NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.

Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.

Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.

Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.

Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24.

"Terimakasih, kak!" ucap Esther kepada Asdos Michael, setelah kekacauan selesai dibersihkan.

"Tidak masalah! kamu jangan terpengaruh dengan sikap Melda, biasanya dia tidak seperti itu! mungkin dia dipengaruhi seseorang!"

"Oh!"

"Apakah kamu terluka?"

Esther menggelengkan kepalanya, "Aku baik-baik saja!"

"Oh, iya! kenalkan, aku Asdos kampus, namaku Michael Sanderson!"

"Namaku Esther, lengkapnya Esther Valencia!"

"Nama yang cantik!"

"Terimakasih!"

"Baiklah, aku pergi dulu! masih ada yang akan ku kerjakan!"

Michael meninggalkan ruang kelas Esther, dengan kesan yang mendalam dalam hati Esther.

Ia kagum dengan sikap Michael yang terlihat berwibawa, melihat rekan mahasiswa yang menindasnya tadi menaruh hormat padanya.

Esther tersenyum memandang punggung Michael yang melangkah keluar dari dalam kelas.

Di tempat duduknya Melda memandang Esther dengan perasaan yang sangat cemburu.

Setelah kelas Esther selesai, ia ingin makan siang di kantin kampus, sebelum masuk kelas berikutnya.

Tiba-tiba tubuhnya di dorong seseorang ke sebuah ruangan kosong, dan Esther melihat siapa yang berada dalam ruangan tersebut.

Melda bersama tiga temannya, memandangnya dengan tatapan penuh kebencian.

Brak!!

Pintu ditutup mahasiswi yang tadi mendorongnya masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Mau apa kalian?!" tanya Esther.

Melda melangkah mendekati Esther, "Tentu saja ingin memberi pelajaran padamu, jalang!!"

"Apa maksudmu?! aku tidak punya masalah denganmu!!"

"Tentu saja punya! apa kamu tidak merasa puas sudah mendapatkan kak Jack?! berani sekali kamu menggoda kak Michael! dia itu pria yang aku suka!!"

Esther pun mengerti, kenapa ia dibawa masuk kedalam ruangan itu.

"Apa kamu melihat aku menggodanya? kamu jangan sembarang menuduhku!!"

"Aku melihatmu tersenyum padanya!!"

"Apa yang salah dengan tersenyum?!"

"Tentu saja salah! hanya aku yang boleh tersenyum padanya!!"

"Kamu itu sepertinya memiliki gangguan mental, ya?!"

"Apa katamu?! berani sekali kamu menghinaku!!!"

Melda menghambur menerkam Esther, dengan raut wajah merah padam.

Esther menghindari tangan Melda, yang akan menarik rambutnya, sehingga tubuh Melda terhuyung menangkap angin.

Emosi Melda semakin naik, karena ia tidak berhasil menarik rambut Esther.

"Tangkap dia, cepat!!!" teriak Melda histeris.

"Jangan coba-coba!!" Esther mengambil ponselnya dari dalam tasnya.

"Jangan dengarkan dia, cepat pegang tangannya!!!"

Ketiga teman Melda menghambur ke arah Esther, sebelum Esther berhasil menghubungi Jack.

Prak!!

Ponsel Esther jatuh ke lantai, saat tangannya berhasil di cengkraman teman Melda.

Brak!!

Tiba-tiba terdengar suara dari luar pintu, sepertinya seseorang mencoba membuka pintu ruangan tersebut.

"Kenapa tidak bisa dibuka?!" terdengar suara seorang mahasiswa dari luar pintu.

Melda memberi kode kepada teman-temannya, untuk melepaskan Esther, agar mereka tidak ketahuan sedang menindas Esther.

Begitu Tangannya dilepaskan, Esther meraih ponselnya dari lantai, lalu berlari ke pintu dengan cepat.

Melda dan teman-temannya terkejut melihat Esther yang berlari ke pintu.

Belum sempat mereka meraih Esther, pintu ruangan berhasil dibuka Esther.

"Eh! ada orang di dalam rupanya! sedang apa kalian?!" tanya mahasiswa tersebut.

"Ternyata kalian! apa lagi yang kalian lakukan padanya?!!"

Ternyata mahasiswa itu bersama dengan Asdos Michael, yang sama sekali tidak diduga Melda.

Melda menutup rapat mulutnya tidak dapat berkata-kata, melihat mata membulat Michael memandangnya.

"Apa yang mereka lakukan padamu?" tanya Michael melihat Esther dari atas kepala sampai bawah kaki.

"Aku tidak apa-apa! dia hanya kesal saja padaku!" jawab Esther.

"Jangan takut! katakan saja jujur, agar dia mendapat teguran!" Michael tidak percaya, kalau Esther baik-baik saja.

"Iya, kak! kami hanya mengobrol saja!" jawab Esther dengan nada menegaskan memandang Melda.

Tatapan matanya memberi peringatan pada Melda, kalau tidak membenarkan apa yang ia katakan, ia akan bicara jujur pada Michael.

Melihat tatapan mata Esther, perlahan Melda menyunggingkan senyumannya.

"Iya, kak! kami hanya ingin memastikan fotonya yang dikirim seseorang padaku!" jawab Melda, lalu menyikut temannya dengan siku lengannya memberi kode.

"Oh, i.. ya! benar, kak!"

"Iya, kami hanya mengobrol saja!" jawab teman Melda yang lain.

"Ya, sudah! sana bubar! kami sedang memeriksa ruangan untuk direnovasi!"

"Baik, kami pergi!"

Melda memandang sebentar ke arah Esther, sebelum ia pergi bersama teman-temannya.

Esther dapat merasakan masih ada tatapan sinis dimata Melda, tapi acuh tak acuh saja dengan tatapan sinis Melda.

Ia bukan tipe yang suka mengadu seperti perempuan cengeng, karena itu ia tidak menceritakan pada Michael, apa yang dilakukan Melda padanya.

Ia sudah menjadi seorang Ibu dari empat bayi kembar, membuat sikapnya menjadi dewasa dengan sendirinya.

Dua jam kemudian.

Sebelum mata kuliah Esther selesai, mobil Jack sudah menunggu diluar pintu gerbang kampus Esther.

Ia menunggu sembari bekerja pada phabletnya.

Jemarinya berhenti bekerja, saat ia melihat Esther melangkah keluar dari lobby gedung kampus.

Jack meletakkan phabletnya ke samping, lalu turun dari dalam mobil, untuk menyambut Esther menghampiri mobilnya terparkir.

"Kak Jack!!!"

Tiba-tiba entah datang dari mana, Jack melihat Melda berlari menghambur ke arahnya, sembari merentangkan lengan untuk memeluknya.

Jack menghindari tubuh Melda yang ingin memeluknya, tapi tangannya berhasil diraih Melda.

Esther yang melangkah mendekati pintu gerbang kampus, seketika menghentikan langkahnya.

Ia melihat Melda, entah sejak kapan bergelayut manja di lengan Jack.

Esther jadi ragu untuk melanjutkan langkahnya.

Ia ingat Melda dan Jack saudara sepupu, Jack pasti mendengarkan apa yang diadukan Melda tentangnya.

Esther memutar tubuhnya untuk kembali masuk lagi ke gedung kampus, tapi mendadak ia melihat Michael setengah berlari menghampirinya.

"Untung kamu belum pulang, ini buku kamu tertinggal di lantai!!" Michael menyodorkan buku yang dimaksud Michael.

"Oh, terimakasih kak!" Esther menerima buku tersebut dari tangan Michael.

Sementara itu, wajah Jack seketika mengeras dengan dingin, melihat Esther bicara dengan seorang pria.

Ia yang mencoba menarik tangannya dari pegangan tangan Melda, dengan kasar menarik tangannya, sehingga tubuh Melda membentur badan mobil.

Brak!!

"Akh!!" Melda mengaduh kesakitan.

Nick yang duduk dibelakang stir, terkesiap melihat apa yang ia lihat.

Ia melihat Nyonya mudanya, yang telah memberikan bayi kembar pada Bos nya Jack, tengah mengobrol dengan seorang pria.

Ia pun dapat merasakan aura dingin Jack yang mencekam, walau ia berada di dalam mobil.

"Aku belum pernah melihat wajah Tuan muda begitu dingin seperti itu! sepertinya dia jatuh cinta pada Nyonya muda!" gumam Nick pada dirinya sendiri.

Tangan Jack menyambar tangan Esther, dan seketika membuat tubuh Esther limbung ke belakang, akibat tarikan tangan Jack yang tiba-tiba.

Dengan cepat tangan Jack satu lagi menahan tubuh Esther, dan tubuh Esther masuk ke dalam dekapan Jack.

"Sayang, kenapa lama sekali! Ayo kita pulang!!" kata Jack dengan nada tajam memandang dingin ke arah Michael.

Tatapan matanya terlihat sangat kentara sekali, kalau ia memberi sinyal peringatan kepada Michael.

Sementara Melda yang terbanting ke badan mobil, memandang rasa cemburu tingkat tinggi pada Esther.

Bersambung..........

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
💝F&N💝
esther, kau harus mempertahankan jack. jack itu sudah bucin sama kamu. kamu jangan merasa rendah. jack sangan mencintai kamu. kau harus tau itu
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
vania larasati
lanjut
partini
aaihhhh ini mah si Jack nya aja nya yg goblok udah tau Kunti bogel
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Endang Sulistiyowati
bukannya Jack ga bisa berdekatan sama perempuan, karna hidungnya yg sensitif?
partini
ini Jack yg lolos bodoh lemot bin bodoh aihhh kenapa CEO ogeb semua
partini: dua" mah itu kalau belum di ucapkan belum sah kata cinta
total 4 replies
partini
hemm pasti bikin masalah,, insting suami biasanya rada" kalau udah kena baru reaksi
Mineaa
hadeech.....melda....melda.....
cari penyakit aja kamu.....😡
partini
masa Tidak saling mencintai belum nyadar aja kalian berdua ,,wihhhh tahan sekali ga di sentuh Ampe lahiran
Reni Anjarwani
lanjut thor
Anita Rahayu
karma itu namanya buat anaknya kena autisme biar di buang sama keluarga william😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Anita Rahayu
Ayo dong cepet buat si verot di siksa di hotel prodeo karna udah mau bhnuh ester😠😠😠😠😠🙏🙏🙏🙏
partini
kasih bodyguard bayangan dong Mr Jack biar istri mu mana, Secara banyak ygbga suka
Sri Aastuty Julyantii Sadega
si jack cembokur esther di deketin cowo yang lebih muda🤭
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭
Anita Rahayu
kapan ni family benalu dapag jackpot karma is realnya thor biar nyahok mereka itu😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!