NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

   Raungan mesin Porsche hitam Langit baru saja menghilang di belokan gerbang kampus. Jelita masih berdiri di lobi, merapikan kerah kemejanya yang sedikit tinggi—berusaha menyembunyikan "jejak" posesif Langit tadi subuh yang masih terasa hangat.

Tapi baru saja Jelita mau melangkah masuk, mobil Aston Martin mendadak berhenti tepat di depannya. Pengendaranya membuka pintu mobil memperlihatkan wajah yang bikin Jelita pengen resign dari bumi hari ini juga.

Yayan turun dari mobil, berjalan santai ke arah Jelita sambil masukin kunci mobil ke saku jaket denimnya. Seringai nakalnya nggak pernah absen.

"Pagi, Jee. Lo udah sarapan belum?'' jelita cuma mendengus malas meladeni si gila yang tak tau malu ini.

 "Sarapan yuk, Sayang," ucap Yayan enteng, seolah kata 'Sayang' itu udah jadi hak paten dia buat manggil Jelita.

Jelita melotot, jantungnya yang baru mau tenang gara-gara Langit, sekarang maraton lagi gara-gara muka berandalan yang sialnya mirip pinang di bela dua sama langit. "Lo... lo bener-bener ya, Kak! Sejak kapan gue jadi 'Sayang' lo?! Pergi nggak!"

Yayan bukannya menjauh, malah makin mendekat. Dia sengaja memangkas jarak sampai Jelita harus mendongak buat natap dia. Yayan menatap wajah Jelita yang lagi emosi—pipi merona merah, mata melotot, dan bibir yang mengerucut kesel.

Yayan tertawa rendah, suara yang beratnya bikin bulu kuduk Jelita meremang. "Jangan gitu mukanya, Jee. Makin kayak gitu, makin cinta gue liatnya."

" YAYAN! GILA YA LO!" Jelita mukul bahu Yayan pake tasnya, tapi pria itu malah ketawa makin lebar.

"Galak banget sih. Gue cuma ngajak makan, bukan ngajak kawin... eh, tapi kalau lo mau sekarang juga gue siap sih," goda Yayan sambil menaik-turunkan alisnya, gaya berandalan yang bener-bener "Langit banget" tapi auranya jauh lebih misterius.

Jelita bener-bener frustrasi. Dia ngerasa dikepung sama dua orang yang wajahnya sama tapi kelakuannya sama-sama ajaib. "Gue udah sarapan! Sama cowok gue! Puas?!"

Yayan cuma senyum tipis, dia nggak kelihatan keganggu sama sekali. Dia malah benerin anak rambut Jelita yang berantakan karena angin. "Ya udah, kalau udah sarapan nasi, sarapan cinta sama gue aja gimana? Satu jam aja, temenin gue ngopi. Gue kangen, Jee. Masa lo setega itu sama cowok seganteng gue?"

"Nggak ada! Gue ada kelas!" Jelita mencoba jalan memutar, tapi Yayan dengan sigap nahan jalannya lagi.

"Satu jam, atau gue ikut masuk ke kelas lo terus gue duduk di samping lo sampe dosennya nanya kita udah tunangan apa belum?" ancam Yayan dengan wajah yang kelihatan bener-bener serius bakal ngelakuin itu.

Jelita lemas. Dia tau Yayan nggak pernah main-main sama omongannya. "Lo... lo bener-bener berandalan nggak punya urat malu ya."

"Makasih pujiannya, Sayang. Ayo, mobil gue di sana," Yayan menarik jelita masuk ke mobilnya

Sepanjang jalan menuju kafe dekat kampus, Jelita cuma bisa cemberut sambil lipat tangan di dada.  'Kenapa sih hidup gue isinya dua rahang tajam ini semua? Mana yang satu posesifnya minta ampun, yang satu lagi nyulik gue pake gaya preman!'

Pas sampe di kafe, Yayan pesen kopi hitam dan jus jeruk favorit Jelita—masih inget detail kecil itu. Dia duduk di depan Jelita, nggak banyak bicara, cuma liatin Jelita yang lagi asyik minum jusnya sambil tetep pasang muka galak.

"Jee," panggil Yayan lembut.

"Apa?!"

"Gue bilang apa tadi? Jangan gitu mukanya... kalau lo makin cantik kayak gini, gue makin nggak rela buat balikin lo ke kampus," Yayan meraih tangan Jelita di atas meja, mengusap punggung tangannya pelan.

Jelita mau narik tangannya, tapi genggaman Yayan itu beda. Rasanya kayak ditarik ke masa lalu yang penuh memori, tapi juga dibenturkan ke masa depan yang nggak pasti.

"Kak, gue mohon... berenti kayak gini. Gue udah bahagia sama hidup gue sekarang," bisik Jelita, suaranya melemah.

Yayan menatap mata Jelita dalam-dalam. "Gue nggak peduli lo bahagia sama siapa sekarang, Jee. Yang gue tau, gue udah balik. Dan gue nggak akan biarin milik gue, pergi lagi.. persetan lo mau pacaran sama orang lain.. yang gue tau lo milik gue"

Jelita tersentak. apa ini Yayan yang sama dengan si berandalan yang sering di hukum lari di lapangan waktu SMP. aura nya masih sama misterius.. tapi kelakuannya 360° bedanya, dulu yayan orang yang cuek dan gak banyak omong, tapi yang di depan nya ini?...

...----------------...

 Felicia masih berdiri mematung di balik pilar lobi, tangannya masih memegang botol air mineral yang tadi niatnya mau dikasih ke Jelita. Matanya berkedip berkali-kali, mencoba memproses apa yang baru saja ia lihat.

"Gila... itu beneran bukan Langit?" bisik Felicia pada dirinya sendiri.

Pikirannya mendadak kacau. Ia ingat betul, beberapa menit lalu ia melihat Langit—si Tutor Posesif itu—mengantar Jelita dengan Porsche hitamnya. Gayanya yang sengklek tapi protektif sudah menjadi pemandangan biasa bagi Felicia. Tapi pria yang baru saja turun dari Aston Martin abu-abu itu... auranya benar-benar beda.

Jika Langit adalah terik matahari yang membakar tapi menghangatkan, pria ini—Yayan—adalah badai malam yang dingin namun mematikan. Tapi masalahnya, wajah mereka identik! Rahang tajam itu, hidung bangir itu, bahkan cara mereka menyipitkan mata... semuanya sama.

"Jelita bilang mereka nggak ada pertalian darah? Yang bener aja!" gumam Felicia frustrasi. "Mana ada dua orang asing di dunia ini yang mukanya copy-paste kayak gitu kalau nggak satu pabrik?"

Namun, di tengah kebingungannya, ada satu rasa yang menyeruak di hati Felicia: Baper.

Felicia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Sebagai sahabat Jelita, ia tahu betapa hancurnya Jelita dulu karena pria bernama Yayan ini, curhatan jelita waktu itu sungguh tak terduga, saat pertama kali pertemuan di kantin itu.

  Tapi melihat Yayan secara langsung dengan "Mode Berandalan" yang sudah upgrade ke level dewasa, Felicia merasa seperti sedang masuk ke dalam panel komik Webtoon favoritnya.

"Gantengnya nggak manusiawi, sih," batin Felicia, pipinya mendadak ikut memanas.

Ia teringat cara Yayan menahan Jelita tadi. Cara Yayan tersenyum miring. cara yayan memperlakukan jelita. Itu benar-benar adegan yang manisnya ngalahin gula di kopi kafe kampus. Felicia merasa seperti sedang menonton drama romantis secara live.

"Yayan itu... gila ya, agresif banget," Felicia menutup mulutnya dengan tangan. "Gayanya yang berandalan, nggak tahu malu, tapi tatapannya ke Jelita itu... duh, kok gue yang baper?"

Felicia merasa bersalah pada Langit. karena dia bingung di pihak siapa, mau di pihak langit pesona yayan gak bisa di tolak.

"Aduh, Jee... lo dalam bahaya besar," Felicia menatap punggung Jelita yang sudah hilang dari pandangan nya. "Punya pacar kayak Langit aja udah bikin jantungan tiap hari, sekarang ditambah 'reinkarnasi' masa lalu yang mukanya sama tapi sifatnya lebih liar."

Felicia mendesah panjang. Ia melihat Aston Martin Yayan melesat pergi, meninggalkan aroma parfum midnight musk yang maskulin di udara. Felicia menghirup aroma itu tanpa sadar, merasa kepalanya sedikit pening karena kombinasi antara rasa bingung dan rasa kagum yang salah alamat.

"Kalau gue jadi Jelita, gue pasti udah pingsan di tempat liat dua rahang tajam itu rebutan gue," gumam Felicia sambil mulai berjalan menuju kelasnya.

Sepanjang koridor, Felicia tidak bisa berhenti membayangkan bagaimana jika Langit dan Yayan benar-benar bertemu di depan mata Jelita. Apakah kampus ini akan meledak? Ataukah mereka berdua akan saling klaim kepemilikan dengan cara yang lebih ekstrem?

_Beb, sumpah ya... ini bener-bener kayak baca cerita fiksi tapi nyatanya ada di depan mata,

 Felicia ngetik pesan di grup rahasia bareng teman-teman gibahnya—tapi dia hapus lagi. Dia nggak tega ngebocorin rahasia besar Jelita.

Felicia akhirnya cuma bisa menghela napas. Dia bertekad bakal jagain Jelita, tapi jujur, di dalam hatinya, dia juga penasaran... sejauh mana Yayan bakal "berulah" buat ngambil balik bidadari SMP-nya itu.

"Yayan... Langit... kalian berdua bener-bener perusak ketenangan mahasiswi Akuntansi," tutup Felicia sambil masuk ke kelas, di mana dia langsung disambut wajah pucat Jelita yang duduk di pojokan.

1
D_wiwied
andai kamu tau siapa yg dikejar yayan, apa msh bisa ketawa kamu Lang 😆
jhiee: biar gelut aja sekalian😁
total 1 replies
D_wiwied
agak aneh sih menurutku kenapa ga ada yg ngeh kalo dua org ini saudara kembar, dan jelita jg bukannya dia tau klo Langit punya sodara kembar kenapa ga mikir sampe kesana
jhiee: karena langit gak pernyataan bilang punya kembaran dia cuma bilang punya abang😁
total 1 replies
Vike Kusumaningrum 💜
Pusing otornya, mau ngasih Jelita ke siapa🤣🤣
D_wiwied
bener2 tutor sesat kamu Lang, mana muridnya nurut parah lg 😆😆
D_wiwied: bangetttt 😆
total 2 replies
falea sezi
lanjutt
falea sezi
jelita jangan maruk ya loe
jhiee: jelita gak maruk kak😭 cuma si yayan aja yang susah move on😭
total 1 replies
falea sezi
aduh jee lom nikah kok belah duren🤣
jhiee: 🤣🤣nakal kan beb🤣
total 1 replies
Vike Kusumaningrum 💜
Bingung mau pro ke siapa 🙄🥺
jhiee: aku juga bingung☺ mau pilih langit tapi kasihan yayan😭 mau pilih yayan tapi effort langit gede😭😭
total 1 replies
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!