NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 Salah paham

" Aku heran sama Om akhir-akhir ini selalu aja marah, suruh aku pake jaket tapi Om aja pakai baju kancing bagian atas nya dilepas " ucap Ayra .

Hans menunduk kebawah menatap kancing kemeja yang sebelumnya memang sengaja tidak dia pasang di bagian atas .

" Ohhh, itu Hans mau pamer dada sixpack Ay" kata Dave yang malah mengompori Ayra .

" Dihhh, gigolo aja nggak sampai segitunya promosi padahal mau jual diri " kata Ayra mendelik menatap Hans dengan tatapan tajam .

" Akkkkh," pekik Ayra ketika Hans menarik telinga nya .

" bicara yang sopan berani banget kamu samain Om dengan Gigolo" kesal Hans.

" Tapi kata Om Dave tadi ka,".

" Ayra, kamu seperti tidak mengenal Om saja , Om melepas kancing bagian atas hanya kerena gerah , lagian untuk apa juga Om pamer nggak ada guna nya " pernyataan Hans yang membuat Ayra terdiam .

" Yaudah , kalau gitu tutup jangan dibuka lagi nanti orang melihat " kata Ayra berjinjit membantu mengancingkan kemeja Hans di hadapan semua orang .

Dave mengangkat sebelah alisnya dengan senyum meledek melihat gairah Hans yang benar-benar terlihat begitu Ayra berada dekat dengan nya .

" Kalau pake kemeja itu di kancing sampai atas , nanti Tante Vallen cemburu lagi karena tubuh Om dilihat wanita lain " ucap Ayra a.

" Aku sudah putus dengan nya" ucap Hans yang membuat Ayra terkejut.

" Loh, kenapa?" kaget Ayra .

" Aku tidak cocok dengan nya " jawab Hans singkat lalu berjalan duluan .

" Om Dave , kenapa Om Hans putus sama tante Vallen?" tanya Ayra yang penasaran namun Dave hanya mengangkat bahu pertanda tidak tau .

" Ayo, nanti kita ditinggal Hans" kata Dave mengajak Ayra lebih cepat .

Sesampai didalam mobil , Ayra yang awalnya duduk didepan kini berpindah ke depan antara Hans yang sedang menyetir dan Dave yang duduk disamping kemudi.

" Ayra mengapa duduk disitu ?" tanya Hans melihat Ayra yang duduk tidak dikursi mobil .

" Aku mau duduk disebelah Om" kata Ayra menyandarkan kepalanya di lengan Hans yang akan menyetir .

" Dave mengalah, pindah kebelakang" kata Hans yang tidak ingin membahayakan Ayra karena duduk tidak di tempat yang seharusnya.

" Tidak om, aku mau disini " kata Ayra mengambil bantal lalu menaruhnya diatas tempat tisu dan duduk disana dengan nyaman .

" Kamu beneran bandel ya " ketus Hans menatap Ayra yang berada tepat disebelahnya.

" Ayo jalan Om " ucap Ayra yang membuat Hans bernafas berat .

" Om Dave ayo karoke " kata Ayra menyetel lagu dan bernyanyi berdua sampai Hans muak mendengar suara mereka yang tidak enaknya untuk di dengar .

" Lohhh kok dimatikan Om?" rengek Ayra ketika Hans mematikan musik nya .

" Kalian berdua karoke di club saja nanti jangan disini aku pusing mendengar suara kalian berdua " ketus Hans .

" Suara kami merdu banget ya, sampai Om mual " tawa Ayra menampar lengan Dave yang terkekeh .

" Kalian tau radio lama?" pertanyaan Hans yang diangguki mereka berdua .

" Seperti itu suara kalian " ucap Hans dengan jahat nya .

" Kurang ajar " kata mereka berdua jadi sakit hati, suara mereka memang tidak terlalu bagus tapi tidak disamakan dengan radio lama juga .

Sesampai di club , Ayra berjalan di tengah antara Dave dan Hans yang sudah layaknya tameng tak tertembus hingga tidak ada pria yang berani menatap apalagi menyentuh .

" Hans aku ada urusan sebentar, nanti aku balik lagi " kata Dave dengan senyum simpulnya dan segera pergi meninggalkan mereka berdua .

" Baiklah, nanti temui kami diruang VIP nomor * " kata Hans menyebutkan ruangan yang sudah dipesan bodyguard nya

" Om , mau kemana?" panggil Ayra tapi Dave hanya menunjuk kearah kiri lalu hilang di tengah keramaian.

" Ayo " kata Hans berjalan duluan .

" Om, mengapa kita masuk keruang VIP bukannya disini lebih enak ? Kan rame " ucap Ayra sedikit berlari lalu memeluk sebelah tangan Hans .

" Katanya kamu pengen karoke dan berjoget, diruang VIP kamu bisa lakukan sepuasnya" ucap Hans mengajak Ayra .

" Boleh minum juga ?" tanya Ayra dengan senyum nakal nya .

" Om getok ya kepala kamu nanti, jangan nakal" ketus Hans yang cuek-cuek begitu sangat menyayangi Ayra , tidak ingin Ayra sampai sakit .

" Wahhhh, boleh joget disini sepuas nya om " kata Ayra terpesona melihat ruangan yang Hans pesan layaknya club' mini dengan peralatan disko lengkap.

" Mmmm, nikmati lah " ucap Hans duduk disofa menatap Ayra yang sangat excited dan bahagia .

Ayra menyalakan musik dan mulai karaoke seperti hobi nya sementara Hans duduk menikmati wine sambil menatap gadis kesayangan nya tengah berjoget mengikuti alunan musik .

" Ay, ay" geleng kepala Hans memandang Ayra yang berjoget bar-bar sambil terus bernyanyi, gadis itu sangat lucu dan ceria .

Hans jadi membayangkan sebahagia apa dia kalau menikah dengan Ayra.

" Akkkkh, Om " pekik Ayra menyadarkan Hans dari lamunan nya .

" Ada apa Ay" kaget Hans .

" Kaki aku terkilir Om " tangis Ayra .

" Astaga , makanya jangan terlalu semangat joget nya " ucap Hans mengangkat Ayra dan mendudukkan nya disofa .

" Sini , Om pijit ya " ucap Hans menaikkan kedua kaki Ayra agar duduk dengan tenang .

" Akhhhh, sakit Om, pelan-pelan" rengek Ayra yang merasa ngilu .

..........

Dave yang sudah selesai dengan urusan nya akan masuk kedalam ruangan yang tadi dikatakan Hans dan ternyata pintunya terbuka sedikit .

" Om, pelan-pelan, sakit " rengek Ayra .

" Iya , ini udah pelan-pelan cantik " kata Hans dengan lembut .

" Aaaaa, sakit , Om jangan remas, elus-elus aja" ucap Ayra semakin keras rengekan nya .

" Ya gimana bisa masuk kalau cuma dielus " ucap Hans yang melihat sepertinya tulang kaki Ayra sedikit bergeser karena keseleo .

" Aaaa, Om , Om jangan , sakit "

Dave yang masih berdiri diluar semakin resah mendengar percakapan mereka dan juga bingung harus masuk untuk menghentikan Hans atau justru berdiri saja diluar demi menjaga mata nya .

" Ayo cepat, tahan , tahan sebentar aja , nanti udah enakan, nggak bakalan sakit percaya sama Om " ucap Hans membujuk Ayra .

" Enggak, sakit, ini pertama kali aku begini, sakit , banget Om " tangis Ayra .

" Tahan , sebentar saja " kata Hans .

" Akkkkh"

" Hans jangan gila ,kau apakan dia " teriak Dave segera masuk tidak ingin terlambat hingga semuanya terlanjur terjadi .

Ayra dan Hans sama-sama terdiam melihat Dave yang datang mendobrak dan marah .

" Aku memijit kaki Ayra , keseleo " jawab Hans menatap Dave dengan tatapan bingung karena sahabatnya itu baru masuk sudah marah-marah.

" Ke, ke, keseleo?" pertanyaan Dave sedikit tergagap .

" Iya, Om, gara-gara joget " cemberut Ayra yang masih merasakan sakitnya.

Demi tuhan mendengar percakapan mereka barusan Dave berpikir sesuatu yang tidak diinginkan sedang terjadi karena itu dia mencegah nya .

" Lalu kenapa percakapan kalian sampai segitunya, menghilangkan fokus ku saja " kesal Dave duduk disofa dan meneguk segelas minuman diatas meja .

1
D_wiwied
hmmm mau modusin Ay pasti, ya kan om 😁🤭
Widia Aldiev
sepolos tisu kamu Ayra 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
ajak Ayra ke tempat yg indah Hans,piknik misalnya di pinggir danau dan ungkapkan semua perasaan kamu yg sebenarnya biar dia merasakan cintamu yg sesungguhnya sebagian seorang pria bukan om yg merawatnya sedari kecil
Widia Aldiev
harusnya Hans jujur apa adanya sama Ayra soal perasaanya dan juga soal perjodohan itu,biarkan Ayra memilih siapa yg akan dia jadikan pendamping hidup,daripada di kemudian hari Ayra tahu jika Hans sudah membohonginya dia pasti akan sangat kecewa meski tak dipungkiri jika Ayra sangat menyayangi Hans 😌 dan jika Hans memang sangat mencintai Ayra dia akan menghargai dan menerima semua keputusan Ayra terhadapnya
Miss Typo
cemburu gpp Ayra 🫢
D_wiwied
senjata makan tuan ya Hans, makin cenut2 gak tuh 🤣🤣
Miss Typo
awas gak tahan bisa berabe Hans 🤣
Miss Typo
aku mlh takut obsesi mu itu suatu saat akan membuat mu dlm masalah besar Hans, selalu deg²an bacanya
D_wiwied
yakin om ga ada yg bakalan bangun tuh 🤭😆
Miss Typo
awas Hans tegang kebablasan bisa bahaya nanti 😁
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Nanik Nanik
thor ceritanya jangan d buat kayak sinetron ayra jgan d buat benci sama hans
Miss Typo
waduh, orang yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol dan Hans blm bisa membuat Ayra jatuh cinta padanya. atau mungkin Ayra juga dah jatuh cinta dgn Hans tapi dia berusaha memendam perasaan itu, karna menganggap Hans walinya
Cristella Tella
tentu om hans gk marah ayra
D_wiwied
bener Hans ini salah, salah besar.. salah kenapa cm sebentar 😆🤭🤭
Miss Typo
harusnya Hans yg minta maaf sama kamu Ayra, karna dia dah berani mengecup bibir mu saat tidur 😁
Miss Typo
apa tidur disamping Hans, nyari guling pasti yg dipeluk Hans. Ayra biasa aja serang bisa Anas dingin 😁
Miss Typo
sabar Hans sabar, kamu harus lebih giat berusaha 😁
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔
Widia Aldiev
PR BESAR buat kamu Hans gaman caranya kamu bisa ungkapin perasaan kamu yg sesungguhnya sama Ayra 😄 tetap semangat ya Hans 😘😘😘
Nanik Nanik
thor jangan buat ayra membenci Hans, ceritanya jangan d rumit
Widia Aldiev
apakah jalur yg tempuh olah Hans akan mulus tanpa hambatan dan apakah Ayra akan menerima cintanya Hans
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!