Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 ketahuan
Pietter tak menyerah meski Ester terus menolak ajakannya.
Segala cara ia lakukan demi untuk Ester mau menuruti kemauannya yakni ke hotel.
Ia sudah bertekad,
Kali ini,
Ester harus benar benar jadi miliknya. Ia sudah sangat tak bisa lagi menahan rasa penasarannya dengan tubuh gadis yang sudah ia pacari selama satu tahun itu.
" aku nggak percaya sama kamu Piet...." ucap Ester ketika Pietter terus membujuknya.
" nggak percaya gimana sih sayang....coba kamu ingat,
kapan aku pernah maksa buat nyentuh kamu selama ini.
Padahal kita udah pacaran satu tahun lo sayang...
Satu tahun....
satu tahun itu bukan waktu yang sebentar lo sayang "
oceh Pietter, saat ini mereka berdua telah berada di dalam mobil Pietter.
Sementara mobil Ester berada di area parkir hotel,
Rencananya nanti setelah puas berkencan, Ester akan mengambil mobilnya lagi.
" kalau kamu ingkar janji ?! "
" nggak akan sayang...."
" kalau....!! " Ester memaksa,
" ya aku nikahin kamulah...."
" nggak mau....
aku masih belum mau menikah, aku masih pengen seneng seneng dan menikmati masa mudaku " protes Ester.
" ya udah iya iya.....
kita nggak usah nikah dulu, jadi gimana nih ?! Aku beneran capek banget ini pengen rebahin punggung bentar aja "
" tapi aku lapar Piet...."
" ok,
kita cari makan dulu, habis itu kita cari hotel ya ?! "
" janji nggak ngapa ngapain ya...."
" janji sayang....."
" ya udah,
aku mau makan dulu "
" ok my princess....kita cari makan dulu " jawab Pietter dengan wajah yang sudah berbunga bunga.
Tak terbayang betapa saat ini hatinya begitu bahagia tiada terkira.
Akhirnya setelah satu tahun tak dapat apa apa, ia akan memanen buah kesabarannya.
( Ester....
kamu milikku....) bisik Pietter di dalam hati.
Bibir seksinya menyunggingkan senyum, berkali kali ia melirik ke arah gadis cantik di sisinya itu.
" fokus jalan di depan Piet...aku tidak mau mati konyol sama kamu "
" iya iya....jutek amat sih sayang...." jawab Pietter,
kali ini akan mengalah demi sesuatu yang berharga baginya.
Sungguh Pietter tengah bersorak di dalam hati sekarang.
Rumah makan padang menjadi pilihan Pietter karena ia tahu,
Ester sangat suka makan nasi padang.
Ester tersenyum tulus kepada Pietter. Pietter tidak suka makanan padang,
Tapi demi untuknya, laki laki itu tetap membawanya ke rumah makan Padang untuk makan siang.
" makasih sayang " cicit Ester
" apapun untukmu sayang...." jawab Pietter.
Sungguh saat ini apapun akan ia lakukan hanya agar Ester tak berubah pikiran.
Bahkan meski ia harus ikut makan nasi Padang bersama Ester.
" enakkaan...?! " ucap Ester kepada Pietter yang untuk pertama kalinya pemuda itu mau juga makan nasi padang sepertinya.
Padahal sebelum sebelumnya Pietter hanya menemani dirinya saja makan.
" hemm....
lumayan...." jawab Pietter sambil manggut manggut.
Kali ini ia tidak bohong, rasa makanan yang saat ini tengah ia makan itu memang terasa lumayan dan sedikit cocok dengan lidahnya.
Ia jadi merasa sedikit menyesal karena selama ini selalu menolak ketika Ester memaksanya untuk mencicipinya.
Pietter terus menyuap makanan di hadapannya dengan satu tangan yang terus menggenggam jemari Ester dan mengusapnya lembut.
Sementara itu di tempat lain,
Tuan Anthony benar benar mewujudkan ucapannya,
Ia benar benar membawa Yoga masuk ke dalam kantornya dan mengenalkan pemuda itu kepada para stafnya.
" belajarlah berbisnis Yoga, siapa tahu itu akan berguna untukmu di kemudian hari " ucap pria itu tadi pagi ketika Yoga sempat menolak ajakannya tadi.
Akhirnya Yoga pun tak punya alasan untuk menolak selain menerima.
Tuan Anthony bukan hanya memperkenalkannya kepada para stafnya tapi juga membawanya ikut dalam meeting koordinasi dengan para stafnya.
Dan sekarang,
Setelah meeting dengan para stafnya di kantornya selesai,
Tuan Anthony lagi lagi membawa Yoga untuk ikut meeting dengan beberapa jajaran pemerintah yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaan transportasi miliknya.
Saat ini mereka berada di dalam ballroom sebuah hotel yang cukup ternama di kota ini dengan posisi Yoga duduk di sisi kanannya kemudian diikuti beberapa orang lain kepercayaannya juga staf stafnya.
Tuan Anthony nampak serius mengikuti meeting ketika sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.
Wajah pria baya itu seketika berubah ketika ia membuka pesan itu.
Satu tangannya yang lain terkepal erat sebelum akhirnya ia meremas kuat kain celananya.
( Ester....
kau benar benar menguji kesabaran papa, sepertinya kau ingin tahu bagaimana kemarahan papa yang sebenarnya ) bisiknya di dalam hati.
( tetap ikuti dia...
aku sama sekali tidak percaya dengan begundal itu )
Tuan Anthony mengetik sebuah pesan kemudian segera mengirimkannya.
Waktu terasa begitu lambat bagi tuan Anthony sejak ia menerima pesan dari orang suruhannya tadi.
Berkali kali ia mengubah posisi duduknya dan mengusap keringat dingin yang tiba tiba saja membasahi keningnya.
Satu jam telah berlalu, meeting itupun akhirnya selesai.
Dengan wajah tidak sabar dan murung Tuan Anthony segera keluar lebih dulu dari ruangan meeting.
Semua orang karyawannya yang mendampinginya saat ini hanya bisa menahan nafas melihat perubahan wajah sang atasan itu.
Termasuk Yoga,
Dengan langkah tegap, tuan Anthony melangkah masuk ke atah lift yang terbuka dan di ikuti oleh semua orang orangnya.
Di loby hotel,
Pietter dan Ester nampak berdiri bersisihan di depan meja resepsionis.
Saat ini Pietter sedang memesan satu kamar, sementara Ester di sisinya tiba tiba merasa gelisah dan tak tenang.
" kenapa ?! Kau terlihat tak tenang " tanya Pietter kepada Ester sambil menyelesaikan prosedur pemesanan kamar.
" nggak tahu....tiba tiba aja aku merasa takut " jawab Ester jujur.
Pietter tersenyum lembut, satu tangannya terulur mengusap pundak kekasihnya itu.
" kamu terlalu berpikir berlebihan sayang...tidak akan terjadi apa apa dengan kita,
kita hanya mampir istirahat doang....nggak lebih kok..." ucap Pietter masih dengan mengusap salah satu pundak Ester untuk menenangkan kekasihnya itu.
Ester mengangguk,
Tanpa ia tahu, di belakang sana...pintu lift terbuka dan segera menampilkan sosok yang mungkin menjadi alasan kenapa hatinya tiba tiba merasa gelisah dan tak tenang.
Wajah dari pemilik sosok itu tiba tiba berubah semakin dingin dengan tatapan matanya yang begitu tajam ketika ia melihat Ester.
Ia melangkah pasti dengan tubuh tegapnya dan kemudian berhenti tepat di belakang Ester dan Pietter.
" apa yang sedang kau lakukan di sini Ester ?! " dengan suara tenang namun terdengar berat dan tajam sukses membuat Ester dan Pietter segera memutar tubuhnya.
" papa.....papa....di sini.....?! "
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣