NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *20

"Beberapa kali? Tapi sepertinya, pelayan itu akrab sekali dengan mu, mas Bayu." Rin menirukan nada bicara si pelayan saat memanggil nama Bayu dengan nada yang dibuat persis sama.

Saat ini, aura kecemburuan di mata Rin terlihat dengan sangat jelas. Bayu yang menyaksikan ulah Rin sontak terdiam beberapa saat dengan mata yang menatap wajah istrinya itu dengan tatapan lekat.

"Rin .... "

"Iya, mas Bayu."

Bayu langsung serba salah. "Kok malah jadi lain ya?" Gumam Bayu pelan.

Rin langsung memasang wajah manyun. "Aku mendengarnya dengan sangat baik. Barusan, kamu bilang jadi lain? Apanya yang lain?"

"Ha ... nggak, Rin. Gak ada apa-apa."

"Nah, minumannya sudah sampai." Bayu berusaha mengalihkan topik pembicaraan mereka yang cukup untuk membuat hati pria itu merasa gugup tak menentu.

Rin menoleh enggan. Gadis yang membawa pesanan mereka masih cukup jauh. Hembusan napas kesal Rin lepaskan. Entah kenapa, dia tiba-tiba jadi semakin tidak bisa mengontrol hatinya. Dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya hati itu rasakan.

"Dia masih jauh, Bayu. Kok kamu bersemangat banget sih?"

Bayu menoleh. "Ya Tuhan, salah lagi." Bisik nya pada diri sendiri. Namun, kata itu masih bisa Rin dengarkan dengan jelas.

Si gadis pelayan pun sampai ke meja yang Rin dan Bayu duduki. Meletakkan pesanan, lalu beranjak pergi tanpa terlalu banyak berbasa-basi.

Mereka menikmati minuman yang mereka pesan dengan tenang. Beberapa waktu kemudian, akhirnya, kedua anak manusia itu meninggalkan cafe tersebut.

"Mampir dulu ke toko sekalian ya, Rin. Stok makanan di rumah, apa aja yang sudah banyak berkurang?"

"Masih banyak, Mas Bayu. Cukup untuk stok satu minggu ke depan."

Sontak, Bayu terdiam. Cukup bingung plus geli hati. Panggilan Mas Bayu yang Rin ucapkan barusan bukan semata-mata hanya karena Rin ingin mengubah panggilannya ke Bayu. Melainkan, karena Rin masih kesal dengan kejadian di cafe tadi. Dan Bayu sangat tahu akal masalah tersebut.

Bayu tidak marah. Hanya sedikit tidak percaya saja dengan ulah Rin saat ini. Ada hal yang berbeda yang saat ini Rin perlihatkan padanya. Istri yang menikah dengannya karena dipaksa itu ternyata kini menunjukkan sifat yang berbeda dari yang sebelumnya. Dan jelas, sikap yang berbeda itu berbau kecemburuan.

Tanpa sadar, senyum terukir di bibir indah milik Bayu. Rin yang melihat senyum tersebut terdiam sejenak. Lalu akhirnya, angkat bicara. "Kenapa senyum? Ada yang lucu?"

"Ada." Bayu menjawab singkat sambil menahan tawa.

"Apa?"

"Kamu."

"Aku? Kenapa dengan aku?"

"Tidak ada. Lupakan saja," ucap Bayu masih dengan kondisi yang sedang menahan tawa agar tidak lepas.

"Bayu!"

"Iya. Aduh." Bayu berucap sambil meraih tangan Rin. "Hari sudah semakin senja. Kita masuk ke toko, lalu beli beberapa barang."

"Apa?"

"Sudah. Ikut saja. Kita beli apa yang ingin kamu beli. Jangan kesal lagi. Atau, untuk saat ini, kesalnya bisa di tahan dulu."

"Apa? Kesal? Aku tidak kesal, Bayu. Jangan sembarangan kamu."

"Iya. Maafkan aku. Aku tidak akan bicara sembarangan lagi. Ayo belanja."

Rin masih memasang wajah kesal dengan memanyunkan bibir. Tapi, dia tidak melawan saat tangannya Bayu bawa serta untuk masuk ke dalan toko.

Bayu dengan lihai memilih barang-barang yang ingin dia beli. Tidak terlalu banyak bertanya, tapi sibuk menyiapkan apapun yang Rin butuhkan. Sepertinya, terlalu banyak bicara bukan gaya Bayu. Pria itu lebih ingin memperlihatkan bukti dari pada hanya memberikan janji.

Rin terus memperhatikan Bayu ketika pria itu mengambil satu demi satu cemilan yang biasanya Rin makan. Rin fokus menatap Bayu dengan tatapan lekat. Hatinya semakin merasa kalau Bayu adalah hal yang paling berharga yang diberikan padanya.

Tiba-tiba, secara tidak ia sadari, pikirannya malah langsung membandingkan antara Bayu dengan Marvel. Karena saat bersama Marvel, apapun yang ia inginkan, dia harus berinisiatif sendiri untuk mendapatkannya.

Saat dia ingin makan apapun yang dia mau, dia harus mengambilkannya sendiri. Sementara dengan Bayu, tidak sama sekali. Dia hanya perlu satu kali berucap, maka Bayu akan ingat seterusnya.

Bayu tidak pernah menjanjikan apapun padanya. Tapi, selalu berusaha untuk memperlihatkan bahwa, dia layak untuk dipertahankan. Sementara Marvel, terlalu banyak janji yang pria itu ucapkan. Sayangnya, hanya sepersekian saja yang nyata. Lebih dari separuh dari janji itu hanyalah sebatas janji yang langsung terlupakan begitu saja.

"Rin. Ada yang lainnya lagi tidak? Jika masih ada yang lain, kamu bisa ambil sendiri."

Rin masih terdiam. Itu karena pikirannya masih berkelana di tempat yang berbeda. Bayu yang melihat si istri yang sedang terdiam, langsung memanggil untuk yang kedua kalinya.

"Rin."

Sayangnya, Rin masih terdiam. Masih asik dengan lamunan panjang yang sedang bermain di kepala.

"Airin."

"Ah, iya. Kenapa?"

Bayu menatap Rin dengan tatapan lekat.

"Lagi mikir apa?"

"Nggak."

"Kalo tidak, kenapa aku panggil-panggil, tapi kamu tidak menjawab?"

"Itu karena ... karena .... "

"Karena kamu melamun."

"Rin-Rin. Kamu ada-ada saja. Masih bisanya kamu melamun saat belanja. Kalo di tempat ramai, apa nggak dimalingin kamu nya?"

"Apaan sih? Kok malah ngomel?"

"Hm. Ya sudahlah. Hari sudah gelap. Kita harus buru-buru pulang. Aku sudah siap beli barang yang kita butuhkan. Kamu, masih ada yang ingin kamu beli?"

"Nggak. Semuanya sudah kamu belikan tuh. Jadi, akunya tidak kebagian buat milih barang."

"Siapa suruh kamu bengong, nona Airin?"

"Apaan sih, Mas Bayu?"

Bayu kembali tersenyum singkat. Panggilan itu cukup nyaman di dengar oleh telinga. Sayangnya, itu hanya godaan Rin untuknya. Bukan panggilan yang Rin lafal kan dari hati.

"Ya sudah kalo gitu, kalo sudah tidak ada yang ingin kamu beli, aku bayar belanjaan kita sekarang."

"Hm. Iya."

*

Mereka sampai ke rumah saat suasana sudah benar-benar gelap. Meskipun jarak antara desa kecamatan dengan desa tempat mereka tinggal tidak terlalu jauh. Tapi juga butuh melewati jalan yang tidak rata. Jadi, juga membutuhkan banyak waktu.

Malam itu, mereka tidur tanpa banyak bicara. Mungkin karena kelelahan akibat jalan-jalan tadi sore.

Keesokan harinya, aktifitas mereka berjalan seperti biasa. Mulai dari bangun pagi, hingga sore datang. Sampai Bayu pulang, dengan membawa kabar bahwa nanti malam dia akan keluar untuk rapat di balai desa.

"Rapat? Tentang apa, Bay?"

"Biasa. Kelompok tani, Rin."

"Lama enggak rapatnya?"

"Biasanya, tidak."

"Ee ... ada perempuan di sana?"

"Aku rasa tidak. Karena rapat ini hanya akan dihadiri oleh bapak-bapak saja. Paling, yang perempuan yang suaminya gak ada."

"Oh."

Bayu memperhatikan Rin dengan seksama.

"Kenapa?"

"Tidak. Hanya bertanya saja."

"Kamu mau ikut? Jika kamu mau, gak papa. Ikut saja."

"Nggak ah. Aku malu ikut jika tidak ada perempuan di sana."

1
Dew666
💜💜
Liswati Angelina
habis ini rin pasti bisa hamil lagi dan diganti dengan bayi kembar....
tehNci
Naaah kalo begini kan bagus/Good/
Patrick Khan
Marvel ribet bgt sih😂
Dew666
💐💐💐
Rani: yuhu ... 🫰🫰🫰🫶
total 1 replies
Patrick Khan
kasian rin😭😭
Rani: hiks🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ehhh knp LG Rin.. malah jatuh😭😭
Rani: hiks, aiya ... itulah. kasihan kan yah
total 1 replies
Patrick Khan
Yara km ribet bgt sih😂😂😂
Rani: jangan di kata lagi. ini manusia satu emang paling ribet dah
total 1 replies
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Iis Herawati
memang penyesalan itu datang di akhir kalau di awal namanya pendaptaran .....🤣
Rani: wkwkwkwkwk .... bener
total 1 replies
Patrick Khan
Yara sakit jiwa ni enak bgt klo ngomong.. didikan emak km bikin gila yara
Rani: iya. suka2 hatinya aja tuh kek nya.
total 1 replies
Mommy Rendra
Yara ini perempuan sakit yaa.. sakit krn otaknya bukan hanya kurang seons tapi 5 ons 😞
Rani: eh ... dia gak punya otak malahan.
total 1 replies
Patrick Khan
gk percaya q Yara berubah.. pasti mw deketin Bayu kan
Rani: huhuhu .....
aku gak sehat itu. Yara said. wkwkwkwk
total 1 replies
Nur Haswina
wah benar2 si Yara gadis mata keranjang..
Rani: iya noh. manusia satu beneran gak ada habisnya.
total 1 replies
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
tehNci
Emang Yara si anak manja bakalan bisa betah hidup di desa? Mau bertukar pasangan, siapa yg Bakan mau? Rin sama Bayu udah bahagia. Cukup minta maaf aja, jangan macem2 sama mereka
Rani: palingan dia yg kecewa entar
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh Yara wes otw bahaya iki😲😲
Rani: huahaha🤣🤣
total 1 replies
Dew666
💜💜💜💜💜
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Yeeeaaay..Airin hamil. Makin bahagialah Bayu dan Airin. Semoga kedatangan Seyara nanti gak akan bisa merusak kebahagiaan Bayu Airin
Rani: aamiin 🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mereka bahagia.. jauh kan dr ulet bulu ato ulet apa ajalah yg ganggu
Rani: tidak bisa. uletnya udah gerak tuh🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!