NovelToon NovelToon
Menikahi Sistem Ajaib

Menikahi Sistem Ajaib

Status: tamat
Genre:Mafia / Time Travel / Sistem / Tamat
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.

Ding!

"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa yang terjadi?

Bugh

Bugh

BRAAKKKK

Baku hantam antara Erlangga dan seseorang yang di duga anggota RUDE masih terus berlanjut. Erlangga memang terpojok tapi dia masih berdiri tegak dan enggan menyerah.

Musuh Erlangga adalah seorang atlet pro, di lihat dari pergerakan dan keakuratan serangan yang tidak sembarangan. Teknik tinju jarak dekat, Erlangga terus memperlebar jarak tapi serangan tetap datang bertubi-tubi.

"Ugh... sialan, lo doping ya?! ini curang namanya." Kesal Erlangga, dia sudah mimisan dan babak belur.

"Hah? curang? ngga ada aturan di pertarungan langsung." Ujarnya sinis.

Erlangga menggeram kesal, dia sudah tau batasan tubuhnya. Jika tetap keras kepala dan melawan pasti kepala nya akan benar-benar hancur, dia harus kabur secepatnya.

Duaghh

Srakkkkkk

"Ughh.. Sialan!!!!." Musuh Erlangga berteriak karena di lempar pasir.

Erlangga melakukan itu untuk cepat kabur, dia meninggalkan motornya dan berlari tunggang langgang. Pemuda tadi mengejar dengan kecepatan lari yang cukup tinggi, Erlangga merasa adrenalin terpacu dan kakinya lemas karena berdebar.

"Sialan, sialan, sialan." Erlangga mengumpat seperti merapalkan mantra.

"Berhenti bangsat." Pemuda itu sudah ada di belakangnya Erlangga.

"Akkkkhhhhhhhh Mamaaa." Batin Erlangga berteriak, dia ketakutan sekarang.

Erlangga melihat ada tempat bersembunyi, dengan cepat dia bersembunyi di sana dan menahan nafas. Dia tau diri jika kemampuan bela dirinya itu masih standar, dia tidak mungkin bisa melawan seorang pro yang sudah memiliki banyak pengalaman bertarung.

hosh..

hosh..

"Kemana tikus itu pergi." Pemuda itu celingukan.

Erlangga menahan nafas, dia takut ketahuan. Dia merapalkan sumpah serapah dalam hatinya, berharap Papanya muncul seperti super hero di hadapan nya.

DOR

"Ugh...

Erlangga menegang, suara tembakan tiba-tiba terdengar. Tapi tembakan itu tidak mengarah padanya, justru pemuda yang mengejar Erlangga tadi lah yang tertembak.

Erlangga mengintip dengan wajah pucat pasi, seorang Kasir minimarket keluar membawa pistol dan menembak orang dengan begitu mudahnya.

"Hah? ini kan minimarket deket rumah, gue lari sampe sejauh ini? siapa sebenernya kasir itu kok bisa punya pistol?." Batin Erlangga terkejut.

"S-siapa yang ngirim lo brengsek." Pemuda tadi berteriak sambil menahan sakit.

"Bukan urusanmu." Jawab si kasir dingin.

"Hahahahahha, jangan bilang orang itu. Benar kan? Bos yang ngirim lo?." Pemuda tadi tertawa psikopat.

"Jika sudah tau maka diam dan mati lah dengan tenang." Ucap si Kasir, dengan santai nya merokok.

"Kenapa brengsek?! gue ngga melakukan kesalahan apapun." Ucap si pemuda tidak terima.

"Aku tidak ikut campur untuk itu, tugasku hanya menghabisi mu dan mendapatkan imbalan. Lagi pula nama mu sudah ada di daftar hitam, hidup pun hanya menjadi buruan banyak orang. Berhenti buang-buang tenaga dan mati saja disini, aku akan memberikan pemakaman layak sebagai gantinya." Ucap si kasir, dia terlihat sangat santai.

"Gue ngga bakal mati sebelum lo bicara alasannya, sialan." Pemuda itu bersikukuh.

"Haahhh, padahal seharusnya peluru tadi merusak organ dalam mu. Tapi kau masih bertahan? itu lah kenapa kau harus di singkirkan. Keberadaan mu seperti ancaman, tidak baik sepatu memiliki duri bukan?." Ucap si Kasir mendekat.

Bruk

"Sial." Pemuda tadi jatuh berlutut, dia kehilangan banyak darah.

Cssstttt

"Hei bajingan, alasan Bos ingin membunuh mu itu karena kau gagal menjalankan tugas mu. Kau sudah mendapatkan pangkat cukup tinggi, memimpin banyak kelompok gengster dan mengurus Caffe judi. Semua masalah bermula dari sana, karena kau yang tidak kompeten jadi jangan tanya alasan lagi karena kau memang pantas mati." Ucap si kasir, memadamkan putung rokok di dahi pemuda tadi.

"SAAT ITU BOS MENGIRIM KU UNTUK TUGAS LAIN, BUKANKAH KEPENGURUSAN CAFFE DI KELOLA ORANG LAIN?!! KENAPA TETAP AKU YANG TERKENA IMBASNYA!! ITU BUKAN KESALAHAN KU." Teriak pemuda tadi, kemarahan terlihat jelas di wajahnya.

"Berisik, jika Bos berkata kau dalangnya ya berarti itu kau. Sudah cukup sampai disini, setelah ini biar aku yang mengejar bocah tadi menggantikan tugasmu." Ucap si Kasir, menodongkan pistol di dahi pemuda itu.

Erlangga yang sejak tadi menguping merasa bimbang, jika pemuda itu mati artinya Erlangga akan di kejar oleh Kasir yang terlihat jauh lebih kuat lagi. Erlangga terdesak, dia tidak bisa lari kemana-mana karena musuhnya berada jauh di atasnya.

"Akhh persetan." Umpat Erlangga keluar dari persembunyiannya.

BRAAKKKKK

Erlangga berlari dan melompat ke arah Kasir dengan cepat, dia berhasil menendang tepat di kepala dan si Kasir terdorong sampai menabrak tong sampah minimarket.

Erlangga langsung bergegas menyeret pemuda yang tertembak tadi dan lari ke rumahnya, Erlangga hanya bisa berharap dia bisa sampai rumah dan bertemu orangtuanya.

"Sial, berat banget sih." Gerutu Erlangga berlari terseok-seok.

"Lepasin gue, ngapain lo bawa gue segala?." Pemuda tadi sudah pucat, kehilangan banyak darah.

"Berisik." Erlangga sendiri juga tidak tau kenapa dia membawanya.

drap

drap

drap

GEDUBRAKKKK

Erlangga terlempar jatuh karena tendangan keras di punggung nya, nasib sial karena Kasir tadi berhasil mengejarnya. Kini Erlangga yang tertodong pistol, hanya bisa diam mematung dan berpikir semuanya sudah berakhir.

"Hahhh ini lah kenapa aku tidak suka berurusan dengan bocah. Hanya bisa bela diri saja sudah sombong, kemampuan kalian itu hanya jadi sampah jika bertemu pistol." Ucap si Kasir, dia mulai merasa kesal.

"Hei bocah, kau sudah sadar jika kau salah mencari lawan kan? sekarang sudah saatnya kau mati." Kasir itu menarik pelatuk pistol.

"N-ngga__

DOR

"Ohokkkk... ukh."

Sunyi, semua mendadak berhenti dan detak jantung terpacu dengan cepat. Erlangga tidak merasakan sakit, tapi suara tembakan itu benar-benar dekat dengan nya.

Anehnya justru Kasir tadi lah yang jatuh terduduk terkena tembak, artinya ada orang lain yang memegang pistol di belakang Erlangga. Erlangga sudah nyaris kencing di celana, dia sudah menjadi ayam sayur sekarang.

"Berani sekali kau menyentuh putraku, siapa yang mati? kau yang akan mati di tanganku sialan."

Suara dingin yang sangat di harapkan oleh Erlangga terdengar. Erlangga menoleh dan benar saja Arga sudah berdiri di belakang nya dengan wajah penuh emosi. Erlangga tersenyum, dia merasa lega karena penyelamatnya sudah datang.

"P-paa..." Erlangga tercekat.

tap

tap

"Maaf, seharusnya Papa datang lebih cepat. Kau baik-baik saj___

greb

Erlangga langsung menubruk Arga dan memeluknya erat-erat. Tubuhnya sudah gemetaran hebat, dia ketakutan setengah mati. Arga membalas pelukan itu, matanya menatap tajam ke arah Kasir gadungan yang masih belum mati karena tembakan tidak mengenai titik vital.

Sebenarnya Arga sudah tau sejak Erlangga mendapatkan bahaya di minimarket. Dia sengaja tidak langsung muncul karena ingin Erlangga berkembang.

Arga merasa puas dengan mental Erlangga. Di usia 16 tahun dengan kemampuan bela diri serampangan, dia bisa menahan serangan atlet pro dan lari dari kejaran pistol sambil membawa orang terluka.

"Mental antagonis sejati memang tidak bisa di ragukan." Batin Arga.

"Siapa kau brengsek, jangan ikut campur urusan ku." Kasir tadi menatap tajam Arga.

"Orang yang akan mati memang selalu banyak tanya." Arga berdiri setelah melepas pelukan Erlangga, dia mendekat ke arah Kasir yang sudah terluka.

Erlangga yang melihat itu langsung merangkak menepi, dia memeriksa keadaan pemuda tadi yang tidak bergerak. Tapi untungnya dia masih hidup, hanya saja nafasnya sudah tidak beraturan.

Melihat Erlangga yang terlihat ketakutan, Arga harus mengakhiri semuanya dengan cepat. Dia tidak boleh menambahkan trauma ketakutan, Caramel bisa khawatir jika sesuatu terjadi pada Erlangga setelah kejadian ini.

Krakkkk

Arga dengan secepat kilat mematahkan leher si kasir hingga tewas seketika. Erlangga bahkan terkejut saat tiba-tiba si kasir sudah jatuh tersungkur, tapi dia lega karena artinya situasi sudah aman.

Arga membawa Erlangga dan pemuda terluka tadi ke rumah, Caramel memberikan penanganan darurat dan pemuda tadi berhasil melewati masa kritis.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
zhuyan 🙊🙊
lanjut season 2
Mellisa Gottardo: udah di buku baru, gas baca
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
semangat erlan
Mellisa Gottardo: 🤟🏻🤟🏻🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
gas sesi 2 thor
Mellisa Gottardo: udah up, gas mampir di buku baru
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hahahah emang keluarga gila
Mellisa Gottardo: hahahha
total 1 replies
Evi Marena
wkwkwkwwkwk mereke emang keluarga gila super,yohan😂
Mellisa Gottardo: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Evi Marena
kirain othorrrr Budiman GK bakal up lagi....thanks thorrr sudah lanjut up😘😘 lanjut y thorrr....moga othornya sehat selalu😘
Mellisa Gottardo: haiiii makasih yaaaa🥰
total 1 replies
vianty
terima kasih KK sdh up LG...
Mellisa Gottardo: hehehe makasih udah sty🥹
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
falea sezi
bner q punya anak cowok SMP umur 14 tahun neehh gengsi. nya setinggi langit/Drowsy/
falea sezi
q kira mirip YOLA sky gk sih hehehehe
Ridwani
👍👍👍👍
aria
lanjut
Evi Marena
hmmmm berarti masih banyak kejutan kedepannya ya thorrr...ok lanjut thorrr😘
vianty
sukses selalu kk
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
prihatin sih kalo gini, kirain ibu nya belain gak tau nya malah laporin ke polisi
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dikira anak nya robot kali ya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
terkadang apa yang kita lihat di luar belum tentu sesuai dengan kenyataan
zhuyan 🙊🙊
loh jadi ibunya yg laporin kevin
aneh ga sih 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!