NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:154.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Taktik Nayara

Arka mendongak, menatap profil samping wajah Naya. Desir aneh yang belakangan sering mengacaukan detak jantungnya kembali merayap naik. Wanita ini tidak pernah menggunakan istilah hukum yang rumit, tapi logikanya selalu berhasil membalikkan keadaan dengan cara yang paling membumi.

"Lalu bagaimana dengan pembuktian di koridor pengadilan?" tanya Arka, suaranya merendah, baritonnya terdengar lebih dalam. "Kamu tahu sendiri bagaimana Clarissa akan menyewa puluhan fotografer untuk menangkap ekspresi kita."

Naya menundukkan wajahnya, menatap langsung ke dalam manik mata elang Arka. Jarak wajah mereka hanya berkisar tiga puluh senti. Stanley yang berada di ruangan itu seolah mendadak menjadi buram karena fokus kedua orang ini mengunci satu sama lain.

"Maka kita berikan mereka apa yang mereka takuti, Mas," bisik Naya, seutas senyum tipis yang hangat terbit di wajahnya. "Mulai besok sore, ada acara amal tahunan yayasan Dewangga, bukan? Clarissa dan Saskia pasti datang untuk memamerkan taring mereka. Di sana, di depan wartawan ... Anda harus belajar memegang tangan saya bukan sebagai bos yang sedang melindungi karyawannya. Tapi sebagai seorang suami yang takut kehilangan istrinya."

Jari-jemari Naya bergerak perlahan di atas meja, menyentuh ujung kelingking Arka secara sengaja. Sentuhan kecil yang halus itu terasa seperti sengatan listrik hangat yang langsung membuat bulu kuduk Arka meremang.

Arka menelan ludah, tenggorokannya mendadak terasa kering. "Kamu yakin tidak akan keberatan, Naya? Di depan publik, semua mata akan menilaimu."

Naya menarik kembali tangannya dengan keanggunan mutlak, memutus kontak fisik sebelum Arka sempat membalas genggamannya. "Saya sudah memindahkan pakaian saya ke lemari Anda, Mas Arka. Kamar kita sudah tidak punya pintu pembatas lagi. Jika saya bisa berbagi ruang tidur dengan Anda setiap malam, maka membagi sedikit kemesraan di depan kamera Clarissa adalah hal yang sangat mudah."

Stanley berdeham keras, mencoba mencairkan ketegangan manis yang tiba-tiba memenuhi ruang rapat tersebut. "Ehem ... baik. Kalau begitu, strategi dasar kita sudah siap. Jujur secara finansial, agresif secara emosional. Saya akan siapkan draf jawaban untuk sidang tertutup hari Selasa depan."

***

Sore harinya, setelah Stanley pulang, Naya mendapati Kenzie sedang duduk termenung di undakan tangga bawah. Bocah itu memeluk sebuah boneka dinosaurus hijau lusuh kesayangannya, matanya menatap nanar ke arah pintu utama rumah yang tertutup rapat.

Naya melangkah pelan, lalu duduk di undakan tangga yang sama, tepat di sebelah anak sambungnya. Ia tidak langsung bertanya. Naya hanya ikut menatap pintu besar itu, membiarkan kesunyian sore menyelimuti mereka berdua selama beberapa saat.

"Mama ...." Kenzie membuka suara, suaranya kecil dan serak. "Kenapa Papa sama Pak itu tadi bicaranya serius sekali? Apa ... Tante seram yang kemarin mau datang lagi ya, Ma?"

Naya menoleh, hatinya berdesir perih melihat ketakutan yang begitu nyata di mata polos anak berusia empat tahun ini. Ia mengulurkan tangannya, menarik Kenzie ke dalam pangkuannya yang hangat. Aroma minyak telon dan bedak bayi dari tubuh Kenzie selalu membuat naluri keibuannya bangkit sepenuhnya.

"Tante seram itu tidak akan bisa masuk ke sini lagi, Kenzie," bisik Naya lembut, mengusap air mata samar di sudut mata putranya. "Kenzie ingat tidak cerita tentang benteng pelangi yang kita gambar kemarin?"

Kenzie mengangguk pelan di dalam dekapan Naya. "Ingat, Mama."

"Nah, sekarang Papa dan Mama sedang membuat benteng pelangi itu jadi lebih besar dan kuat di luar rumah. Supaya tidak ada satu pun orang asing yang bisa mengganggu Kenzie lagi," Naya mengecup puncak kepala Kenzie dengan penuh perasaan. "Jadi, Jagoan Mama tidak perlu takut. Kenzie hanya perlu menjadi anak pintar, makan yang banyak, dan selalu sayang sama Papa dan Mama. Bisa?"

"Bisa, Mama! Kenzie sayang sekali sama Mama Naya," Kenzie memeluk leher Naya dengan erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu yang selalu berbau lavender hangat.

Dari arah pintu masuk koridor dapur, Arka berdiri terpaku menyaksikan interaksi itu. Langkah kakinya yang kaku seolah terkunci di lantai marmer. Melihat bagaimana Naya menenangkan ketakutan anaknya dengan kalimat sederhana namun sarat akan nyawa kasih sayang yang hidup, Arka tahu ... pernikahan kontrak ini telah merubah seluruh takdir hidupnya.

Arka berjalan mendekat, lalu ikut duduk di undakan tangga sebelah Naya. Pria sedingin es itu mengulurkan lengannya yang kokoh, melingkarinya di bahu Naya dan memeluk tubuh istri serta anaknya sekaligus dalam satu dekapan yang hangat.

"Kita akan menangkan ini, Naya. Apapun taruhannya," bisik Arka, suaranya bergetar dengan emosi murni yang hidup dan bisa dirasakan langsung oleh batin Naya malam itu.

Naya tidak menolak pelukan itu. Di bawah temaram lampu tangga yang mulai menyala, ia membiarkan tubuhnya bersandar pada dada bidang Arka, menyadari bahwa langkah mereka ke depan tidak akan pernah bisa kembali ke lembar kertas kontrak yang lama. Mereka telah resmi menjadi satu kekuatan utuh yang siap menghancurkan badai apa pun dari pintu depan.

Bersambung...

1
Fa Yun
tuh keluar aslinya wanita rubah gak tau maluu,Uda lihat arka sifat wanita yg kamu tolong 😕
Fa Yun
terlambat sudah penyesalanmu Arka, paling kasian sama Kenzie kalo Naya pergi 😕
Yayang Coedil
minta d ulek tuh wanita jadijadian🤭
Mulaini
Arka sifat asli Gisella sudah kelihatan dan kamu mau membelanya dan memilih dia atau memilih mempertahankan Naya yang sudah berkali² membela mu.
Mulaini
Arka kamu sudah tahu tapi tetap kamu lakukan jadi ya memang kamunya gak bisa mempertahankan Naya.
Lia Rahmawati
greget banget sama ceritanya,hayo lah Thor bikin si Naya pergi jauh sejauh mungkin sama ibunya,biar si arka menyesal 😡
Wiek Soen
arka buka matamu klo yg kamu tolong itu ulaaaarrrr😡😡😡
Wiek Soen
Giselle perempuan sampah berhati tamak serakah, menjijikan sekali
Rarik Srihastuty
dasar wanita ular, gimana arka orang yg katanya cuma minta perlindungan nekat secara terang2an mau jd pelakor rumah tanggamu. apa tindakan tegasmu arka? para pembaca sedang menunggu
Wiek Soen
makanya arka jangan bodoh ,nolong boleh tp lihat dulu yg di tolong,yg di tolong gigit kok ko GK rasa ,dasar dongoook,kok esmosi aq...sama arka
Ummee
dasar Gisella... kita lihat apa Arka terbuai tipu daya Gisella
Bagong
demi Alloh segala,,,,,,tahu g kambing bertelur aja lebih masuk akal
Zalmah Adiwi
perempuan 'GILA'..sampe segitux dia pny otak..🤦‍♀️🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
mmng wajar klo naya terluka..
Eni Istiarsi
ayolah Arkaaa... mikiiiir!.. pake logikamu, jangan cuma kedepankan perasaan bersalah dan kasihan pada Giselle yang nyatanya cuma memanfaatkan mu
Kar Genjreng
ihhh wanita menjijikan dan laki laki bodohhhhh padahall sudah di nasehatin orang tua nya dan di kasih tau siapa gisel ahh tapi memang CEO ceroboh nanti kalau sudah di kuasai barulah menyesal sampai ujung dunia,,,lihat harusnya dari kelicikan nya jadi apa bedanya siska satu sama kan bedanya siska bisa memberikan Kenzie walaupun saat ini sedang di perebutkan,,,, kalau Ak jadi Arka berusaha mati Matian buat mempertahankan Nayara Kenapa sudah terlihat wanita itu tidak ambisius tidak tamak tidak jahat terhadap putranya dan bisa membela dan m memberikan ide agar tidak kehilangan proyek trilyunan tidak membuang uang untuk shopping,,,tapi terserah biar tersesat kembali apabila tidak bisa mengusir Gisele,,salam waras gemes mommy sama arka jadi laki laki ko lihat mana wibawanya sebagai pemimpin kalah sama wanita abal abal,,👍🤭🤭
Rahmawati
jijik bgt sm gisel😡
Mamah Nisa
tuuh arka....buka matamu...buka otak dan pikiranmu....sdh tau blm liciknya mantanmu itu...pantesan bu ambar ga suka sm mantanmu itu...karena ibumu sdh tau yg sebenarnya siapa gisela ...wanita rubah....
arkaaaa....masih blm ke buka juga pikiranmu...
sorry mom....esmosi jd nya ...belain mantan sampe segitunya...guwwedek sy mom....
lanjut mom...makin seru....
Kar Genjreng
perasaan dan hati Naya sudah kadung terluka terlalu dalam,,,luka pisau mungkin bisa di obati tetapi luka dalam siapa yang
tau seberapa dalam dan sakitnya Naya,,,,Ku pikir akan bahagia ketika main layangan di luar dan ketawa bersama itu
ternyata kesempatan Arka yang di berikan Naya tetapi di sia siakan ,,, ketika kesekolahan bersama bergandengan tangan,,,kini tinggal kenangan tak mungkin terulang kembali,,,arka lupa jalan pulang atau memang ceroboh ahirnya lewat jalur yang salah,,,karena harusnya jalan kerumah Naya dan Kenzie,,,ini ketempat gisele Yo uwis piye maneh,,,biar pelajaran buat arka yang mengabaikan perasaan Naya seolah tidak penting,,,dan sekarang barulah menyesali sudah tertutup rapat hati Naya,,, ahirnya Kenzie lah yang jadi korban nya lagi,trim mommy sudah update,,,besok kalau mommy sibuk balap karung update nya malam ga apa apa 🤩🤭hua hua
Deasy Suryandari
ini kalau matanya Arka masih belom melek tentang Gisela wah wah wah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!