Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Seribu Pendekar di Danau Xuanwu dan Langkah Teratai Es di Atas Air
Pukul sebelas lewat lima puluh menit siang, langit di atas Danau Xuanwu—danau bersejarah paling terkenal di jantung Ibu Kota Provinsi Jinling—tampak cerah tanpa awan, namun udara di sepanjang lima kilometer garis pantai danau itu terasa begitu berat dan mencekam hingga burung-burung air pun tidak berani terbang melintas.
Lebih dari seribu pendekar bela diri dari berbagai perguruan di Provinsi Jiangnan, puluhan kepala keluarga konglomerat, jenderal militer garnisun, hingga taipan dari kota-kota tetangga memadati seluruh tepian danau dan perahu-perahu naga VIP yang bersandar di dermaga.
Di sudut paling belakang kerumunan dekat pagar batu yang berdebu, tampak seorang wanita muda dengan pakaian kusut dan wajah pucat tanpa riasan yang sedang berdiri memeluk lutut ayahnya yang duduk di kursi roda kayu murahan.
Dialah Tang Ruoxue dan Tang Zhenguo.
Hanya dalam satu malam setelah seluruh aset mereka disita dan dibekukan atas perintah Lin Xuan, keluarga Tang yang tadinya hidup mewah di vila istana kini diusir ke jalanan. Namun Tang Ruoxue tetap memaksakan diri datang ke tepi Danau Xuanwu siang ini. Di dasar hatinya yang hancur, masih ada secercah perasaan rumit yang saling bertolak belakang: separuh dirinya berharap Leluhur Klan Chu, Chu Canghai, membunuh Lin Xuan agar ia tidak perlu lagi menyesali keputusannya; namun separuh dirinya yang lain justru gemetar membayangkan sosok pemuda yang tak terkalahkan tadi malam.
BOOOOOOMMM!!
Tepat ketika lonceng menara tua Jinling berdentang dua belas kali menandai pukul dua belas siang, atap Paviliun Teratai yang terletak di pulau kecil tengah Danau Xuanwu mendadak meledak hancur!
Sesosok bayangan putih melesat terbang dari dalam paviliun setinggi dua puluh meter ke udara, lalu melayang turun dengan jubah putih panjang yang berkibar bagaikan dewa tua dari lukisan kuno!
Pria tua berusia sembilan puluh lima tahun dengan janggut putih menjuntai sampai ke dada itu mendarat tepat di atas permukaan air Danau Xuanwu yang berjarak seratus meter dari dermaga—dan yang membuat seribu pendekar di tepi danau menjerit tertahan adalah: kedua telapak kaki sang kakek tua sama sekali tidak tenggelam ke dalam air!
Lapisan Gangqi yang luar biasa padat menyelimuti telapak kakinya, membuat permukaan air di bawah kakinya cekung sedalam tiga inci namun menopang tubuhnya berdiri tegak di atas gelombang danau!
"Berjalan di atas air tanpa perahu!! Itu adalah tanda penguasaan Gangqi yang telah menyentuh ranah legendaris Setengah Langkah Martial Saint (Half-Step Wusheng)!!"
"Enam puluh tahun lalu Grandmaster Agung Chu Canghai sudah mengalahkan lima Grandmaster sekaligus! Sekarang setelah enam puluh tahun bertapa, kekuatannya sudah mendekati dewa! Bocah dari Jianghai itu pasti tidak akan berani datang!"
Di atas perahu naga utama milik Klan Chu, Patriark Klan Chu—Chu Xiong (ayah dari Chu Tianjiao)—tertawa terbahak-bahak dengan penuh kesombongan.
"Sudah pukul dua belas tepat!" teriak Chu Xiong melalui pengeras suara ke seluruh penjuru danau. "Lin Xuan! Tadi malam kau berani melukai putraku dengan serangan licik saat Leluhur kami sedang bertapa! Sekarang Leluhur Tertinggi kami, Grandmaster Agung Chu Canghai, sudah berdiri di tengah Danau Xuanwu! Apa kau sudah ketakutan sampai kencing di celana dan kabur kembali ke Gunung Kunlun?!"
Chu Canghai yang berdiri di atas air membuka kedua matanya yang memancarkan kilatan tajam. Suaranya yang tua namun bertenaga menggelegar di atas permukaan air hingga menimbulkan gelombang setinggi satu meter yang menghantam dermaga:
"Bocah marga Lin! Keluar dan serahkan lehermu di bawah telapak tanganku! Jika dalam tiga menit kau tidak muncul di atas danau ini, aku, Chu Canghai, akan memenggal kepala ketiga wanita di sekitarmu dan meratakan seluruh Kota Jianghai!"
"Orang tua yang sudah bau tanah dan tinggal menunggu masuk liang kubur, tapi mulutnya masih suka berteriak keras."
Sebuah suara tenang yang jernih tiba-tiba terdengar dari ujung Dermaga Utara Danau Xuanwu!
Kerumunan seribu pendekar di Dermaga Utara langsung terbelah dua secara otomatis, membuka jalan lebar.
Di atas karpet batu dermaga, Lin Xuan berjalan santai dengan kemeja putih bersih, menggandeng tangan lembut Su Qingxue yang mengenakan gaun putih senada. Di belakang mereka berdua, berjalan Dr. Qin Rou, Xia Wanqiu, Tetua Xia He, dan Tuan Besar Wan bersama seratus pengawal berjas hitam Konsorsium Asura!
Saat melewati sudut dermaga tempat Tang Ruoxue berdiri dalam pakaian lusuh, Su Qingxue dan Lin Xuan bahkan tidak melirik ke arah wanita itu sedetik pun—seolah Tang Ruoxue hanyalah seonggok batu di pinggir jalan. Tatapan acuh tak acuh itu membuat air mata Tang Ruoxue kembali jatuh membasahi pipinya yang perih.
Lin Xuan berhenti di tepi pagar dermaga utara, melepaskan genggaman tangannya pada Su Qingxue dengan lembut.
"Tunggu aku lima menit, Qingxue," ucap Lin Xuan sambil tersenyum tipis. "Air danau hari ini agak dingin, aku tidak akan membiarkan cipratannya mengotori gaunmu."
Tanpa mengambil ancang-ancang lompatan sedikit pun seperti Chu Canghai tadi, Lin Xuan hanya mengangkat kakinya dan melangkah maju melewati pagar dermaga, menginjakkan kakinya langsung ke atas permukaan air Danau Xuanwu!
"Hahaha! Dia pikir berjalan di atas air itu mudah tanpa ancang-ancang Qinggong (ilmu meringankan tubuh)?! Dia pasti langsung tercebur seperti batu!" cemooh Chu Xiong dari atas perahu naga.
Namun, detik ketika telapak sepatu Lin Xuan menyentuh permukaan air danau—
KRIIIIIIING — WUUUUUNG!!
Seluruh seribu pendekar dan tokoh elit di tepi Danau Xuanwu langsung membeku dengan mata terbelalak lebar hingga nyaris keluar dari rongganya!
Air danau di bawah telapak kaki Lin Xuan tidak beriak sedikit pun—melainkan langsung membeku menjadi sekuntum Bunga Teratai Es Kristal berdiameter dua meter yang berkilau indah di bawah sinar matahari siang!
Langkah pertama, sekuntum teratai es mekar! Langkah kedua, teratai es kedua mekar! Langkah ketiga, keempat, hingga kesepuluh—sepanjang seratus meter dari dermaga utara menuju tengah danau, setiap langkah santai yang diambil Lin Xuan dengan kedua tangan di saku celana menciptakan Jembatan Teratai Es Abadi di atas permukaan air Danau Xuanwu!
"Me-mengubah air danau menjadi teratai es di setiap langkah kaki?! Itu bukan lagi sekadar berjalan di atas air dengan Gangqi... itu adalah Manipulasi Qi Alam Semesta milik seorang Martial Saint Sejati (Wusheng)!!"
Tetua Xia He dari Klan Xia Hong Kong berteriak dengan suara bergetar hebat sambil memegang dadanya!
Bahkan wajah tua Chu Canghai yang berdiri tiga puluh meter di depan Lin Xuan langsung berubah drastis, dari yang semula angkuh tak terkalahkan menjadi dipenuhi keterkejutan yang luar biasa berat!