Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29: Duel Melawan Tetua Pertama Han — Setengah Langkah Inti Emas
Saat Lin Xuan melangkah keluar dari lorong Penjara Air Hitam yang runtuh sambil menggendong Tetua Mo Chen di punggungnya, seluruh celah lembah di hadapannya telah tertutup rapat oleh dinding es setinggi lima puluh tombak dari Formasi Seribu Rantai Es!
Di atas batu karang di tengah lembah, berdiri Tetua Pertama Han dengan wajah penuh angkara murka.
Aura di sekeliling tubuh Tetua Pertama Han jauh berbeda dari Liu Zhen, Tetua Wang, maupun Tetua Kelima Qian Zhong. Di atas kepalanya, Qi cairnya telah mulai menggumpal membentuk bayangan bola emas samar sebesar kepalan tangan—pertanda bahwa ia telah berada di tingkat Setengah Langkah Inti Emas (Half-Step Golden Core), di mana separuh kekuatannya sudah menyentuh ambang Ranah Inti Emas!
"Lin Xuan! Aku harus mengakui bahwa dalam seratus tahun sejarah Wilayah Timur, belum pernah ada monster sepertimu!" suara Tetua Pertama Han menggema menggetarkan dinding es di sekeliling lembah. "Dalam waktu dua minggu setelah Akar Spiritualmu dicabut, kau tidak hanya kembali dengan kultivasi Pembangunan Fondasi, tetapi juga membunuh empat tetua sekte kami dan membakar Paviliun Harta! Tapi malam ini, langkahmu berhenti di sini! Ketua Sekte Gu Tianheng sudah menyadari tipuanmu dan akan tiba di lembah ini dalam waktu tiga menit!"
Di punggung Lin Xuan, wajah Tetua Mo Chen menegang. "Xuan'er, Han Tua ini sudah berada di Setengah Langkah Inti Emas selama dua puluh tahun, dan dia memiliki pusaka warisan leluhur sekte: Lonceng Perunggu Penekan Jiwa! Jangan bertarung berlama-lama dengannya, cari celah di sisi barat formasi!"
"Ingin mencari celah? Terlambat!"
Tetua Pertama Han menepuk kantong penyimpanannya dan mengeluarkan sebuah lonceng perunggu kuno setinggi manusia yang berukir aksara penyegel roh: Lonceng Perunggu Penekan Jiwa (Soul-Suppressing Bronze Bell)—sebuah senjata yang telah mencapai tingkat Setengah Langkah Pusaka Dharma (Half-Step Dharma Treasure)!
DENG—!
Tetua Pertama Han menghantam lonceng perunggu raksasa itu satu kali dengan telapak tangannya yang diselimuti Qi Setengah Langkah Inti Emas!
Gelombang suara berbentuk cincin emas terlihat jelas oleh mata telanjang, meledak menyapu lembah dan menghantam langsung ke arah Lin Xuan! Batu-batu karang di sepanjang lintasan gelombang suara itu langsung hancur menjadi tepung halus!
Untuk melindungi Tetua Mo Chen yang berada di punggungnya agar tidak terluka oleh gelombang suara tersebut, Lin Xuan tidak bisa menghindar dengan Langkah Bayangan Senja. Ia berdiri tegak di tempatnya, mengalirkan Qi pelindung ke punggungnya, lalu mengayunkan Pedang Pemutus Takdir ke depan dengan jurus Pedang Hancur Membelah Gunung!
BOOOOOOOOM!
Tebasan pedang Lin Xuan berhasil membelah gelombang cincin suara pertama, namun kekuatan Setengah Langkah Inti Emas yang terkandung di dalam Lonceng Perunggu Penekan Jiwa itu begitu berat hingga membuat telapak tangan Lin Xuan bergetar dan kakinya tergeser mundur lima langkah di atas tanah berbatu, meninggalkan jejak parit sedalam setengah kaki!
Setetes darah merembes dari sudut bibir Lin Xuan.
"Hahaha! Rasakan itu!" Tetua Pertama Han tertawa buas melihat Lin Xuan akhirnya terdesak mundur untuk pertama kalinya. "Meskipun kau memiliki fondasi yang aneh dan Niat Pedang, kultivasimu baru berada di Pembangunan Fondasi Lapisan Kedua! Menghadapi kekuatan Setengah Langkah Inti Emas dan Lonceng Perunggu Penekan Jiwaku sambil menggendong orang cacat di punggungmu... kau tidak punya harapan untuk menang! Bunyi Lonceng Kedua: Hancurkan Jiwa dan Raga!"
Tetua Pertama Han mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, mengalirkan seluruh Qi setengah inti emasnya untuk membuat Lonceng Perunggu Penekan Jiwa itu membesar di udara hingga sebesar rumah kecil, lalu menghantamkannya turun untuk mengurung dan meremukkan tubuh Lin Xuan beserta Tetua Mo Chen di bawahnya!
Di kejauhan langit timur, cahaya keemasan yang mengerikan milik Ketua Sekte Gu Tianheng (Ranah Inti Emas) sudah mulai terlihat melesat cepat kembali menuju lembah Penjara Air Hitam! Waktu yang tersisa bagi Lin Xuan bahkan tidak sampai satu menit.