NovelToon NovelToon
DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Pernikahan kami sempurna. Harta, takhta, dan sepasang anak kembar yang rupawan telah kami miliki. Sebagai sesama pemilik perusahaan, aku dan Mas Hanif adalah definisi pasangan ideal di mata dunia.

​Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Mas Hanif meminta izin untuk menikah lagi. Didukung oleh ibu mertuaku, seorang wanita polos datang dan mengaku siap berjuang dari bawah bersamanya.

​Dunia mengira aku akan mengamuk. Nyatanya, di balik anggunnya hijabku, aku justru tersenyum tenang. Aku mengiyakan, bahkan mengantarnya langsung ke pelaminan maduku.

​Mereka pikir aku pasrah? Salah besar.

​Sebelum melepasnya, sebuah perjanjian gono-gini rahasia telah kutandatangani bersama Mas Hanif. Lewat strategi bisnis yang rapi, perlahan akan kutarik semua aset dan kejayaan yang menyokongnya selama ini.

​Katanya siap berjuang dari bawah? Silakan nikmati perjuangan itu tanpa sepeser pun sisa hartaku. Selamat datang di skenario dendam manisku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

​Mobil SUV hitam besar milik Tian akhirnya memasuki gerbang kompleks perumahan mewah tempat tinggal Hanum. Setelah melewati perdebatan kusir yang menguras emosi di restoran steik tadi, keheningan kembali merayap di antara mereka sepanjang sisa perjalanan. Hanum memilih menatap ke luar jendela, memperhatikan lampu-lampu jalanan yang mulai menyala, sementara Tian fokus mengemudi dengan ekspresi sedingin es yang tidak pernah luntur dari wajah tegasnya.

​Ketika mobil berhenti dengan sempurna di depan lobi teras, Hanum langsung menyadari ada sebuah mobil sedan hitam bernomor polisi khusus yang sangat dia kenali sudah terparkir rapi di sana.

​"Pak Baskoro sudah datang?" gumam Hanum pelan, melirik jam di pergelangan tangannya. Pria paruh baya itu rupanya bergerak jauh lebih cepat dari yang dia perkirakan.

​Tian mematikan mesin mobil, melepaskan sabuk pengamannya, dan menoleh sekilas ke arah Hanum. "Turunlah. Jangan membuat orang tua itu menunggu lama," ucap Tian pendek, nadanya tetap lempeng tanpa ekspresi hangat sedikit pun.

​Hanum tidak membalas ucapan ketus itu karena sudah mulai terbiasa dengan pembawaan kaku sang kakak ipar tiri. Dia segera turun dari mobil, diikuti oleh Tian yang berjalan beberapa langkah di belakangnya dengan langkah kaki yang konstan, tegap, dan protektif. Begitu melangkah masuk ke dalam rumah yang terasa sangat sepi tanpa kehadiran Kayla dan Kenzie, Hanum mendapati Bik Sumi sedang mengantarkan secangkir kopi hitam ke ruang tamu utama.

​Di atas sofa kulit, duduk seorang pria paruh baya berambut klimis dengan setelan jas formal yang sangat rapi. Pria itu adalah Pak Baskoro, pengacara korporat bertangan besi yang sudah menjadi orang kepercayaan keluarga besar Hanum selama belasan tahun. Di atas meja kaca di depannya, beberapa map tebal berserakan, menampilkan tumpukan kertas yang sarat akan hukum.

​"Selamat sore, Non Hanum," sapa Pak Baskoro langsung bangkit berdiri dan membungkukkan tubuhnya sedikit dengan sikap hormat yang tinggi. Pandangan matanya kemudian beralih ke arah pria tinggi besar yang berjalan di belakang Hanum. "Dan... selamat sore, Tuan Tian."

​Tian hanya memberikan satu anggukan minimalis sebagai jawaban, lalu mengambil posisi duduk di sofa tunggal yang berada agak menyudut, melipat tangannya di depan dada seolah siap menjadi pengamat yang dingin. Sementara Hanum duduk di sofa utama, tepat di hadapan Pak Baskoro.

​"Maaf membuat Anda menunggu, Pak Baskoro," ucap Hanum dengan nada suara yang tenang dan profesional. "Bagaimana perkembangannya? Apakah draf gugatannya sudah selesai?"

​Pak Baskoro membenulkan letak kacamatanya, lalu membuka salah satu map merah yang terletak di atas meja. "Sudah, Non Hanum. Sesuai dengan instruksi yang Anda berikan tadi siang melalui telepon, saya sudah menyusun draf gugatan cerai secara mutlak. Alasan utama yang kita ajukan adalah perselingkuhan yang disertai dengan bukti pernikahan siri yang tidak sah secara hukum negara, serta penyelewengan dana rumah tangga yang dilakukan oleh Saudara Hanif."

​Pak Baskoro menjeda kalimatnya, lalu menyodorkan selembar kertas berisi poin-poin tuntutan kepada Hanum. "Selain itu, saya juga sudah memasukkan klausul hak asuh penuh untuk Kayla dan Kenzie jatuh ke tangan Anda, tanpa ada hak wali bagi pihak tergugat karena adanya rekam jejak moral yang cacat. Kita juga menuntut pengembalian aset bergerak berupa mobil yang selama ini digunakan oleh Saudara Hanif, karena secara hukum kendaraan tersebut dibeli atas nama perusahaan milik Anda."

​Hanum membaca lembar kertas tersebut dengan saksama. Setiap kalimat hukum yang tertera di sana terasa seperti mata pisau yang siap memotong habis seluruh sisa ikatan antara dirinya dan Hanif. Tidak ada lagi rasa sedih atau ragu di dalam hati Hanum, yang ada hanyalah keinginan kuat untuk segera menyelesaikan lingkaran setan ini.

​Namun, sebelum Hanum sempat menandatangani draf tersebut, suara bariton yang berat dan dingin tiba-tiba terdengar dari arah sofa tunggal.

​"Tambahkan klausul audit forensik finansial untuk posisi Hanif di anak perusahaan," potong Tian dengan nada suara yang sangat datar namun sarat akan penekanan yang tajam.

​Pak Baskoro menoleh ke arah Tian, menaikkan alisnya dengan ketertarikan profesional. "Audit forensik finansial, Tuan Tian?"

​Tian memperbaiki posisi duduknya, menatap Pak Baskoro dengan sepasang mata elangnya yang menusuk. "Benar. Selama dua tahun terakhir, Hanif menjabat sebagai kepala divisi operasional di salah satu anak perusahaan yang modalnya disuntik oleh Papa saya dan dikelola bersama Hanum. Saya tahu betul bagaimana tabiat buruk adik tiri saya itu. Manusia serakah seperti dia tidak akan mungkin hanya berselingkuh tanpa menyentuh uang perusahaan untuk membiayai perempuan simpanannya."

​Tian mendengus sinis, senyuman sarkas terukir tipis di sudut bibirnya yang kaku. "Lakukan audit menyeluruh dari rekening operasional yang dipegang Hanif selama emat bulan terakhir. Jika ditemukan selisih atau aliran dana tidak wajar ke rekening wanita bernama Sarah itu, kita tidak hanya akan mendepaknya dari pengadilan agama, tetapi kita juga bisa menyeretnya ke ranah hukum pidana atas pasal penggelapan dalam jabatan. Biarkan dia membusuk di penjara jika dia berani menuntut harta gono-gini."

​Mendengar analisis hukum yang begitu dingin, kejam, dan sangat taktis dari mulut Tian, Pak Baskoro seketika tertegun selama beberapa detik sebelum akhirnya sebuah senyuman kagum merekah di wajah tua sang pengacara.

​"Luar biasa..." gumam Pak Baskoro sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan mantap, langsung meraih penanya untuk mencatat poin krusial yang dilemparkan oleh Tian. "Analisis yang sangat tajam, Tuan Tian. Saya akui, saya melewatkan poin itu karena terlalu fokus pada masalah perselingkuhannya. Jika kita memasukkan unsur pidana penggelapan dana, maka Saudara Hanif dipastikan akan langsung berlutut ketakutan dan tidak akan berani mengajukan tuntutan balik atau banding di sidang nanti."

​Hanum sendiri hanya bisa menatap Tian dengan pandangan yang sulit diartikan. Di dalam hatinya, Hanum kembali dibuat takjub sekaligus merinding oleh cara kerja otak pria dingin di depannya ini. Tian benar-benar tipe pria yang jika sudah menetapkan seseorang sebagai musuh, dia tidak akan hanya mengusirnya, melainkan akan menutup seluruh jalan napas kehidupan orang tersebut hingga tidak bisa bangkit lagi.

​Tuan Dingin ini benar-benar mengerikan jika sudah mengurus masalah hukum. Untung dia berada di pihakku, kalau dia jadi musuhku, mungkin aku sudah hancur sejak lama, batin Hanum bergidik ngeri di dalam hatinya, membayangkan betapa malangnya nasib Hanif besok yang harus berhadapan dengan kombinasi maut antara Pak Baskoro dan Tian.

​"Bagaimana, Non Hanum? Apakah Anda menyetujui tambahan klausul dari Tuan Tian?" tanya Pak Baskoro, membuyarkan lamunan Hanum.

​Hanum menarik napas dalam-dalam, lalu mengangguk dengan tegas. "Iya, Pak Baskoro. Masukkan semua poin yang dikatakan Kak Tian. Saya tidak ingin menyisakan celah sedikit pun untuk Mas Hanif."

​Pak Baskoro tersenyum profesional, lalu merapikan draf dokumen tersebut. "Baik, semua poin krusial sudah kita amankan. Kalau begitu, besok pagi saya akan langsung meluncur ke lokasi."

​Tian bangkit berdiri dari sofa tunggalnya, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kainnya yang mahal, lalu menatap Pak Baskoro dengan tegas.

​"Besok pagi, saya dan Hanum sendiri yang akan mendaftarkan gugatan ini langsung ke Pengadilan Agama," ucap Tian, suaranya terdengar mutlak dan tidak menerima bantahan. "Saya akan menyetir dan membawa Hanum dengan mobil saya dari sini. Dan Anda, Pak Baskoro, sebagai kuasa hukumnya tentu saja harus ikut mendampingi kami di sana untuk mengurus seluruh proses birokrasinya agar selesai dalam waktu cepat."

​Pak Baskoro mengangguk paham tanpa keberatan sedikit pun. "Tentu saja, Tuan Tian. Itu sudah menjadi kewajiban saya. Kebetulan berkas fisik yang asli juga harus saya bawa. Jadi, besok pagi jam delapan tepat, saya akan langsung datang ke rumah ini lagi agar kita bisa berangkat bersama-sama menuju Pengadilan Agama pusat kota."

​"Bagus. Pastikan tidak ada keterlambatan," ketus Tian dingin.

​Hanum hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Tekadnya sudah bulat. Besok pagi, ditemani oleh pengacara bertangan besi dan dikawal langsung oleh Tuan Dingin yang sangat protektif, Hanum siap melangkah untuk meruntuhkan sisa-sisa keangkuhan Hanif dan merebut kembali ketenangannya yang sempat terenggut.

1
sunaryati jarum
Semoga prosesnya cepat sesuai harapan
Noey Aprilia
Reader aja ikutn jngkel tau ga....
blng aja pgn d tmani mkn gt,ga ush ngeles sna sni....gengsi aja d gdein.....🙄🙄🙄
Arin
Salah lawan nih......Hanif dimiskinkan semiskin miskinnya😁😁😁
Muft Smoker
gengsiny jgn byk2 kak tian ,, nnti org gx kebagian ,, 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
kalo mau ngajak makan bareng lngsung aj ngomong ,, gx usah gengsi gtuuu🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
meski kaku Dan dingiin ,, tp tian sosok laki2 yg tanggung jawab ,,
Noey Aprilia
Iye...iye....
Yg gengsiny stnggi gunung.....kt tau lh kl situ holang kaya,ya kali kelaparan.....🤣🤣🤣....
Ma Em
Ternyata Hanif dan Bu Rahma itu sebenarnya dulunya orang miskin namun setelah menikah lagi Bu Rahma diangkat derajat dan jadi orang kaya dan terhormat dan kelakuannya jadi sombong dan sekarang Hanif dan Bu Rahma kembali ke awal lagi , semoga Hanum berjodoh dgn Tian karena Tian sdh menyayangi anak2 Hanum .
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Noey Aprilia
Mau heran,tp gtulh knytaannya....
bkannya bruntung pnya istri cntik,mndiri,kaya raya pula...d tmbh kluarga yg mau nrima dia...
ni mlah ngelunjak...d kira dnia bkln kiamat kali kl hanum ga sm dia....
ccckkk.....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,

udh emnk si hanif ,, seharusny tnggal di tempat yg skrang ,, gx cocok dy tnggal di rumah mewaah ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Heni Setiyaningsih
sat set 😍😍
Noor hidayati
anak anak hanum itu umur 9th apa 5th,kok tingkahnya kayak masih balita,kalau 9th kan berarti sudah kelas 3 SD
Noor hidayati
kembar telat itu apa ya,apa sama dengan kembar tidak identik
Himna Mohamad
good kkk
Muft Smoker
udh kak ,, hanum ma tian aj ,, meski kaku , dingiin , bak kulkas 100 pintu ,, tp Dari sikap ny dy begitu menghargai hanum , menyayangi si kembar ,, udh pas tuh jd bpa Dan suami idaman 👍👍👍😁😁😁😁
Muft Smoker
waah ad apa niih ,, tian klo suka jgn lama2 di pendam ,, takut keburu jdii Batu ,, 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
susi ana
apakah nantinya Tian akan bersama Hanum?
aku setuju banget klo mereka bersatu, biar Hanif semakin merana....
semangat thor, ceritanya bagus banget
blcak areng: makasih kakak🙏🙏
total 1 replies
Noey Aprilia
Mngknkh sbnrnya tian udh ska hanum dr dlu,cma dia mngalah dmi yg onoh???
Dr kulkas 6 pntu,jd cair kl sm ponakannya....
Noey Aprilia: Gabut.....🤣🤣🤣
total 2 replies
cinta semu 2
Hanif u sengaja gali lubang buat kematian u sendiri🤭
cinta semu 2
hanum kecerdasan u mampu membuat Hanif gila...🤣🤣🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!