NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:53.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Tersesat

Kepala desa menatap kesana kemari ketika mereka hari ini memutuskan untuk mendatangi rumah purnama agar bisa mendapat bantuan, namun Entah kenapa mereka sudah berangkat sejak tadi pagi tapi sampai sekarang tak kunjung menemukan Desa Pandan Arum itu sehingga membuat mereka bertiga menjadi kebingungan dengan apa yang telah terjadi saat ini.

Padahal rasanya sudah benar bahwa jalan ini yang harus mereka lewati untuk menuju Desa Pandan Arum itu, Tadi mereka juga sudah melewati Desa mati dan menurut mereka saat ini hanya tinggal melewati satu Desa kembali dan akan segera sampai di desa Pandan Arum milik Purnama yang sangat terkenal dari berbagai macam penjuru.

Namun kepala desa menjadi kebingungan seperti sekarang ini ketika dia menyadari bahwa mereka sudah tersesat dan sekarang justru ada di tengah hutan yang tidak pernah mereka ketahui, Padahal mereka tadi sudah berusaha keras agar jangan sampai tersesat namun sekarang justru seperti ini dan terlihat hari juga sudah semakin malam.

Entah apa sebenarnya yang telah terjadi sehingga membuat mereka harus tersesat di dalam hutan yang tidak pernah mereka ketahui, takut bila nanti semakin menggelap maka yang ada mereka akan semakin tersesat di dalam hutan ini dan tidak akan mengetahui di mana harus mencari jalan keluar agar bisa menemukan Desa kembali.

''Kok aneh sekali kita bisa tersesat di dalam hutan dan tidak tahu jalan keluar.'' Pak Anwar menatap sekitar dengan seksama.

''Pohon jengkol ini saja sudah kita lewati beberapa kali.'' Pak Edo juga Mulai menandai lokasi tersebut.

''Padahal setelah Desa mati maka kita bisa segera sampai di desa Pandan Arum itu.'' kepala desa juga bingung sekarang.

Tadi sudah sangat yakin bahwa sebentar lagi akan segera memasuki gapura Desa Pandan Arum, tapi sekarang mereka justru tersesat di tempat yang terlihat cukup seram sekali sehingga lebih baik untuk segera mencari jalan keluar terlebih dahulu dan bila memang mereka gagal menemukan Desa Pandan Arum maka lebih baik untuk segera pulang.

''Ini sudah mau malam dan bila kita tetap ada di dalam hutan maka ini akan berbahaya.'' ujar Pak Anwar.

''Aku takut nanti malah kalau ada serigala atau hewan buas lain.'' ujar Pak Edo.

''Jangan memikirkan hal seperti itu dulu karena nanti justru membuat kita semakin gugup.'' kepala desa berusaha untuk tetap tenang.

''Masalah nya itu Aku tadi sudah mendengar suara hewan melolong dan tidak tahu itu suara hewan apa.'' Pak Anwar menatap mereka berdua.

''Aduuh Bagaimana ini kalau sampai malam kita tidak menemukan jalan keluar?!'' Pak Edo menjadi sangat panik sekali.

''Ayo bergerak sekarang untuk mencari jalan keluar.'' kepala desa segera memimpin jalan untuk mereka.

Sebab nanti yang ada bila mereka terus dilanda oleh rasa takut ini maka justru akan semakin tersesat ke dalam hutan, sementara hari memang semakin malam dan mereka harus segera keluar dari hutan ini, Sebab mereka juga tidak tahu apa saja yang ada di dalam hutan tersebut ketika malam hari datang menyapa mereka semua.

''Aku tidak mau berjalan di belakang karena takut kena tangkap!'' Pak Edo menyalip Pak Anwar.

''Jangan ribut terus seperti itu karena nanti justru akan memancing hewan itu mendatangi kita.'' kepala desa menoleh dan memarahi mereka berdua.

''Tau ni, sudah tua masih saja penakut seperti itu.'' Pak Anwar ikut memarahi Pak Edo.

''Ya Siapa yang tidak takut kalau mendadak saja kita terjebak di dalam hutan seperti ini lho.'' Pak Edo berkata dengan jantung berdebar kencang.

''Eh itu ada cahaya di arah kanan!'' kepala desa melihat ada sebuah cahaya dan mereka memutuskan untuk mendatangi.

Tiga pria ini berjalan dengan cepat untuk menuju sumber cahaya itu karena mereka berpikir bahwa mungkin saja itu adalah rumah warga, sekalian ingin bertanya apakah nanti ada sesuatu atau keluarga yang ada di sana bisa menunjukkan bagaimana jalan keluar dari dalam hutan ini.

''Alhamdulillah kita berhasil menemukan rumah warga.'' kepala desa menjadi sangat bahagia.

''Aaaah Untung saja kita berhasil menemukan rumah jadi bisa bertanya jalan keluar.'' Pak Anwar ikut merasa senang.

''Tapi rumah ini kok sendirian di pinggir hutan seperti ini ya?'' tanya Pak Edo dengan perasaan tidak enak.

''Ya mungkin karena memang dia lebih suka tinggal di pinggir hutan seperti ini.'' jawab Pak Anwar asal saja.

Maka segera mendatangi rumah tersebut dan mengetuk pintu sambil mengucap salam karena berpikir nanti akan ada orang keluar dan bisa bertanya, namun sudah lama mereka menunggu tapi ternyata tak kunjung ada yang membuka pintu sehingga mereka mulai merasa bahwa kemungkinan rumah ini sedang dalam keadaan kosong.

''Apa orang pemilik rumah sedang pergi ya?'' Pak Anwar mengintip dari jendela untuk memastikan.

''Ndak mungkin, Apa kalian tidak mendengar kalau di dalam rumah itu banyak suara anak-anak.'' bantah Pak Edo.

''Iya kok, banyak suara anak-anak di dalam situ.'' kepala desa juga mendengar suara yang sama.

''Ini paling karena terlalu banyak anak-anak sehingga mereka tidak mendengar ada yang mengucap salam.'' Pak Anwar segera berdiri di depan pintu dan menggedor agak kencang.

Braaaak, Braaaak.

''Mana sopan bertemu dengan cara seperti itu!'' Pak Edo terlihat tidak suka karena menurut dia memang tidak sopan.

Krieeeeeet.

''Kan jadi terbuka sendiri karena kau menggedor sangat kencang seperti itu.'' Pak Edo menatap Anwar dengan pandangan tidak suka.

Namun ketika pintu itu terbuka dan seluruh ruangan menjadi terlihat oleh mereka bertiga, mereka terdiam kaku karena yang ada di dalam rumah adalah rombongan anak kecil-kecil memiliki taring panjang serta telinga mencuat ke atas, Bahkan bukan hanya itu saja yang membuat mereka ketakutan saat ini.

Tapi rombongan anak kecil itu dengan begitu buas memakan apa saja yang ada di depan mereka, dan saat ini pandangan mereka bertiga jatuh pada wanita yang bergeletakan di atas lantai dengan keadaan payudara sudah bolong semua, yang lebih mengerikan mereka masih dalam keadaan hidup dan merintih kesakitan.

''Allahu Akbar!'' Edo berteriak keras dan dia masih sempat berlari meninggalkan kawasan tersebut.

Sementara Anwar dan juga kepala desa masih termenung menatap apa yang ada di depan mata mereka saat ini, kepala desa menatap seorang wanita yang tidak lain adalah Rina itu sendiri dan dia tergeletak begitu saja di atas lantai dalam keadaan payudara membusuk, bahkan sudah seperti itu namun tetap saja masih ada beberapa anak yang mengerumuni tubuh dia untuk meminta air susu.

''Cepat lari tinggalkan Rumah itu sekarang karena rumah itu adalah sarang hantu!'' Edo berteriak dari jauh.

''Loh Bukankah ini rumah kosong yang ada di desa kami sendiri?'' Edo tertegun sesaat setelah melihat dari kejauhan.

Anwar dan kepala desa baru sadar sehingga mereka langsung berlari meninggalkan teras rumah karena takut bila nanti rombongan tuyul itu akan mengejar mereka sampai sini, namun ketika sudah dekat bersama dengan Edo maka mereka juga baru menyadari bahwa itu adalah rumah kosong yang selama ini ada di desa milik mereka.

''Kok kita ada di rumah ini sekarang?'' Anwar bertanya kepada Edo.

''Aku juga tidak tahu kenapa kita ada di sini sekarang, Padahal tadi kita muter-mutar hutan yang entah ada di mana.'' Edo berkata kepada Anwar.

Mereka jelas merasa bingung dengan apa yang telah terjadi saat ini karena mendadak saja sudah ada di desa milik mereka, dan bahkan motor mereka bertiga juga terparkir di depan rumah sehingga membuat mereka saling pandang satu sama lain dan menyadari bahwa mungkin saja mereka tersesat akibat ulah dari tuyul itu sendiri.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya, Terima kasih.

1
Apriyanti
lanjut thor 🙏
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
perang aja nanti arwah pak RT sama arwah si Rina 🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
masih hidup miskin melakukan pesugihan kirain mah terpaksa ternyata menikmati sampai mati jadi hantu pun jahat ke adik nya sendiri mau menumbalkan adik nya sendiri, Rina Rina iblis edan
Raffaza Direzky87
yang jadi korban nya yg jahat sama kluarga rina
Apriyanti
ko arwah rina bisa jahat bgtu bunuh org
FiaNasa
lah rina malah membunuh orang terus ini,,mau kasih makan anak tuyulnya itu.
Ayuk Witanto
ngerinya
vania larasati
lanjut kak
Yeyet Rohaeti
siang menjelang sore thor 😄
Eli Rahma
tar arwah delisa sama pak rete bangkit jadi arwah jahat kah???
putri wahyu
MET siang jg Bess...
Rina jd arwah jahat👻
Ayuk Witanto
Rina jadi arwah jahat mak
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ayuk Witanto
ngerinya jadi Rania...di incer setan
Ayuk Witanto
sabar ar ...biar mereka berkreasi🤣🤣
Ayuk Witanto
si tuyul udah milih Rania makanya si Delisa di bunuh
Ayuk Witanto
kumat
Ass Yfa
arwah Rina kok jahhat bngt...adeknya disdorkan memyusui tuyulnya
neni nuraeni
iihhh kau jahat skli Rina,,,,
Raffaza Direzky87
kenapa arwah rina menjadi jahat, 2 orang yg sudah dia bunuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!