apa itu?" Tanya Dinda penasaran.

"Menjadi pelayan di Clube terbesar dikota ini. Jika pelanggan suka dengan pelayananmu kau akan mendapat uang tambahan. Bagaimana?" Ujar Adel.

"Aku tidak ingin jika harus menjual diri, kak." Jawab Dinda.

"Itu tergantung dirimu, kau mau menerimanya atau tidak. Tugas mu sebenarnya adalah hanya melayani nya ketika minum, menuangkan minumannya kedalam gelas dan hanya duduk disamping nya. Tapi jika kau tak ingin mengorbankan tubuhmu kau bisa menolaknya." Jelas Adel.

Dinda masih memikirkan tawaran yang diberikan oleh Adel. Dinda takut jika ternyata dirinya akan dijual pada pria hidung belang. Dirinya juga bingung jika dirinya tak menerima tawaran itu keluarga nya tidak akan bisa makan tapi jika dia menerima pekerjaan itu mau tak mau dirinya harus berbaur dengan banyak pria entah muda atau pun tua. Dan dirinya harus berpakaian minim seperti perempuan yang ada disamping nya itu.

"Baiklah, aku mau. Tapi hanya jadi pelayan Clube saja." Ujar Dinda.

"Baiklah, tidak masalah. Ini kartu nama ku. Besok hubungi aku jika kau benar-benar serius. Aku akan memberimu alamatnya."

"Terima kasih, kak." Ucap Dinda.

"Sama-sama. Kalau gitu aku pergi dulu." Adel pun pergi meninggalkan Dinda yang masih duduk dibangku taman sendirian.

Dinda mengamati kartu nama yang ada di tangannya itu, lalu menyimpan nya kedalam tas slempang yang ia kenakan dan yang dirinya miliki satu-satunya. Kemudian dirinya ikut melangkah pergi dari taman tersebut. Tujuannya adalah menuju kost-kostan yang ia sewa tiga hari yang lalu. Kost-kostan yang sangat kecil yang hanya hanya berisikan satu tempat tidur kecil yang cukup untuk satu orang lalu satu lemari kayu kecil.

Sesampainya di kost-kostan, Dinda langsung meletakkan tas selempang nya lalu mengambil satu bungkus mie instan yang akan ia masak untuk dirinya makan. Sebelum itu Dinda memasak airnya terlebih dahulu dengan menggunakan teko listrik plastik yang sengaja dirinya beli agar bisa mempermudah dirinya, sebab Dinda belum sanggup membeli perabotan yang akan digunakan untuk dirinya masak makanan. Untuk menghemat uangnya, Dinda setiap hari harus makan dengan mie instan saja. Hal itu sudah membuat Dinda bersyukur sebab masih bisa makan meskipun hanya mie instan.

Mie yang Dinda masak pun telah matang dan siap disantap. Dinda terlebih dahulu menuangkan mie tersebut kedalam mangkuk, barulah dirinya menyantap makanan instan tersebut.

Keesokan harinya, Dinda memikirkan kembali keputusan nya kemarin yang menerima tawaran Adel. Dinda juga memikirkan ibunya, jika mengingatnya Dinda merasa sedih. Sebab, setelah kepergian ayahnya untuk selamanya sang ibu harus bekerja keras banting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya. bahkan tak jarang ibunya itu ngutang terlebih dahulu untuk membeli makanan untuk anak-anaknya.

Dinda bertekat jika dirinya akan benar-benar menerima pekerjaan itu. Dirinya ingin merubah kehidupannya dan ingin membahagiakan keluarga nya, terutama sang ibu. Dirinya tidak ingin ibunya kecapean banting tulang. Biarkan dirinya saja yang mencari uang untuk keluarga nya.

Dinda pun mencari ponsel jadul nya dan satu-satunya yang ia miliki. Lalu merogoh tas slempang nya untuk mengambil kartu nama yang diberikan Adel kemarin. Lalu menghubungi nomor telepon yang tertera didalam kertas yang dirinya pegang.

Tutt..tutt..tuuttt...

(Halo, kak.) Ucap Dinda ketika sambungan telepon terhubung.

(Halo, Dinda ya?) Tebak Adel.

(Iya, kak. Aku jadi menerima tawaran kemarin.)

(Baiklah, nanti aku kirim alamat nya kepadamu. Nanti pukul 8 malam kamu sudah harus sampai ditempat. Nanti kita ketemu disana.)

(Baik, kak. terima kasih sebelumnya. Karena sudah memberiku pekerjaan.)

(Sama-sama, aku senang bisa membantumu.)

Sambungan pun terputus. Setelah itu Dinda memilih untuk beres-beres kamar nya terlebih dahulu. Sebelum dirinya nanti bertemu dengan Adel di sebuah Clube.

Malam pun tiba, tepat pukul 8 malam Dinda telah berada disebuah Clube terbesar dikota tersebut. Dirinya menunggu Adel sambil duduk di depan bartender. Suara dentuman musih sangat memekakkan telinga Dinda. Dan banyak pengunjung pria dan wanita yang meliuk-liuk kan tubuhnya mengikuti irama yang diputar. Mulai saat ini dirinya harus terbiasa dengan keadaan sekarang. Sebab ini lah pilihannya untuk ikut berbaur didunia malam. Dan inilah resiko yang akan dirinya tanggung, bahkan bisa saja nanti akan lebih dari saat ini. Tak lama yang ditunggu pun tiba, kali ini pakaian yang dipakai Adel lebih terbuka dari awal Dinda bertemu dengannya. Sedangkan pakaian yang dipakai oleh Dinda berbanding terbalik dengan yang apa yang dipakai Adel. Bagaimana tidak, Dinda hanya menggunakan celana jeans panjang dan sweater panjang. Oleh sebab itu banyak pasang mata yang memandangnya aneh sejak dirinya tiba ditempat tersebut. Adel pun ikut duduk disamping Dinda.

"Din, udah lama nunggu?" tanya Adel..

"Lumayan kak." Jawab Dinda.

"Tadi aku sudah bilang sama pemilik Clube ini kalau ada karyawan baru. Ini baju kerja kamu." Ujar Adel sambil menyodorkan pakaian ganti pada Dinda.

"Terima kasih, kak. Toilet nya dimana ya kak?" Dinda menerima baju tersebut.

"Yuk, aku anter kalau kamu mau ganti baju." Tawar Adel.

"Boleh, kak." Dinda pun memgikuti kemana Adel melangkah. Tempat yang dituju adalah toilet wanita, Sebab Dinda akan mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja.

Sesampainya ditoilet, Dinda langsung masuk. "Kak, aku masuk ganti pakain dulu ya." Ujar Dinda.

"Cepat lah!"

Didalam kamar mandi, Dinda membuka baju pemberian Adel. Dinda merasa terkejut ternyata pakaian kerjanya juga sedikit minim.

"Ini kenapa bajunya sangat pendek sih?" Gumam Dinda.

Dengan terpaksa Dinda pun tetap memakai nya. Setelah itu dirinya keluar dari dalam toilet meskipun sedikit risih dengan pakaian yang ia pakai. Sebab pakaian yang ia pakai hanya sebatas atas lutut.

"Sudah siap?" Tanya Adel.

"Sudah, kak."

Sejak saat itu Dinda bekerja diClube tersebut sebagai pelayan hingga dirinya bertemu dengan Rangga. Dan di jadikan wanitanya. Hingga hidupnya dan keluarganya terjamin dengan bantuan Rangga.

Flashback off*

1
Lukman Lukman
iri dengan kehidupan mereka yang penuh dengan cinta,.
Lukman Lukman
kehidupan yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang 😍😍👍
Lukman Lukman
dengan membaca kita bisa melihat kemampuan penulis ini,.👍
Lukman Lukman
hingga saat ini alur cerita mengalir bagai sebuah fakta kehidupan yang menarik, belum ada gejolak,.🤭🤭
Lukman Lukman
ada peningkatan emosi para tokohnya, mulai degdegan nih.😍
Lukman Lukman
peningkatan nilai.👍🤭
Lukman Lukman
awal yang baik 👍
Sri Wigati
biasanya infus sudah tidak diperlukan lagi baru boleh pulang
Sri Wigati
1 hari ga makan minum bisa dehidrasi ya
Retno Lestari
l
Zailani Daud
👍👍keluarga sakinah.
olra
semangat thor
Mohamad Frans
akan ada konflik dari 2 tokoh antagonis
Ayu
Smg mereka bhgia.. tapi nanti setelah mereka bhgia psti Sely dtg lg minta rujuk sm Abi. 🙏
Ayu
Sbnr nya crita nya bagus. cm krg seru aja. cb di sela crita ini ada unsur mafia atau apa psti buat pembaca deg2 an.crita nya gk cm acara di rumah yg sibuk msk. di kantor sgn kerjaan nya. seputar itu sj. maaf ya thor🙏
Ayu
Kpn Unboxing nya thor😄🙏
Ayu
Lama nya blm MP. nanti setelah Abi sm Ica bhgia. si sely dtg jdi orang ke 3.jgn2 nanti Sely hamil. trs si Rangga gk mau tanggung jwb🙏
Ayu
Smg proses lamaran Abizar berjln dgn lancar ya🙏
Ayu
Aku prnh jg bc crita seperti ini. gkpp lah aku bc crita serupa. sepeeti nya bagus jg. krn aku sk sm crita ank2 yg lucu🙏
Nurlaila Hasan
cakep kereen👍👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!