NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Mobil Toyota Alphard putih milik Bayu membelah jalanan kota Jakarta dengan sangat mulus.

Suasana di dalam mobil itu dipenuhi dengan suara tawa dan celoteh riang dari keenam anak perempuan.

"Om Bayu, kita mau beli mainan di mana hari ini?" tanya Cika sambil mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Kita akan pergi ke Kidz Paradise, itu adalah toko mainan paling besar dan paling lengkap di kota ini."

Mata Kania dan Bella langsung berbinar-binar mendengar nama toko tersebut.

"Wah aku sering melihat iklan toko itu di televisi Om, katanya ada istana boneka sungguhan di dalamnya."

"Tentu saja ada, kalian bebas memilih apa saja yang kalian mau di sana nanti."

Sinta yang duduk di sebelah Bayu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.

"Om jangan terlalu memanjakan mereka, nanti mereka bisa jadi anak yang rakus loh."

"Biarkan saja Sinta, Om hanya ingin melihat kalian semua tersenyum bahagia hari ini."

Bayu membelokkan kemudinya memasuki area parkir sebuah mall mewah di pusat kota.

Mall ini berbeda dengan mall tempat mereka makan kemarin karena mall ini khusus menjual barang-barang bermerek.

Ciiit.

Suara gesekan ban terdengar pelan saat Bayu menghentikan mobilnya di tempat parkir VIP.

"Ayo semuanya turun, jangan lupa pegang tangan saudara kalian agar tidak terpisah."

Keenam keponakan Bayu segera melompat turun dari mobil dengan wajah sangat antusias.

Rara langsung menggandeng tangan Bayu erat-erat sambil melompat-lompat kecil.

Mereka berjalan memasuki mall dan langsung disambut oleh udara AC yang sangat sejuk.

Toko Kidz Paradise terletak di lantai dasar sehingga mereka tidak perlu repot naik eskalator.

Dari kejauhan, plang nama toko yang berwarna-warni sudah terlihat sangat mencolok.

Wush.

Pintu kaca otomatis toko itu terbuka menyambut kedatangan Bayu dan rombongannya.

"Selamat datang di Kidz Paradise, silakan melihat-lihat koleksi mainan kami," sapa seorang pegawai wanita dengan ramah.

Keenam gadis kecil itu langsung terdiam terpaku menatap isi toko yang sangat luas tersebut.

Ribuan mainan tersusun rapi di rak-rak yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit.

Ada area khusus boneka, area mobil-mobilan, area alat tulis impor, hingga area mainan bongkar pasang raksasa.

"Om Bayu, tempat ini seperti surga mainan yang ada di dalam mimpi Rara," gumam Rara dengan mulut terbuka.

"Kalau begitu wujudkan mimpimu sekarang Rara, ambil kereta belanja yang paling besar di sana."

Bayu mengambil tiga buah troli dorong berukuran besar dan membagikannya kepada keponakannya.

"Satu troli untuk dua orang, silakan isi troli kalian sampai penuh berapapun harganya."

Mendengar instruksi dari pamannya, mereka semua langsung berpencar seperti lebah yang melihat taman bunga.

Sinta hanya berdiri di samping Bayu sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Om tidak mau memilih mainan juga untuk Om sendiri?" tanya Sinta dengan nada sedikit menyindir.

"Om sudah terlalu tua untuk bermain robot-robotan Sinta, melihat kalian senang saja sudah cukup bagi Om."

"Lagipula uang Om terlalu banyak jika hanya dipakai untuk membeli mainan anak-anak."

Sinta mendengus pelan mendengar tingkat kesombongan pamannya yang semakin menjadi-jadi.

"Terserah Om saja, tapi awas kalau uang Om ternyata tidak cukup untuk membayar semuanya nanti."

Bayu tertawa pelan lalu berjalan mengikuti Rara yang sedang kesusahan menarik sebuah boneka beruang.

Boneka beruang cokelat itu berukuran dua kali lipat lebih besar dari tubuh mungil Rara.

Bruk.

Boneka raksasa itu akhirnya jatuh menimpa tubuh Rara hingga gadis kecil itu tertimbun di bawahnya.

"Aduh Om tolong Rara, beruangnya berat sekali," rengek Rara dari balik tumpukan bulu halus itu.

Bayu segera mengangkat boneka beruang itu dan memasukkannya ke dalam troli dengan susah payah.

"Kamu ini masih kecil Rara, kenapa memilih boneka sebesar begini?"

"Biar bisa Rara peluk waktu tidur Om, jadi Rara tidak takut gelap lagi."

Hati Bayu terasa hangat mendengar alasan polos dari keponakan bungsunya itu.

"Baiklah, boneka beruang raksasa ini resmi menjadi milik Rara sekarang."

Di lorong yang lain, Cika dan Luna sedang berebut sebuah rumah rumahan Barbie tingkat tiga.

"Ini milik Cika, Luna cari rumah yang lain saja di sebelah sana!"

"Tidak mau, Luna mau rumah yang warna merah muda ini karena ada kolam renangnya!"

Bayu segera menghampiri mereka berdua sebelum terjadi pertengkaran yang lebih besar.

"Sudah jangan bertengkar, Om akan membelikan dua buah rumah Barbie yang sama persis untuk kalian berdua."

Mata Cika dan Luna langsung berbinar bahagia lalu mereka berpelukan sambil melompat kegirangan.

Bayu memanggil salah satu pegawai toko untuk mengambilkan stok baru dari gudang.

Sementara itu Kania terlihat sedang berdiri di depan rak alat gambar dengan wajah serius.

Dia memegang sebuah kotak kayu besar yang berisi ratusan pensil warna dan cat air dari merek ternama.

"Apakah ini terlalu mahal Om? Harganya sampai lima juta rupiah hanya untuk pensil warna," tanya Kania ragu-ragu.

Bayu mengambil kotak kayu itu dari tangan Kania dan langsung meletakkannya ke dalam troli.

"Om kan sudah bilang, jangan lihat harganya tapi lihat apakah kamu menyukainya atau tidak."

"Kamu berhak mendapatkan alat gambar terbaik agar bisa menjadi pelukis hebat nanti."

Kania tersenyum sangat manis hingga matanya menyipit membentuk bulan sabit.

"Terima kasih banyak Om Bayu, aku janji akan menggambar wajah Om yang paling tampan nanti."

Setelah berkeliling selama hampir dua jam, ketiga troli belanja mereka akhirnya terisi penuh hingga menggunung.

Bahkan beberapa kotak mainan besar harus dibawa langsung oleh pegawai toko menuju meja kasir.

Bella memilih set lengkap mainan bongkar pasang lego edisi istana putri yang sangat rumit.

Sedangkan Sinta yang awalnya menolak akhirnya tergoda mengambil sebuah konsol game keluaran terbaru.

"Wah ternyata Sinta juga suka bermain game ya," goda Bayu saat melihat kotak konsol itu di troli Sinta.

"A-aku hanya membelinya untuk berjaga-jaga jika aku bosan di apartemen Om," kilah Sinta dengan wajah sedikit memerah.

Bayu terkekeh pelan melihat sifat gengsi keponakan tertuanya itu yang belum juga hilang.

Mereka semua akhirnya berjalan menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran.

Seorang kasir wanita berseragam biru menatap tumpukan mainan itu dengan mata terbelalak.

"Selamat siang Tuan, apakah Anda yakin ingin membeli semua mainan ini sekaligus?"

"Tentu saja Mbak, tolong hitung semuanya dengan cepat karena keponakan saya sudah mulai lapar."

Kasir itu mengangguk kaku dan mulai memindai kode batang dari ratusan kotak mainan tersebut.

Bunyi mesin kasir terdengar tiada henti selama hampir lima belas menit lamanya.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!