NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 RAHASIA DI BALIK TOPENG

Menteri Chen memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kebencian ketika mereka berada di satu ruangan kunjungan penjara. "Kamu tidak akan pernah bisa membuktikan bahwa aku yang berada di balik semuanya, Steve Lim!"

Steve Lim tersenyum. "Aku sudah membuktikan, Menteri Chen. Aku sudah memiliki bukti-bukti yang cukup untuk menghancurkan kamu."

Menteri Chen tertawa. "Bukti-bukti? Ha! Aku sudah menghancurkan semua bukti yang bisa membahayakan aku!"

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh keberanian. "Kamu salah, Menteri Chen. Kami sudah memiliki rekaman percakapan antara kamu dan Wong, serta dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa kamu telah menggunakan Steve Lim sebagai kambing hitam untuk kejahatanmu sendiri."

Menteri Chen memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kemarahan. "Kamu... kamu tidak akan pernah bisa menghancurkan aku!"

Sophia Lau memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kebencian. "Aku akan memastikan bahwa kamu membayar untuk apa yang kamu lakukan pada kakakku, Menteri Chen!"

Menteri Chen memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh ketakutan. "Tidak... tidak mungkin..."

Steve Lim tersenyum. "Aku pikir sudah waktunya kamu membayar untuk kejahatanmu, Menteri Chen."

Menteri Chen tersenyum jahat. "Kamu tidak bisa menyentuh aku, Steve Lim. Aku memiliki alibi yang sempurna untuk malam itu."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kecurigaan. "Alibi apa itu?"

Menteri Chen tersenyum. "Aku sedang berada di acara amal di Gedung Pemerintah, bersama dengan beberapa pejabat tinggi lainnya. Mereka semua akan menjadi saksi bahwa aku tidak bisa melakukan kejahatan itu."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh skeptis. "Kami akan memeriksa itu, Menteri Chen. Kami tidak akan membiarkan kamu lolos begitu saja."

Sophia Lau memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kebencian. "Aku tidak percaya kamu, Menteri Chen. Kamu pasti memiliki cara untuk mengatur alibi itu."

Menteri Chen tersenyum. "Kamu tidak bisa membuktikan apa-apa, Sophia Lau. Aku adalah Menteri Chen, salah satu orang paling berpengaruh di negara ini."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh tekad. "Aku tidak peduli siapa kamu, Menteri Chen. Aku akan membuktikan bahwa kamu bersalah, tidak peduli apa yang kamu lakukan."

Menteri Chen tersenyum jahat. "Aku tunggu, Steve Lim. Aku akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh tekad. "Aku akan membuktikan bahwa kamu bersalah, Menteri Chen. Aku akan menemukan bukti yang kamu sembunyikan."

Menteri Chen tersenyum jahat. "Aku tidak memiliki apa-apa untuk disembunyikan, Steve Lim. Aku adalah orang yang bersih."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh skeptis. "Kami akan melihat itu, Menteri Chen. Kami akan memeriksa semua catatan dan saksi yang terkait dengan alibi kamu."

Sophia Lau memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kebencian. "Aku tidak percaya kamu, Menteri Chen. Kamu pasti memiliki rahasia yang kamu sembunyikan."

Menteri Chen tertawa. "Kamu tidak bisa membuktikan apa-apa, Sophia. Aku adalah Menteri Chen, dan aku tidak bisa disalahkan."

Tiba-tiba, ponsel Steve Lim berdering. Ia menjawab, dan suara di seberang garis mengatakan, "Steve, aku telah menemukan sesuatu. Aku telah memeriksa catatan keamanan Gedung Pemerintah, dan aku menemukan bahwa Menteri Chen tidak masuk ke gedung pada malam itu."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kejutan. "Apa yang kamu katakan?"

Menteri Chen memandang Steve Lim dengan mata yang penuh ketakutan. "Tidak... tidak mungkin..."

Tiba-tiba Menteri Chen tersenyum dengan percaya diri. "Aku memiliki alibi yang sangat kuat, Steve Lim. Aku sedang berada di acara amal di Gedung Pemerintah, dan aku bahkan memiliki foto-foto sebagai bukti."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh skeptis. "Foto-foto? Itu bisa saja diedit, Menteri Chen."

Menteri Chen tersenyum. "Tidak, Steve Lim. Foto-foto itu diambil oleh fotografer profesional, dan aku bahkan memiliki tanda tangan dari beberapa pejabat tinggi yang hadir di acara itu."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kecurigaan. "Kami akan memeriksa itu, Menteri Chen. Kami tidak akan membiarkan kamu lolos begitu saja."

Menteri Chen tersenyum. "Aku tunggu, Ruolan Tan. Aku siap untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah."

Sophia Lau memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kebencian. "Aku tidak percaya kamu, Menteri Chen. Kamu pasti memiliki cara untuk mengatur alibi itu."

Menteri Chen tertawa. "Kamu tidak bisa membuktikan apa-apa, Sophia. Aku adalah Menteri Chen, dan aku tidak bisa disalahkan."

Tiba-tiba, Steve Lim meminta untuk melihat foto-foto itu. Menteri Chen menyerahkan ponselnya, dan Steve Lim memeriksa foto-foto itu dengan seksama.

Setelah beberapa saat, Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kejutan. "Aku lihat... kamu memang ada di acara amal itu... tapi aku tidak melihat kamu di foto-foto yang diambil setelah jam 9 malam."

Menteri Chen memandang Steve Lim dengan mata yang penuh ketakutan. "Itu... itu tidak berarti apa-apa."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kecurigaan. "Aku tidak melihat kamu di foto-foto setelah jam 9 malam, Menteri Chen. Di mana kamu sebenarnya?"

Menteri Chen mencoba untuk tetap tenang. "Aku... aku mungkin keluar sebentar untuk mengambil udara segar. Itu tidak berarti apa-apa."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh skeptis. "Mengambil udara segar? Di tengah acara amal? Aku tidak percaya itu, Menteri Chen."

Sophia memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kebencian. "Aku tahu kamu yang membunuh kakakku, Menteri Chen. Aku akan memastikan kamu membayar untuk itu."

Menteri Chen memandang Sophia dengan mata yang penuh kemarahan. "Kamu tidak bisa membuktikan apa-apa, Sophia. Aku adalah Menteri Chen, dan aku tidak bisa disalahkan."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh tekad. "Aku akan membuktikan bahwa kamu bersalah, Menteri Chen. Aku akan menemukan bukti yang kamu sembunyikan."

Menteri Chen tersenyum jahat. "Aku tunggu, Steve Lim. Aku siap untuk kamu."

Tiba-tiba, Ruolan Tan menerima panggilan dari tim investigasi. "Steve, kami telah menemukan sesuatu. Kami telah memeriksa catatan keamanan Gedung Pemerintah, dan kami menemukan bahwa Menteri Chen keluar dari gedung pada jam 9:15 malam."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kejutan. "Aku tahu kamu bersalah, Menteri Chen. Aku akan memastikan kamu membayar untuk kejahatanmu."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kemarahan. "Aku tahu kamu bersalah, Menteri Chen. Kamu telah membunuh Wong dan mencoba untuk menjebak aku."

Menteri Chen tersenyum jahat. "Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, Steve Lim. Aku hanya seorang pejabat yang tidak bersalah."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh skeptis. "Kami telah menemukan bukti, Menteri Chen. Kami tahu kamu keluar dari gedung pada jam 9:15 malam."

Menteri Chen memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh percaya diri. "Itu tidak berarti apa-apa. Aku mungkin keluar untuk mengambil sesuatu di mobilku. Aku tidak membunuh siapa-siapa."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kekecewaan. "Aku tidak bisa membuktikan bahwa kamu bersalah, Menteri Chen. Tapi aku akan memastikan kamu membayar untuk kejahatanmu suatu hari nanti."

Menteri Chen tersenyum jahat. "Aku tidak takut, Steve Lim. Aku memiliki kekuasaan dan uang. Aku bisa membeli kebebasan aku."

Dengan itu, Menteri Chen berhasil lolos dari tuduhan serta hukuman penjara dan meninggalkan Steve Lim, Ruolan Tan, dan Sophia Lau dengan rasa kekecewaan.

Sophia Lau memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kesedihan. "Aku tidak percaya... aku tidak percaya kami gagal."

Steve Lim memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh tekad. "Kami tidak gagal, Sophia. Kami hanya perlu waktu untuk mengumpulkan bukti yang lebih kuat. Aku akan memastikan Menteri Chen membayar untuk kejahatannya suatu hari nanti."

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!