ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bad Mood
mereka sampai di mall. membeli kulkas dan mesin cuci namun rega membeli lebih banyak dari itu.
ayra hanya menuruti karna dia tidak ingin harinya berantakan dan itu akan menguras energi untuknya.
"kamu pegang kartu aku ya!" ucap rega memberikan dompetnya
"kenapa sama dompetnya juga?" tanya ayra
"itu semua kartu aku, kamu yang pegang dan atur semuanya kalo kurang bilang aja" jelas rega
"trus kamu ga pegang?" tanya ayra
"iya aku minta ke kamu, semua uang aku di kamu jadi kalo aku mau apa-apa harus ada kamu" jawab rega
"trus kamu keluar kota aku harus ikut?" tanya ayra
"aku ada mbanking ay" jawab rega
"jangan panggil ay deh! alay banget!" protes ayra
"iya sayang iya" jawab rega dengan senyumannya namun ayra hanya mendelik dan melihat sekeliling mall
"mau kemana lagi setelah ini?" tanya ayra
"kamu mau belanja silahkan! nanti kita ketemu lagi di parkiran! ada yang mau aku beli!" jawab rega dan berlalu pergi
ayra yang bingung hanya berjalan tanpa arah, akhirnya dia menemukan tempat bermain untuk mengisi ke bosenan nya
ia mengisi waktu dengan bermain bom-bom car, basket, lalu karaoke di tempat bermain itu
setelah cukup puas bermain, akhirnya ia membeli es krim karna ingin yang segar
"Pralines N Cream 1 ya ka" ucap ayra
"ada tambahan lagi ka?"
"sudah cukup" jawab ayra
di kejauhan ayra melihat rega sedang berbicara dengan lawan jenis yang ayra tidak tau siapa dia
namun ayra pura-pura tidak melihatnya dan menunggu es krimnya selesai di buat
rega dan perempuan itu berjalan sambil tertawa, seperti layaknya pasangan serasi
"aya!!" panggil rega
"kenalin ini indri temen kampus aku di cambridge" ucap rega
"hallo ayra ya? aku temannya rega, salam kenal ya" ucap indri memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan ke ayra
ayra ikut menyalami dengan senyumnya walaupun dia malas untuk berkenalan dengan teman rega ini
"habis ini mau kemana kalian?" tanya indri
"pulang, udah malem soalnya" jawab ayra
"mampir dulu ke resto aku yu! nanti aku buatin hidangan spesial untuk kalian" tawar indri
ayra menarik baju rega dan menatap rega agak memelas agar menolak ajakannya
"maaf ri! istri aku lagi ga mood banget hari ini! mungkin lain kali kita mampir kesana!" tolak rega
"hmm baiklah, ga masalah! aku ketemu kamu disini jg udah seneng!" sahut indri dengan raut ke-kecewaan
"kalo gitu, kami pamit yaa ri!" ucap rega sambil merangkul ayra
ayra yang bete menepis tangan rega lalu berjalan mendahuluinya. rega hanya mengikuti dari belakang karna istrinya sedang tidak mood terlihat dari wajahnya
sampai di parkiran rega menaruh barang belanjaan di bangku belakang. di jalan ayra membuka suara
"istri AKU lagi ga mood banget hari ini! A... K... U...?? hahaha" celoteh ayra
rega hanya menaikan alisnya lalu kembali fokus dengan jalanan yang macet
"istri AKU! duhh aku hahaha" ayra tertawa getir
"sayang kenapa kamu?" tanya rega heran
"AKU.. gapapa!!" jawab ayra dengan penekanan
"aya sayang kenapa? aku bingung loh kamu tiba-tiba begitu!" tanya rega yang mulai frustasi
"AKU... laper!!" ucap ayra
"yaudah kita cari tempat makan ya!" jawab rega
mereka sampai di resto, ayra tetap mendahului rega dan rega hanya menghela nafas panjang melihat tingkah istrinya yang sedang ngambek
"kenapa ya? kamu ga suka tempatnya?" tanya rega
"besok mau aku yang urus berkasnya atau kamu?" tanya ayra
"aku aja! kamu anter keluarga kamu ke bandara! nanti gio jemput!" jawab rega
makanan mereka sudah siap. dan mereka mulai makan tanpa ada yang berbicara.
ayra meminta bill lalu mengambil kartu rega, saat ia merogoh tasnya ia mengambil kotak, seperti kotak perhiasan lalu dilanjut dengan mengambil kartunya dan memberikannya ke pelayan tersebut
"apa ini?" tanya ayra memegang kotak tersebut
"buka aja" jawab rega dan ayra membuka kotak tersebut
terlihat ada sebuah kalung dengan liontin yang cantik, ayra menutup kotak itu dengan cepat dan memberikan ke rega
"nih ambil lagi! untuk temen kamu aja!" jawab ayra dengan nada ketusnya
rega yang mendengar itu lalu mengambil kotak perhiasan dan membukanya ia memasangkan kalungnya ke leher ayra
"cantik" ucap rega pelan
"kenapa?" tanya ayra
"oh itu kalungnya cantik cocok di kamu" ucap rega mengelak
"kapan belinya?" tanya ayra
"tadi pas ketemu sama indri di toko perhiasan" jelas rega
ayra langsung membuka kalung itu dan menaruh kembali di box
"kasih aja ke indri kan kamu jg beli bareng dia" ucap ayra lalu memberikan boxnya dan beranjak ke kasir untuk mengambil kartu lalu keluar resto
rega langsung mengejarnya dan menarik tangan ayra agar tetap diam di tempatnya
"udah malem mau kemana?" tanya rega
tanpa menjawab ayra masih terus berdiam diri di tempat
"ayo pulang udah malem!" ucap rega lalu menarik tangan ayra ke mobilnya
sampai di mobil ayra hanya melihat keluar jendela membuang muka, tanpa sadar air mata ayra menetes namun rega tetap melajukan mobilnya sampai rumah
ia tau jika ayra di tanya tidak akan menjawab jadi rega tidak membujuknya sama sekali karna mood ayra yang sedang berantakan
memasuki pekarangan rumahnya, ayra turun dan membanting pintu mobil. rega sama sekali gak marah dan menyusul ayra ke dalam rumahnya dengan membawa barang belanjaan mereka.
tanpa mencuci muka dan bebersih, ayra terlihat sudah berbaring di tempat tidurnya dengan membelakangi rega
rega masih diam dan bebersih mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya. posisi ayra masih sama dan terlihat sudah memejamkan matanya. rega dengan inisiatif membawa kapas dan pembersih wajah untuk membersihkan wajah ayra.
dengan telaten rega membersihkan wajah ayra lalu ayra membuka matanya dan melihat rega ada di depannya langsung beranjak dari kasur
"maaf ya aya, aku salah ga sadar apa kesalahan aku yang buat kamu jadi gini" ucap rega dengan tulus dan menggenggam tangan ayra
"kamu marah karna indri kan? dia cuma temen aku ya! bener-bener gak ada apa-apa! kebetulan ketemu jadi kita ngobrol udah itu aja"
"dia ngundang kita ke restonya untuk pembukaan restonya dan mau kenalin tunangannya ke kita" jelas rega
ayra berbalik lalu menatap rega dengan mata sembabnya
"serius? ga bohong?" tanya ayra
"untungnya untuk aku apa kalo bohong?" tanya rega memegang kedua pundak ayra
"udah jangan nangis! aku gak ada apa-apa sama dia" jelas rega
ayra mengangguk lalu berlalu pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. setelah beberapa menit ayra keluar dari kamar mandi dengan setelan piyama nya dan berbaring tidur di samping rega
"kamu besok jadi anter bang arven?" tanya rega
"iya jadi, kenapa?" jawab ayra
"yaudah sama aku ya, nnti langsung aku anter pulang karna besok aku mau ngurus balik nama rumah ini, sama berkas lainnya biar cepet selesai! trus kulkas dan yang lainnya baru sampe besok!"
"oh iya yg urus rumah, yang masak sama tukang kebun besok udah ada jd kamu cma serah terima barang aja setelah itu istirahat!" lanjut rega hanya di jawab anggukan oleh ayra lalu memejamkan matanya
"selamat malam istriku" ucap rega mengecup kening ayra lalu menyusul ayra tertidur di sampingnya dengan pembatas guling di tengah.