Norman Turner mengira Grace Wills, wanita yang mudah dibodohi, sayangnya ia tidak memahami istrinya dengan baik.
Grace Wills malah memilih langkah yang paling berbeda saat mengetahui suaminya mendua.
Apa yang dilakukan Grace Wills? Penasaran, kepoin yuk ceritanya ...
Untuk tahu info update, follow IG: @nana_vinli
Diusahakan update setiap hari, 1 sampai 3 bab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Nama
Grace yang sejak tadi berdiri di dekat Norman langsung merasa jantungnya berdebar ketika mendengar pria itu menyebut kata hacker.
Seorang hacker?
Tatapan Grace perlahan beralih kepada pria yang berdiri di hadapannya.
Kevin Cloud.
Grace tidak pernah menyangka Norman akan membawa seorang hacker ke pesta ini. Apalagi setelah semua ancaman dan teror yang selama ini diterimanya.
Grace mulai merasa gugup. Namun, sebelum sempat mengatakan apa pun, Kevin justru melangkah mendekat. Pria itu mengambil tangan Grace dengan tenang, lalu mengecup punggung tangannya.
Grace sedikit terkejut.
"Perkenalkan, nama saya Kevin Cloud," ucap Kevin dengan suara tenang.
"Ternyata kalau dilihat langsung, Anda sangat mempesona, Nyonya Turner," lanjut Kevin.
Grace terdiam sesaat sebelum akhirnya tersenyum tipis. "Terima kasih."
Norman yang berdiri di samping Grace memperhatikan interaksi keduanya. Senyum di wajahnya masih terlihat, tetapi sorot matanya sedikit berubah.
Bagaimanapun juga, dia tidak ingin menunjukkan rasa tidak nyaman di depan para tamu.
Norman kemudian menoleh kepada Kevin.
"Ayo, Kevin. Kita ke ruangan lain."
Kevin mengangguk samar.
Norman lalu menoleh kepada Grace. Tangannya menyentuh lengan istrinya dengan lembut.
"Sayang, aku pamit sebentar, ya. Ada sedikit urusan yang harus kuselesaikan."
Norman bahkan merapikan sedikit rambut Grace yang jatuh di dekat wajahnya. "Kau tetap di sini, ya. Jangan pergi ke mana-mana."
Grace hanya mengangguk. "Iya."
Norman kemudian berjalan meninggalkan Grace dan menuju ruangan lain.
Namun, Kevin tidak langsung mengikutinya. Dia justru melangkah mendekati Grace sekali lagi. Tanpa banyak bicara, untuk kedua kalinya Kevin mengambil tangan Grace dan mengecup punggung tangannya dengan lembut.
Grace sedikit terkejut. Sorot matanya menunjukkan sedikit kerisihan dengan sikap Kevin yang kembali menyentuh tangannya.
Kevin melepaskan tangan Grace perlahan, tetapi tatapannya masih tertuju pada wanita itu.
"Sampai jumpa lagi, Nyonya Turner," ucapnya dengan senyum tipis.
Tatapan Kevin terlihat penuh makna, membuat Grace semakin merasa tidak nyaman.
Kevin kemudian berbalik dan menyusul Norman.
Grace memperhatikan kepergian mereka dengan perasaan yang tidak tenang.
Apa dia benar-benar ingin berusaha menemukanku?
Grace menggigit ujung jarinya sebentar. Pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan.
Jika Kevin benar-benar seorang hacker andal, bukan tidak mungkin dia bisa menemukan sesuatu yang selama ini berusaha Grace sembunyikan.
Grace mengembuskan napas panjang, lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tanpa sadar, matanya melirik ke arah Mia.
Wanita itu masih terlihat tenang. Dia hanya menikmati minumannya seolah tidak memperhatikan percakapan Grace, Norman, dan Kevin sebelumnya.
Grace menatap Mia beberapa detik. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa.
Sementara itu, Norman dan Kevin sudah tiba di sebuah ruangan khusus yang berada di bagian dalam hotel.
Ruangan itu cukup luas dan tenang. Sebuah meja kerja besar berada di tengah ruangan, lengkap dengan beberapa kursi. Di sisi lainnya terdapat sofa panjang.
Norman berjalan menuju meja tersebut, kemudian duduk. Kevin mengambil tempat di hadapannya.
Norman menatap Kevin dengan penuh harap.
"Bisakah kau menemukan orang yang selama ini menerorku sekarang?"
Kevin menatap Norman dengan tenang.
"Aku perlu laptop," kata Kevin.
Norman sedikit bingung. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah mencari laptop di dalam ruangan tersebut.
Melihat kebingungan Norman, Kevin berkata dengan tenang, "Tenanglah. Aku akan menelepon seseorang untuk mengambilkannya."
Kevin kemudian menghubungi salah satu orang kepercayaannya dan meminta orang tersebut mengambil laptopnya yang berada di mobil.
Tidak lama kemudian, seorang pria muda masuk ke ruangan sambil membawa sebuah laptop.
"Ini, Tuan."
Kevin menerima laptop tersebut, lalu meletakkannya di atas meja.
"Terima kasih," ucap Kevin kepada pria muda tersebut.
Pria itu mengangguk dan langsung meninggalkan ruangan.
Kevin membuka laptop, kemudian duduk kembali di hadapan Norman.
Kevin mulai bekerja. Beberapa layar muncul di hadapannya.
Jari-jemarinya bergerak lincah di atas papan ketik. Cepat dan teratur. Tidak ada sedikit pun keraguan dalam setiap gerakannya.
Kevin berpindah dari satu layar ke layar lainnya, membuka beberapa sistem dan menelusuri data dengan ketelitian yang membuat Norman hanya bisa memperhatikannya.
Sesekali Kevin berhenti beberapa detik, memeriksa informasi yang muncul di layar, lalu kembali mengetik dengan gerakan yang semakin cepat. Wajahnya tetap tenang dan nyaris tanpa ekspresi.
Tidak ada percakapan panjang.
Hanya suara ketukan jari Kevin di atas papan ketik yang memenuhi ruangan.
Norman mulai menyadari bahwa Kevin benar-benar bukan hacker biasa.
Beberapa menit berlalu.
Kevin masih terus bekerja. Norman yang sejak tadi memperhatikannya mulai tidak sabar.
"Bagaimana?" tanya Norman, tampak tak sabaran.
Kevin tidak mengalihkan pandangannya dari layar sejak tadi. "Tidak akan lama."
Setelah mengatakan itu, Kevin kembali mengetik.
Norman mengembuskan napas pelan dan memilih menunggu.
Lima menit kemudian, Norman kembali bersuara. "Siapa?"
Kevin tidak menjawab.
Norman mulai terlihat kesal. "Aku sudah tidak sabar. Siapa yang menerorku?"
Jari Kevin tiba-tiba berhenti dan tatapannya terpaku pada layar.
Sebuah nama muncul di sana.
Grace Wills.
Pupil mata Kevin sedikit melebar.
Untuk beberapa detik, Kevin hanya terdiam menatap nama tersebut.
"Siapa?" tanya Norman sekali lagi.
Bersambung ~
Akan bahagia klo video perselingkuhan Edmund juga juga viral 🤣
Mona yang haus status Turner hingga tak sadar bahwa Mona membuka jalan untuk keruntuhan Turner sekeluarga 🤣