NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Sangkar Emas

Pewaris Dalam Sangkar Emas

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan Alana Adhijaya (23 tahun ) dan Kenzo Elard ( 30 tahun ) hanya berlandaskan transaksi bisnis dan ancaman kebangkrutan. Di rumah megah bagai sangkar emas, mereka hidup sebagai dua orang asing yang dipaksa melahirkan putra pewaris tunggal dalam waktu satu tahun.

​Berulang kali diuji dengan tekanan mertua, tes kehamilan bulanan, dan fitnah mantan kekasih Kenzo, Alana menelan semua air mata sendirian. Hingga pada akhirnya, ia memilih berhenti berharap.

​Alana tetap bertahan di rumah itu hanya demi janinnya, tetapi hatinya telah mati. Saat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat—wanita yang dulu mendambakan perhatiannya kini menatapnya tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

***#

Keheningan malam di kamar utama Mansion Elard terasa kian pekat usai kepulangan Dr. Hartono. Aroma obat-obatan dan uap teh herbal masih menggantung tipis di udara, beradu dengan ketegangan yang belum surut.

Alana telah sadar dari pingsannya, berbaring miring di atas ranjang king-size dengan menyandarkan punggungnya pada tumpukan bantal empuk. Wajahnya yang seputih porselen masih dipeluk pucat pasi, sementara jemari tangannya yang dingin mengusap pelan bagian bawah perutnya yang masih terasa rata. Tidak ada binar kebahagiaan seorang ibu baru di matanya. Yang ada hanyalah tatapan hampa—pandangan kosong yang menembus bayangan lampu kristal di langit-langit kamar.

Kenzo duduk di tepi kasur, menggenggam erat tangan kiri Alana yang tak berdaya. Matanya yang memerah menatap lekat-lekat wajah istrinya, diliputi rasa bersalah yang kian menguliti batinnya.

"Alana..." bisik Kenzo parau, suaranya bergetar hebat. "Kamu mendengar apa yang dikatakan Dr. Hartono tadi, kan? Ada janin di dalam rahimmu... Usianya sudah tiga minggu."

Alana tidak segera menjawab. Wanita itu menarik napas panjang yang amat tipis, lalu memalingkan wajahnya perlahan menatap Kenzo. Senyuman formalistis yang amat dingin kembali terukir di bibirnya.

"Saya mendengarnya, Mas Kenzo," sahut Alana pelan, suaranya datar bagaikan membacakan teks laporan. "Selamat. Bukankah ini berita yang sudah lama ditunggu oleh Keluarga Elard? Tugas pertama saya dalam perjanjian kontrak ini akhirnya membuahkan hasil."

Deg.

Kata 'tugas' dan 'perjanjian kontrak' menusuk dada Kenzo bagaikan sembilu tajam. Pria tegap itu menggelengkan kepala dengan panik, menggenggam jemari Alana kian erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Jangan bicara seperti itu, Alana, kumohon..." isak Kenzo lirih, menempelkan telapak tangan Alana ke pipinya yang hangat. "Ini anak kita. Ini bukan cuma soal kontrak sialan itu. Aku... aku bersumpah akan menjaga kalian berdua dengan nyawaku sendiri. Jangan hukum aku dengan kebiasaan dinginmu ini..."

Alana hanya menatap Kenzo dengan iris mata jernih namun kosong. "Mengapa Mas Kenzo harus merasa dihukum? Saya hanya menyatakan fakta. Tugas saya adalah memberikan keturunan, dan saya akan menjaganya sampai hari persalinan tiba agar transaksi kita selesai."

Sebelum Kenzo sempat membalas ucapan kejam yang membunuh perasaannya itu, ketukan tongkat kayu berujung perak kembali terdengar keras menghantam lantai marmer di luar kamar.

Brak!

Pintu kamar utama didorong buka secara paksa. Kakek Hendra melangkah masuk dengan aura kediktatoran yang amat pekat, didampingi oleh Ayah Bramantyo dan Nyonya Helena. Di belakang mereka, berdiri empat orang tenaga medis berseragam putih bersih yang membawa tas peralatan diagnostic canggih dan tumpukan berkas panduan medis.

Kenzo seketika berdiri tegap, melangkah pas badan membentengi tempat tidur Alana. Matanya menyipit tajam menatap kedatangan kakek dan ayahnya. "Kakek? Ayah? Mau apa kalian malam-malam begini membawa tim medis asing ke kamar saya?!"

Kakek Hendra menghentakkan tongkat peraknya di lantai, menyunggingkan senyuman puas yang sarat akan ambisi kekuasaan. "Tentu saja untuk memastikan calon penerus dinasti Elard berada di bawah pengawasan yang benar, Kenzo!"

Bramantyo melangkah maju seraya melipat tangan di dada, memandang Alana di atas ranjang dengan raut wajah penuh tuntutan. "Berita kehamilan ini sudah sampai ke telinga kami, Kenzo. Dewan direksi dan para pemegang saham utama seketika bungkam saat Kakek mengabarkan bahwa Nyonya Muda Elard sedang mengandung. Saham perusahaan kita yang sempat anjlok tadi sore langsung merangkak naik sepuluh persen malam ini!"

"Saya tidak peduli soal harga saham!" bentak Kenzo dengan suara bariton yang menekan. "Alana baru saja siuman dan kondisinya masih sangat lemas! Biarkan dia beristirahat!"

Kakek Hendra melangkah mendekati sisi tempat tidur, mengabaikan amarah cucunya. Pria tua itu menatap Alana yang terbaring kaku dengan pandangan menilai yang amat dingin.

"Dengar baik-baik, Alana," ujar Kakek Hendra dengan nada suara mutlak tanpa kompromi. "Kakek mengakui bahwa kamu sudah menjalankan kewajiban awalmu dengan cukup baik usai skandal pendarahan bulan lalu. Tapi jangan bersenang-senang dulu. Kebahagiaan Keluarga Elard ada syarat mutlaknya."

Alana menatap Kakek Hendra tanpa berkedip. "Syarat mutlak, Kakek?"

"Anak yang ada di dalam rahimmu itu harus berjenis kelamin laki-laki!" tegas Kakek Hendra, menekankan setiap kata dengan tekanan psikologis yang berat. "Trah murni Elard Corp membutuhkan seorang anak laki-laki untuk memegang takhta tertinggi pimpinan masa depan. Jika yang lahir adalah anak perempuan, posisi Kenzo sebagai Direktur Utama tetap dalam bahaya, dan keberadaanmu di rumah ini tidak akan pernah dianggap tuntas!"

"Kakek!" amuk Kenzo, matanya merah padam oleh kemurkaan yang meledak. "Apa-apaan tuntutan gila ini?! Jenis kelamin bayi ditentukan secara biologis, bukan perintah bisnis!"

"Diam kamu, Kenzo!" potong Bramantyo tajam membela sang Kakek. "Perusahaan ini tidak butuh pewaris perempuan yang hanya akan menjadi beban diplomasi di masa depan! Kakekmu benar, kita harus memastikan bayi ini laki-laki sejak awal!"

Kakek Hendra memberi isyarat tangan pada tim medis yang berbaris di belakangnya. "Karena itulah, Kakek sudah mendatangkan Prof. Setiawan dan tim spesialis genetika terbaik dari rumah sakit pusat. Mulai besok pagi, Alana harus menjalani program diet medis khusus untuk membentuk pH rahim, terapi nutrisi ketat, serta pemeriksaan diagnostik sel prenatal seawal mungkin di minggu kelapan nanti."

Seorang dokter senior dari tim tersebut melangkah maju seraya membuka berkas panduan. "Nyonya Alana tidak boleh mengonsumsi makanan di luar menu rancangan kami. Setiap hari akan ada suntikan suplemen penguat sel dan pemeriksaan darah berkala untuk mengontrol perkembangan kromosom janin—"

Mendengar kata 'suntikan' dan 'pemeriksaan berkala', tubuh Alana yang terbaring di kasur mendadak bergetar tipis. Trauma masa lalu saat rahimnya hampir robek akibat suntikan hormon Nyonya Helena seketika berkelebat di ingatannya. Wajahnya yang sudah pucat kian memutih bagaikan mayat.

Kenzo melihat getaran ketakutan dan kehampaan di mata Alana. Pada detik itu, benteng kesabaran Kenzo hancur sepenuhnya.

"CUKUP!"

Suara bentakan Kenzo menggema dahsyat memecah keheningan kamar, begitu menggelegar hingga membuat Nyonya Helena dan tim medis terperanjat kaku di tempatnya.

Dengan gerakan cepat dan penuh kemurkaan, Kenzo menyambar berkas panduan medis dari tangan Prof. Setiawan, lalu menyobek-nyobek kertas tebal itu menjadi serpihan kecil dan melemparkannya ke lantai.

Srak!

"Kenzo! Kamu gila?!" jerit Nyonya Helena panik.

"Kalian semua yang gila!" amuk Kenzo dengan napas memburu, matanya berkilat penuh kegelapan yang mengerikan. Pria tegap itu melangkah tegap menghadapi Kakek Hendra dan Ayahnya, menunjuk pintu keluar dengan jari bergetar. "Bawa tim medis sialan kalian ini keluar dari kamar saya sekarang juga!"

Kakek Hendra membelalakkan matanya, mengangkat tongkatnya dengan marah. "Kenzo! Kamu berani membangkang demi melindungi wanita ini?!"

"Saya tidak peduli apakah anak di dalam rahim Alana berjenis kelamin laki-laki atau perempuan!" tegas Kenzo dengan nada suara yang penuh pembangkangan mutlak, suara baritonnya bergetar oleh gabungan amarah dan keputusasaan. "Laki-laki atau perempuan, dia adalah darah daging saya! Dia adalah anak saya! Jika ada satu orang pun dari kalian yang berani menyentuh Alana, memaksa obat-obatan sialan itu lagi, atau menekan jiwanya... demi Tuhan, saya sendiri yang akan menghancurkan Elard Corp dari dalam dan membawa Alana pergi dari rumah ini!"

Pernyataan itu menghantam Kakek Hendra dan Bramantyo bagaikan petir di siang bolong. Mereka mematung, tak menyangka bahwa sang CEO dingin yang selama ini menjadi mesin pencetak uang dinasti kini berani mempertaruhkan seluruh takhta dan perusahaannya demi seorang wanita yang jiwanya telah mati.

Kakek Hendra menatap cucunya dengan rahang mengeras rapat, matanya memancarkan kekecewaan dan ancaman pekat. "Kamu akan menyesali pembangkanganmu ini, Kenzo..."

"Pergi!" bentak Kenzo tanpa mundur satu langkah pun.

Dengan napas memburu dan rasa malu yang tertahan, Kakek Hendra akhirnya berbalik kaku, melangkah keluar bersama Bramantyo, Nyonya Helena, dan tim medis yang gemetar ketakutan.

Pintu kamar utama dibanting keras dari luar. Keheningan yang berat kembali menyelimuti ruangan besar itu.

Kenzo menghembuskan napas panjang yang patah-patah. Tubuhnya yang kokoh mendadak terasa lemas. Pria itu berbalik, perlahan menjatuhkan dirinya berlutut di samping ranjang Alana. Dengan tangan yang gemetar, Kenzo merengkuh jemari dingin Alana, membenamkan wajahnya di tepi kasur.

"Alana... maafkan mereka..." isak Kenzo parau, air matanya menetes membasahi seprai putih. "Aku tidak akan biarkan siapa pun menyakitimu lagi... Mau laki-laki atau perempuan, aku akan mencintai anak kita... Tolong jangan takut..."

Di atas ranjang, Alana menatap kepala suaminya yang bersimpuh di sampingnya. Tidak ada air mata di pipi Alana. Jemarinya yang dipegang Kenzo tidak membalas genggaman itu—tetap pasif, dingin, dan membeku dalam kehampaan yang tak tertembus.

Bersambung...

1
Mia Camelia
puas 😊 akhirnya happy ending.
thor sklian dong bikin cerita nya Kalila x lucas 🤭😂
Gita ayu Puspitasari
cerita Lukas sama Kalila dong kak
Anonim
crazy up thor
merry
mereka Alana dan kenzo bnr bnr membangun rumh tangga yg manis tnp ada kebohongan,, keegoisan dan sm sm berjuang dan berakhir indah,,,
Heresnanaa_: 😚❤️❤️🫶
total 1 replies
merry
asal Damai, tenang saling suport mky mslh berat pun terasa ringan,,, kejayaan di kejar gk bkln hbs di msa tua yg plg penting menikmati msa tua dengan tenang
aku
penisirin sama mantan kluarga alana tor kyk mana 😖
aku
oke, bikin pengalaman, baca novel mending malam aja 😌😌 gk siang2 gini 😭😭😭
Heresnanaa_: kenapa kak ?😭
total 1 replies
merry
ya tamat hrs ya jgn dulu🤭🤭🤭soalnya blm liat aki aki itu nyesel ap lg ank ken kembar cwo lg blm liat lila yg polos lucu gemes pintar ngoceh gt,,, blm minta maaf sm Alana jg atas perbuatan y,, blm lg di mutiara itu blm tau x gmn dulu Alana yg dijual orgtua ya
Gita ayu Puspitasari
ada extra part ga kak, trs kbr kakek Kenzo gmn
merry
akhirnya bhgia mrk tnp di gangu sm aki aki,, moga al hamil lg ank cwo 🤭🤭🤭
guest1053527528
Akhirx thor semoga bahagia selalu dan sukses thor mereka
merry
pengen suatu saat di Muti Muti itu tau kenyataan pahit bhwa al tdk seperti pikiran picik ya klo untuk orgtua kn dh tau y krn mrk tukang bhong,, moga Helena ksh tau
merry
syukur bgtt y tu nenk sihir dh sdr trs aku aku gk gangguin usha mrk justru tnp kenzo perusahaan kebanggaan mrk mulai runtuh, gantian tu aki aki yg sujud sm ken dan al
Mia Camelia
kapan lahirannya thor🤭🤭🤭
aku sih berharap baby nya berubah jadi cowo🤣🤣🤣
guest1053527528
ngitundoong hehehe
Mia Camelia
suka banget ngliat mereka berdua bahagia😍😍😍
Heresnanaa_: kann, author aja happ kaliii🤭😚
total 1 replies
merry
moga berkembang kue y Alana dan pyn tko kua jg,,
merry
yg plg penting komunikasi semua mslh yg terasa berat pun psti jdi ringan,, cm takut dech ush klian tu atau al y bkln diganggu sm aki aki tua bangka dan nenek lampir,, cb pindah ajj keluar kota gt alana
Gita ayu Puspitasari
tambah dong kak🙏
Gita ayu Puspitasari
bahagia sederhana 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!