NovelToon NovelToon
Om Benny, I Love You

Om Benny, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan rahasia / CEO / Romantis / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: chiisan kasih

Pernikahan rahasia. Ciuman terlarang. CEO dingin yang jatuh pada gadis tomboy.
Benny, seorang CEO yang anti wanita dan memilih hidup sendiri, terpaksa menikah dengan Cessa—putri sahabatnya yang berusia delapan belas tahun. Pernikahan mereka dimulai sebagai kontrak penuh aturan: tanpa cinta, tanpa sentuhan, tanpa perasaan.
Namun satu ciuman menghancurkan segalanya.
Tinggal serumah membuat batasan runtuh, kecemburuan tumbuh, dan hasrat berubah menjadi dosa. Saat Cessa mencintai tanpa ragu, Benny justru berperang dengan prinsip, moral, dan ketakutan terbesarnya: jatuh cinta pada wanita yang seharusnya tak boleh ia miliki.
Ini bukan kisah cinta yang aman.
Ini kisah tentang memilih perasaan… atau menghancurkan hidup sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiisan kasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

“Jika Aku Jatuh”

Pagi itu datang terlalu cepat.

Jam menunjukkan pukul 06.15 ketika Benny sudah berdiri di depan jendela ruang tamu. Jasnya rapi. Wajahnya tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang mungkin akan kehilangan jabatannya dalam dua jam.

Cessa keluar dari kamar.

Ia tidak bertanya bagaimana perasaan Benny.

Ia berdiri di sampingnya.

Sunyi. Tapi penuh.

“Kamu siap?” tanya Cessa akhirnya.

Benny mengangguk pelan. “Untuk hasil apa pun.”

Cessa menatapnya. “Kalau kamu jatuh?”

Benny tersenyum tipis. “Aku nggak sendiri.”

Cessa meraih tangannya. “Ingat itu.”

Gedung kantor terasa lebih dingin dari biasanya.

Ruang rapat sudah penuh ketika Benny masuk. Beberapa anggota dewan menghindari tatapan. Beberapa terlihat tegang. Beberapa terlalu netral.

Diana duduk di ujung meja. Tenang. Profesional.

Audit dibuka tanpa basa-basi.

“Tidak ditemukan pelanggaran hukum,” ujar ketua audit.

Beberapa orang menghela napas.

“Namun,” lanjutnya, “perubahan gaya kepemimpinan yang signifikan dinilai memengaruhi stabilitas jangka pendek.”

Tatapan tertuju pada Benny.

“Rekomendasi kami,” kata ketua audit, “adalah evaluasi posisi CEO selama masa transisi.”

Hening.

Itu bukan pemecatan.

Tapi bukan juga kemenangan.

“Artinya?” tanya salah satu direktur.

“Artinya,” jawab ketua audit, “Benny Dirgantara akan tetap menjabat—dengan pengawasan ketat dewan selama enam bulan ke depan.”

Beberapa orang tampak tidak puas.

Beberapa lega.

Diana tidak bereaksi.

Semua mata tertuju pada Benny.

Ia berdiri.

“Saya menerima pengawasan,” ucapnya tegas. “Tapi saya tidak menerima narasi bahwa hidup seimbang adalah kelemahan.”

Tidak ada tepuk tangan.

Tidak ada sorak.

Hanya keputusan.

Rapat ditutup.

Di lorong luar, wartawan sudah menunggu.

“Pak Benny! Apakah ini berarti posisi Anda terancam?”

“Apakah keputusan ini terkait tekanan pribadi?”

Benny berhenti.

Cessa berdiri di sampingnya.

“Posisi saya tidak terancam,” jawab Benny tenang. “Yang diuji adalah cara saya memimpin. Dan saya siap membuktikan.”

“Apakah keluarga memengaruhi keputusan Anda?” desak seorang wartawan.

Benny menoleh pada Cessa sebentar dan genggaman tangan mereka berdua semakin memperkuat Benny.

“Keluarga bukan beban,” jawabnya tegas. “Keluarga adalah alasan saya memimpin dengan benar.”

Cessa merasakan dadanya hangat.

Mereka melangkah pergi.

Di dalam mobil, suasana hening.

“Ini belum selesai,” kata Benny akhirnya.

Cessa mengangguk. “Aku tahu.”

“Enam bulan ke depan akan berat.”

“Kalau berat, kita angkat bareng,” jawab Cessa.

Benny menoleh. “Kamu nggak takut?”

Cessa tersenyum kecil. “Takut itu manusiawi. Tapi lari itu pilihan.”

Benny tertawa pelan. “Dulu aku ahli lari.”

“Sekarang?” tanya Cessa.

“Sekarang aku berdiri,” jawabnya.

Namun badai belum benar-benar selesai.

Sore itu, Diana meminta waktu bicara empat mata.

Di ruang rapat kecil, hanya mereka berdua.

“Kamu selamat,” kata Diana tanpa emosi.

“Bukan selamat,” jawab Benny. “Diberi kesempatan.”

Diana menatapnya lama.

“Kamu benar-benar berubah,” ucapnya pelan.

Benny tidak menjawab.

“Dulu kamu tidak akan bertahan seperti ini,” lanjut Diana. “Kamu akan mundur sebelum ditekan.”

Benny tersenyum tipis. “Dulu aku tidak punya alasan.”

Diana mengangguk kecil.

“Dia alasanmu?” tanyanya.

“Dia pilihanku,” jawab Benny.

Diana berdiri.

“Kalau begitu jaga pilihanmu,” katanya. “Karena dunia tidak akan berhenti menguji.”

Ia berjalan keluar tanpa menoleh lagi.

Dan untuk pertama kalinya—

tidak ada ancaman di suaranya.

Hanya pengakuan.

Malam itu, Cessa duduk di sofa dengan kaki terlipat, membaca berita terbaru.

CEO Bertahan, Audit Perketat Pengawasan

Ia menutup ponselnya saat Benny duduk di sampingnya.

“Capek?” tanya Cessa.

“Sedikit.”

Cessa menyandarkan kepalanya ke bahu Benny.

“Kalau enam bulan ini kamu diuji terus?” tanyanya pelan.

Benny memejamkan mata.

“Aku tetap memilih,” jawabnya.

Cessa tersenyum.

“Dan kalau aku juga diuji?” lanjutnya.

Benny menoleh. “Aku tetap berdiri.”

Sunyi yang hangat menyelimuti mereka.

Tidak ada janji besar.

Tidak ada kata-kata dramatis.

Hanya dua orang yang akhirnya belajar bahwa cinta bukan tentang menghindari badai—

tapi berdiri saat badai datang.

Namun tepat ketika semuanya terasa stabil—

Ponsel Cessa bergetar.

Pesan dari nomor baru.

Selamat.

Sekarang kita mulai yang sebenarnya.

Cessa menatap layar itu.

Jantungnya berdegup.

Benny memperhatikan perubahan ekspresinya.

“Apa?” tanyanya.

Cessa mengangkat layar ponsel perlahan.

Dan untuk pertama kalinya sejak audit berakhir—

rasa tenang itu retak lagi.

Benny bertahan. Audit selesai.

Namun pesan misterius menandakan

ujian terbesar mereka belum dimulai.

1
Dwi Winarni Wina
yakin tak pernah normal dekat sm cessa benny😀
Dwi Winarni Wina
pergi yg jauh cessa biar beni kehilanganmu..
Dwi Winarni Wina
aku aja benny suka sama cessa tp gengsinya tinggi mau mengakuimya😀
Dwi Winarni Wina
Si Benny sebenarnya ada perasaan tapi ge ngsinya terlalu tinggi😀
Dwi Winarni Wina
biarkan aja perasaanmu tumbuh Benny...
Dwi Winarni Wina
casse keras kepala banget kekeh pada pilihannya...
Dwi Winarni Wina
cessa nekat ingin tetep menikah sm Benny sahabat baik ayahnya...
Dwi Winarni Wina
berarti pria normal ben, terima aja lamaran cessa😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!