NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Pasukan Bayangan dan Takhta Berdarah sang Leluhur

Angin di Benua Pasir Merah tidak lagi membawa panas yang kering, melainkan aroma kematian yang dingin. Kabar tentang hancurnya Kuil Cahaya Abadi di Benua Mistis telah menyebar ke seluruh dimensi, namun yang lebih mengerikan adalah bangkitnya sesosok entitas di perbatasan utara Benua Pasir Merah. **Leluhur Wang Sui-Ren** tidak lagi berupa roh yang lemah; dengan pengetahuan terlarang yang ia curi dari perpustakaan rahasia Benua Mistis, ia telah menciptakan sebuah "Mahakarya Kegelapan".

Di puncak **Menara Tengkorak**, sebuah struktur yang dibangun dari sisa-sisa logam Kota Karat dan tulang monster, Leluhur berdiri dengan tubuh barunya. Tubuh itu bukan terbuat dari daging, melainkan **Logam Arwah** yang ditempa dengan esensi jiwa ribuan tawanan. Wajahnya tetap menyerupai penatua klan Wang yang agung, namun matanya adalah lubang hitam yang menghisap cahaya.

"Wang Jian telah lahir kembali," suara Leluhur bergema, dingin dan mekanis. "Dia pikir dia telah menang. Dia tidak tahu bahwa kematiannya hanyalah awal dari kejayaan baruku."

### **Persiapan Perang: Aliansi Empat Pilar**

Di Kota Kekaisaran Pasir, suasana berubah menjadi markas militer yang masif. **Wang Jian** berdiri di balkon istana, menatap pasukannya. Di sampingnya, ketiga saudaranya—Lei, Han, dan Chen—kini mengenakan zirah perang yang telah dimodifikasi oleh Meiling menggunakan alkimia tingkat tinggi.

"Leluhur telah mengumpulkan **Pasukan Mayat Logam**," lapor **Wang Lei**. "Mereka tidak mengenal rasa sakit, tidak butuh logistik, dan setiap kali mereka membunuh, mereka menyerap energi lawan untuk memperkuat diri mereka sendiri."

**Wang Han** membuka peta dimensi. "Dia memusatkan kekuatannya di **Lembah Kematian**. Jika kita tidak menghentikannya di sana, dia akan memicu ledakan energi yang akan meruntuhkan stabilitas Benua Pasir Merah dan Benua Tengah sekaligus."

Jian mengepalkan tangannya. Energi **Qi Kehampaan** miliknya berdenyut tenang, namun setiap denyutnya mampu menggetarkan ruang di sekitarnya. "Dia ingin kehancuran total. Maka kita akan memberinya kehancuran yang tidak pernah dia bayangkan."

### **Strategi Sang Alkemis Surgawi**

**Lin Meiling** melangkah maju membawa lima buah botol kristal berisi cairan berwarna perak metalik. "Ini adalah **Cairan Pemutus Arwah**. Aku meraciknya dari sisa-sisa energi Permaisuri dan tanaman herbal dari Hutan Arwah. Siramkan ini pada senjata kalian; ia akan menghancurkan struktur Logam Arwah milik pasukan Leluhur dalam sekali tebas."

Jian menatap Meiling dengan bangga. "Meiling, kau akan memimpin barisan belakang dan tim penyembuh. Jangan biarkan satu pun saudaraku jatuh."

"Aku akan menjagamu dari belakang, Jian," jawab Meiling dengan tatapan teguh. "Tapi berjanjilah, jangan biarkan kebencian mengonsumsi Qi Kehampaan-mu."

### **Pertempuran Lembah Kematian: Badai vs Logam**

Dua hari kemudian, dua kekuatan besar bertemu di Lembah Kematian. Ribuan Pasukan Mayat Logam berdiri diam seperti patung, menutupi seluruh lembah dengan kilauan logam yang mengerikan. Di pihak Jian, ribuan prajurit Kekaisaran Pasir dan para pengikut Suku Garis Darah Besi bersiap dengan senjata yang telah diolesi cairan alkimia Meiling.

"**SERANG!**" raung Wang Jian.

Jian melesat sebagai ujung tombak. Ia tidak lagi menggunakan teknik yang rumit. Ia hanya mengayunkan tangannya, dan sebuah gelombang **Qi Kehampaan** meluncur, menghapus barisan depan pasukan mayat tersebut menjadi debu kosmik.

**Wang Lei** melompat ke tengah kerumunan, **Api Putih Pemurni**-nya meledak seperti supernova kecil. Mayat-mayat logam yang biasanya kebal terhadap api biasa, kini meleleh seketika saat bersentuhan dengan api suci Lei.

Di sisi lain, **Wang Han** bergerak seperti hantu. Menggunakan teknik **Langkah Tanpa Jejak**, ia muncul dan menghilang di antara komandan pasukan lawan, memenggal kepala mereka sebelum mereka sempat bereaksi. Sementara **Wang Chen** menciptakan kubah air raksasa yang menyerap semua serangan jarak jauh lawan dan mengembalikannya sebagai tombak es yang mematikan.

### **Duel Puncak: Cucu vs Leluhur**

Saat pertempuran mencapai puncaknya, langit terbelah. Leluhur Wang Sui-Ren turun dari Menara Tengkorak, memegang pedang yang terbuat dari fragmen dimensi yang pecah.

"Cucuku yang malang," ucap Leluhur. "Kau menghancurkan tubuhmu sendiri hanya untuk kembali sebagai monster. Mari kita lihat, siapa di antara kita yang lebih pantas disebut penguasa dimensi!"

Leluhur mengayunkan pedangnya, menciptakan retakan ruang yang mencoba menelan Jian.

Jian menyambut serangan itu dengan tangan kosong. Ia menangkap bilah pedang dimensi itu, dan dengan kekuatan **Tubuh Abadi Naga**, ia meremas logam tersebut hingga retak.

"Kau bicara tentang kepantasan?" suara Jian rendah namun menggetarkan jiwa. "Kau mengorbankan keluargamu, istrimu, dan bahkan jiwamu sendiri demi kekuatan. Kau bukan penguasa, kau hanyalah sampah sejarah yang menolak untuk dibuang."

Jian melepaskan **Napas Naga Kehampaan**. Semburan energi hitam-emas meluncur, menghantam tubuh logam Leluhur. Benturan itu menciptakan ledakan yang meratakan puncak gunung di sekitar mereka.

Leluhur terhuyung, tubuh logamnya mulai retak. Namun, ia tertawa gila. "Kau pikir ini bentuk asliku? Aku telah menyatukan jiwaku dengan **Inti Benua**! Jika kau membunuhku, benua ini akan hancur bersama denganku!"

Jian terhenti sejenak. Ini adalah jebakan terakhir sang Leluhur. Sebuah dilema maut: membiarkan musuh abadinya hidup, atau membunuhnya dan menjadi pembantai jutaan nyawa di Benua Pasir Merah.

### **Status Kultivasi Akhir - Bab 30:**

* **Wang Jian:** **Kristalisasi Inti Bintang 9 (Puncak)**. (Mencapai batas stabilitas Qi Kehampaan).

* **Leluhur Wang:** **Ranah Nascent Soul Buatan**. (Menyatu dengan Inti Benua).

* **Situasi Perang:** Aliansi Empat Pilar unggul di darat, namun terancam oleh kehancuran benua.

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!