NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Rin membuka matanya. Dinding kamar terasa asing , sampai dia melihat Ara yang masih bergulung didalam selimut barulah dia sadar, dia ada di salah satu kamar kantor T&T.

Rin bangun dan mencuci mukanya. Lalu mendengar suara dari perutnya. Rin meringis dan mengikat rambutnya, dia keluar kamar.

"Pagi..." sapa Rin sambil menguap.

"Pag-" Al tidak menyelesaikan ucapannya. Matanya melotot.

"Astaga! Rin masuk ke kamar!" perintah Al tanpa memandangnya.

"Haaa?" Rin masih bingung.

Masuk kamar!" perintah Al lagi.

Ara yang baru keluar segera menarik tangan Rin dan kembali ke dalam kamar.

"Kenapa sih?" tanya Rin. Ara hanya diam dan melihat ke kaki Rin. Rin paham dan wajahnya memerah lagi! pantas saja Al membuang mukanya dan menyuruhnya masuk ke kamar lagi. Rin lupa dia hanya memakai kaus Al dan celana super pendek.

"Aku malu!" rengek Rin.

"Ya udah, dah terlanjur ini. Gue keluar bentar deh sekalian ambil baju lo. Sedih gue liatnya," ucap Ara tapi dia terkekeh.

"Malu gue mau keluar lagi!"

"Ya udah di sini aja. Gue ke rumah dulu ambil baju lo. Mandi aja dulu sambil nunggu ya," Ara memakai jaketnya dan keluar kamar. Ada Al yang sedang asik mendengarkan musik dengan earphone-nya.

"Gue pulang bentar ya, nanti kesini lagi," ucap Ara. Al mengangguk membuka earphone.

"Beliin Rin baju pake ini!" dia menyerahkan kartu debit ke Ara.

"Nggak usah! Gue pulang aja sekalian packing. Ntar gue kesini bawain baju Rin. Dia kayaknya laper, lo anter makanan gih! Tapi jangan masuk. Awas lo kalo berani masuk atau lirik-lirik lagi!" ancam Ara.

"Iya tahu!" ucap Al.

"kenapa nih? Masih pagi loh!" ucap Bima.

"Nitip Rin ya kak, gue mau packing dan ambil baju,"

"Ambil baju? Buat? Mau packing? Kalian mau pergi?" tanya Bima.

"Ambil baju Rin," Ara melirik sekilas ke arah Al. "gue mau packing, nanti mau balik lagi. Ini kebanyakan liburan nanti gue di D.O lagi," ucap Ara.

"Titip yah!" ucap Ara lagi.

"Eh mau pulang dengan siapa? Gue anter! Masa' lo pulang naik taksi online. Bentar gue ambil mobil!" ucap Bima.

"Eh nggak usah kak! Nggak apa. Ngerepotin!" Ara menolak.

"Nggak, lo dan Rin tanggung jawab kita di sini! Sebentar ya!" Bima kembali ke lantai atas dan turun bersama Jonas.

"Dia nganter lo, gue pagi ini ada rapat!" ucap Bima. Jonas mengangguk dengan mata yang masih setengah terpejam karena dipaksa bangun oleh Bima.

"Ayo!" Jonas berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Ara.

Sementara itu, Al memanaskan pizza tadi malam yang sudah dingin dan mengetuk pintu kamar Rin. Rin membuka celah sedikit.

"Ini mau? Atau aku belikan sarapan lain?" tanya Al.

"Nggak usah! Ini aja, makasih ya..." ucap Rin.

"Bisa ngobrol di sini? Gini aja," Al bersandar di dinding sebelah pintu, pintunya terbuka sedikit.

"Ada apa?" tanya Rin yang ikut duduk, didalam kamar dan bersandar di dinding.

"Soal ajakanku semalam,.."

"Oh itu, kenapa? Lo sibuk?" tanya Rin mengunyah pizza.

"Nggak sih, mau pergi jam berapa?" tanya Al.

"Sebisa lo aja, gue libur. Sebenernya panitia ke kampus juga tapi buat beresin panggung doang, bukan kerjaan cewek!"

"Hmm... semalam yang ngobrol itu ketua panitianya?" tanya Al.

"hmmm... Dia ketua panitia,"

"bisa nggak buket dari dia, disingkirin aja?" tanya Al.

"Kan udah disingkirin Al! Gue nggak ada foto dengan buket itu,"

"Iya, bolehnya foto dengan buket yang aku kasih. Cocok sama kamu. Manis," ucap Al sambil tersenyum kemainkan pulpen di tangannya.

"makasih buat semuanya Al termasuk buketnya," bisik Rin pelan.

"Buketnya aja?" tanya Al.

"Terus apa?" tanya Rin, kepalanya keluar sedikit dari pintu.

"Aku?" tanya Al.

"M... Maksudnya?" tanya Rin.

"Aku.... Sebenernya..."

"Bang Al! Kak Rin! Ngapain kalian begitu?" tanya Arza sambil tertawa.

"Berisik!"

"Kok di dalam kak? Ngomong kayak lagi di penjara aja. keluar dong!" ucap Arza.

Run menutup pintu kamar pelan. Malu kalau ketahuan dia hanya memakai celana pendek dan baju Al yang kebesaran.

"Sini!" Al menarik Arza agar menjauh dari pintu kamar Rin.

"Temenin gue sarapan!" ucap Al. Mata Arza menyipit.

"Tumben banget minta ditemenin sarapan. Kak Rin nggak sarapan?"

"Udah!"

"Kok nggak keluar?"

"Makan! berisik banget!" ucap Al. Entah kenapa yang terbayang saat itu adalah ketika tadi Rin keluar kamar dengan muka bantalnya, mengikat rambut dan.... Astaga! Al mengusap matanya berkali-kali.

"Kenapa bang?"

"Kelilipan!"

"Oooh kirain, Ara kemana? Jonas juga nggak ada"

"Jonas ngantar Ara pulang, Bima rapat bareng mas Reza," ucap Al.

Setengah jam kemudian Ara datang membawa satu ransel milik Rin.

"Temen gue nggak diapa-apain kan?" tanya Ara.

"Nggaaak!" jawab Al kesal. Bukan dia yang apa-apain Rin, justru Rin keluar yang membuatnya jadi apa-apa salah.

"Oooh baguslah!" Ara masuk, Jonas mau ikut tapi di dorong oleh Ara.

"Hehehe namanya juga usaha!" ucap Jonas menggaruk kepalanya.

Jonas bergabung dengan Al dan Arza. Tak lama Ara keluar.

"Rin mana?" tanya Al.

"Belum siap, sabar napa!" ucap Ara mencomot sepotong pizza.

"Gue masuk lagi, eh lo mau bawa Rin kemana?" tanya Ara.

"Gue ikut dia aja, yang penting bareng dia," jawab Al. Ara mengangguk dan masuk lagi ke kamar.

Rin memakai dress dusty blue rajut selutut dengan lengan puff. Rambutnya diikat setengah dan memakai sepatu flat warna coklat muda.

Ara dan Rin keluar sambil cekikikan entah cerita tentang apa. Semua mata melihat ke arah Rin.

"Kak, lo cantik terus sih!" ucap Jonas.

"Gombal lo!" Rin duduk di sebelah Arza dan mengambil satu slice pizza, pura-pura cuek padahal dia tahu Al sedang menatapnya terus tanpa kedip.

"Diliatin mulu bang! Diajak jalan dong! Udah siap itu!" ucap Jonas.

"Rin... Udah siap?" tanya Al. Jonas, Arza dan Ara ketawa barengan.

"Lo kayak penjaga wahana permainan bang!" tukas Arza.

"Siap? Siap apaan?" Ara ikut mengompori

"Ayo pergi!" Al tak peduli. Ia berdiri dan mengulurkan tangan. Rin menyambutnya dan berjalan di samping Al.

"Ra! Lo mau tinggal di sini?" tanya Rin.

Ara segera berlari dan mengikuti pasangan yang malu-malu tapi bucin di depannya.

Al membawa mobil, Rin duduk di sebelahnya sedangkan Ara duduk di belakang.

"Gue kayak obat nyamuk tau!" protes Ara saat melihat Al menatap Rin intens.

"Lu pikir kita nyamuk!" ucap Al. Rin mengusap bahu Al. Lalu mereka meluncur mengantar Ara sampai ke stasiun. Setelah memastikan kereta Ara sudah bergerak, Al dan Rin kembali.

"Kita mau kemana?" tanya Rin.

"Cari hadiah kamu!" ucap Al tersenyum penuh rahasia. Iseng Rin berjalan di sampingnya lalu menggandeng tangan Al.

"Hadiah apa? Gue dapat hadiah ni?" tanya Rin penuh semangat. Al mendadak jadi kaku karena Rin yang tiba-tiba menggandeng tangannya.

"I... Iy...iya!" jawab Al sedikit gugup. Rin kembali tertawa.

'Sial! Cuma disentuh gini aja napas gue berantakan!' Al mengumpat di dalam hati.

Note :

Mereka berdua manis banget nggak sih? ayo ada yang punya saran mereka mau kemana? Hadiah buat Rin kira-kira apa ya?

Yang punya ide, ketik di komen. Siapa tau ide kamu aku wujudin di kisah Al dan Rin.😆

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
Erin Dwi Andini
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!