NovelToon NovelToon
Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri

Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.

Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.

Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.

Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.

Mereka salah.

Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.

Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Perjanjian Dua Sisi

...Bab 23: Perjanjian Dua Sisi...

Hawa dingin dari pedang biru sang jenderal hantu mulai merambat masuk ke dalam tulang Han Xuan. Di dunianya yang sunyi, Han Xuan bisa merasakan getaran kebencian yang luar biasa dari sosok di depannya. Ini bukan sekadar residu energi; ini adalah kutukan ribuan tahun yang menolak untuk padam.

Darah perak semakin deras mengalir dari sudut bibir Han Xuan, membasahi lantai kayu dek kapal. Setiap detik ia menahan pedang itu, meridian di lengannya terasa seperti sedang disayat oleh ribuan silet tak kasat mata.

“Bodoh sekali, Xuan...” suara Han Zhao bergema di dalam batinnya, kali ini dengan nada yang lebih mendesak. “Kau ingin mati di sini bersama dua manusia lemah itu? Jenderal hantu ini adalah ahli tingkat Spirit Severing yang terjebak dalam limbo. Tubuhmu yang sekarang tidak akan kuat menahannya lebih dari sepuluh hitungan.”

"Diam," batin Han Xuan membalas. "Aku tahu apa yang kulakukan."

“Kau tidak tahu apa-apa! Lihatlah kapalmu! Jika tiang utamanya patah, kabut ini akan menelan kalian semua. Berikan aku kendali atas tangan kirimu. Hanya tangan kiri. Aku akan menarik esensi hantu ini masuk ke dalam segel jiwaku.”

Han Xuan melirik ke arah Wei yang sedang berjuang mempertahankan kemudi, dan Xiao Mei yang menatapnya dengan mata penuh air mata. Jika ia terus memaksakan diri menggunakan energinya yang tidak stabil, ia justru berisiko meledakkan kapal ini karena lonjakan energi Core miliknya.

"Hanya tangan kiri, Zhao. Jika kau mencoba menyentuh pusat sarafku, aku akan meledakkan diri kita berdua sekarang juga," ancam Han Xuan.

“Setuju. Sekarang... buka celahnya!”

Seketika, aura Han Xuan berubah. Sisi kiri tubuhnya mendadak diselimuti oleh kabut hitam yang jauh lebih pekat dan berbau busuk aura murni dari Han Zhao yang penuh dengan kebencian purba. Mata kiri Han Xuan berubah warna sepenuhnya menjadi hitam legam tanpa putih mata.

Tangan kiri Han Xuan bergerak dengan gerakan yang tidak alami, mencengkeram leher sang jenderal hantu.

DEVOUR: GHOST SOUL REFINING!

Bukan Han Xuan yang menyerap, melainkan Han Zhao yang sedang berpesta. Sang jenderal hantu mengeluarkan jeritan tanpa suara saat tubuh transparannya mulai tersedot masuk ke dalam telapak tangan kiri Han Xuan seperti air yang masuk ke dalam lubang pembuangan. Api biru di matanya padam seketika, dan zirah kunonya hancur menjadi debu energi yang segera ditelan habis.

Hantu-hantu lain yang tadi mengepung kapal mendadak berhenti. Mereka merasakan kehadiran sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada kematian di dalam diri pemuda berambut putih itu. Mereka segera melesat kembali ke dalam kabut, menghilang ke dalam kegelapan.

Han Xuan segera memutus aliran energi hitam itu. Tangan kirinya jatuh lunglai, gemetar hebat. Ia jatuh berlutut, nafasnya tersengal-sengal.

“Ah... itu sangat menyegarkan,” bisik Han Zhao, suaranya terdengar lebih kuat dan lebih puas dari sebelumnya. “Hati-hati, Xuan. Sekali kau mencicipi kekuatanku, kau akan selalu merindukannya.”

Han Xuan mengabaikan godaan itu dan berusaha berdiri. Namun, pandangannya mulai kabur.

"Tuan!" Wei berlari meninggalkan kemudi setelah memastikan kapal kembali stabil. Ia memapah Han Xuan. "Anda baik-baik saja?"

Han Xuan tidak menjawab. Ia menoleh ke arah lengan kirinya yang kini memiliki tanda hitam permanen yang melingkar di pergelangan tangannya, menyerupai borgol bayangan. Han Zhao telah menanamkan "jangkar" di tubuhnya.

"Teruslah berlayar," ucap Han Xuan lirih. "Kabut ini mulai menipis."

Benar saja, beberapa jam setelah pertempuran singkat namun melelahkan itu, dinding kabut kelabu di depan mereka mulai memudar. Suhu udara turun drastis, jauh lebih dingin daripada musim dingin mana pun di Benua Cangyuan.

Saat kapal itu akhirnya menembus lapisan terakhir kabut, pemandangan yang menyambut mereka membuat Wei dan Xiao Mei tertegun.

Di depan mereka tidak ada lagi lautan. Yang ada hanyalah hamparan es abadi yang membentang tanpa ujung di bawah langit yang berwarna ungu gelap permanen.

Gunung-gunung es raksasa yang menyerupai taring raksasa mencuat ke langit, dan di kejauhan, terlihat cahaya aurora hijau yang menari-nari dengan aura magis yang kental.

Inilah The Frozen Wasteland of Gods.

"Suhu di sini..." Xiao Mei memeluk tubuhnya sendiri, giginya gemeletuk. "Energi di udara... sangat tajam."

Han Xuan melangkah ke pinggir kapal, menatap daratan es itu. Ia bisa merasakan bahwa energi di sini bukan lagi Qi biasa, melainkan Glacial Essence energi yang sangat murni namun sangat agresif.

Bagi kultivator biasa, tempat ini adalah kuburan. Namun bagi Han Xuan, ini adalah tempat terbaik untuk membekukan retakan pada meridiannya.

"Kita sudah sampai," ucap Han Xuan. "Cari tempat mendarat yang tersembunyi. Kehadiran kita di sini tidak boleh diketahui oleh penduduk lokal atau siapa pun yang menjaga tempat ini."

Namun, saat kapal itu perlahan mendekati pesisir es, Han Xuan melihat sebuah menara es tinggi yang berdiri di puncak tebing. Di puncak menara itu, sebuah lonceng raksasa berbunyi, mengirimkan gelombang suara yang memecah keheningan padang es tersebut.

Seseorang telah menunggu kedatangan mereka. Dan di tempat sekeras ini, penyambutan jarang sekali berarti keramahan.

<>Cerita Bersambung

1
johanes ronald
idenya bagus sekali, dia ahli perang yg aesungguhnya
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasihh 🔥😄
total 1 replies
johanes ronald
balonku ada 5 ya? 🤣🤣🤣
cimownim
waah bagus ka ceritanya😍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasih kak🔥 jadi semangat nih😄
total 1 replies
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
btw bisa kali Like sama Koment🔥
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
Inspirasi Novel Dari > Reverend Insanity (Fang Yuan), The Villain Of Destiny (Gu Change), Myst, Might, Mayhem / Legend Of Heavenly Chaos Demon (Cheon Ma), ada lagi tapi malas nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!