NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:404.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Taktik Nayara

Arka mendongak, menatap profil samping wajah Naya. Desir aneh yang belakangan sering mengacaukan detak jantungnya kembali merayap naik. Wanita ini tidak pernah menggunakan istilah hukum yang rumit, tapi logikanya selalu berhasil membalikkan keadaan dengan cara yang paling membumi.

"Lalu bagaimana dengan pembuktian di koridor pengadilan?" tanya Arka, suaranya merendah, baritonnya terdengar lebih dalam. "Kamu tahu sendiri bagaimana Clarissa akan menyewa puluhan fotografer untuk menangkap ekspresi kita."

Naya menundukkan wajahnya, menatap langsung ke dalam manik mata elang Arka. Jarak wajah mereka hanya berkisar tiga puluh senti. Stanley yang berada di ruangan itu seolah mendadak menjadi buram karena fokus kedua orang ini mengunci satu sama lain.

"Maka kita berikan mereka apa yang mereka takuti, Mas," bisik Naya, seutas senyum tipis yang hangat terbit di wajahnya. "Mulai besok sore, ada acara amal tahunan yayasan Dewangga, bukan? Clarissa dan Saskia pasti datang untuk memamerkan taring mereka. Di sana, di depan wartawan ... Anda harus belajar memegang tangan saya bukan sebagai bos yang sedang melindungi karyawannya. Tapi sebagai seorang suami yang takut kehilangan istrinya."

Jari-jemari Naya bergerak perlahan di atas meja, menyentuh ujung kelingking Arka secara sengaja. Sentuhan kecil yang halus itu terasa seperti sengatan listrik hangat yang langsung membuat bulu kuduk Arka meremang.

Arka menelan ludah, tenggorokannya mendadak terasa kering. "Kamu yakin tidak akan keberatan, Naya? Di depan publik, semua mata akan menilaimu."

Naya menarik kembali tangannya dengan keanggunan mutlak, memutus kontak fisik sebelum Arka sempat membalas genggamannya. "Saya sudah memindahkan pakaian saya ke lemari Anda, Mas Arka. Kamar kita sudah tidak punya pintu pembatas lagi. Jika saya bisa berbagi ruang tidur dengan Anda setiap malam, maka membagi sedikit kemesraan di depan kamera Clarissa adalah hal yang sangat mudah."

Stanley berdeham keras, mencoba mencairkan ketegangan manis yang tiba-tiba memenuhi ruang rapat tersebut. "Ehem ... baik. Kalau begitu, strategi dasar kita sudah siap. Jujur secara finansial, agresif secara emosional. Saya akan siapkan draf jawaban untuk sidang tertutup hari Selasa depan."

***

Sore harinya, setelah Stanley pulang, Naya mendapati Kenzie sedang duduk termenung di undakan tangga bawah. Bocah itu memeluk sebuah boneka dinosaurus hijau lusuh kesayangannya, matanya menatap nanar ke arah pintu utama rumah yang tertutup rapat.

Naya melangkah pelan, lalu duduk di undakan tangga yang sama, tepat di sebelah anak sambungnya. Ia tidak langsung bertanya. Naya hanya ikut menatap pintu besar itu, membiarkan kesunyian sore menyelimuti mereka berdua selama beberapa saat.

"Mama ...." Kenzie membuka suara, suaranya kecil dan serak. "Kenapa Papa sama Pak itu tadi bicaranya serius sekali? Apa ... Tante seram yang kemarin mau datang lagi ya, Ma?"

Naya menoleh, hatinya berdesir perih melihat ketakutan yang begitu nyata di mata polos anak berusia empat tahun ini. Ia mengulurkan tangannya, menarik Kenzie ke dalam pangkuannya yang hangat. Aroma minyak telon dan bedak bayi dari tubuh Kenzie selalu membuat naluri keibuannya bangkit sepenuhnya.

"Tante seram itu tidak akan bisa masuk ke sini lagi, Kenzie," bisik Naya lembut, mengusap air mata samar di sudut mata putranya. "Kenzie ingat tidak cerita tentang benteng pelangi yang kita gambar kemarin?"

Kenzie mengangguk pelan di dalam dekapan Naya. "Ingat, Mama."

"Nah, sekarang Papa dan Mama sedang membuat benteng pelangi itu jadi lebih besar dan kuat di luar rumah. Supaya tidak ada satu pun orang asing yang bisa mengganggu Kenzie lagi," Naya mengecup puncak kepala Kenzie dengan penuh perasaan. "Jadi, Jagoan Mama tidak perlu takut. Kenzie hanya perlu menjadi anak pintar, makan yang banyak, dan selalu sayang sama Papa dan Mama. Bisa?"

"Bisa, Mama! Kenzie sayang sekali sama Mama Naya," Kenzie memeluk leher Naya dengan erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu yang selalu berbau lavender hangat.

Dari arah pintu masuk koridor dapur, Arka berdiri terpaku menyaksikan interaksi itu. Langkah kakinya yang kaku seolah terkunci di lantai marmer. Melihat bagaimana Naya menenangkan ketakutan anaknya dengan kalimat sederhana namun sarat akan nyawa kasih sayang yang hidup, Arka tahu ... pernikahan kontrak ini telah merubah seluruh takdir hidupnya.

Arka berjalan mendekat, lalu ikut duduk di undakan tangga sebelah Naya. Pria sedingin es itu mengulurkan lengannya yang kokoh, melingkarinya di bahu Naya dan memeluk tubuh istri serta anaknya sekaligus dalam satu dekapan yang hangat.

"Kita akan menangkan ini, Naya. Apapun taruhannya," bisik Arka, suaranya bergetar dengan emosi murni yang hidup dan bisa dirasakan langsung oleh batin Naya malam itu.

Naya tidak menolak pelukan itu. Di bawah temaram lampu tangga yang mulai menyala, ia membiarkan tubuhnya bersandar pada dada bidang Arka, menyadari bahwa langkah mereka ke depan tidak akan pernah bisa kembali ke lembar kertas kontrak yang lama. Mereka telah resmi menjadi satu kekuatan utuh yang siap menghancurkan badai apa pun dari pintu depan.

Bersambung...

1
Nanik Kusno
Alhamdulillah.... terima kasih atas ceritanya Kak Othor.... semoga sehat selalu dan semangat untuk terus berkarya.....
Nanik Kusno
Bahagia selalu semuanya.... dikelilingi orang-orang tercinta.....🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Alhamdulillah....SAH... semoga SAMARA....
Nanik Kusno
Sheeeppp.....selangkah lagi menuju kebahagiaan...👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Semoga bahagia selalu menyertai seluruh keluarga.....
Nanik Kusno
Alhamdulillah....Bu Ambar sadar juga...
Nanik Kusno
Alhamdulillah.....👏👏👏👏👏👏
Nanik Kusno
Sebenarnya.... Arka Naya sudah cerai belum sih????🤔🤔🤔🤔🤔
Nanik Kusno
😭😭😭😭😭Arka sudah bener2 menyerah.....apapun yang sudah dimiliki...g ada harganya ketika anaknya sakit karena merindukan mamanya....
Nanik Kusno
Selalu anak yang jadi korban..... kasian Kenzie
Nanik Kusno
Semangat Arka.....usaha g mengkhianati hasil....💪💪💪💪💪
Nanik Kusno
Sabar ya Arka.... tembok baja bernama Naya akan luluh.... meskipun membutuhkan waktu lama.... jangan pernah putus asa.... berjuanglah untuk kebahagiaan keluargamu...
Nanik Kusno
Nah gitu Arka.... berusahalah dengan sungguh-sungguh....dekati Naya mulai awal.... pelan-pelan....sabar....
Nanik Kusno
Kejar kembali Naya.....kamu punya segalanya untuk menemukan dan berjuang mendapatkan hati Naya...
lakukan dengan cara yang paling baik Arka....😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
😭😭😭😭😭😭😭 bagaimana dengan Kenzie nantinya....dis g tau kalau mamanya g akan kembali ke rumah ini lagi......
Nanik Kusno
Kita lihat berikutnya pemirsah..... apakah Naya akan luluh.......🤔🤔🤔🤔🤔
Nanik Kusno
Wanita yang mereka sebut kampungan.... menghempaskan seluruh argumen lawan.... tanpa celana.... tanpa emosi....👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Masalah ketulusan....Naya tiada duanya.... masalah membela harga diri.... Naya juaranya......👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Naya selalu keren.....hebat..... 👏👏👏👏👏👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Ayo semangat Arka.....kejar cintamu... tunjukkan bahwa kamu. hanya mencintai Naya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!