NovelToon NovelToon
Menantu Cenayang

Menantu Cenayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sean Sensei

🔖 SINOPSIS :

Selama tiga tahun pernikahan nya, Satya dianggap sebagai sampah di mata keluarga besar nya. Sebagai pemuda lulusan universitas kecil di pedesaan tanpa koneksi, ia hanya menjadi suami yang mengurus dapur selagi istri nya mengejar karier. Puncak nya, Satya diceraikan secara sepihak dan diusir hanya dengan membawa satu koper pakaian.

​Tepat satu bulan setelah perceraian nya, badai besar menghantam; dunia mulai diguncang oleh Krisis Moneter 1997. Di tengah keterpurukan ekonomi yang mencekik dan status-nya yang luntang-lantung, sebuah warisan yang tertidur dalam darah nya tiba-tiba terbangun.

Satya menyadari bahwa ia adalah keturunan terakhir dari garis darah cenayang peramal legendaris. Ia mendapatkan kemampuan khusus: hanya dengan menatap wajah seseorang, ia bisa melihat masa depan, rahasia kelam, hingga peruntungan finansial yang akan datang.

🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sean Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 | Bayangan dari Masa Kecil

...----------------{🔖}----------------...

Hujan di New York malam ini tidak terasa seperti air; ia terasa seperti timah cair yang menekan bahu ku. Aku berdiri di koridor remang-remang sebuah safe house di Staten Island, tempat yang seharusnya tidak terdaftar dalam peta mana pun. Di tangan ku, sebuah map kulit berwarna cokelat tua yang ujung nya sudah mulai hancur terasa lebih berat daripada pistol Glock-17 yang terselip di pinggang ku.

Aku telah menghabiskan sepuluh tahun di kepolisian Shanghai, menghadapi triad, koruptor, dan pembunuh berdarah dingin. Namun, apa yang baru saja aku baca di dalam berkas curian dari arsip rahasia CIA ini membuat tangan ku gemetar, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak hari pertama ku di akademi.

"Satya Samantha," gumam ku dalam hati, mata ku menatap pintu kayu di ujung koridor tempat Satya sedang bermeditasi. "Siapa kau sebenarnya? Aku mengira mu sebagai genius bursa yang kebetulan memiliki bakat mistis. Aku mengira mu sebagai korban sistem yang bangkit untuk membalas dendam. Tapi berkas ini... berkas ini mengatakan kau adalah senjata biologis yang sudah dirancang sejak ribuan tahun lalu."

Aku membuka kembali halaman tengah yang bertanda PROJECT ORACLE: GENETIC LINEAGE - CLASSIFIED. Di sana, ada foto hitam putih dari tahun 1970-an. Seorang pria dan wanita dengan fitur wajah yang sangat mirip dengan Satya. Mereka adalah orang tua kandung nya. Di bawah foto itu terdapat catatan kaki yang mengerikan:

Subjek: Keturunan langsung dari Klan Shaman Mata Langit. Catatan Sejarah: Klan ini telah melayani Dinasti Majapahit, Kaisar Ming, hingga Tsar Rusia sebagai penasihat spiritual dan manipulator takdir. Kemampuan: Visi makro dan perubahan probabilitas. Status: Dimusnahkan dalam Operasi 'Silent Sight' 1982. Subjek terakhir (Bayi) dinyatakan hilang.

"Jadi itu alasan mu, Satya," bisik ku. "Kau bukan hanya beruntung. Kau adalah pewaris dari garis darah yang dicari oleh setiap penguasa dalam sejarah manusia untuk mengunci takhta mereka."

Tiba-tiba, lampu di koridor berkedip lalu mati total. Kesunyian malam itu pecah oleh suara dengung rendah yang sangat kukenal: drone pengintai.

"Sial," desis ku. Aku segera menerjang pintu kamar Satya. "Satya! Kita ketahuan! The Sovereign mengirim unit pembersih!"

Satya tidak bergerak dari posisi duduknya di tengah ruangan. Ia tidak menyalakan lampu. Satu-satu nya sumber cahaya adalah kilatan merah-emas dari mata nya yang menyala di kegelapan, memantul di dinding seperti sepasang bara api yang lapar.

"Aku sudah tahu mereka akan datang, Chen," suara Satya terdengar hampa, seperti suara yang keluar dari sumur dalam. "Sejak kau membuka map itu, frekuensi keberadaan kita telah bocor ke jaringan The Sovereign. Informasi adalah suar yang menarik hiu."

"Kau tahu?!" aku berteriak, menarik nya agar berdiri. "Lalu kenapa kau diam saja? CIA bekerja sama dengan mereka. Mereka mengirim agen-agen yang tidak akan bertanya dua kali sebelum menembak kepala kita!"

"Mereka tidak ingin membunuh ku, Chen," Satya berdiri dengan tenang, merapikan kemejanya yang sedikit kusut. "Mereka ingin memanen aku. Seperti yang dilakukan raja-raja kuno pada leluhurku. Mereka ingin aku menjadi baterai bagi kekuasaan mereka selama seratus tahun ke depan."

***DUM***!

Ledakan keras menghantam pintu depan safe house. Suara pecahan kaca dan teriakan komando dalam bahasa Inggris yang kaku memenuhi lantai bawah.

"Bergerak! Amankan subjek! Jangan tembak bagian kepala!" teriak sebuah suara melalui megatron.

Aku menarik pistol ku, memeriksa magasin. "Tetap di belakang ku, Satya. Aku tidak peduli kau keturunan dewa atau bukan, tugas ku adalah membawa mu keluar dari sini hidup-hidup."

Satya menatap ku, dan untuk sesaat, aku melihat kilasan empati di mata nya yang dingin. "Chen, kau masih mencoba melindungi badai dengan payung kertas. Tapi aku menghargai kesetiaan mu."

Kami bergerak menyusuri lorong belakang menuju tangga darurat. Di setiap sudut, aku merasakan kehadiran mereka. Bukan sekadar polisi biasa, tapi agen CIA berafiliasi The Sovereign yang menggunakan peralatan penghilang suara.

"Dua orang di depan, jam satu," bisik ku.

Aku keluar dari bayangan, melepaskan dua tembakan presisi. TA! TA! Dua agen itu tumbang sebelum sempat mengangkat senapan mesin mereka. Namun, dari arah berlawanan, sebuah granat kejut dilemparkan.

***BANG***!

Cahaya putih menyilaukan dan suara berdenging tinggi menghantam indra ku. Aku jatuh terduduk, pandangan ku kabur, perut ku mual. Dalam kekacauan itu, aku melihat tiga siluet pria besar dengan rompi taktis mendekati Satya.

"Subjek terpojok. Memulai prosedur penangkapan," ucap salah satu agen, mengeluarkan sebuah kalung logam elektrik yang dirancang untuk melumpuhkan saraf.

"Jangan sentuh dia!" aku mencoba mengangkat senjata ku, tapi tangan ku terasa seperti terbuat dari timah.

Satya berdiri tegak, tidak terpengaruh oleh granat kejut tadi. Ia menatap ketiga agen itu dengan tatapan yang membuat bulu kuduk ku berdiri. Pola emas di matanya berputar secara terbalik.

"Kalian datang mencari masa depan?" Satya bertanya. Suara nya tidak lagi keluar dari mulut nya, melainkan bergema langsung di dalam kepala kami semua. "Akan ku berikan masa lalu yang paling kalian takuti."

Tiba-tiba, udara di lorong itu seolah membeku. Aku melihat para agen itu berhenti bergerak. Mata mereka membelalak ngeri. Mereka mulai berteriak, mencakar wajah mereka sendiri seolah-olah sedang diserang oleh ribuan serangga yang tak terlihat. Salah satu dari mereka mulai memohon ampun pada bayangan yang tidak ada.

"Apa yang dia lakukan?" pikir ku ngeri. "Dia tidak menyerang fisik mereka. Dia memanipulasi ingatan dan trauma mereka secara langsung."

"Cukup, Satya!" teriak ku, berjuang untuk berdiri. "Jangan jadi monster seperti mereka!"

Satya menoleh pada ku. Kilatan emas di mata nya meredup, dan ketiga agen itu ambruk ke lantai dalam keadaan pingsan dengan mulut berbusa. Ia mengulurkan tangan nya pada ku, membantu ku berdiri.

"Ayo pergi," kata nya pendek. "Unit kedua sudah mendekat."

Kami berhasil mencapai mobil SUV hitam yang disembunyikan di bawah jembatan layang. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam, memacu kendaraan itu menuju keramaian Manhattan, mencoba menghilang di antara ribuan lampu kota.

Setelah merasa aman, aku melemparkan map cokelat itu ke pangkuan Satya. "Jelaskan pada ku. Segala nya. Tentang orang tua mu. Tentang kekuatan cenayang yang diburu ini."

Satya membuka map itu, jemari nya menyentuh foto orang tua kandung nya dengan kelembutan yang menyakitkan. "Orang-orang menyebut kami cenayang, dukun, atau peramal. Tapi dalam terminologi modern, kami adalah anomali genetika yang mampu memproses data kemungkinan jauh lebih cepat daripada komputer kuantum mana pun."

Ia terdiam sejenak, menatap ke luar jendela ke arah gedung-gedung pencakar langit New York. "Setiap penguasa besar dalam sejarah memiliki satu dari kami di samping mereka. Kami yang menentukan kapan perang dimulai, kapan panen akan berhasil, dan siapa yang harus dikhianati agar takhta tetap aman. Kami adalah pondasi rahasia dari setiap kekaisaran besar."

"Lalu kenapa klanmu dimusnahkan?" tanya ku.

"Karena penguasa mulai takut," Satya tersenyum pahit. "Mereka menyadari bahwa jika kami bisa membangun kekaisaran, kami juga bisa meruntuhkan nya. Pada tahun 1980-an, CIA dan organisasi pendahulu The Sovereign melakukan pembersihan global. Mereka membunuh setiap orang yang memiliki bakat ini agar tidak ada lagi orang yang bisa menantang takdir yang mereka ciptakan."

"Orang tuamu... mereka mencoba melindungi mu?"

"Mereka menyembunyikan ku di panti asuhan di pinggiran Jakarta, mengganti nama ku, dan menghapus semua jejak garis darah ku. Mereka mati agar aku bisa tumbuh sebagai manusia biasa," Satya mengepalkan tangan nya. "Tapi mereka salah. Darah ini tidak bisa disembunyikan dalam tubuh manusia selama nya. Kepedihan yang ku terima di Jakarta, pengkhianatan Clarissa, kemiskinan... semua itu adalah pemicu yang membangunkan kekuatan ini."

Aku menelan ludah. "Jadi sekarang, kau bukan lagi sekadar pengusaha yang ingin kaya. Kau sedang melakukan perang garis darah."

"Persis," Satya menatap ku tajam. "The Sovereign adalah kumpulan keturunan dari raja-raja dan bankir yang dulu menyiksa leluhur ku. Mereka merasa memiliki dunia ini secara hak istimewa. Aku di sini untuk membuktikan bahwa takdir mereka bisa dihapus."

Ponsel ku bergetar. Sebuah pesan dari sumber informan ku di kepolisian New York.

[WASPADA: STATUS RED NOTICE. CIA DAN SOVEREIGN TELAH MENGAKTIFKAN PROTOKOL HUNT THE ORACLE. SELURUH PELABUHAN DAN BANDARA DIKUNCI.]

"Kita terjebak di pulau ini, Satya," kata ku, memukul setir. "Mereka akan menyisir setiap inci New York untuk menemukan mu."

"Tidak, Chen," Satya bersandar di kursi, menutup mata nya. "Mereka tidak sedang menjebak ku. Aku lah yang sedang menjebak mereka di sini. Aku butuh mereka mengirimkan aset terbaik mereka ke New York agar aku bisa menghancurkan moral mereka dalam satu malam."

"Gila," gumam ku. "Dia benar-benar sudah tidak berpikir seperti manusia. Dia menggunakan diri nya sendiri sebagai umpan untuk memancing hiu terbesar di dunia."

Aku melihat ke arah spion, melihat bayangan gedung-gedung yang tampak seperti jeruji besi raksasa. Aku adalah seorang detektif kepolisian, tapi sekarang aku adalah pelindung bagi seorang pria yang merupakan hukum itu sendiri. Seorang pria yang masa kecil nya dirampas oleh ketakutan para penguasa, dan kini ia kembali untuk menuntut hutang sejarah.

"Chen," Satya memanggil pelan.

"Ya?"

"Jangan pernah lepaskan pistol mu. Malam ini, kau akan melihat mengapa dunia ini butuh penguasa baru. Bukan untuk memerintah, tapi untuk mengakhiri tirani takdir yang membosankan ini."

Aku mengangguk, merasakan adrenalin mulai membakar rasa takut ku. Di depan ku, jalanan New York tampak seperti arena gladiator yang bercahaya. Kami adalah mangsa, tapi untuk pertama kali nya dalam sejarah, mangsa nya memiliki mata yang bisa melihat setiap langkah pemburu nya sebelum mereka melangkah.

"Maafkan aku, Ibu, Ayah," gumam ku dalam hati saat aku mengarahkan mobil ke arah jantung Manhattan, ke pusat badai yang diciptakan Satya. "Anak mu ini mungkin tidak akan pulang sebagai polisi. Tapi aku akan memastikan bahwa sejarah kali ini ditulis oleh orang yang benar."

Lampu-lampu kota New York berkilat di mata ku, dan di samping ku, Satya Samantha sang keturunan terakhir para Cenayang mulai memetakan kehancuran bagi mereka yang telah berani memburu darah nya.

...----------------{🔖}----------------...

1
꧄ꦿVanaaꦿ꧄
Pngen ak tampar si Clarissa/Scream/

Udh diusahakan, diperjuangkan penuh cinta malah begini balasannya?!😓.

Emosii ak🙏😭
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰☠️⃝🖌️M⃤
berarti clarissa bukan siapa-siapa kalo gak ada satya
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
bahaya nah 😄😄😄 masa cewek yg anu dulua
Hunk
Ini yang paling gue benci: penguasa yang nggak tahu diri. Mirip P. Diddy, menyalahgunakan kekuasaan hanya demi keuntungan pribadi. Yang lebih miris lagi, orang-orang akhirnya ikut saja karena mereka butuh dan merasa itu satu-satunya jalan.
Serena Khanza
kereen satya langsung berpikir ke depan
☠️⃝🖌️M⃤️ Anisa Febriana272
😭😭😭😭 Satya kasihan, dia dianggap anjing! dianggap seseorang yg GK berguna? sekarang lihatuh pembalasan si Satya. jangan lupa sarta bisa melihat masa depan
Serena Khanza
wah pasti cantik banget tuh 🤭
Hunk
Wow!!Hot 🔥🔥banget untung di bacanya malam.🤭👍Terbaik thor.
Panda
bau bau meng-ha+rem neee banggggg
Serena Khanza
mantan istri kalee 🤣
Serena Khanza
dih habis kamu buang terus mau suruh bantuin ya gak lah 🤣 muka tembok lu
Serena Khanza
kasihan banget clarissa lumpuh
Panda
Zhao Wei itu pemeran putri Huan zhu 😏

inspirasi yeee
Syh.Mutiara
Ada ada aja, deh😄
Serena Khanza
duh takut 🫣 gimana nih sama satya
Hunk
anjay posesif banget nih cewe.
Hunk
Masih hidup mantan istrinya? aku kira udah mati.
LOL #555
Wihh,ini mereka bakal jadi pasangan atau cuman rekan kerja biasa
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
jadi, kekuatan mata super itu diketahui banyak orang yang Thor?
Serena Khanza
wuih wang meiling pocecip 🤭 biasanya kan cowok yang pocecip ya 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!