Hola ...
Update setiap hari ... !!!
Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...
Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.
Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.
Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.
Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 ( Makan yang Banyak )
Esok harinya. Alex nampak begitu bersemangat dikantor, menyapa satpam kantornya serta karyawan yang ia temui dengan senyuman ramah, tak seperti biasanya yang lebih menjaga image demi menunjukkan wibawanya sebagai seorang Bos. Meski akhir-akhir ini, kalau sedang diruangannya bersama Kevin ia lebih sering eror karena ulah si Pandan yang hobi sekali mengobrak-abrik hatinya.
"Selamat pagi, Bos," sapa Kevin yang sudah sibuk dengan pekerjaannya.
"Pagi, Kevin," jawab Alex ramah lalu duduk dikursi kebesarannya lalu menguncir rambutnya yang semakin memanjang itu.
Kevin melirik sekilas. Fokus matanya tertuju pada wajah Alex yang terlihat berseri-seri, matanya yang berbinar-binar, juga senyuman tipis dibibirnya. Ah, syukurlah si Bos sudah nggak kaya ayam penyakitan lagi. Tapi apakah gerangan yang membuatnya hari ini terlihat bahagia? Batin Kevin penasaran.
"Hari ini semangat banget Bos, kaya habis malam pertama aja?" goda Kevin asal saja sebenarnya.
"Belum ...," jawab Alex spontan dengan senyumnya karena langsung terbayang wajah Pandan di kepalanya, begitu mendengar ledekan Kevin padanya.
"Belum?" Kevin menengok Bosnya, menilik ekspresinya yang tidak biasa itu. Alex yang menyadari bahwa ia kelepasan bicara langsung menoleh horor ke arah Kevin.
"Aku belum menikah, Bodoh. Mau malam pertama dengan siapa? Hah?" Jawaban dan akting yang bagus, Alex!
Dan Ia bisa melihat tawa Kevin berderai karena jawabannya.
"Sorry, Bos. Makanya buruan kawin dong, udah tua juga," ucap Kevin yang langsung mengatupkan mulutnya. Menyadari kesalahannya dalam berbicara dan bisa jadi ucapannya barusan menyinggung Alex yang akhir-akhir ini begitu sensitif itu.
Kevin menoleh heran. Alex tak menunjukkan bahwa ia kesal dengan candaannya. Tak seperti biasanya. Oh mungkin karena moodnya sedang bagus, begitu pikir Kevin. Atau jangan-jangan ....
"Jangan-jangan Bos hari ini sumringah karena Mika ya," tebak Kevin merasa menebak jitu. Namun sayangnya respon Alex sungguh diluar dugaan. Alex mengerutkan keningnya seakan tak suka dengan pertanyaannya.
"Kenapa Mika?" Cih, kenapa semua orang masih menghubungkan dirinya dengan Mika? Ia saja sudah tidak ingat lagi dengan mantan kekasihnya itu. Tentu saja, Pandan ikut andil cukup besar dari perjalanan move onnya. Karena memang hubungannya dengan Mika bisa dikatakan lebih lama jika dibandingkan dengan mantan-mantan kekasihnya yang lain yang kadang hanya berjalan hitungan bulan bahkan hari.
"Dia, kan sudah kembali ke Indonesia lagi, Bos." Nyali Kevin menciut melihat wajah horor atasannya itu.
"Terus?" Hubungannya denganku apa, Bodoh??? Batin Alex ikut memprotes.
"Ya kali ... Bos CLBK sama dia?" lanjut Kevin takut-takut.
"Kenapa aku harus CLBK dengan dia?" tanya Alex semakin tak mengerti kenapa semua orang bisa berpikir ia akan kembali pada Mika. Mereka tidak tahu saja, bahwa ia sudah mempunyai istri yang begitu amazing dan menggemaskan dirumah sampai membuatnya frustasi karena sulit baginya menyentuhnya lebih jauh.
"Ya ... siapa tahu Bos. Soalnya Mika ada upload foto kalian berdua. Makanya aku pikir kalian balikan lagi ..." Kevin membuka ponselnya dan menunjukkan foto yang Mika unggah dimedsos semalam. Alex hanya melirik foto lama dirinya bersama Mika yang diambil setelah menghadiri pernikahan salah seorang temannya itu, mungkin tahun lalu.
Entah apa motif mantan kekasihnya itu mengunggah foto lama mereka dimedsos. Karena otomatis unggahan itu akan dilihat oleh banyak orang dan mungkin saja orang akan salah mengira bahwa mereka kembali menjalin hubungan, seperti Kevin misalnya.
"Kenapa Mika mengunggah foto lama kalian ya, Bos?" Jiwa kekepoan Kevin mulai kumat.
"Ya mana aku tahu, Bodoh. Tanya saja ke orangnya ...." Kenapa malah tanya ke aku? Alex malas memikirkannya, ia memilih memulai pekerjaannya.
"Kamu tidak penasaran, Bos?" pancing Kevin.
"Tidak. Kenapa aku harus penasaran hah? Masa lalu biarlah berlalu, sekarang saatnya kita menata masa depan." Bayangan Pandan langsung bercokol dikepala Alex saat mengatakan masa depan. Pandan ... Pandan ... Alex sudah merindu lagi rasanya. Detik berikutnya ... tawanya mulai berderai, membuat Kevin kembali menatap aneh melihat kelakuan Bosnya yang begitu ekspresif akhir-akhir ini. Suasana hatinya begitu mudah berganti-ganti. Ketika moodnya memburuk, Bosnya itu begitu kentara memperlihatkan kemurungannya. Lalu saat senang, ia pun begitu memperlihatkan ketidakwarasannya. Seperti sekarang, tiba-tiba tertawa sendiri tanpa sebab yang jelas.
"Kevin ...," panggil Alex beberapa menit kemudian setelah mereka kembali fokus dengan pekerjaan yang menanti mereka untuk segera diselesaikan.
"Ya Bos?"
"Pesankan makan siang untuk seluruh karyawan dikantor," titahnya tanpa beralih dari pekerjaannya.
"Ya?" Kevin menoleh takjub. Kejutan apalagi ini? Biasanya makan gratis hanya jika ada acara tertentu, lembur atau saat akhir bulan saja. Seingatnya, tidak ada yang spesial hari ini sampai Bosnya harus mentraktir seluruh karyawannya. "Dalam rangka apa, Bos?"
"Aku sedang senang saja ...," jawabnya masih dengan fokusnya pada laptop kerjanya.
"Senang kenapa, Bos?" Jiwa kepo Kevin membutuhkan pencerahan.
Alex menoleh horor. Kevin mendelik.
"Kevin ...," ucap Alex dengan lirikan tajamnya.
"Ya Bos?" Kevin menunggu apa yang akan dikatakan Alex dengan wajah horornya itu.
"Kamu cocok dengan Bella. Kenapa tidak menikah saja dengannya?" Sama-sama berisik!!!
"Maksudnya Bos?" Kevin tak mengerti.
***
Pandan menikmati makan siangnya dengan tenang sembari mendengarkan teman-teman satu divisinya yang tengah asyik bergosip ria mengenai Bos mereka alias suaminya sendiri.
"Serius Pak alex balikan sama Mbak Mika?" tanya Ratih kepada Siska yang membuka gosip dengan menunjukkan medsos milik mantan kekasih Bos mereka itu pada teman-temannya.
Pandan tak menunjukkan reaksi apapun. Meski sebenarnya ia cukup penasaran. Seperti apa wanita yang bernama Mika itu. Karena semalam Bella pun mengungkit tentang mantan kekasih suaminya itu.
"Pandan, cantik ya ...." Siska, kepala divisinya itu menyodorkan foto gadis manis berambut sebahu yang tampak menggamit lengan Alex dari ponselnya, tepat didepan wajahnya.
"Iya," jawab Pandan dengan senyum tipis. Ia berusaha bersikap sewajarnya, meski tetap saja ada yang terasa aneh dengan hatinya kala melihat foto pasangan kekasih yang begitu serasi itu.
Mika. Cantik dan ceria. Itu yang Pandan simpulkan ketika melihat foto itu. Pandan menunduk, meneruskan makannya mencoba untuk tak memikirkannya. Namun tetap saja, ia tak bisa untuk tidak membandingkan dirinya dengan mantan kekasih suaminya itu. Sampai sebuah suara membisikkan sesuatu ditelinganya, menyadarkannya dari lamunannya tentang Mika.
"Tapi kamu juga cantik dan manis kok ...," bisik Siska tepat ditelinganya. Pandan membeku, sebelum menoleh kaku pada kepala divisinya itu, dan ia dapat melihat senyum jahil wanita itu disertai kerlingan menggoda dari matanya.
"Aman," ucapnya kemudian, membuat Pandan sedikit lega. Ia tak mempermasalahkan jika ada yang tahu hubungannya dengan Alex. Tapi tentu saja itu berkebalikan dengan keinginan laki-laki itu, yang masih ingin merahasiakan status mereka, dengan sebuah alasan yang belum Pandan ketahui itu apa.
Baru saja ia ingin bertanya, sebuah panggilan masuk diponselnya.
JUSUF. Sebuah nama yang ia pilih sebagai nama kontak Alex pada ponselnya.
Pandan melirik kembali pada Siska yang menyenggolnya kakinya dibawah meja. Kepala divisinya itu tentu tahu siapa sosok dibalik nama Jusuf yang tertera pada layar smartphonenya itu.
"Halo."
"Balas pesanku."
"Aku sibuk," jawab Pandan enteng.
"Sibuk apa?" Jawaban Pandan selalu berhasil membuat Alex mengelus dada. Sabar Alexx ... Pandan memang menyebalkan, tapi justru itu yang menjadi daya tariknya bukan? Bisik suara hatinya.
"Menjalankan perintah darimu ..."
"Perintah apa?" Alex mengerutkan dahinya, bingung.
"Makan yang banyak."
Dan seketika kerutan didahinya menghilang, berganti dengan wajah berserinya yang disertai dengan tawanya yang berderai mendengar jawaban polos Pandan disana. Astaga ... Pandan, Pandan ...
Sementara itu.
Kevin melirik pada Bosnya yang tengah begitu lepas tertawa disampingnya itu.
Sumpah! Kevin penasaran setengah mati!
***
Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE