NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:338
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

obsesi

Hari-hari berikutnya ...

Kehidupan pernikahan mereka berubah menjadi rutinitas yang sangat intens dan menguras stamina. Mita benar-benar memegang teguh komitmennya untuk segera memiliki keturunan. Seolah-olah dikejar oleh waktu dan usia, Mita tak pernah membuang waktu sedikit pun. Tak peduli siang atau malam, setiap kali ada kesempatan dan suaminya berada di dekatnya, dia selalu meminta jatah dengan suaminya tanpa malu-malu.

Bayu... sebagai pria normal berusia 24 tahun yang memiliki fisik atletis, awalnya merasa sanggup. Namun lama-kelamaan, agresivitas istrinya yang tidak kenal waktu ini sering kali membuatnya hanya bisa geleng-geleng kepala dan menghela napas pasrah di atas ranjang.

Bahkan ... di rumah mewah itu, seiring berjalannya waktu, Mita kembali punya kebiasaan baru yang jauh lebih berani dan ekstrem.

Yah, dia sering tidak memakai busana sehelai kain pun ketika berjalan-jalan di dalam rumah. Mulai dari menuruni tangga untuk mengambil minum, menonton televisi di ruang tengah, hingga saat bersantai di ruang keluarga, Mita dengan sangat percaya diri membiarkan tubuh polosnya terekspos begitu saja di bawah cahaya lampu mansion mereka.

Tentu saja, kebiasaan baru ini tidak berjalan mulus begitu saja. Hal itu selalu memicu terjadinya sedikit perdebatan kecil dengan Bayu hampir setiap hari.

"Bos... maksudku, Sayang," tegur Bayu suatu siang ketika melihat Mita berjalan santai ke arah dapur tanpa selembar benang pun di tubuhnya.

"Pakai bajumu. Bagaimana kalau tiba-tiba ada orang luar yang masuk?"

Bayu yang selalu berpikir logis merasa khawatir semisal ada tamu yang datang secara mendadak, atau ada urusan mendesak dari rekan bisnis Mita yang mengharuskan mereka bertemu ke rumah.

Harga diri Bayu sebagai suami jelas tidak akan rela jika keindahan tubuh istrinya dilihat oleh mata orang lain.

Namun, Mita hanya berbalik, menopang pinggul rampingnya yang polos sambil mengerucutkan bibirnya manja. Dia memastikan bahwa di sini tidak ada tamu yang akan datang tanpa janji temu resmi.

"Rumah ini sistem keamanannya ketat Sayang. Tidak akan ada rekan bisnis yang berani datang ke sini tanpa izin dariku," kata Mita santai.

"Di sini tak ada tamu... kecuali kurir paket yang mengantar belanjaan kita. Dan mereka pun hanya sampai di pagar depan gerbang."

"Tetap saja, setidaknya pakailah kimonomu,"

desak Bayu, memijat pelipisnya yang mendadak pening melihat siluet padat istrinya yang sengaja melangkah mendekat untuk memeluk lehernya.

"Enggak mau. Pakai baju itu ribet, bikin gerah. Lagipula, di rumah ini kan cuma ada aku dan kamu, suamiku," bisik Mita manja, langsung mendaratkan kecupan hangat di leher bidang Bayu.

Mengarahkan argumen manja dan merasakan sentuhan fisik yang intim dari istrinya, Bayu kembali menemui jalan buntu untuk memprotes. Sentuhan kulit polos Mita yang hangat seketika meruntuhkan kembali logika rasionalnya. Sambil menggendong tubuh istrinya yang tanpa busana itu menuju sofa terdekat, Bayu hanya bisa pasrah membiarkan rumah mewah mereka kembali berubah menjadi medan pertempuran berikutnya di siang hari yang terik itu.

Suasana pagi di kantor pusat PT Golden selalu diawali dengan kesibukan yang tinggi. Sebagai salah satu perusahaan investasi dan distribusi raksasa, hilir mudik karyawan yang membawa berkas sudah menjadi pemandangan biasa sejak pukul delapan pagi. Di lantai teratas gedung, tepatnya di dalam ruang kerja utama yang luas dan berornamen mewah, Mita sudah duduk di balik meja kerja marmernya.

Di meja Mita sudah ada setumpuk dokumen Curriculum Vitae (CV) tebal yang dibawa oleh pihak HRD sejak pagi tadi. Kedatangan berkas-berkas tersebut guna meminta persetujuan akhir langsung oleh Mita selaku pemegang keputusan tertinggi. Perusahaan sedang membutuhkan penyegaran setelah beberapa posisi strategis ditinggalkan.

Mita pun melihat dan memeriksa lembar demi lembar lembar portofolio tersebut dengan saksama. Matanya yang jeli menyaring puluhan nama, hingga akhirnya dia menemukan ada beberapa kandidat yang dirasa sangat cocok buat mengisi kekosongan dari bekas karyawan senior yang baru saja pensiun bulan lalu.

Setelah menandatangani berkas persetujuan dengan pena mahalnya, akhirnya terpilihlah empat orang terbaik: Rico, Budi, Intan, dan Mega. Mereka berempat resmi menyandang status sebagai karyawan baru di PT Golden.

Di hari pertama masuk kerja, setelah menyelesaikan proses administrasi dan orientasi singkat di lantai bawah, mereka sudah ditempatkan di bagian kubikel kerja masing-masing. Rico merapikan kemeja kerjanya, menata alat tulis di atas meja barunya dengan perasaan bangga yang membuncah. Diterima di perusahaan sebesar PT Golden adalah pencapaian besar bagi kariernya setelah lulus kuliah.

"Perhatian...!"

Sebuah seruan dengan suara yang sedikit lantang dari arah lorong utama seketika memecah keheningan ruang kubikel. Seorang perwakilan dari manajemen senior melangkah masuk, memimpin jalan bagi sosok wanita yang berjalan di belakangnya.

"Perkenalkan semuanya, ini Ibu Mita. Direktur utama sekaligus pemilik tunggal dari perusahaan PT Golden ini,"

lanjut wanita tersebut memperkenalkan sang atasan kepada seluruh karyawan baru.

Mita berdiri tegap dengan pakaian kerja modisnya yang elegan namun tetap memancarkan aura tegas dan karismatik seorang pemimpin. Karyawan lain yang berada di ruangan itu langsung bertepuk tangan dengan riuh, memberikan penghormatan tertinggi kepada sang bos besar yang selama ini hanya mereka lihat di majalah bisnis.

Namun... di sudut kubikel sebelah kanan, Rico punya pandangan lain bagi wanita cantik yang satu ini.

Rico menghentikan tepukan tangannya perlahan. Pandangan matanya terkunci pada raut wajah Mita.

Di balik rasa kagumnya terhadap kecantikan dan kekuasaan sang Direktur, ada sebuah getaran aneh di benak Rico. Dia merasa struktur wajah, gaya berjalan, hingga aura wanita di depannya terasa sangat familier. Pikirannya mendadak ditarik paksa ke memori beberapa bulan lalu, saat gosip-gosip hangat tentang kehidupan malam kalangan elit beredar luas. Rico terus menatap Mita dengan dahi berkerut, mencoba mengingat di mana dia pernah melihat siluet wanita berkuasa ini sebelumnya, tanpa sedikit pun menyadari bahwa wanita tercantik di gedung ini adalah orang yang setiap malam berbagi ranjang dengan Bayu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!