NovelToon NovelToon
PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:79
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

DENDAM BERSELIMUT TAWA

Bagaimana jika pemuda paling santai di desa ternyata adalah pewaris takhta yang seharusnya sudah mati?

Namanya Raka. Hidupnya sederhana, hobinya bercanda, dan ia paling tidak suka berurusan dengan masalah orang lain. Baginya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memikirkan hal-hal yang merepotkan.

Namun, kematian seseorang yang telah membesarkannya mengubah segalanya.

Perjalanan untuk mengungkap kebenaran justru menyeret Raka ke dalam rahasia kelam kerajaan Sangkara—sebuah kerajaan yang kini dipimpin oleh raja yang dicintai rakyatnya, tetapi menyimpan dosa berdarah di balik mahkotanya.

Raka tidak tahu bahwa masa lalu yang selama ini tersembunyi perlahan sedang mengejarnya.

Terlebih lagi, di balik senyumnya yang jahil, tersimpan kekuatan misterius dalam kedua matanya: merah seperti kegelapan yang menuntut balas, dan biru seperti cahaya yang melindungi.

Bersama Kirana, sahabat masa kecilnya yang memiliki sihir bayangan langka, Raka harus menghadapi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13-RUMAH KENANGAN

Beberapa hari berlalu, perlahan rumah rumah di desa mulai di bangun.

Desa yang sebelumnya hancur porak poranda, kini mulai perlahan pulih, rintihan dan tangisan kesakitan sudah jarang terdengar.

Para warga bersama kelompok Juan saling membantu membangun perumahan perumahan yang ada.

Mereka tak peduli itu rumah yang akan mereka tempati atau bukan, mereka tetap saling menopang membangun rumah.

Sedangkan Raka dan Kirana terus di sibukkan berlatih di pinggir hutan.

"apa tak masalah membiarkan mereka berlatih sekeras ini" tanya Juan yang mendatangi Tito.

Mereka duduk di kursi yang tak jauh dari tempat latihan.

"mau bagaimana lagi, jika tak menempa dengan keras mulai sekarang. Bisa bisa mereka akan kesulitan di kemudian hari"

mendengar ini, Juan langsung menatap ke arah Tito..

"apa kalian sudah tau tentang latar belakang mereka..?"

tito menghela napas berat.

"bisa di bilang begitu, beberapa saat yang lalu Mbah Sarwo tak sengaja menguak ini dari arsip kerajaan"

"apa karena ini juga, desa ini di serang."

"bisa di bilang begitu, walau tak sepenuhnya karena itu."

tito menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, tatapannya menuju ke arah langit langit.

"Juan, aku tak tau kau dari mana. Apakah apa yang kau lakukan ini tulus atau tidak pun aku tak tau, tapi jika kau melakukan ini hanya untuk mencelakai salah satu dari mereka berdua. Percaya atau tidak kami tak akan tinggal diam, sekuat apapun orang di belakangmu mereka tetap akan merugi cukup besar jika kami benar benar bertindak."

Juan mengangguk...

Ia pun tak bisa meremehkan desa ini, apa lagi setelah melihat pertarungan Mbah Sarwo dia bisa mengerti desa ini sangat sulit di tebak.

sosok tua yang tampak lemah pun, bahkan bisa menghadapi ribuan pasukan elit, dari penglihatannya pun dia tau sebenarnya jika Mbah Sarwo mau. Dia bisa menghabisi seluruh pasukan kerajaan itu.

"tenanglah, apa yang ku lakukan ini tulus kepada pangeran"

tak lama setelah perbincangan itu, Raka dan Kirana mendatangi mereka.

"bang Tito, tumben sekali datang ke sini." tanya Raka.

"enggak, aku cuma mau lihat perkembangan kalian. Aku bahkan tak menyangka perkembangan kalian bisa sebesar ini"

"tidak, bang. Ini masih belum cukup, kekuatan kami masih terlalu lemah untuk menghadapi kerajaan."

tito hanya mengangguk.

"jika perbandingannya adalah kerajaan tentu masih jauh. tapi kalian kan kemarin mengatakan akan berangkat hari ini, jadi kalian mau pergi ke mana dulu.?"

"kami sudah berdiskusi bang, kami ingin ke lembah hantu. Di sana ada batu aneh yang katanya memancarkan energi kuat, jadi kami ingin mencobanya."

"ya sudah, kalau ini kemauan kalian. Aku tak dapat menghentikan kalian lagi. Tapi ingat pesanku, jika sudah merasa tak sanggup maka kalian harus kembali ke sini, ingat ini juga rumah kalian"

tak terasa sore hari telah tiba, Raka sengaja berangkat tanpa memberi tahu warga yang lain.

Mereka tak mau menambah kesedihan di tengah huru hara ini, mereka pergi hanya mengandalkan peta yang sudah di berikan oleh Tito.

mereka memacu kereta kuda dengan cepat, walau haru bergantian mengendarainya.

Tapi tak ada raut kelelahan di wajah mereka.

"ada apa..." tanya Raka yang menyadari Rana yang hanya diam menatap kalung di leher.

Rana menggeleng.

"hanya teringat masa lalu"

Raka sedikit menoleh menatap ke arah Kirana.

"mengingat orang tuamu..?"

Kirana mengangguk.

"dulu, hutan ini adalah hutan tempat mereka di serang. Dan seperti yang kau tau. Kalung ini adalah pemberian terakhir mereka."

Raka mengangguk sambil masih fokus mengendarai kereta kuda.

"apa ingin mengunjungi rumah lamamu dulu...?"

"apa tak masalah...?"

"tentu tak masalah, kita juga tidak di kejar waktu"

kereta kuda berhenti, kini pusat kemudian di kendalikan oleh Kirana.

Raka pun bergeser memberi ruang untuk Kirana mengendalikan kemudi.

kereta terus berjalan ke tepi hutan, baru berhenti setelah sampai ke sebuah rumah kecil terbengkalai.

Rumput rumput liar menjalar sudah hampir memenuhi rumah itu.

"apa kau dulu tinggal di sini...?".

Kirana ikut turun.

"tentu... dulu rumah ini sangat rapi dan indah, walau kecil tapi sangat bersih. Aku dan ibuku selalu membersihkannya bersaman." ucap Kirana sambil memimpin jalan.

Setelah sampai di depan pintu, Raka mengeluarkan belatinya.

Ia memotong rerumputan merambat yang menghalangi pintu.

Raka menyingkirkan daun daun itu sambil menoleh ke arah Kirana.

"apa kau tak sedih...?"

"tentu ada rasa sedih, tapi tak ada gunanya terus merayap. Di sana pasti ibuku ingin melihat putrinya ini tetap tersenyum." ungkap Kirana sambil tersenyum.

Raka ikut tersenyum..

"melihatmu, aku sedikit iri. Kau bisa sekuat ini menghadapi kenyataan" ungkapnya sambil memasukkan kembali belati.

"buat apa iri, bukankah kau juga sama. Kau memiliki masa lalu yang tak kalah menyedihkan, tapi setiap hari kau masih bisa tersenyum. Bahkan aku kagum dengan ketegaranmu, kau bisa berpikir jernih saat masalah sedang menimpa"

"kau salah, bahkan sampai sekarang aku masih berusaha mengiklaskan semuanya. Namun sayangnya itu sangat sulit. Tentang ketegaran, itu terjadi bukan karena aku kuat. Tapi karena tekanan otakku yang terus memaksa agar tak kehilangan kendali"

Kirana mengangguk.

Setelah pintu terbuka, hawa sejuk mulai melewati keduanya.

Apa lagi tempat ini tampak masih terawat di bagian dalam, tak ada satu daun pun yang berhasil masuk.

Bahkan wangi bunga bunga masih tercium di penjuru rumah.

"wangi sekali..."

Kirana mengangguk.

"wangi bunga." jawabnya sambil mendatangi beberapa pot bunga.

terlihat bunga bunga di sana tumbuh indah, tak terlalu besar dan tak kecil.

"kenapa bisa... Bukankah bunga bunga ini sudah lama"

Kirana menggeleng.

"aku tak tau pasti, bahkan aku masih penasaran hingga sekarang. padahal bunga bunga ini ada sebelum aku lahir, dan besarnya tetap hanya sebesar ini. Seakan waktu tumbuh dan mati mereka berhenti, dulu aku bahkan sempat bertanya rahasianya kepada ibuku, tapi aku tetap tak dapat"

mereka terus berjalan, menulusuri isi rumah yang masih tampak bersih. Bahkan debu pun tak ada seakan terus di rawat setiap hari.

hampir setiap 1 meter, pasti ada pot bunga.

"sepertinya keluarga kalian sangat menyukai bunga."tanya Raka.

Mereka sedikit membungkuk saat sampai ke depan foto kedua orang tua Kirana.

"begitulah, ibuku sangat menyukai tanaman. Terutama bunga, dia menjaganya seakan para bunga ini juga anaknya"

Raka mengangguk, mereka akhirnya duduk dan beristirahat sejenak dari perjalanan panjang.

bagaimanapun, mereka sudah menempuh perjalanan satu malam ful tanpa beristirahat.

"tidurlah, aku akan membersihkan sekitar rumah dulu" ungkap Kirana.

"apa kau tak ikut istirahat."

Kirana menggeleng..

"aku akan istirahat setelah bersih bersih sebentar" ungkap Kirana.

Raka tak membantah, lagi pula matanya sudah tak kuat bertahan terlalu lama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!