Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Istana Kekaisaran
"Wow nona sangat cantik dengan gaun ini" Wei Yuan menatap sang nona dengan penuh rasa kagum
"Tentu saja, kakak sepupu telah memberi gaun ini dengan harga yang mahal, belum lagi hadiah hadiah yang di berikan, aku tak akan mempermalukan kediaman nenek" Liu Yan tersenyum lebar
Wei Yuan masih menata rambut sang nona dengan sangat teliti, nonanya akan masuk ke istana, Hari ini adalah hari ulang tahun sang kaisar, sebagai kerabat istana dan putri pejabat tentu saja ia harus hadir dan melihat lihat
"Nona, yang mulia sangat menyayangi anda"
"Tentu saja" Wei Yuan menusukan tusuk rambut terakhir di atas sanggul sang nona, Lagi dan lagi Wei Yuan di buat terpesona oleh keindahan yang terpancar di depan mata
"Mengapa melihat ku seperti itu?"
"Nona, kamu sangat cantik"
"Dasar bermulut manis, ayo kita ke depan, jangan sampai nenek dan kedua sepupu menunggu lebih lama" Keduanya berjalan meninggalkan kamar
Di aula depan putri agung sudah duduk nyaman di kursi, Hu Jian dan Hu Lian pun sudah duduk di sana sembari menikmati teh hangat
"Liu er menyapa nenek dan kakak sepupu"
"Liu er, apakah sudah siap?"
"Nenek apakah Liu er membuat kalian menunggu lama"
"Kami juga baru sampai, adik kau sangat cantik" Hu Jian mulai memuji
"Kakak sepupu membuat ku malu" Liu Yan memerah malu, hal ini membuat putri agung dan kedua cucu laki lakinya tertawa senang
"Ayo kita ke kereta" Liu Yan mengangguk sembari mengandeng tangan sang nenek, putri agung sangat puas dengan cucu ini.
kereta berhenti di gerbang istana, sebagai seorang putri agung yang mulia, sebuah tandu sudah menunggunya, Putri agung tinggal naik ke tandu dan setelahnya meneruskan perjalanan menuju aula pesta
"Yang mulia putri agung telah tiba"
"Pangeran Lian dan pangeran Jian tiba"
"Putri Hua telah tiba" Suara pemberitahuan saling bersahutan, ketiga orang mulia itu memasuki aula dengan penuh wibawa
"Hormat pada putri agung, Kedua pangeran dan putri Hua" Para pejabat yang telah tiba terlebih dahulu langsung berdiri dan mengapa ketiganya dengan penuh rasa sopan
Liu Yan tersenyum lembut, tatapanya jatuh pada pria yang berada di ujung sana, Itu, Zhang Lan, ayah dari Liu Yan ini, hanya dalam beberapa hari saja pria brengsek itu sudah memiliki lingkar hitam yang besar di matanya, sepertinya ada banyak keramaian di kediaman Zhang akhir akhir ini
"Hmm" Putri agung mengangguk pelan dan mempersilahkan para pejabat untuk kembali duduk dengan nyaman
ketiganya juga sudah duduk pada kursi masing masing, Putri agung tepat berada di sisi kiri Dua tingkat lebih rendah dari kaisar, Liu Yan duduk di kursinya begitu pula dengan Hu Jian dan Lian juga duduk di tempat mereka sendiri
"Stt, Yan Yan, Sudah lama tak melihat mu, ku dengan putri selir itu kembali menyusahkan mu" Itu bisikan dari seorang gadis di sampingnya
Dia adalah Nona muda Qin, dari sekian banyaknya putri bangsawan hanya Qin Lao yang tak meremehkannya, hubungan keduanya bisa di bilang cukup dekat
"Lama tak bertemu" Liu Yan tersenyum sopan
Gadis ini sama sepertinya, meski memiliki status namun di jauhi orang orang, tapi bedanya dia tak lemah, Qin Lao nona yang tak di sukai di lingkaran mereka, tapi sifatnya tegas dan tidak mudah di tindas, dan hal yang paling penting ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, hal ini lah yang membuat kepercayaan dirinya lebih tinggi dari orang biasa
Tapi Liu Yan ini?, ya sudah lah ya, ia fikir semua sudah tau bagaimana situasinya, dua orang kesepian berteman
"Kemarin ayah ku menghadiahi ku Mainan menarik, nanti aku mengirimkannya ke kediaman mu" Mereka sudah tak bertemu beberapa waktu ini
Qin Lao ini gadis yang sangat nakal, ia di hukum kurung oleh sang ayah hingga tak terlihat selama beberapa bulan belakangan ini
"Terimakasih, Kau tak perlu repot"
"Apanya yang repot, aku senang berbagi barang bagus dengan mu, dan begini lah seharunya gadis cantik, berani membuka suara dan percaya diri, sudah begitu cantik tapi tak bersuara, bukankah akan mudah hilang dalam keramaian" Keduanya berhubungan baik, tapi Liu Yan ini benar benar pendiam
Bahkan untuk berbicara beberapa patah saja sulit, Qin Lao sudah biasa seperti ini, ia biasa berbicara sendiri, tak menyangka kali ini ia mendapat respon dari lawan bicaranya.
"Cih" Seorang gadis berdecih sinis, Gadis itu adalah Putri daerah yang di angkat kaisar, gadis ini sombong dan suka menindas orang
"Abaikan mereka, Orang rendahan seperti mereka tak layak membebani pikiran kita" Qin Lao berucap santai
Hanya seorang putri daerah yang baru di Lantik, apa yang bisa di banggakan, dirinya sudah memiliki gelar itu sedari lahir, Liu Yan bahkan juga, hanya sedikit kekuasaan membuat ia berangan tinggi dan ingin menginjak atasan, cih mimpi saja
"Kau benar" Liu Yan menjawab ringan, hal ini membuat senyum Qin Lao mengembang dengan sempurna
"Aku tak tau ternyata kau juga bisa mengumpat" Qin Lao nampak tak percaya
Selama beberapa tahun lini Liu Yan ini selalu jadi gadis baik, bahkan masih diam saat di ganggu, kali ini sudah bisa sedikit melawan, ini sudah termasuk kemajuan besar.
"Aku belajar dari mu"
"Bagus, di masa depan belajarlah lebih banyak" Qin Lao nampak bangga
"Yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri, pangeran ketiga serta kelima, dan Nona Wu telah tiba" Suara teriakan itu di iringi kemunculan orang orang berstatus mulia ini
Seperti sebelumnya, para bangsawan berdiri dan menyapa sang kaisar, meneriakkan panjang umur yang mulia, sejahtera yang mulia.
Nona Wu juga sudah di bawa duduk ke kursi yang telah di sediakan, sedangkan kaisar berhenti sejenak untuk menyapa sang bibi
"Bibi" Kaisar mengapa putri agung dengan penuh kesopanan, hal itu juga di lakukan oleh sang permaisuri
"Yang mulai silahkan" Putri agung tersenyum lembut, kaisar duduk di singgasananya mempersilahkan para hadirin untuk kembali duduk dan menikmati berbagai hidangan yang di sediakan
"Hadirin semua, terimakasih telah memeriahkan pesta ulang tahun ku ini, Hari ini selain merayakan bertambahnya usia, kaisar ini juga akan memperkenalkan calon putri mahkota, Pada akhir tahun putra mahkota akan mengadakan pernikahan yang megah" Suara kaisar terdengar jelas di seluruh ruangan
Para bangsawan menatap gadis bermarga Wu itu dari ujung mata mereka, Sepertinya kaisar sangat menghargai calon menantu ini, putra mahkota akan kembali, dan calon putri mahkota pun sudah di umumkan secara resmi, itu tandanya sang putra mahkota tak benar benar kehilangan dukungan dari sang kaisar.
Liu Yan melihat keramaian dengan nyaman, hingga tiba tiba beberapa tatapan melayang ke arahnya, Beberapa bisik bisik pun terdengar samar di telinganya
"Apa apaan mereka, Sudah begitu tua tapi suka menggosip" Qin Lao mendengus kesal, di seluruh ibu kota ini siapa yang tak tau hubungan dekat antara putra mahkota dan Liu Yan?
Tatapan ini jelas sengaja di tunjukan, membuat Liu Yan merasa tidak nyaman, orang orang ini sengaja menganggu orang
"Abaikan mereka"
Liu Yan menatap Qin Lao dengan senyuman kecil, gadis ini, apa yang ia cemaskan, nona bangsawan Wu juga baik, mengapa harus di bandingkan dengan dirinya
"Ternyata dia" Liu Yan bergumam pelan.