Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dasar Tidak Tahu Malu
"Ini adalah hasil tes DNA antara kamu dengan Arnold." Ucap Diego sambil memperlihatkan lembaran kertas DNA ke arah Kimberly.
("Gawat, kalau identitasku terbongkar maka Aku tidak akan bisa membawa Arnold pergi ke luar negri." Ucap Kimberly).
Kimberly yang tidak ingin rahasianya terbongkar berjalan ke arah Diego dan bersiap ingin merebut dokumen.
Namun Diego yang memiliki sikap waspada menarik tangan Kimberly dan hal itu membuat Kimberly sangat terkejut. Kimberly yang belum ada persiapan jatuh kepelukan Diego dan bibir mereka nyaris saling bersentuhan.
Mereka saling menatap dengan wajah bersemu merah sedangkan Jumat yang melihat orang tuanya bermesraan langsung menutupi sepasang matanya dengan kedua tangannya.
"Kenapa kamu begitu gelisah? Apa jangan-jangan kamu itu Ibu kandung Arnold?" Tanya Diego sambil menatap Kimberly dari jarak dekat.
"Aku ..." Ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya.
"Tidak perlu terburu-buru untuk menjelaskan karena jawabannya ada di tanganku." Ucap Diego sambil tersenyum devil.
Jantung Kimberly berdetak kencang tak kala Diego menatap ke arah dokumen hasil tes dna. Awalnya wajah Diego terlihat sangat bahagia karena sebentar lagi Kimberly tidak bisa lagi mengelak kalau Kimberly adalah Ibu kandung Arnold.
Namun ketika membaca isi dokumen tersebut mendadak wajahnya berubah dratis dan terlihat sangat kecewa.
Berbeda dengan wajah Kimberly yang terlihat sangat bahagia karena rahasianya aman. Tubuh Kimberly dan tubuh Diego nyaris bersentuhan ketika membaca dokumen tersebut namun ketika mengetahui isi dokumen Kimberly langsung berdiri dengan tegak.
"Bagaimana mungkin? Kenapa bisa begini?" Tanya Diego sambil memegang dokumen tersebut seakan tidak percaya dengan apa yang dibacanya.
"Diego, sudah Aku bilang kalau kamu salah paham." Ucap Kimberly sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Apakah kamu yakin tidak ada kesalahan?" Tanya Diego sambil melempar dokumen tersebut ke Asisten Mike.
"Tuan Muda, begitu Saya menerima hasil tes DNA ini. Saya langsung menemui Tuan Muda jadi mana mungkin ada kesalahan." Jawab Asisten Mike dengan nada yakin.
"Kalau begitu bawa ke sini anak yang bersembunyi di gudang tua! Jika tidak ada cari seluruh area ini sampai anak itu ketemu!" Perintah Diego dengan nada dingin.
"Baik." Jawab Asisten Mike dengan patuh.
Kemudian Asisten Mike memberikan kode ke arah para bodyguard kemudian mereka pergi mencari keberadaan Arnold.
"Tunggu! Tidak ada anak di dalam gudang tua atau di seluruh area ini!" Teriak Kimberly dengan wajah panik.
Namun mereka sama sekali tidak mempedulikan teriakan Kimberly sedangkan Diego hanya tersenyum melihat wajah panik Kimberly.
Hingga tiga puluh menit kemudian Asisten Mike datang bersama para bodyguard dengan tangan hampa. Kimberly menghembuskan nafas lega berbeda dengan Diego yang terlihat sangat kecewa karena tidak berhasil menemukan putranya yang disembunyikan oleh Kimberly.
"Tuan Muda, tidak ada siapa-siapa di dalam gudang ataupun di area ini." Ucap Asisten Mike.
"Kimberly, kamu benar-benar hebat ya." Ucap Diego sambil menatap perubahan wajah Kimberly yang terlihat dengan sangat jelas.
"Diego, Aku sudah bilang kalau kamu salah paham." Jawab Kimberly sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Kalau begitu kenapa Arnold sudah kembali ke rumah tapi kenapa kamu tidak mengkuatirkannya? Selain itu kenapa kamu malah datang kemari?" Tanya Diego sambil masih menatap ke arah Kimberly.
"Aku ... (menjeda kalimatnya sambil berpikir secepat mungkin dan tanpa sengaja menatap ke arah putri bungsunya) ... Aku datang kesini demi Alma. Alma ini adalah teman baik Arnold. Karena Arnold sudah pulang maka Aku juga harus mengantarnya pulang ke rumah." Jawab Kimberly memberikan alasan yang tepat.
Diego bukanlah orang bodoh yang gampang dibohongi oleh Kimberly. Diego hanya bisa menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu mengeluarkan perlahan untuk mengurangi amarahnya.
"Alma." Panggil Diego sambil menarik perlahan tangan Alma.
"Apakah benar yang dikatakan Tante Kimberly?" Tanya Diego dengan nada lembut sambil tersenyum.
"Tentu saja tidak benar. Sebenarnya Aku datang khusus untuk bertemu dengan Paman karena Aku sangat merindukan Paman." Jawab Alma yang sebagian berbohong dan sebagian benar.
"Benarkah?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Alma.
"Tentu saja benar." Jawab Alma yang sangat merindukan kasih sayang Diego.
"Kalau begitu, kamu mau tidak setiap hari bersama Paman?" Tanya Diego sambil mengusap rambut Alma dengan lembut.
Alma hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum bahagia dan hal membuat Diego ikut tersenyum bahagia.
"Sekarang Paman bertanya, apa hubunganmu dengan Tante ini?" Tanya Diego sambil menunjuk ke arah Kimberly.
"Kalau kamu jujur sama Paman maka Paman berjanji akan mengabulkan semua permintaanmu." Sambung Diego sambil menatap ke arah Alma yang terlihat sedang berpikir.
(Dasar tidak tahu malu. Alma, kamu harus kuat dan jangan tergoda dengan perkataan Daddy kamu." Ucap Kimberly sambil menempelkan jari telunjuknya ke arah bibirnya).