Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deep Talk
Joy tiba dirumah sakit pada pukul delapan pagi diantar Kapten Lucas Abner Gosal. Pegawai lama di rumah sakit ini pasti kenal dengannya. Karena dulu Lucas sering mengantar antienya dokter Rebeca Mony.
"Ternyata kamu idola juga di rumah sakit ini ya??"
"Mau bagaimana lagi sayang, laki - laki ganteng ini bos." Joy hanya tersenyum. Sebenarnya dia sakit hati, karena semua ners perempuan di rumah sakit ini kenal dengan Lucas. Tangan Joy langsung digandeng sangat erat. Joy berusaha melepaskan, namun Lucas semakin erat mengenggamnya.
"Ini cara yang jitu, agar mereka tidak mengoda aku sayang."
Didepan klinik penyakit dalam sudah ada papa Alfos, mama sambungnya serta Erick. Sedang menunggu antrian. Erick yang melihat Joy langsung lari memeluknya.
"Kakak, terima kasih sudah mau temani adek." Joy langsung membalas memeluk adeknya.
"Tidak usah takut, adek pasti sembuh. Pa, tante." Joy langsung menyapa papa dan ibu sambungnya. Sementara Lucas yang tadi sudah datang berinisiatif pergi membeli sarapan.
"Selamat pagi om, tante."
"Selamat pagi nak Lucas." Lucas membagi sarapan buat papa dan mama sambung Joy juga dia membeli jus buah buat Erick. Mereka menikamti minuman dan roti mereka sambil menunggu kehadiran dokter Stev yang akan memeriksa Erick.Joy masih libur sebentar sore jam empat baru dia bertugas sampai jam dua belas malam di IGD nanti.
Joy masih bersama keluarganya berkonsultasi dengan dokter Stev dan keputusannya Erick harus di rawat untuk memeriksa keadaan penyakitnya. Biar besok waktu melakukan kemoterapi bisa tahu berapa banyak kadar obat yang akan diberikan. Joy sudah menghubungi bagian ruangan kelas, karena dia mau adiknya merasa nyaman.
"Joy ???" papanya menegur anaknya, karena dia yang mau mengurus administrasi adiknya.
"Papa dan tante langsung ke ruangan bersama Erik. Biar Joy yang urus administrasinya." Joy di temani Lucas membayar semua administrasi selama tiga hari adeknya akan di rawat.
Lucas sudah pulang setelah melihat kekasihnya aman. Sampai menunggu jadwal jaganya. Joy beristirahat di ruangan dokter. Antie Beca membiarkan kekasih ponakannya tidur. Karena dokter Beca tahu apa yang di alami oleh Joy dan Lucas kemarin.
Sedangkan Lucas sudah berada di apartemen Joy. Dia sedang membersihkan aparteman itu, karena sudah dua hari Joy tidak membersihkannya. Semua baju bersih yang sudah dicuci oleh Joy di libat dan dimasukan kedalam lemari seperti yang dilakukan oleh kekasihnya.Lucas sangat kaget melihat foto - foto Joy disandingkan dengan foto wanita yang mirip dengannya dengan drees yang cantik yang digunakan oleh Joy sama. Lucas sadar bahwa drees yang digunakan oleh kekasihnya adalah kepunyaan maminya.
Dan dia sangat mengagumi Joy karena kecantikannya diturunkan dari maminya. Mereka berdua tidak ada perbedaan.
Pukul dua belas malam Lucas sudah berada di lobi depan rumah sakit. Dia sudah menghubungi Joy. Dari kejauhan dia melihat kekasihnya sedang berlari menuju dirinya. Lucas tersenyum, dia merentangkan tangannya dan Joy ada dalam pelukannya dan langsung dicium kepala pacarnya.
Semenjak kecil Joy kehilangan figur papanya, dia hanya bertumbuh dengan seorang mama. Figur papa baginya adalah sebuah derita dan sakit hati. Karena setiap hari maminya menangisi papinya yang tidak kunjung pulang. Ketika dia bertemu dengan Lucas dimasa dewasanya pada awalnya dia tidak percaya karena sakit hati itu, namun berbagai cara Lucas buat untuk mendapatkan cintanya.Dan dia sadar ternyata dia membutuhkan sosok seorang laki - laki yang bisa menjadi teman dan mungkin suami. Pada diri Lucas, dia bisa merasakan figur papa yang hilang itu.
"Tadi istirahat ngak??"
"Istirahat. Di kamar kamu. Nyaman sekali. Sudah makan sayang??"
"Belum."
"Aku punya tempat makan yang enak, pasti kamu suka."
Joy dibawa ke tempat makan dimana makanan yang di sajikan kebanyakan makanan dari timur. Makan sambil menikmati musik, mendengar suara - suara bagusnya orang - orang dari timur. Mengingatkan dirinya kepada mamanya yang suka sekali mendengar dan menyanyi lagu - lagu dari Maluku.
"Sepertinya kamu tidak asing bagi mereka disini."
"Dulu sering banget kumpul disini."
"Sama siapa??" Aldy tersenyum dia menyolek hidung mancung Hanna.
"Sama Antieku adik mama. Owner kafe ini, adalah mantan pacar antie Beca."
"Kenapa putus??"
"Opaku tidak setuju. Tahukan orang Maluku, anaknya disekolahi tinggi - tinggi masa pacar sama laki - laki yang banyak tatto. Opaku itu keras. Mama dan antie Beca tidak bisa bergaul sembarangan. Papaku perna dipukul opa, waktu nakal dulu. Punya selingkuh, hampir mereka pisah. Hanya mama orangnya sabar dan tenang."
"Andai mamaku punya papa seperti opa kamu, pasti papaku sudah habis." Joy dan Lucas tertawa.
"Yang parahnya, opa perna bertemu dengan bung Yopi di mall sama cewek lain, langsung di hajar opa dan di ancam tidak boleh mendekat kepada anaknya."
"Emang pacarnya???"
"Ngak tahu. Sampai sekarang antie Beca lagi demo, dia tidak mau berkenalan atau membuka hati dengan laki - laki lain. Karena sikap kasar opa."
"Masih cinta???"
"Mungkin, namun bung Yopi memang play boy. antie juga melihat sendiri dia bersama cewek lain."
"opamu , ngeri juga ya. Opa dimana sekarang??
"Opa di Bali sekarang. Disanakan ada keluarga kakaknya mama."
"ada juga sisi baik dari opa, mau melindungi anak perempuannya."
"Baru pembelaan dari pacarnya dokter Beca?"
"Mungkin itu salah satu cara dia berselingkuh karena sudah terlanjur marah, gengsi. Harga dirilah di pukul opa di tempat umum."
"Aku hampir bernasip sama seperti kamu sayang. Papakan juga berselingkuh. Kalau mama melapor papa sudah pecat lama. Namun mama memilih tenang. Dan yakin papa pasti kembali. Mungkin karena papa itu cinta pertama mama."
"Aku ngak suka diduakan. Alasan apapun. Kalau mau menikah harus taat pada janji nikahnya."
"Kalau aku nakal seperti itu apa yang kamu lakukan???"
"Aku suntik mati kamu."
"Sayang......"
"Biar kamu pikir dua kali sebelum menikah. Kalau mau main - main tidak usah mendekat."
"Apes deh diriku kenapa mau menanyakan itu."
"Menurut kamu, aku ini siapa???
"Aku sungguh mencintaimu sayang. Aku tahu rasanya bagaimana sakitnya dikhianati cinta. Sakit hatinya mama bisa aku rasakan. Kamu tahu sayang, aku perna hampir membuat papaku mati. Aku membawa preman di cafe ini memukul papa sampai masuk rumah sakit."
"Sayang, jahat amat."
"Sakit hati ku lihat mama menangis terus dan di pukuli. Mungkin itu juga yang membuat antie Beca malas membuka diri. Karena Antie tinggal dengan kita waktu sekolah kedokteran.
"Liburan kali ini, ikut kita liburan ke Bali ya??"
"Sama siapa??"
"Mama, papa dan antie juga. Kita mau rayai ulang tahun mama. Saya dan antie sudah menabung dan siapkan acara ini dari jauh - jauh hari."
"Emang boleh???"
"Tentu dong. Kamu itu orang penting dalam hidupku. Mama dan papa juga antie Beca sayang kamu."
Pukul dua dini hari baru mereka pulang. Jelas Lucas akan menemani Joy di apartemannya. Besok Joy masih berdinas siang jam dua belas sampai jam tujuh malam. Libur sehari baru masuk seperti biasa dia akan ada di klinik lagi. Bergantian dengan dokter Stev.
Sebelum tidur Lucas sedang mengobati luka Joy . Jelas dia ketakutan dari tadi marah - marah. Sebenarnya Lucas mau mereka tinggal di rumahnya saja agar mamanya bisa mengobati luka Joy sebelum tidur.
"Sayang aku takut. Apalagi ini luka karena aku yang buat."
"Luka ini bisa menjadi kenangan, bahwa aku punya pacar seorang pahlawan. Aku wanita beruntung yang diselamatkan olehmu sayang."