-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Sherly cemburu + cast
Author kasih cast ya, untuk tiga tokoh dulu, lainnya nyusul hehehehe
1. Jeremy Christ Chadwick
Author pusing nyari cast buat Jeremy, susah banget, semoga kalian suka ya 🥲🥲
2. Sherly Agda Brianna
Untuk yang Sherly, abaikan tubuhnya ya. karena harusnya lebih berisi, cuma Author suka sama wajahnya hehehehe jadi ya, Author ambil gambar ini.
3. Damiel Rolex Chard
Damiel emang lebih tua dari Jeremy, ya temen-temen. Damiel ini usianya 38 tahun, mau kepala 4 hehehehe 😅😅
Udah itu aja castnya, semoga kalian suka ya, Author pusing nyari yang cocok 🥲🥲
“Jadi, Sherly. Mereka berdua yang akan menjaga kita di dalam pesta.” Jeremy memperkenalkan dua orang yang tampak asing bagi Sherly, satu perempuan dan satu lagi laki-laki. Keduanya sempat menunduk memberikan hormat kepada Sherly.
“Remy.. Siapa mereka ??” Tanya Sherly dengan penasaran, membuat lelaki yang memakai kemeja putih, dan berdasi abu-abu itu memberikan ekspresi sedikit terkejut dengan pertanyaan Sherly. Lelaki itu menatap ke arah Jeremy.
“Tuan, kenapa anda belum memperkenalkan kami pada Nyonya Sherly ??” Tanya lelaki itu dengan bingung, Jeremy berdecih kecil.
“Tidak perlu, tidak penting.”
Lelaki itu menghela nafasnya kasar mendengarkan suara Jeremy yang sedikit acuh dan tidak suka, “Tapi bukankah anda meminta kami menjaga Nyonya Sherly juga ??”
“Hah !! Kau ini.. Menjaga bukan berarti harus tahu nama !! Ya sudahlah, Sherly lelaki jelek itu namanya Revan, dan perempuan itu namanya Vanny. Mereka sepasang kekasih.” Ujar Jeremy dengan ogah-ogahan memperkenalkan tangan kanannya.
Revan memberikan ekspresi tidak terima saat di tunjuk oleh Jeremy, “Saya tidak sejelek itu, tuan.. Dan lagi, Vanny adalah istri saya.”
Sementara Vanny malah menahan tawanya, melihat ekspresi suaminya yang dikatakan jelek oleh atasannya sendiri, Jeremy hanya memutar matanya malas mendengarkan pembelaan diri dari Revan.
“Tapi jika di bandingkan denganku, kau lebih jelek.” Ujar Jeremy dengan ketus, membuat Revan hanya bisa mengelus dadanya mendengarkan hinaan atasannya itu.
Sherly sendiri terdiam, mengingat nama Revan, sebagai tangan kanan terpercaya dari Jeremy. Di novel, Revan sempat ditugaskan menculik Sherly. Tapi karena alur mulai berubah, Jeremy justru menyuruh Revan dan Vanny, istrinya untuk menjaga dan melindungi Sherly.
“Sayang, jangan terlalu banyak melamun, hmm~”
“Uh.. Ma.. Maaf.. Hehehe..” Sherly tertawa kecil, saat Jeremy menoel bagian pipinya dengan lembut, seakan menyadarkan kekasihnya dari lamunan.
“Nyonya Sherly, saya harap anda tidak keberatan jika, saya mengikuti anda kemanapun.” Ujar Vanny dengan sopan, dan tersenyum ramah. Sherly sendiri menyukai Vanny, yang dari awal sudah menampilkan ekspresi ramah, tapi juga terlihat tegas dalam waktu bersamaan.
“Tentu saja, Vanny.” Ujar Sherly yang memberikan reaksi lembut kepada Vanny.
“Nyonya Sherly, berbanding terbalik dengan Tuan Jeremy. Nyonya Sherly lebih lembut, sopan dan baik, Awh-”
Revan mengusap kepalanya yang diberikan jitakan maut oleh Jeremy, setelah memuji Sherly di hadapannya. Jeremy menatap dingin dan tidak suka ke arah Revan, tapi di balas tatapan datar oleh bawahannya.
“Sekali lagi memuji calon istriku, aku pukul lagi.” Ancam Jeremy.
“Udah, jangan kasar-kasar, kasihan Revan.” Ujar Sherly dengan lembut, melihat dirinya di bela oleh nyonya besar, membuat Revan langsung memegang kedua tangannya di dada.
“Nyonya Sherly sangat baik, aku sangat terhormat menjadi bawahan anda.” Ujar Revan dengan dramatis, membuat Sherly tertawa kecil.
Astaga, ada apa dengan para antagonis di depannya, malah penuh drama dan komedi. Padahal di novel sebelumnya, Revan terlihat sangat menyeramkan, dingin dan arogan. Apakah ini karena Sherly akan menjadi atasannya juga ??
“Sudah.. Sudah, lebih baik kita masuk ke dalam hotel.” Ujar Jeremy menengahi mereka sebelum, Revan kembali berceloteh dengan nada sok berdramatis di harapan Sherly.
...
Sherly sangat ingat, acara pesta malam ini. Dia pernah membaca, di alur sebelumnya, seharusnya Sherly pergi ke pesta ini bersama dengan Vincent dan Aluna. Tapi karena alur sudah berubah drastis, maka Sherly tidak tahu akan ada tragedi apa yang menimpa dirinya di pesta malam ini, tapi kenapa dia harus takut ?? Bukankah Jeremy akan membantunya dan melindunginya.
Sherly berjalan dengan anggun di sebelah kanan Jeremy, melewati beberapa orang yang memandang mereka dengan tatapan kagum, ada yang berbisik entah apa, ada pula yang memberikan tatapan sinisnya. Tapi Sherly seakan mengabaikan tatapan sinis dan kagum dari mereka, dan tetap fokus ke depan.
“Anda.. Tuan Jeremy Chadwick, bukan ?? Pemilik perusahaan Cherryl yang terkenal itu ??” Seorang perempuan tiba-tiba menghadang dan memberikan beberapa pertanyaan pada Jeremy.
Sherly menatap tidak suka pada perempuan itu, terlebih pakaian perempuan di depan Jeremy terlalu terbuka.
Sok-sokan pamer di depan Jeremy, toh dua gunungku masih lebih besar !! Batin Sherly dengan tidak suka pada perempuan yang terlihat ingin sok dekat dengan Jeremy.
“Anda terlihat sangat tampan-” Wanita itu mencoba meraih tangan Jeremy, tapi langsung ditangkis oleh lelaki itu dengan tangannya, dan memberikan tatapan tajam.
“Jangan menyentuhku !!” Jeremy tidak terlihat tertarik sedikitpun, bahkan memperlihatkan ekspresi sinis dan dinginnya pada perempuan di depannya.
Cih, masih bagusan tubuh Sherly !! Batin Jeremy melirik sekilas tubuh perempuan di depannya, sambil berdecih tidak suka dan terlihat risih.
“Nama saya adalah Lea Scold, saya putri dari-”
“Aku tidak peduli dengan namamu !! Katakan apa tujuanmu kemari !!” Ujar Jeremy dengan nada ketus, membuat Lea sedikit mengepalkan tangannya kesal, tapi dia tetap memberikan ekspresi ramahnya itu, padahal Sherly bisa melihat kepalsuan dari balik mata Lea.
“Aku ingin menawari anda kerjasama dengan perusahaan ayah saya.” Ujar Lea, membuat Jeremy berdecih kecil, dirinya tidak suka dan tidak sedikitpun tertarik dengan tawaran dari Lea, terlebih perusahaan Lea adalah perusahaan kecil, yang tidak akan menguntungkan baginya.
“Akan aku pikirkan lagi.” Ujar Jeremy dengan dingin, lalu lelaki itu menoleh ke arah Sherly yang sepertinya tidak suka kepada Lea. Jeremy mengubah ekspresi dinginnya menjadi senyuman kecil, tangannya membelai rambut Sherly dengan lembut.
Sherly mengangkat wajahnya ke arah Jeremy, yang berdiri di sampingnya, hanya saja karena tinggi badan mereka yang tidak sepadan membuat Sherly harus mengangkat kepalanya untuk melihat wajah kekasihnya.
“Bagaimana jika kita berjalan-jalan melihat sekeliling ??” Ujar Jeremy seakan ingin menghibur wanitanya yang terlihat kesal dengan kehadiran Lea.
Sherly mengangguk dengan senang, “Tentu, ayo.” Ujar Sherly menarik tangan Jeremy menjauh dari sana. Dan sebagai kekasih yang baik, Jeremy hanya pasrah saja, dan mengikuti Sherly pergi.
Lea yang merasa di abaikan, tidak terima, apalagi Sherly terlihat tidak suka dengan kehadirannya.
Cih siapa sih wanita jelek itu ?! Berani sekali dia caper di depan Jeremy !! Batin Lea tidak suka dengan Sherly, apalagi melihat wanita itu yang begitu dekat dengan Jeremy, membuat Lea semakin tidak suka.
Disisi Sherly dan Jeremy.
“Siapa wanita itu ?? Apakah dia mantan kekasihmu ??”
“Aku tidak punya mantan kekasih, Sherly.”
“Lalu kenapa dia begitu dekat denganmu ?? Apakah kalian pernah bertemu ??”
“Pfftt.. Sayang~” Jeremy membelai rambut Sherly yang sedari tadi memberikan pertanyaan dengan nada kesal, dan tidak suka. Tapi ya itu justru membuat Jeremy tersenyum geli dengan tingkah Sherly yang cemburu kepadanya.
“Aku tidak pernah mengenal wanita itu sebelumnya, dan kita tidak pernah memiliki hubungan apapun.” Ujar Jeremy menjelaskan dengan lembut, tapi juga dengan nada tegas, membuat Sherly menghela nafasnya lega.
“Aku pikir, dia mantan kekasihmu.. Dia tadi berbicara terlalu dekat denganmu.” Ujar Sherly dengan lirih, melepaskan pegangan tangannya dengan Jeremy.
“Cemburu ??”
“Sangat.” Ujar Sherly dengan melipat kedua tangannya di dada, dan memalingkan wajahnya yang memerah, Jeremy terkekeh pelan melihat reaksi kekasihnya.
“Maaf ya sayang~ sebagai gantinya aku akan membelikanmu apapun yang kamu mau.”
Sherly melirik ke arah Jeremy, “Beneran ??”
Jeremy menganggukkan kepalanya, Sherly tersenyum senang, lalu mendekati Jeremy dan memeluk lelaki di depannya.
“Aduhh.. Gak enak ternyata kalau jadi nyamuk.” Ujar Revan berbisik lirih melihat keromantisan atasannya itu, Vanny menoleh dan tertawa kecil melihat ekspresi dari suaminya, yang tampak terganggu dengan keromantisan atasannya.
🌟🌟🌟🌟
..