Langit Elarion tidak pernah benar-benar diam.
Ia bernapas.
Bukan seperti makhluk hidup—tidak dengan paru-paru atau denyut nadi—melainkan dengan ritme kosmik yang tak terlihat, gelombang halus yang mengalir di antara bintang-bintang seperti bisikan yang terlalu tua untuk diingat. Warna ungu kebiruan yang membentang di ufuk fajar bukan sekadar fenomena cahaya, melainkan residu dari hukum-hukum yang terus menulis ulang dirinya sendiri, detik demi detik, tanpa pernah berhenti.
Di dunia manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi nhnựg nười Nĩóđs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TENTANG PENULIS
...Dia adalah mantan penulis buku dengan judul: Gadis Geminiorum dan Tower of God Tale of Anlyryu terutama juga untuk buku dengan judul Coffee Middle. Karyanya bisa di lihat pada Google Play Book aplikasi dengan tema E-book. Pembisnis dengan umur 23 ini memiliki Nama Asli: Kadek VicenteNĩod Nisa Yuxiong. "Terimakasih sudah membeli buku dan membacanya. Salam manis Gula untuk kalian." Ucapannya kepada kalian...
...Ada hal yang sangat ingin saya berikan tahu, kau dunia maka kau akan matang dalam menjalani hidup, "lapor kali ini saya hidup utuh kembali dan siap bertempur dengan cermin kata ucapan saya sendiri. Laporan selesai."...
Sinopsis Ulang Cerita:
...Langit Elarion tidak pernah benar-benar diam....
...Ia bernapas....
...Bukan seperti makhluk hidup—tidak dengan paru-paru atau denyut nadi—melainkan dengan ritme kosmik yang tak terlihat, gelombang halus yang mengalir di antara bintang-bintang seperti bisikan yang terlalu tua untuk diingat. Warna ungu kebiruan yang membentang di ufuk fajar bukan sekadar fenomena cahaya, melainkan residu dari hukum-hukum yang terus menulis ulang dirinya sendiri, detik demi detik, tanpa pernah berhenti....
...Di dunia manusia....
...Altharion menghela napas panjang, rasa berat di dadanya kini terbagi menjadi sembilan. Musuh yang mereka hadapi bukanlah pasukan pemberontak atau makhluk asing. Musuh mereka adalah konsep kehancuran itu sendiri....
...Dan pertempuran untuk menyelamatkan Elarion baru saja dimulai di dalam ruangan ini....
...Sebuah senyuman tipis terbentuk. Bukan senyuman ramah, bukan pula senyuman jahat yang kejam. Itu adalah senyuman seseorang yang mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Senyuman seseorang yang telah mengambil keputusan berat jauh sebelum orang lain sadar bahwa mereka sedang berdiri di tepi jurang....
...Di luar aula, guntur bergemuruh jauh di angkasa, seolah langit sendiri ikut menahan napas menanti jawaban darinya....
...Misteri tentang retakan itu, tentang Nihilum, dan tentang jiwa-jiwa yang tertahan, perlahan mulai menemukan ujung benangnya. Dan ujung itu berada tepat di genggaman tangan Nyxarion....
...Bab ini belum berakhir, namun panggung telah disetting. Permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan taruhannya adalah keberadaan seluruh alam semesta....
...Dan kemudian, sebuah suara bergema....
...Bukan suara yang masuk ke telinga melalui getaran udara. Suara itu muncul langsung di dalam pikiran setiap makhluk yang bernyawa di seluruh Elarion. Suara yang dalam, bergema, tanpa nada, tanpa emosi, namun mengandung satu pesan tunggal yang jelas:...
...“KEMBALI.”...
...Dunia seolah berhenti berputar....
...Turunnya Nihilum bukan hanya sebuah invasi. Itu adalah penghakiman. Dan hukuman bagi seluruh realitas adalah dihapuskan dari catatan waktu....
... Di luar sana, langit benar-benar telah tenang. Bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu, berkelap-kelip indah di atas kanvas ungu kebiruan. Dunia di bawah sana aman. Kehidupan akan terus berjalan. Pohon akan terus tumbuh, anak-anak akan terus tertawa, dan waktu akan terus berputar....
...Itu semua adalah hadiah dari Myrrha....
...Namun bagi para Seraph yang berdiri di sana, dunia tidak akan pernah sama lagi. Ada satu warna yang hilang dari pelangi mereka. Ada satu nada yang hilang dari simfoni kehidupan....
...Mereka telah selamat dari kehancuran total. Mereka telah memenangkan pertempuran melawan Nihilum....
...Namun harga yang harus dibayar… selamanya akan terukir di dalam hati mereka sebagai luka yang tidak akan pernah sembuh total, namun akan selalu menjadi pengingat akan arti cinta yang sesungguhnya....
...FOTO PENULIS Dari Edit Photoshop ...