"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Happy reading<<<<<<<
"Hahahha." Ravel, Mio, dan Bobop langsung ngakak melihat wajah sebalnya Viona karena tidak di respon oleh Aryan.
"Makanya jadi orang kagak usah Pd." ujar Bobop.
"Ar, kenapa tiba tiba ketua blaccobra muncul? Lo tau kan mengenai ketua blackcobra?" kini Xavier yang berada di dekat Aryan langsung bertanya.
"Gue cuman tau, kalau ketua Blackcobra itu Cowok." jawab Aryan.
"Tapi di lihat dari postur tubuhnya..." Ujar Xavier menatap Aryan apa yang mereka pikirkan sama.
"Tapi, Gue kagak yakin, gila aja ketua blackcobra itu Cewek. Memangnya ada Cewek se jago itu." ujar Xavier tak percaya dan Aryan hanya diam kemudian merasa ada yang memperhatikannya sehingga dia kembali menatap kedepan.
"Mungkin Ya mungkin juga tidak." batin Aryan dan tersenyum miring sambil menatap ketua geng Blackcobra yang sedang berbicara dengan Reza.
"OKE GUYSS.. MALAM INI KITA KEDATANGAN GENG LEGEND YAITU GENG BLACKCOBRA YANG SUDAH LAMA MENGHILANG DARI DUNIA JALANAN. DAN HARI INI DENGAN PENUH PENGHORMATAN KITA UNDANG KETUA BLACKCOBRA UNTUK BERSIAP.... DAN AKAN BERTANDING DENGAN KETUA GENG DARI AYAMJAGO09 YANG JUGA SADIS DALAM BALAPAN." ujar sang komando lantang semua tatapan langsung menagarah ke komando tersebut kemudian......
Brrum brrum
Ketua blackcobra mengrem motornya dan mengarahkan ke garis awal.
"Ck, sudah lama Lo pensiun dari dunia balapan. Lo yakin bisa menang dari Gue?" tanya ketua Ayamjago09. Kemudian apa yang terjadi? Respon yang di berikan ketua blackcobra langsung membuat satu arena heboh bukan main. Karena Ketua itu mengangkat tangannya dan memiringkan jempolnya ke bawah. Tanda meremehkan.
"Ck, Lo lihat aja." ujar Ketua Ayamjago09 kesal.
Tap tap
Ketua blackcobra langsung menepuk pundaknya Ketua Ayamjago09.
"Wih, sadiis pesonanya itu woy. Walaupun tak bersuara tapi auranya itu mematikan Lo, dia bisa membuat siapa saja kesal hanya dengan memberika isyarat." ujar anak geng lainnya.
"Sebelum lanjut kalian boleh panggil ketua blackCobra, King." ujar Reza dan mereka mengangguk.
"Oke Kiiing, semangaaaat." teriak sebagai orang yang mendukung King. King hanya mengangguk saja.
"OKE, BERSIAP BALAPAN AKANG DI MULAI.. LEPASKAN KOPLING. AND GASSSS POLLLLL..." seorang Wanita sudah bersiap di depan mereka untuk memberi aba aba isyarat dengan cara membuang kain berukuran kecil.
"SATUUUUUUU.... DUAAAAAA..... TIGA....
BRUUUMM
BRRRRUUUUUUMMMM
"HUUUUUUUUUUUU." semua orang bersorak heboh setelah King dan dan patnernya melajukan motor mereka.
Adegan tanpa tegang dengan persaingan yang semakin tegang suara kanalpot terdengar semakin kenceng. Semua mata menatap kagum dari kejauhan dengan King yang sangat lihai membawa motornya. Hingga motor King dan patnernya hilang kemudian mereka menunggu dengan was was siapa yang akan memenangkan putaran pertama.
BRUUUUUM
BRUUUUMMMMMM
"YUHUUUUUUUUUU KINGGGG..." teriak mereka heboh karena kinglah pemenang putaran pertama. Dan putaran kedua pun mereka kembali menunggu.
"Kira kira siapa ya yang bakal menang.. Kalau Gue sih King ya. Di lihat dari keahliannya mengendarai motornya saja sudah tidak di ragukan lagi."
"Ya, Gue juga setuju."
"Gue sih King."
"Ya."
"Cailah, kalian meremehkan ketua Kami... Lihat saja nanti." ujar anggota Ayamjago09. Pada anggota lain yang heboh.
BRUUUM BRRRRUUUUUMMMM
"HORREEEEEE, YUHUUUUUUU HIDUP KIIIING." teriak orang orang yang mendukung King.
"Menarik." batin Aryan.
"GUE BILANG APA. KING MEMANG THE BEST." teriak mereka heboh.
"Gue, akui keahlian Lo.. Selamat bro." ujar Ayamjago09 yang ingin mengambil hatinya King biar bergabung ke gengnya.
"Gue tertarik sama Lo.. Lo mau tidak jadi anggota Gue?" tanya Ayamjago09.
Imlie hanya memberikan isyarat dengan tangan telunjuknya yang di goyangkan ke kiri dan ke kanan.
Respon itu membuat ketua Ayamjago09 emosi. "Sialan." desisnya karena sebagian orang menahan tawa melihat penolakan King.
"Bos, apa kita tawarin saja Kingnya? Biar masuk ke geng kita?" tanya Mio.
"Tidak segampang itu." jawab Aryan.
Setelah itu ronde kedua dan ketiga di menangkan oleh King. Dan ini akhirnya pemberian hadiah berupa uang tunai kisaran puluhan juta. King menerimanya kemudian mengambil uang dari dalam ampol coklat besar itu dan memberikannya pada Reza.
"Thanks." bisik King.
"You Are Welcome. Thanks juga." ujar Reza yang tak pernah kecewa dengan kemampuan King dia menepuk pundak King dua kali.
"Lumayan buat bapak sama Ibu di kampung." batin Reza yang melihat uang itu yang sepertinya ada 15 juta.
ingin mengambil hatinya King biar bergabung ke gengnya.
"Gue tertarik sama Lo.. Lo mau tidak jadi anggota Gue?" tanya Ayamjago09.
Imlie hanya memberikan isyarat dengan tangan telunjuknya yang di goyangkan ke kiri dan ke kanan.
Respon itu membuat ketua Ayamjago09 emosi. "Sialan." desisnya karena sebagian orang menahan tawa melihat penolakan King.
"Bos, apa kita tawarin saja Kingnya? Biar masuk ke geng kita?" tanya Mio.
"Tidak segampang itu." jawab Aryan.
Setelah itu King juga mengambil segepok uang lagi yang sepertinya ada 5 juta kemudian di berikan lagi pada Reza.
"Buat traktir teman teman Lo.. Lain kali kabari Gue lagi." ujar King kemudian menaruh uang itu ke job motor dan menaiki motornya kemudian mengendarainya dengan cepat.
"Wih, baik juga itu si King." ujar Mio.
"Ikutin." ujar Aryan dan langsung menaiki motornya.
"Ar, terus Gue?... Ujar Viona takut di tinggalin.
"Naik." ujar Aryan. Viona pun langsung naik dengan senang kemudian memeluk pingang Aryan kuat.
"Pegangan yang erat kalau nggak mau Lo pindah alam. Kalau Gue sih bersyukur sih kalau kaya gitu. Eneg banget Gue satu Alam dunia sama Lo." ujar Ravel seperti biasa bermulut pedas.
Bruuum bruuuum
Motor mereka langsung dengan laju mengejar motor milik King. Sedangkan King hanya santai membawa motornya karena tak tau di ikuti.
"Lumayan.. Rezeki tak bakal kemana mana."
batin King. Kemudian langsung kaget melihat kaca spionnya ternyata Geng BlacXabir mengikutinya.
"Sialan, kenapa mereka ikutin Gue." batin King kesal kemudian menambah kecepatannya.
"Wah!! King tau pergerakan kita..." ujar Xavier.
"Eh, buseeet Gue kageet.. Si King laju bangeeet. Eh, buseeet." Bobop malah bernyanyi.
"Fokus." ujar Aryan.
"Ar, kenapa kita mesti ikutin dia sih." teriak Viona.
"Buat jual Lo ke King... Mumpung dia butuh babysister kambing tuh." teriak Ravel.
"Sialan." desis Viona hari ini dia di buat kesal karena Aryan pun tak merespon perkataanya.
Brrrummm
King terus melajukan motornya sehingga dia mempunyai ide menyelip. Melihat di depan lampu hijau sudah mulai keganti ke merah... Tapi....
Bruuum
Langsung saja King menggas motornya dengan cepat dan melewatinya sehingga bertepatan dengan munculnya lampu merah.
"Sialan." geram Aryan karena dia dan teman temannya terpaksa berhenti.
"Wih, jagooooo wih.. Kelassa." ujar Mio kaget dengan kejadian cepat tadi.
"Jago banget dah. Dia buka kursus balapan kagak sih? Gue mau daftar cok." ujar Mio.
"Gue nitip." balas Bobop.
"Gue juga mungkin kalau Gue tau rumahnya Gue bakal apelin ke rumahnya biar di ajarin..skillnya tingkat dewa banget." ujar Ravel.
Sedangkan Xavier dan Aryan memang diam diam mengakui kehebatannya King juga.
Setelah beberapa menit lamanya lampu merah berubah jadi hijau karena di depan sana ada terjadi kecelakaan kecil.. Sehingga mereka baru saja melajukan motornya.
"Jangan berharap lagi jika kita bisa kejar King. Karena terlambat satu menit saja kita sudah bakal kehilangan jejaknya." teriak Ravel.
"Benar juga woy." jawab Mio.
"Mio, anterin Viona pulang." ujar Aryan setelah memberi kode untuk mereka berhenti.
"Hah? Nggak mau.. Nggak Ar." tolak Viona.
"Kali ini Gue lunya urusan serius. Dan kalian semua bisa pulang.. Xavier Lo juga." ujar Aryan dan mereka mengangguk.. Kemudian dengan terpaksa Viona naik di boncengannya Mio.
"Aakakkh kesal banget Gue." batin Vioja berteriak.
"Pegang yang kuat Lo Mak Lampir. Kalau kagak impian Gue bakal berhasil dengan membuat Lo pindah alam." teriak Mio dan Bobop tertawa. Karena Bobop dan Mio yang mengantarkan Viona.
"Sialan, Gue bakal aduin kalian ya ke Aryan." teriak Viona kesal.
"Cih, pacar aja bukan... Mau sok mengandu. Sana Mengadu sama Bokap end nyokap Lo biar sama peliharaan Lo itu si kambing hitam. Jangan sana pacar ng woy." teriak Mio.
"Ck, Gue kagak punya kambing bodoh." marah Viona.
"Terserah Gue dong." jawab Mio dan Bobop hanya bagian tertawa aja.
Sedangkan Aryan kini mengendarai motornya dengan cepat menuju rumahnya Imlie entah untuk apa dia bertamu malam malam seperti ini. Tetapi saat di tengah jalan dia menemukan sebuah motor scoopy yang di kendarai dengan pelan oleh seorang gadis yang sangat Aryan kenal.
"Asyik banget bawah motornya Yoyo ini.. Nanti Insyaallah kalau Gue punya duit Gue mau beli deh." ujar Imlie karena motornya memang sudah di sita Mama dan Papanya.
"Kayanya makan seblak malam gini enak nih. Gue cari gerobak seblaknya ah." ujar Imlie tapi tiba tiba sebuah motor besar di kendarai menyesuaikan laju motornya di sampingnya.
Imlie langsung sedikit kaget.
"Kenapa Lo keluar malam malam gini hah? Gue ada izinin Lo?"