NovelToon NovelToon
CEO Arogan Jatuh Cinta

CEO Arogan Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Dave merupakan CEO di perusahaan properti. ia dikenal sabagai bos yang arogan. Setiap penjualan yang tidak mencapai target, ia tidak ragu untuk memecatnya. Sudah banyak karyawan yang menjadi korbannya.

Disisi lain, ada seorang wanita pekerja keras, lembut dan baik hati. Namanya Emma. Ia seorang kurir pengantar pizza.

Emma tinggal bersama dua adiknya yang masih sekolah di SD. Ibunya sudah lama meninggal. Tepatnya saat melahirkan adiknya yang terakhir. Ayahnya adalah seorang penjudi yang selalu kalah. Hutangnya sangat banyak.

Emma memilih tinggal di sebuah apartemen dengan harga sewa yang terjangkau. Ia akan bekerja kerasa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ia tak peduli pada ayahnya.

Perusahaan properti, perkembangannya selalu menurun. Ayahnya Dave, langsung ambil alih pimpinan. Ia menegur keras kearoganan Dave.

Sebagai pembelajaran hidup, ayahnya membuat Dave bekerja ditempat pamannya dan disitulah ia mendapat pelajaran hidup dari Emma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 20

Keesokan harinya, setelah selesai sarapan dan siap berangkat, Emma serta adiknya keluar dari unit Lima. Namun, perempuan itu terkejut saat menyadari Dave sudah berdiri tegak didepan pintu. Pria itu sudah tampak rapi dengan seragam dan topi kurir.

"Dave, sejak kapan kamu ada disini ?" tanya Emma bingung.

Langkah kaki-kaki kecil Luna dan Ryan terdengar dari dalam mendekat ke pintu. "Kenapa, Kak ?" tanya Luna.

"Belum lama aku berdiri disini," jawab Dave.

"Tapi kenapa kamu tiba-tiba ada di depan pintu ?"

"Aku sedang menunggumu,"

"Kakak, ayo berangkat sekolah. Nanti keburu terlambat," sahut Luna.

"Iya, iya." Emma pun melangkah keluar. Lalu disusul kedua adiknya. "Ayo, kita berangkat," ucapnya setelah mengunci pintu. Mereka berempat berjalan bersama turun dari lantai dua.

"Siapa nama kedua adikmu ?" bisik Dave saat sampai dilobi.

"Luna dan Ryan. Memangnya kenapa ?"

"Hemmm...tidak apa-apa."

Akhirnya mereka sampai di halte bus. Luna dan Ryan duduk di kursi. Sementara kakaknya dan Dave harus rela berdiri karena kursi sudah cukup penuh.

Setiap pagi dihari kerja, halte bus pasti ramai. Mulai dari anak kecil hingga sampai orang lanjut usia.

"Emma, setiap pagi halte memang ramai seperti ini ?" tanya Dave. Ini pertama kalinya naik angkutan umum dipagi hari.

"Iya. Memang kamu baru pertama kali lihat halte ramai seperti ini ?"

"Iya. Ini pertama kalinya aku naik bus sepagi ini. Aku tidak menyangka kalau sangat ramai."

"Kamu pasti akan terkejut, setelah busnya sudah sampai."

"Memangnya kenapa ?"

"Ya tunggu aja nanti."

Bus sekolah berhenti di halte. Anak-anak yang sudah menunggu, bergegas masuk. Begitu juga dengan Luna dan Ryan, mereka beranjak dari kursi dan berjalan bersama masuk kedalam bus.

"Belajar yang rajin ya ?" ucap Emma.

"iya, kak." jawab Luna dan Ryan hampir bersamaan.

Melihat momen Emma dan kedua adiknya, Dave tersenyum, ikut merasakan suasana kehangatan itu.

Tidak lama kemudian, bus melaju meninggalkan halte bus. Dari dalam, tampak Luna dan Ryan melambaikan tangan. Emma pun membalasnya.

"Hei, Emma. Kamu pasti bahagia ya. Memiliki adik seperti Luna dan Ryan ?"

"Iya. Walaupun terkadang mereka susah diatur, tapi tanpa kehadiran mereka rasanya hidupku tidak bahagia," jawab Emma diakhiri senyuman tipis.

Tidak berselang beberapa lama, bus yang ditunggu telah tiba. Inilah momen yang paling ditunggu Emma. Ia sudah tidak sabar melihat ekspresi Dave, setelah merasakan keriuhan penumpang masuk kedalam bus.

"Siapkan dirimu Dave ?" ucap Emma. Ia seperti mengambil ancang-ancang.

Dave tampak bingung. "Siap untuk apa ?" ucapnya.

Pria itu semakin bingung pada keadaan, saat tiba-tiba semua orang yang menunggu bus maju berkerumun dan saling mepet.

Bus berhenti, pintunya otomatis terbuka. Semua yang ada dihalte langsung saling berhimpitan untuk masuk kedalam. Sementara Dave, ia belum siap dengan keadaan ini. Ia beberapa kali tersenggol hingga kesulitan berjalan.

Ternyata ini maksud, Emma, batin Dave.

Pria itu masih berjuang untuk masuk kedalam bus ditengah keriuhan orang. Dengan kegigihan yang tak pernah surut, akhirnya ia mampu masuk. Dave berdiri didekat pintu dengan napas yang terengah engah. Keringatnya juga mulai membasahi wajah.

"Gimana Dave perasaanmu ?" Entah darimana tiba-tiba Emma sudah disamping Dave. Padahal di dalam bus sangat sesak dan kesulitan untuk bergerak.

"Kamu pasti senangkan melihatku seperti ini," ucap Dave. "Kenapa kamu tidak bilang kalau bakalan sekacau ini ?"

"Aku tadi sudah bilang kalau kamu pasti akan terkejut setelah bus datang. Inilah kejutannya."

Saat bus mulai berjalan, sontak semua orang terdorong ke belakang. Begitu juga dengan Dave dan Emma.

"Sepertinya aku bakal menyesal berangkat sepagi ini," ucap Dave.

...----------------...

Bus akhirnya sampai dihalte dekat toko pizza. Setelah pintu terbuka, Emma dan Dave segera melangkah keluar. Seketika rasa sesak berubah menjadi napas penuh kelegaan.

Dave duduk sejenak di halte. "Beri aku waktu sebentar, Emma. Aku ingin mengatur napasku."

Tiba-tiba tak ada angin yang berhembus Emma tertawa, membuat Dave heran.

"Kenapa kamu tertawa ?" tanya Dave.

"Aku puas lihat kamu berhimpitan didalam bus. Aku mau kasihan tapi ekspresi wajahmu lucu," jelas Emma.

Dave merasa kesal pada Emma. "Terus saja ketawa. Bisa-bisanya kamu tertawa diatas kesusahan orang lain."

"Maaf, maaf." Perlahan Emma menghentikan tawanya. "Kalau kamu sudah selesai mengatur napas, ayo langsung ke toko," ajaknya.

Dengan perasaan yang masih kesal, Dave berjalan dengan Emma menuju toko.

...----------------...

Di hari ketiga ini, Dave dan Emma melakukan pengantaran dengan penuh keakraban. Tidak lagi ada drama seperti dihari pertama.

Mulai hari ini juga, sepenuhnya Dave yang mengendarai skuter. Sementara Emma duduk di jok belakang dengan sesekali memberi arahan pada pria itu.

Dave mampu melakukan pengantaran dengan ramah. Sesuai janjinya tadi malam, ia juga fokus ke pekerjaan sehingga tidak banyak waktu yang terbuang percuma.

Melihat perkembangan pria itu, Emma sangat senang. Ternyata kesabarannya membuahkan hasil positif. Ia sekarang tak melihat sosok pria angkuh, melainkan sosok pria yang ramah, lembut dan penuh kehangatan.

Pengantaran pizza hari ini berlangsung efektif, sehingga bisa pulang tidak terlalu sore.

1
Endah Lestary
ceritanya simpel ga ribet mikir dan ga kepanjangan pula.semoga semakin sukses 🥰
Putry Chan
jadi dia bos nya harus nungguin tanggapan orang ini dulu
@Semua orang
ya udh aku tinggal jejak di sini yah, semoga si author menepati yg di katakannya. semangat thor 💜💜💜
@Semua orang
ini pilihannya yg mana motor atau skuter
@Semua orang
hallow em.
@Semua orang
ala ebew
@Semua orang
PD banget om
@Semua orang
kayaknya ni org macam kayak aki mono itu ih.
@Semua orang
ho'oh
@Semua orang
hah cepet banget pak james, aneh. oh iya saran dari aku itu setelah tanda kutip hurufnya harus kapital udh itu aja.
@Semua orang
sekeras apapun cari duit org juga butuh rileksasi om
@Semua orang
dor
@Semua orang
di gw mah gerah bukan dingin, blm hujan lagi.
@Semua orang
hallow pak, salken pak.
Rumah Pena
lanjuuut
Rumah Pena
ceritanya seru dan menarik. lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!