Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : Kegaduhan di Dapur
Pagi itu aroma roti panggang dan rempah-rempah memenuhi lorong istana.
Bayi Arvella sudah bangun dari buaian, matanya yang merah menyala langsung mengamati suasana dapur dari jarak jauh.
Aku merasakan energi yang sibuk yaitu bunyi panci berbenturan, pelayan yang berlari-lari membawa nampan, aroma bawang dan rempah yang menguar kuat.
Bayi ini tahu, di tempat seperti dapur, kesalahan kecil bisa menjadi bencana besar—api bisa menyala, bahan makanan bisa tumpah, dan siapa pun bisa terluka.
Liora menatapku dari pintu dapur, tersenyum lembut tapi penuh perhatian.
“Kau ingin ikut melihat dapur hari ini, Arvella? Tapi kau harus tetap di pangkuanku,” katanya sambil menggendong bayi kecil itu dengan hati-hati.
Aku menggeliat, tangan mungilku meraih jari Liora, seakan memberi sinyal kesiapan.
Bayi ini sudah belajar bahwa instingnya bisa menyelamatkan banyak hal sebelum masalah terjadi, bahkan di tempat yang tampak aman seperti dapur istana.
Begitu masuk, mataku langsung menangkap gerakan para pelayan yang sibuk.
Seorang pelayan hampir menumpahkan panci sup panas ke lantai marmer.
Aku menggeliat, tangan kecilku menahan panci itu sebentar, mengubah arah gerakannya agar tidak tumpah.
Pelayan itu menatapku terkejut, sementara Liora tersenyum kagum.
“Arvella… kau benar-benar bisa merasakan bahaya sebelum terjadi,” katanya pelan.
Di sudut dapur, seorang anak pelayan sedang menumpuk bahan-bahan makanan, hampir menjatuhkan botol minyak panas.
Bayi ini menatap dengan seksama, tangan mungilnya bergerak menahan botol itu sebelum terjatuh.
Aku merasakan detak jantungku sendiri lebih cepat, penuh kewaspadaan, walaupun tubuhku kecil.
Bayi ini tahu, setiap tindakan sekecil apa pun bisa menyelamatkan banyak orang dan menjaga ketertiban dapur.
Sementara itu, aroma rempah-rempah dan roti yang dipanggang memenuhi udara.
Aku merangkak perlahan di lantai kayu, memperhatikan permukaan yang licin, gerakan pelayan lain, dan posisi lilin yang bisa membahayakan.
Bayi ini tahu bahwa keberadaan seorang pengawas kecil seperti dirinya bisa membuat perbedaan besar.
Tiba-tiba terdengar bunyi keras: wajan hampir terjatuh dari rak tinggi.
Aku menggeliat, tangan kecilku menahan wajan itu sebelum jatuh.
Liora menatapku kagum, sementara pelayan lain tersenyum lega.
“Arvella… kau benar-benar malaikat kecil di dapur ini,” katanya sambil mengusap kepala bayi itu lembut.
Bayi ini memperhatikan setiap detil yaitu panci, wajan, bahan makanan, lilin, bahkan pergerakan burung kecil yang masuk melalui jendela dapur.
Aku tahu, kesalahan kecil bisa menimbulkan bencana, dan instingnya bisa mencegah semuanya sebelum terjadi.
Di sudut lain, seorang pelayan muda sedang mencoba menyalakan api di tungku, tetapi api itu berkobar terlalu besar.
Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke arah api, seakan memberi peringatan halus.
Pelayan itu menatapku terkejut, kemudian menyesuaikan apinya dengan hati-hati.
Bayi ini tersenyum kecil, tahu bahwa setiap peringatan yang berhasil diterjemahkan menjadi keselamatan.
Sementara itu, bayangan laki-laki misterius dari perpustakaan beberapa hari lalu terlihat di pintu dapur, samar namun nyata.
Bayi ini menatapnya, merasakan energi yang hangat dan familiar.
Aku tahu, sosok itu kelak akan menjadi bagian penting dari hidupku, tapi hari ini fokus utama adalah menjaga agar dapur tetap aman.
Seorang pelayan lain hampir menumpahkan tepung ke lantai, yang bisa membuat licin seluruh dapur.
Aku menggeliat, tangan kecilku menahan tepung itu, menyelamatkan situasi.
Liora menatapku kagum, tersenyum pelan.
“Arvella… kau benar-benar istimewa,” katanya.
Bayi ini memperhatikan gerakan semua orang, aroma makanan yang bercampur, panas dari tungku, dan cahaya yang memantul dari peralatan dapur.
Aku menyadari bahwa setiap tindakan sekecil apa pun bisa mencegah bahaya, menjaga ketertiban, dan membuat orang di sekitarnya tetap aman.
Ketika jam menunjukkan waktu makan siang, semua makanan sudah siap, dan dapur kembali tenang.
Bayi ini duduk di pangkuan Liora, matanya yang merah menyala menatap seluruh dapur dengan penuh kepuasan.
Aku merasakan energi yang lega dari para pelayan, senyum yang tulus, dan rasa kagum yang mendalam terhadap insting bayi ini.
Tiba-tiba, angin sore masuk melalui jendela dapur, menggerakkan tirai lembut dan beberapa lembar kertas resep yang ada di meja.
Aku menggeliat, tangan kecilku menahan lembaran kertas agar tidak jatuh.
Bayi ini tahu, perhatian terhadap hal-hal kecil inilah yang membedakannya dari bayi biasa.
Bayangan laki-laki misterius terlihat sekali lagi di pintu dapur, hanya sebentar.
Bayi ini menatapnya, merasakan rasa penasaran yang semakin kuat.
Aku tahu, suatu hari ia akan hadir sepenuhnya dalam hidupku, membimbing dan mendukung dalam misi-misi yang lebih besar.
Sore menjelang malam, aroma makanan dan rempah-rempah masih memenuhi dapur.
Bayi ini masih duduk di pangkuan Liora, tangan mungilnya menggenggam kain selimut.
Aku menatap setiap sudut dapur, mengingat semua hal yang telah dipelajari, dari bahaya kecil hingga cara menjaga ketertiban.
Bayi ini sadar, insting yang dimilikinya bukan sekadar kemampuan, tapi alat untuk melindungi orang-orang di sekitarnya dan memahami dunia dengan cara yang unik.
Ketika lampu gantung di dapur menyala, menciptakan cahaya hangat di seluruh ruangan, bayi ini menutup mata sejenak.
Aku merasakan damai tapi juga antisipasi, tahu bahwa dunia di luar dapur penuh rahasia dan tantangan.
Sebelum tertidur, bayi ini tersenyum kecil, sadar bahwa setiap momen yang dihadapi hari ini adalah pelajaran berharga untuk masa depan, dan bahwa suatu hari nanti sosok laki-laki misterius itu akan hadir sepenuhnya dalam hidupnya.
Dan malam itu, Arvella menutup mata, siap menghadapi hari-hari penuh kejutan, misteri, dan pelajaran yang menantinya di istana besar.