NovelToon NovelToon
Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Ibu Tiri
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Jingga pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Rangga Cendana adalah kisah cinta yang sempurna. Namun, setelah kehilangan putra kecil mereka, Jingga justru kehilangan suami yang dahulu begitu mencintainya. Ia baru menyadari bahwa selama ini dirinya hanyalah alat bagi Rangga untuk membuat Dira, istri mendiang kakak Rangga, merasa cemburu.

Pengkhianatan, penghinaan, dan kehilangan membuat Jingga hancur. Puncaknya, ia dituduh mencelakai Varel, keponakan yang begitu disayangi Rangga, hingga sebuah tamparan menyadarkannya bahwa sudah cukup baginya menjadi wanita yang terus tersakiti.

Jingga pun bangkit dan memilih mengakhiri pernikahan yang hanya menyisakan luka. Ia akan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak sesuka hati.

Ketika Jingga mulai menata hidup dan menemukan cinta baru yang tulus, penyesalan Rangga dan keluarganya datang terlambat. Jingga telah memilih jalannya sendiri, sebab tidak semua luka harus disembuhkan dengan memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Rangga berdiri di luar kamar rawat dengan pikiran kacau. Dari balik pintu, ia tahu ibunya belum ingin melihatnya dan selalu memilih menjauh. Semua terjadi setelah Jingga memperlihatkan video yang selama ini ingin ia sembunyikan.

Ia mengeluarkan ponsel dan membaca pesan Dira lagi. Beberapa panggilan tak terjawab muncul di layar. Rangga mengetik singkat bahwa ibunya sedang dirawat, lalu berhenti sebelum mengirim pesan berikutnya.

Pintu kamar rawat terbuka.

Jingga keluar setelah memastikan Bu Farah sudah nyaman, Rangga langsung menghampirinya.

“Apa yang Mama katakan kepadamu?” tanyanya.

“Tidak banyak, Tante masih lemah.”

“Dia menyalahkanku?”

“Kamu benar-benar masih memikirkan itu?”

“Aku hanya ingin tahu.”

“Kalau begitu, tanyakan sendiri saat Tante siap bicara. Aku bukan perantara di antara kalian.”

Rangga mengatupkan rahang. “Kenapa kamu tega memperlihatkan video itu?”

“Jadi aku harus membiarkan Tante terus menganggapku pembohong? Dia datang ke tempat kerjaku agar aku tak bercerai darimu, dan juga menyalahkanku atas kematian anakku?!"

“Kamu tahu Mama punya riwayat masalah jantung.”

“Tidak, aku tidak tahu.” Jingga terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Kalaupun aku tahu, aku tidak mungkin berharap Tante jatuh sakit. Aku meminta bantuan begitu kondisinya memburuk. Jangan jadikan keadaan ini alasan baru untuk menyalahkanku.”

Rangga melihat wajah Jingga yang lelah, tetapi tidak lagi menunjukkan keraguan seperti dulu. Perempuan itu tidak sedang menunggu permintaan maafnya. Ia hanya ingin menyelesaikan semuanya.

“Aku akan bicara dengan Mama,” katanya akhirnya.

“Semoga kamu mengatakan yang sebenarnya kali ini.”

Jingga berjalan menuju ruang perawat. Rangga tidak mengejarnya. Ia mulai memahami bahwa setiap kali ia mencoba menarik Jingga kembali ke dalam masalahnya, perempuan itu justru semakin jauh.

Di dalam kamar, Bu Farah menatap langit-langit. Adegan dalam video itu terus berputar di kepalanya. Ia masih sulit menerima bahwa Rangga dan Dira telah melakukan hal tersebut, terlebih setelah Tara meninggal. Selama ini ia menganggap Dira sebagai menantu yang harus dilindungi dan Rangga sebagai anak yang hanya sedang berduka. Ia tak pernah membayangkan keduanya akan mengkhianati kepercayaan keluarga.

Rangga masuk lagi setelah mengetuk pintu. “Mama, boleh aku duduk?”

Bu Farah tidak menjawab, tetapi juga tidak menyuruhnya pergi. Rangga duduk di kursi samping ranjang, menjaga jarak.

“Mama, aku bisa jelaskan.”

“Apa yang bisa kamu jelaskan?” tanya Bu Farah lirih. “Bahwa video itu palsu? Mama melihat wajah kalian. Mama melihat kamu mencium Dira.”

Rangga menunduk. “Itu kesalahan.”

“Kesalahan?” Bu Farah memalingkan wajah kepada putranya itu. “Kamu mengkhianati Jingga, perempuan yang sudah kamu sakiti berkali-kali. Dira adalah istri Tara. Apa kamu tidak memikirkan almarhum kakakmu?”

“Aku tidak merencanakannya, Ma.”

“Tapi kamu memilih melakukannya.” Suara Bu Farah bergetar. “Jangan gunakan kesedihan sebagai alasan. Kalian kehilangan Tara, tetapi itu tidak memberi kalian hak untuk melukai orang lain.”

Rangga ingin mengatakan bahwa Dira juga membalas ciumannya, bahwa perasaan yang dipendamnya sejak lama membuatnya kehilangan kendali. Namun, semua alasan itu terdengar hina di hadapan ibunya.

“Mama sudah tahu sejak kapan?” tanyanya pelan.

“Jingga bilang dia tidak tahu kapan hubungan itu dimulai. Mama juga tidak tahu.” Bu Farah menarik napas hati-hati. “Yang Mama tahu, kamu membiarkan Jingga menghadapi kesedihan seorang diri, lalu sekarang kamu meminta semua orang memaklumi perbuatanmu.”

Rangga meremas kedua tangannya. “Aku menyesal, Ma.”

“Penyesalanmu tidak akan mengembalikan apa yang sudah kamu rusak.” Bu Farah menutup mata, kelelahan setelah percakapan tersebut. “Sekarang Mama ingin istirahat. Tolong jangan paksa Mama bicara lagi.”

Rangga berdiri. Sebelum keluar, ia menoleh, berharap ibunya akan memanggilnya. Namun, Bu Farah tetap memejamkan mata.

Di lorong, ponselnya kembali bergetar. Dira menelepon, dan kali ini Rangga mengangkatnya dan menjauh dari kamar.

“Bagaimana keadaan Mama?” suara Dira terdengar cemas.

“Kondisinya stabil, tapi dia sudah melihat video itu.”

Dira terdiam beberapa detik. “Apa yang Mama katakan?”

“Mama nggak mau melihatku, Mama menyalahkan kita.”

“Kita memang salah, Rangga.”

“Kamu menyesal karena kita melakukannya, atau karena kita tertangkap basah?”

“Aku tidak tahu.” Jawab Dira.

Rangga tertawa hambar. “Kamu selalu begitu. Kamu mendekatiku, membuatku berharap, lalu ketika semuanya terbongkar, kamu bilang tidak tahu.”

“Aku tidak pernah berjanji akan menjadi pasanganmu.”

“Aku tahu.” Rangga memejamkan mata. “Aku yang terus membohongi diriku sendiri.”

Dira meminta maaf, tetapi Rangga mengakhiri panggilan sebelum ia melanjutkan. Ia tak ingin mendengar alasan lain. Ia juga belum siap mengakui bahwa Dira bukanlah perempuan yang selama ini ia bayangkan.

Sementara itu, Jingga menyelesaikan pekerjaannya dan menemui Samudera di ruang dokter untuk menyerahkan laporan pasien. Samudera memperhatikan wajahnya yang pucat.

“Kamu sudah makan?” tanyanya.

“Belum sempat.”

“Setelah ini, ambil waktu sebentar. Kamu tidak harus menanggung semuanya sendirian.”

Jingga mengangguk kecil. Ia tidak menceritakan seluruh pertengkarannya, tetapi perhatian sederhana itu membuatnya merasa lebih tenang. Ia berjanji akan makan sebelum pulang.

Sore itu, Jingga meninggalkan rumah sakit tanpa menemui Rangga lagi. Ia sudah melakukan apa yang bisa ia lakukan untuk Bu Farah. Selebihnya, keluarga itu harus menghadapi kebenaran mereka sendiri.

Malam mulai turun ketika Rangga keluar dari rumah sakit. Ia duduk di dalam mobil cukup lama, tak sanggup menyalakan mesin. Pesan Jingga tentang sidang masih tersimpan, begitu pula salinan bukti yang kini tak mungkin ia hapus dari ingatan ibunya.

Pria itu sadar, perkara perceraian bukan lagi satu-satunya hal yang harus dihadapinya. Kepercayaan keluarganya telah retak, dan tak ada ancaman yang bisa memaksa mereka kembali mempercayainya. Kini, Rangga pulang tanpa tahu siapa yang masih bersedia membelanya... bahkan dirinya sendiri.

Di kamar rawat, Bu Farah membuka mata dan memandang ponselnya yang tergeletak di meja. Ia ingin meminta Jingga kembali, tetapi sadar bahwa keinginannya tidak lagi berhak menentukan hidup perempuan itu. Ia harus menerima bahwa selama ini dirinya ikut memperpanjang penderitaan Jingga.

Saat ini, bahkan Bu Farah bertanya kepada dirinya sendiri... berapa banyak luka Jingga yang telah ia abaikan hanya demi membela putranya?

1
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
si serangga ini mmg ringan tangan yh serem deh😒
Mundri Astuti
ya ngga akan bahagia lah endingnya...kalian mulainya salah
Mundri Astuti
nah kan was" suamimu di deketin perempuan lain, mikir ngga jingga kamu gituin juga...
bahagia ngga kamu skrg ..
Mundri Astuti
mudah"an ga ada yg rusuh lagi ... akhirnya jingga menemukan bahagianya
Mundri Astuti
kirim org ke buat ngawasin keluarga mendiang istrimu sam...
Mundri Astuti
oiiiii Dira ....ga usah pake nyalahin org ..dah tau lagi berkendara suamimu ...malah ngajak ribut lagi...

denger ya Rangga dan Dira ...itu sebanding dengan apa yg dirasakan jingga saat kehilangan anaknya ...jadi ga usah so paling menderita
Agunk Setyawan
karma
Sarmini Isang
rasain rangga,dl km mensia siakan anak dan istrimu,sekarangpun Allah ambil anakmu dan bahkan tidak diberikan kesempatan memiliki anak lg selama ber istrikan dira,nikmat kan hasilnya kerena dl menyakiti anak dan istri
Mundri Astuti
nah nikmatin dah hasil mengkhianati dan menyakiti istri sah mu...walau kalian akhirnya bersatu ..kebahagian tdk serta merta mengikuti kalian
Mundri Astuti
ayo samudra ....segera selidiki...keluarga mantanmu ga beres euyyy
Heni Setiyaningsih
preet telat 😂
𝓡𝓡: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Widiyarti
ampun deh keluarga benalu ga tau diri jangan sampe jingga terjebak Thor...
Sarmini Isang
hadeeeh,banyak bngt sampah dan benalu ya di kehidupan jingga,mereka pikir sdh pintar dan nenganggap jingga dan samudera bodoh,sampah rangga dan dira saja tinggal metik karma mereka yg sedang berjalan,tunggu giliran kamu kevin laki2 pecundang yg mau numpang hidup enak,orang tuanya jg sama benalunya
Sarmini Isang
good Leo buktikan km mampu dan lebih baik dr rangga,rangga hanya modal dukungan dr papanya tp kemampuan minus,cuma mampu mengumbar nafsu dan arogan,sekarang tinggal menikmati hasilnya rangga,dl km selalu menyakiti jingga dan mengabaikan anakmu demi anak orang lain,nikmati hidup seperti di neraka dengan dira yg tidak becus ngurus anak,semoga keguguran dan rahimnya diangkat,walaupun anaknya lahir akan cacat dan dira tidak bisa punya anak lg,sedangkan jingga sedang menyambut kebahagiaan dimasa depan bersama samudra
Mundri Astuti
Dira anak have juga ternyata...tapi kelakuannya minus yak
Mundri Astuti
tanggung jawab lah kau Rangga, kamu yg memulai
Sarmini Isang
setelah skandal rangga dan dira pasangan sampah menjijikan itu diketahui oleh keluarga besar cendana,rangga bakal hancur karirnya didepak dr perusahaan dan digantikan Leo,hudup miskin dan br sadar dia sangat mencintai jingga,apa jin dasim dira masih mau sama rangga,setelah diusur keluarganya
Sarmini Isang
mampus km rangga,balan hancur hidupmu,karirmu dan masa depanmu hancurrrr
Mundri Astuti
biar rasa ...cihhh sok lemah si Dira itu...di depan jingga keluar aslinya
Mundri Astuti
diiihhhh dari awal kamu nikahin jingga aja niatnya dah jelek Rangga ...skrg kamu dah dpt apa yg kamu inginkan malah masih ngerecokkin jingga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!