NovelToon NovelToon
THE VAMPIR BRIDE

THE VAMPIR BRIDE

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Misteri / Vampir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: crowell

hayyyyy hayyyy hayyyyy semuanya jangan lupa follow aku dulu biar enak ahayyyy !!! 👋🤍


Siapa sangka, di kehidupan yang cuma sekali ini, kamu malah harus dipaksa menikah sama seseorang yang bahkan nggak kamu kenal?

Itulah yang terjadi sama Ema.

Awalnya Ema pikir pernikahan ini cuma urusan bisnis antara keluarganya dan keluarga Damian. Setelah menikah, mereka bisa menjalani kehidupan masing-masing seperti biasa.

Tapi ternyata, Ema salah besar.

Semenjak tinggal bersama Damian dan keluarganya, Ema mulai merasa ada yang aneh.

Mereka terlalu banyak menyimpan rahasia.

Dan semakin Ema mencoba mencari tahu, semakin ia sadar kalau keluarga yang sekarang menjadi keluarganya itu... sama sekali bukan keluarga biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 29

Di kantor, Damian sedang sibuk memeriksa laporan keuangan perusahaan untuk bulan ini. Beberapa berkas pengeluaran, laporan proyek, serta dokumen kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain tersusun rapi di atas meja kerjanya.

Pria itu tampak begitu serius membaca setiap lembar laporan hingga suara ketukan pintu membuatnya sedikit mengangkat kepala.

"Tuan, Nona Natalia mencari Anda," lapor Vandes yang berdiri di ambang pintu.

Damian meletakkan berkas di tangannya, lalu mendongak. Pandangannya langsung tertuju pada wanita yang baru saja memasuki ruangannya.

"Sayang!" panggil Natalia manja sambil menghampiri Damian.

Tanpa menunggu jawaban, wanita itu hendak duduk di pangkuan Damian seperti yang biasa dilakukannya dahulu. Namun, sebelum Natalia sempat melakukannya, Damian lebih dulu berdiri dan menjauh dari kursinya.

Gerakan itu membuat Natalia terdiam sesaat.

"Ada apa kau kemari?" tanya Damian datar. "Aku tidak punya banyak waktu."

Natalia mengerucutkan bibirnya, tampak tidak senang dengan sikap dingin yang ditunjukkan mantan kekasihnya itu.

"Astaga, Damian. Apa aku harus membuat janji terlebih dahulu hanya untuk bertemu denganmu?" tanyanya sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada.

Damian kembali duduk dan mengambil berkas yang tadi diletakkannya.

"Kalau tidak ada urusan penting, kau boleh keluar."

Natalia mendengkus pelan Wanita itu adalah mantan kekasih Damian. Mereka pernah menjalin hubungan selama lima tahun, hingga akhirnya Natalia memilih mengakhiri hubungan mereka demi bertunangan dengan pria lain.

Meskipun mereka sama-sama berasal dari bangsa vampir, perbedaan kasta di antara Natalia dan tunangannya saat itu sangat jauh. Pilihannya untuk meninggalkan Damian bukanlah sesuatu yang pernah benar-benar dilupakan pria itu.

Dan sekarang, setelah sekian lama, Natalia kembali muncul di hadapannya seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Natalia melangkah mendekati meja kerja Damian. Tiba-tiba, hidungnya bergerak pelan ketika mencium aroma yang begitu manis dari tubuh pria itu Ia mengendus beberapa kali, mencoba memastikan aroma yang menguar dari Damian Matanya menyipit penuh kecurigaan.

"Sayang, kau baru saja meminum darah manusia?" tanyanya sambil menatap Damian lekat-lekat.

Damian bahkan tidak mengangkat wajahnya dari berkas yang sedang dibaca.

"Minum atau tidak, itu bukan urusanmu," jawabnya dingin.

Natalia terdiam, jelas tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu.

Namun, rasa penasarannya justru semakin besar. Aroma darah manusia yang tercium dari Damian terasa berbeda dari biasanya, begitu manis dan kuat hingga membuatnya sulit mengabaikannya.

Natalia kemudian mengulurkan tangan, berusaha meraih tangan Damian.

"Damian, aku hanya bertanya. Kau tidak perlu bersikap sedingin ini kepadaku," ucapnya dengan nada merajuk.

Namun, saat jemarinya menyentuh tangan Damian, pandangannya mendadak tertuju pada sebuah simbol yang terukir di telapak tangan pria itu.

Natalia membeku.

Ia mengenali simbol tersebut.

Simbol pernikahan.

Perlahan, ia membalik tangan Damian untuk melihatnya lebih jelas. Bekas pengambilan darah masih tampak di telapak tangan itu, tetapi perhatian Natalia sepenuhnya tertuju pada simbol yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

"Apa... ini?" gumamnya nyaris tak percaya.

Damian segera menarik tangannya dari genggaman Natalia.

"Apa yang kau lihat?" tanyanya sambil menatap Natalia dengan tatapan tajam.

Natalia mengangkat wajahnya. Senyum yang sejak tadi menghiasi bibirnya telah menghilang.

"Damian, jangan bilang..." Ia berhenti sejenak, menatap simbol di telapak tangan mantan kekasihnya itu sekali lagi. "Kau sudah menikah dan istri mu seorang manusia?"

"Iya, istriku manusia. Kau tidak perlu mencemaskanku. Lebih baik kau cemaskan tunanganmu itu," jawab Damian dingin tanpa sedikit pun menunjukkan ketertarikan.

Wajah Natalia seketika berubah. Ia tidak menyangka Damian akan berbicara setajam itu kepadanya.

"Sayang, aku sudah membatalkan pertunangan kami demi kau!" serunya dengan mata berkaca-kaca. "Tapi apa yang kau lakukan? Kau malah menikah dengan manusia !"

Damian mengangkat wajahnya, menatap Natalia tanpa ekspresi.

"Siapa yang menyuruhmu membatalkan pertunangan itu? Apa aku pernah memintamu melakukannya?"

Natalia terdiam.

"Damian, aku melakukan semua itu karena aku masih mencintaimu!" balasnya dengan suara bergetar. "Kau milikku, Damian!"

Damian terkekeh sinis, lalu berdiri dari kursinya.

"Milikmu?" ulangnya sambil menatap Natalia tajam. "Itu dulu. Sekarang tidak lagi."Ia berjalan mendekati Natalia, kemudian menunjuk ke arah pintu ruangannya "Sekarang, keluarlah sebelum aku sendiri yang menyeretmu keluar dari sini!"

Natalia mengepalkan tangannya. Harga dirinya terasa diinjak-injak oleh pria yang dahulu pernah menjadi kekasihnya selama lima tahun itu Namun, sebelum ia sempat membalas perkataan Damian, pria itu sudah lebih dahulu meraih lengannya.

"Sudah kubilang, keluar!" tegas Damian sambil menarik Natalia menuju pintu.

"Damian! Lepaskan aku!" protes Natalia, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria itu.

Namun, Damian sama sekali tidak menghiraukannya.

Ketika pintu ruang kerja terbuka, keduanya justru mendapati beberapa wartawan berdiri di lorong kantor. Rupanya, para wartawan tersebut sedang menunggu kesempatan untuk mewawancarai Damian mengenai proyek kerja sama perusahaan yang baru saja diumumkan.

Kilatan kamera langsung menyambar begitu mereka melihat Damian keluar bersama seorang wanita cantik.

"TUAN DAMIAN!"

"Siapa wanita yang bersama Anda?"

"Apakah dia kekasih baru Anda?"

Berbagai pertanyaan langsung dilontarkan secara bersamaan. Beberapa wartawan bahkan buru-buru mengambil foto Damian yang sedang menggenggam lengan Natalia.

Damian mengernyit tajam.

"Sialan," gumamnya pelan.

Ia hendak melepaskan tangan Natalia dan meminta para wartawan meninggalkan tempat itu. Namun, sebelum Damian sempat berbicara, Natalia tiba-tiba mengubah ekspresinya.

Wanita itu segera merapatkan tubuhnya ke sisi Damian, lalu menggenggam lengan pria tersebut dengan kedua tangannya.

Senyum manis terukir di wajahnya.

"Astaga, kalian semua datang tepat waktu!" seru Natalia dengan nada ceria.

Damian langsung menoleh tajam kepadanya.

"Apa yang kau lakukan?" bisiknya mengancam.

Natalia mengabaikannya. Ia justru menatap para wartawan dengan senyum semakin lebar.

"Sebenarnya, aku punya kabar bahagia untuk kalian semua."

Para wartawan langsung mendekat, mengarahkan mikrofon dan kamera mereka kepada Natalia.

"Benarkah, Nona? Kabar apa itu?"

Natalia melirik Damian sekilas, lalu kembali tersenyum ke arah kamera.

"Aku dan Damian sudah kembali bersama!"

Seketika, lorong kantor menjadi riuh.

"Apa?!"

"Jadi, kalian memang pernah menjalin hubungan?"

"Apakah ini berarti kalian akan bertunangan kembali?"

Kilatan kamera semakin sering menyala. Beberapa wartawan bahkan langsung sibuk merekam pernyataan Natalia untuk diberitakan.

Sementara itu, wajah Damian berubah dingin.

"Natalia!" panggilnya dengan suara rendah yang terdengar penuh ancaman.

Namun, Natalia justru semakin mengeratkan pegangannya pada lengan Damian.

"Tenanglah, Sayang," bisiknya manis, seolah-olah mereka benar-benar pasangan yang sedang dimabuk cinta.

Kemudian, ia kembali menghadap kamera.

"Kami memang sempat berpisah karena kesalahpahaman. Namun, ternyata cinta kami terlalu kuat untuk berakhir begitu saja."

Damian menatap Natalia seolah ingin membekukannya dengan tatapan.

Wanita gila ini! Kapan aku mengatakan bahwa kami kembali bersama?!

Sayangnya, para wartawan sudah telanjur mendapatkan berita yang mereka inginkan.

"tuan Damian, apakah Anda bisa mengonfirmasi pernyataan Nona Natalia?" tanya salah seorang wartawan.

Damian baru saja membuka mulut ketika Natalia kembali menyela.

"Tentu saja!" jawabnya cepat. "Damian hanya sedikit malu untuk mengatakannya di depan banyak orang."

Natalia bahkan menyandarkan kepalanya sebentar ke lengan Damian, memasang ekspresi seolah-olah ia adalah wanita paling bahagia di dunia Damian berusaha menyingkirkan tangan Natalia dari lengannya.

"Tuan Damian, apakah benar Anda dan Nona Natalia kembali menjalin hubungan?" tanya salah seorang wartawan sambil menyodorkan mikrofon.

"Sudah berapa lama kalian kembali bersama?"

"Apakah hubungan kalian akan berlanjut ke jenjang pernikahan?"

Berbagai pertanyaan dilontarkan secara bergantian. Kilatan kamera terus menyambar, membuat Natalia semakin percaya diri berdiri di samping Damian.

Selama ini, kehidupan pribadi Damian memang sangat tertutup. Ia tidak pernah membawa pasangan ke acara publik, apalagi memamerkan hubungan asmaranya di hadapan media. Bahkan, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa pria dingin itu pernah menjalin hubungan dengan Natalia selama lima tahun.

Pernikahan Damian pun tidak pernah diumumkan kepada publik. Ia sama sekali tidak memperlihatkan Emma kepada dunia luar.

Karena itulah, para wartawan tidak mengetahui bahwa Damian telah memiliki seorang istri.

"Damian dan aku memang memiliki hubungan yang sangat istimewa," jawab Natalia sambil tersenyum manis ke arah kamera. "Kami sempat berpisah, tetapi sekarang kami memutuskan untuk kembali bersama."

Damian langsung menoleh tajam.

"Kapan aku mengatakan kita kembali bersama?" tanyanya dingin.

Natalia sedikit terkejut, tetapi ia segera memasang wajah sedih.

"Damian, kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau ingin menyembunyikan hubungan kita dari mereka?"

Para wartawan langsung semakin bersemangat.

"Jadi, Anda memang sudah kembali bersama, Nona Natalia?"

"Apakah kalian sengaja merahasiakan hubungan ini?"

Damian mengembuskan napas kasar. Ia sudah muak mendengar kebohongan Natalia Sebelum pria itu sempat menjawab, Vandes datang bersama beberapa anak buah Damian.

"Tuan," sapanya singkat.

"Usir mereka keluar," perintah Damian dingin. "Aku tidak memberikan izin untuk wawancara."

"Baik, Tuan."

Vandes segera memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mengawal para wartawan keluar dari gedung.

"Tunggu sebentar! Kami belum mendapatkan konfirmasi dari Tuan Damian!" protes salah seorang wartawan.

"Silakan meninggalkan gedung ini. Tuan Damian tidak bersedia memberikan wawancara," jawab Vandes tegas.

Setelah beberapa saat, para wartawan akhirnya pergi. Namun, mereka sudah mendapatkan cukup banyak foto Damian dan Natalia untuk dijadikan bahan berita.

Begitu lorong kantor sepi, Damian langsung melepaskan tangannya dari Natalia.

"Kau benar-benar sudah kehilangan akal?" tanyanya dengan tatapan tajam.

Natalia mengangkat dagunya, berusaha terlihat tenang.

"Aku hanya mengatakan bahwa kita kembali bersama. Memangnya kenapa? Bukankah kita pernah saling mencintai selama lima tahun?"

"Itu masa lalu."

"Tapi aku masih mencintaimu, Damian!"

"Itu masalahmu, bukan masalahku."

Damian kemudian menoleh kepada Vandes.

"Usir Natalia dari sini."

Wajah Natalia langsung berubah.

"Damian!"

"Kau tidak tuli, bukan? Keluar."

Natalia mengepalkan tangannya. Ia tidak menyangka pria yang dahulu pernah mencintainya kini bahkan tidak sudi memberinya kesempatan untuk berbicara Namun, sebelum mengikuti Vandes, Natalia menatap Damian dengan senyum tipis.

"Kau boleh mengusirku sekarang. Tapi sebentar lagi, seluruh dunia akan membicarakan hubungan kita."

Damian sama sekali tidak menggubrisnya.

"Vandes."

"Ya, Tuan?"

"Bawa dia keluar."

Vandes segera mempersilakan Natalia pergi. Kali ini, wanita itu tidak punya pilihan selain meninggalkan kantor dengan amarah yang tertahan Setelah semuanya selesai, Damian kembali masuk ke ruang kerjanya Ia duduk di kursi, lalu melonggarkan dasinya dengan wajah kesal.

"Perempuan menyebalkan," gumamnya.

"Tuan, ada satu hal yang perlu Anda ketahui," ujar Vandes yang masih berdiri di hadapannya.

"Apa lagi?"

"Para wartawan tadi sempat mengambil banyak foto Anda bersama Nona Natalia. Kemungkinan besar, berita tentang kalian akan segera tersebar."

Damian menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Biarkan saja. Aku tidak peduli."

"Bagaimana jika berita itu sampai kepada Nyonya Emma?"

Damian terdiam.

Untuk pertama kalinya, ia terlihat memikirkan perkataan Vandes dengan serius Bukan karena takut reputasinya rusak. Ia hanya tidak ingin Emma salah paham Damian mengusap wajahnya, lalu mengambil ponsel di atas meja.

"Kalau berita itu sampai kepadanya, aku sendiri yang akan menjelaskan."

Namun, jauh di dalam hatinya, Damian tahu bahwa menjelaskan sesuatu kepada Emma tidak akan semudah yang ia bayangkan Terlebih lagi, ia masih belum memahami sepenuhnya perasaan wanita cerewet yang kini tinggal bersamanya itu.

1
@Bella45
lanjut thor sayang jangan lupa istirahat 😍
chelsea~♡
suka dan naksir banget sama carita nya jelas banget 😘🤗
Fiar
puas banget baca nya up nya bir atu bab tapi banyak suka

eh thor update gih utusan istrahat nanti di akhirat 😍🤭
miooo😻
cerita KK ngak pernah mengecewakan yah Mangat KK makasih udah mau buat cerita lagi 🥰🥰💪
KEISHA 72_
suka banget sama karya nya kakak semangat KK ❤️❤️💪🤭
Alethea
wahhh cerita nya Karen 💪❤️
Marsya 🌼
ngakak bet hahahaha 🤣
Chloe
Diamian lupa kah sama perjanjiannya sama ayah nya ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!