NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

"Dokter mau nggak, saya jodohkan dengan anakkk saya yang paling besar. Dia cantik, cocok sama Dokter."

"Maaf, Bu. Tapi saya sudah menikah."

"Oh sudah ya? Maaf ya mas." Si Ibu seperti terkejut.

"Sayang sekali, saya kira masih lajang." Si Ibu tertawa kecil.

"Saya yakin, Istri Dokter pasti cantik, dan juga baik. Dia pasti sangat beruntung punya suami kayak Dokter," tambahnya. Aku hanya tersenyum getir. Sayangnya, Liliana tidak seperti itu. Liliana tak pernah mau bersyukur memiliki aku. Melihat keberadaanku pun Liliana tidak sepertinya.

Setelah obrolan tersebut, dan setelah aku memberikan resep, Parto dan si Ibu pun keluar dari ruangan praktekku.

"Hufff...." Aku merenggangkan otot-ototku.

"Apa masih ada pasien lagi?" tanyaku ke arah Rini, dia adalah perawat yang kupekerjakan. Dia tengah sibuk membereskan peralatanku.

"Udah nggak ada, Dok."

"Kalau gitu, kita tutup awal aja ya. Aku lagi nggak enak badan," ujarku. Sesungguhnya aku lagi nggak mood. Foto yang dikirimkan Ronal pagi tadi, membuat hariku benar-benar buruk.

"Baik, Dok."

Aku segera keluar dari ruangan praktekku.

Meninggalkan klinik, berjalan ke halaman rumahku. Lalu masuk ke dalam.

Suasana begitu sepi.

Sepertinya Liliana belum pulang, begitu pun Alana.

Aku pun langsung menuju ke kamar.

Drrrrrt....

Handphoneku di dalam celana bergetar. Sembari melepas sepatu, aku merogoh benda pipihku tersebut. Lagi-lagi Ronal. Dia kembali mengirimiku pesan.

Mataku membelalak. Pesan-pesan tersebut berisi foto beberapa wanita.

[Ini apaan.] Aku membalas pesannya.

[Kamu tinggal pilih wanita yang kamu suka,] balasnya.

Aku menghela nafas sambil mengetik balasan kembali.

[Nggak ada yang kusuka.]

[Masak?]

[Semuanya biasa aja. Nggak ada yang bikin aku bernafsu.]

Aku asal mengetik.

Lama Ronal tak membalas.

Aku hampir beranjak dari permukaan tempat tidur yang semula aku duduki. Tapi kemudian, handphoneku kembali bergetar.

[Kalau kamu nggak suka ini, berarti kamu nggak normal,] pesan Ronal. Lalu ia mengirimkan beberapa foto.

"Bangsat!!!" Aku langsung mengumpat. Foto yang ia kirimkan adalah foto-foto wanita yang setengah polosan. Tetapi karena aku laki-laki normal, bukannya menghapusnya, aku malah memperhatikannya dengan saksama. Dan tiba-tiba_

Ngekkk....

Pal listrikku berangsur-angsur menegang dibawah sana sampai celanaku terasa sesak.

"Sial!!!" umpatku. Aku berusaha meredamnya. Tetapi tak bisa. Pal listrikku malah semakin membesar. Dan aku sudah tak tahan lagi. Aku pun untuk kesekian kalinya mau tak mau harus melakukan kekhilafan.

Aku beranjak. Aku duduk di depan meja yang ada di kamar ini. Kuraih laptopku dan langsung kunyalakan. Aku membuka file koleksiku. Film Unyil yang selalu setia menemaniku jika aku sedang seperti ini.

Aku memutarnya. Aku memperhatikan dengan saksama. Gojolak di dalam diriku pun semakin membuncah. Serasa ada sesuatu di dalam tubuhku yang sangat ingin dikeluarkan.

Maka aku merogoh ke dalam. Aku raih pal listrikku, sambil kutatap dengan serius film Unyil koleksi terbaruku. Tak lupa aku sudah menyiapkan tisue yang kutaruh di sisiku.

Aku terus melakukan kegitan itu selama beberapa menit. Hingga akhirnya__

"Mau dibantu nggak, Mas?"

Deg....

Sebuah suara muncul. Aku refleks menengok ke belakang.

"Alana!" Rupanya gadis itu sudah ada di belakangku entah sejak kapan.

Aku panik. Kututup laptopku. Aku buru-buru membenarkan celnaku. Tetapi malahan

"Akhhh ....!!!!" Aku memekik. Pal listrikku terjepit resleting.

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!