NovelToon NovelToon
Jarak Antara Kita

Jarak Antara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:207
Nilai: 5
Nama Author: ilham Basri

Arga Ardiansyah baru saja dikhianati setelah tiga tahun berdedikasi saat perusahan tersebut mencapai puncaknya, namun yang membuat dia tetap waras adalah Elina yang sedang berada di Praha.
Arga Ardiansyah kemudian bertekad untuk bangkit kembali dan menyusul cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilham Basri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Bayang - Bayang Di Balik Fajar

​Cahaya fajar di Pegunungan Tatra tidak membawa kehangatan; ia hanya menyingkap kehancuran yang ditinggalkan oleh malam yang panjang. Semburat jingga di ufuk timur menyinari kepulan asap hitam yang masih membubung tinggi dari reruntuhan fasilitas yang kini terkubur salju dan batu. Arga berjalan tertatih, bahunya menyangga tubuh Elina yang masih sangat lemah, sementara Nadia memimpin di depan dengan langkah waspada, matanya terus menyapu lembah di bawah mereka.

​Setiap embusan napas Arga menciptakan uap putih yang langsung membeku di udara. Rasa perih di telapak tangannya akibat mencabut koin panas itu kini mati rasa karena dingin yang ekstrem. Namun, pikirannya jauh lebih kacau daripada luka fisiknya. Wajah kakeknya yang terbakar api dan tatapan kosong Dani terus menghantuinya.

​"Kita tidak bisa menuju jalan raya utama," Nadia berhenti di tepi sebuah tebing kecil, menunjuk ke arah barisan lampu biru dan merah yang mulai mengepung kaki gunung. "Militer Polandia dan Slovakia sudah melakukan blokade. Ledakan tadi terlalu besar untuk diabaikan. Jika kita tertangkap sekarang, kita akan berakhir di penjara bawah tanah tanpa nama sebelum sempat menjelaskan apa pun."

​Arga menatap Elina. Wajah wanita itu tampak sangat tenang, jauh lebih tenang daripada saat dia berada dalam pengaruh The Prime Logic. Meski pucat, matanya memancarkan sinar kemanusiaan yang sempat hilang.

​"Lalu ke mana kita pergi, Nadia? Kita tidak punya paspor, tidak ada kendaraan, dan Elina butuh perawatan medis yang layak," ucap Arga dengan suara parau.

​Elina meremas pelan tangan Arga. "Aku baik-baik saja, Arga. Proses pemulihan sel-selku berjalan lebih cepat dari manusia normal... itu salah satu 'hadiah' dari kakekmu yang tersisa. Kita harus ke Zakopane. Ada sebuah pondok tua milik kenalan lama kakekku di sana. Tempat itu tidak ada di catatan digital mana pun."

​Nadia menoleh, sedikit terkejut. "Bagaimana kamu tahu tentang tempat itu?"

​"Data itu... masih ada di kepalaku, Nadia," Elina menyentuh pelipisnya. "Arga menghapus sistem kontrolnya, tapi memorinya sudah terlanjur menyatu dengan kesadaranku. Aku tahu semua tempat persembunyian Pak Broto. Aku tahu ke mana dia mengirim uangnya, dan aku tahu siapa saja orang-orang yang dia suap di seluruh Eropa."

​Arga merasakan sensasi dingin menjalar di punggungnya. Elina bukan lagi sekadar gadis yang ia cintai; dia adalah perpustakaan berjalan dari konspirasi paling berbahaya di dunia. "Kita akan gunakan itu untuk bertahan hidup, El. Bukan untuk melanjutkan kegilaan kakek."

​Mereka mulai menuruni jalur tikus yang curam, menghindari area yang terpantau oleh helikopter patroli yang mulai berputar-putar di atas reruntuhan. Selama tiga jam perjalanan yang menyiksa, Arga terus memikirkan flash drive di sakunya. Jika apa yang dikatakan Elina benar, benda kecil itu berisi kunci untuk meruntuhkan atau membangun kembali sebuah kekaisaran.

​Jakarta, 10 April 2026.

​Sementara itu, di sebuah griya tawang mewah yang menghadap ke arah gedung-gedung pencakar langit Jakarta, Siska Winata duduk dengan gelisah. Di depannya, sebuah paket cokelat tak bertuan tergeletak di atas meja kaca. Siska perlahan membukanya.

​Isinya adalah sebuah tablet digital dan selembar foto. Foto itu diambil dari jarak jauh, menunjukkan Arga yang sedang menggendong Elina keluar dari kepulan asap di Tatra. Arga tampak kotor, terluka, namun matanya memancarkan kekuatan yang belum pernah Siska lihat selama mereka menikah.

​Siska menyalakan tablet itu. Sebuah pesan video otomatis terputar. Sosok Hendrawan muncul, wajahnya dibalut perban karena luka akibat jatuhnya helikopter.

​"Siska," suara Hendrawan terdengar lemah namun penuh racun. "Rencanamu dan rencanaku gagal total di Tatra. Pak Broto sudah tidak ada, tapi Arga... Arga sekarang memegang kunci kekayaan yang jauh lebih besar dari seluruh aset Winata Group. Dia bukan lagi pria pecundang yang bisa kamu injak-injak. Jika kamu tidak bergerak sekarang, dia akan kembali ke Jakarta bukan untuk memaafkanmu, tapi untuk meratakan keluargamu dengan tanah."

​Siska mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya menusuk telapak tangan. Rasa iri dan ketakutan bercampur menjadi satu. Dia selalu menganggap Arga sebagai batu loncatan, sebuah alat yang bisa dibuang setelah tidak berguna. Tapi sekarang, alat itu telah berubah menjadi pedang yang mengarah tepat ke lehernya.

​"Aku telah mengirimkan lokasi terakhir mereka ke ponselmu," lanjut Hendrawan. "Gunakan sisa koneksimu di kepolisian internasional. Labeli mereka sebagai teroris internasional yang mencuri senjata biologis. Jangan biarkan mereka menginjakkan kaki di pelabuhan mana pun."

​Siska mematikan tablet itu. Dia menatap foto Arga sekali lagi. "Kamu pikir kamu sudah menang, Arga? Kamu lupa... aku yang paling tahu titik lemahmu."

​Siska mengambil ponselnya, menekan sebuah nomor yang sudah lama tidak dia hubungi. Nomor milik seorang tentara bayaran kelas atas yang pernah bekerja untuk ayahnya.

​"Aku punya target baru. Cari dia di Polandia. Bawa wanita itu hidup-hidup, tapi untuk Arga... aku tidak butuh dia kembali."

​Zakopane, Perbatasan Polandia.

​Arga, Elina, dan Nadia akhirnya sampai di sebuah pondok kayu yang tersembunyi di balik rimbunnya pohon cemara. Pondok itu tampak tua dan tak terawat, namun begitu Elina menempelkan telapak tangannya ke sebuah papan kayu yang tampak biasa di samping pintu, terdengar suara klik mekanis.

​Pintu terbuka, menyingkapkan interior yang sangat modern dan kontras dengan bagian luarnya. Deretan monitor, persediaan makanan medis, dan persenjataan lengkap tersusun rapi di sana.

​Arga membaringkan Elina di tempat tidur medis yang tersedia. Dia kemudian duduk di kursi kayu, menatap tangannya yang kini sudah dibalut oleh Nadia.

​"Kita aman di sini untuk beberapa hari," ucap Nadia sambil memeriksa layar radar. "Tapi Dani benar tentang satu hal. Jarak di antara kita dan dunia luar sedang menyempit. Siska dan sisa-sisa The Iron Circle tidak akan membiarkan kita bernapas."

​Arga berdiri, berjalan menuju jendela yang menghadap ke arah hutan bersalju. Dia mengeluarkan flash drive itu dan menancapkannya ke salah satu komputer di ruangan itu. Layar menyala, menampilkan ribuan baris data transaksi. Di bagian paling atas, terdapat sebuah folder berjudul: PROYEK JARAK NOL: TAHAP PEMBALASAN.

​Arga mengklik folder itu. Isinya bukan tentang senjata, melainkan bukti-bukti korupsi, pembunuhan, dan manipulasi pasar yang dilakukan oleh Keluarga Winata dan Hendrawan selama tiga puluh tahun terakhir.

​"Mereka mengejarku karena mereka takut aku membuka ini," bisik Arga.

​Dia menoleh ke arah Elina yang sedang tertidur lelap. Sebuah janji terbentuk di dalam hatinya. Dia tidak akan lagi menjadi pria yang lari. Jika dunia ingin menjadikannya buronan, maka dia akan menjadi buronan yang paling ditakuti oleh mereka yang memegang kekuasaan.

​"Nadia," panggil Arga tanpa menoleh.

​"Ya, Tuan Arga?" Nadia menjawab, kali ini dengan nada hormat yang tulus.

​"Siapkan jalur komunikasi gelap. Aku ingin mengirim pesan ke Jakarta. Bukan untuk Siska, tapi untuk seluruh pemegang saham Winata Group."

​Arga menatap bayangannya di layar monitor. Pria yang ada di sana bukan lagi Arga sang arsitek yang lembut. Dia adalah Arga Adriansyah, pewaris tunggal dari sebuah rahasia yang mampu menjungkirbalikkan dunia.

​"Katakan pada mereka... Jarak di antara aku dan dendamku sekarang hanyalah satu klik saja."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!